YoonHae Fanfics Library



[Chapter] Be My Partner (Part 3)

Author : Riana

Genre : [chapter 3] , Romantic Comedy

Cast : Yoona x Donghae x Seungri x Taeyeon

Rating : PG-13

Title : Be My Partner 

Part 3

What! My Partner is You

Dedaunan kering berjatuhan ke sekitar pohon, matahari yang mulai meninggi bersinar terik ke arah gerbang sekolah. Terlihat disana banyak murid yang mulai berhamburan keluar. Beberapa orang melangkahkan kaki mereka, sambil sesekali bercanda dengan teman mereka. Beberapa orang lagi bersepeda dengan semangatnya.

Dong Hae lekas menghentikan langkahnya di teras depan sekolah, ia terdiam sejenak menunggu Tae Yeon keluar dari koridor utama. Tampak Tae Yeon yang mempelihatkan wajah penuh senyum kelembutannya, rautah wajah Dong Hae yang jenuh berubah gembira. Tapi rautan wajah itu tak berlangsung lama, sekejap ia merengutkan wajahnya menemukan laki-laki lain yang melangkah di samping Tae Yeon. ItulahSeungRibersama banyak buku dalam gendongannya.

”Sampai jumpa besok.” Ucap Tae Yeon yang berusaha menahan berat buku-buku besar bawaannya.

”Sampai jumpa juga.” SahutSeungRidan tersenyum tipis, ia pun berlalu dari hadapan Tae Yeon.

Tiba-tiba Yoon A muncul, ia berlari cepat menghampiriSeungRi. ”Hei, kemana saja kau? Aku mencarimu dari tadi.” Yoon A tampak bersemangat menepuk pundakSeungRi.

”Maafkan aku! Apa bisa membantuku membawakan separuh dari buku-buku ini?” pintaSeungRilembut.

”Tidak Mau.” Tegas Yoon A, kemudian perlahan tersenyum. ”Tentu saja. Apa aku orang sejahat itu.” Sambung Yoon A kemudian meletakkan beberapa buku dalam tasnya.

“Sebenarnya sebelum pergi tadi pagi, ada yang harus kukatakan padamu. Kau sudah salah menggunakan sepeda, sepeda yang kau gunakan sekarang merupakan sepeda yang rusak.”

”Benar remnya tidak berfungsi dengan baik.” Yoon A lekas mengiyakan.

”Apa sesuatu telah terjadi padamu?” Seung Ri yang tampak khawatir dan mulai menyadari plester di lutut Yoon A.

”Tidak apa-apa. Hanya sedikit luka kecil, sebentar juga akan baik.” Yoon A coba menenangkan Seung Ri yang terlihat panik. ”Syukurlah. Kalau terjadi sesuatu padamu, aku tidak akan memaafkan diriku.” Desah Seung Ri.

Tae Yeon kembali tersenyum lembut sambil melangkahkan kakinya ke arah Dong Hae yang tampak mengacuhkannya. ”Siapa laki-laki itu?” Tukasnya kasar.

”Dia Song Seung Ri, murid pertukaran pelajar dari Jeju, kudengar temannya sekelas denganmu. Bukan begitu?” Tae Yeon menjawab tenang.

”Apa mungkin Tae Yeon menyukai laki-laki seperti itu? Tidak boleh dibiarkan.” Batin Dong Hae berprasangka buruk. Ia lekas melangkahkan kakinya menjauh menuruni tangga pendek teras, diikuti Tae Yeon di belakangnya.

Kamar kecil di samping tangga, kayunya yang mulai tampak tua memperlihatkan warnya yang memudar. Langit-langit kamar yang terpasang hiasan, coba memperindah kamar itu.

Di sudut dekat pintu terdapat lemari besar yang tertutup rapat dengan kunci menggantung di pintunya. Di samping lemari itu, terlihat tempat tidur yang tertata rapi sejak tadi pagi, tepatnya setelah Yoon A yang merapikannya. Beseberangan dengan tempat tidur terlihat meja belajar, di atasnya tergeletak beberapa buku. Kemudian juga peralatan menulis dan lampu kecil.

Terdengar seseorang yang menggeser pintu kamar itu. Tampak Yoon A di sana, ia terlihat lelah, napasnya terengah-engah. Dengan segera ia melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur yang ditutup dengan seprei warna hijau dengan motif boneka beruang mengelilinginya. Ia lekas melemparkan tasnya ke lantai dan sejenak berbaring di sana. ”Aku benar-benar lelah.” Desah Yoon A sembari melepas dasi yang melingkar di kerahnya.

Tiba-tiba Seung Ri menggeser pintu kamarnya, membuat Yoon A terperanjat kaget. Ia lekas bangun, ”Ada apa?” Sambut Yoon A.

”Apa bisa kau membantuku mengantarkan pesanan makanan?”

”Tentu saja.” Jawab Yoon A hangat. Ia pun segera mengganti pakaiannya.

Tampak suasana kedai yang ramai dengan pengunjung, banyak pelanggan baru berdatangan. Dengan santai Yoon A menuruni tangga, ditemukannya paman dan bibi Seung Ri yang begitu baik padanya, yang ringan tangan mau menerimanya tinggal di sana selama berada di Seoul.

Yoon A yang merasa nyaman dengan kaos berlengan pendek itu dan celana kain ringan berwarna biru langit yang menutupi kakinya sampai lutut, lekas memberikan senyum kecilnya pada sepasang suami istri itu dan melangkah menghampiri mereka.

”Apa kau sudah makan?” Tanya Bibi dengan penuh kehangatan.

”Sudah. Baru saja aku selesai makan bersama Seung Ri, masakan Bibi sangat enak, membuatku sangat terharu.” Ungkap Yoon A gembira. ”Mana makanan yang perlu kuantar?”

”Ini.” Bibi menyerahkan dua kotak mie yang terbungkus dalam kantongan. ”Ini alamatnya, sepertinya ini tempat Game Centre. Mungkin ada beberapa anak muda yang memesannya disana. Sudahlah tak perlu dipikirkan, kau cukup antarkan saja, ambil uangnya, dan pulanglah.” Perintah Bibi.

”Baiklah. Aku pergi dulu.” Yoon A mematuhi.

Ia bergegas pergi bersama dengan kantongan di tangan kanannya sambil memasukkan catatan alamat orang yang ditujunya ke dalam saku celananya. Kemudian mengayuh sepeda yang digunakan Seung Ri sekolah, mengingat sepeda yang digunakan sebelumnya  remnya tidak berfungsi.

Perlahan sepedanya mulai melaju di tepian jalan, di bawah pohon yang rindang dan bersama hembusan angin sore.

Game Centre, terletak dekat perempatan jalan, tepatnya setelah melewati dua butik sederhana dari belokan. Tak terlihat sedikitpun sampah yang berserakan di sekitarnya, tempat itu tampak bersih.

Terdengar alunan musik keras di dalamnya, di salah satu box duduk Dong Hae yang menikmati permainan perang baru. Sejenak ia menghentikan permainan itu dan meraih sekaleng soft drink di dekatnya kemudian meminumnya. Sejenak ia kembali pada permainan itu.

Tiba-tiba terdengar handphone dari kantong celananya berbunyi, ia lekas melihat nama seseorang yang tengah memanggilnya. Terlihat nama istriku, panggilan sayangnya untuk Tae Yeon. Ia lekas tersenyum dan menjauh dari box yang di tempatinya. Ia keluar dari ruangan yang dipenuhi dengan suara musik dan orang-orang yang bermain di sana.

Sejenak ia berdiri dan bersandar di sana, ”Tae Yeon.” Sahutnya gembira.

”Apa yang kau lakukan sekarang?” Tanya Tae Yeon yang tengah bersantai di ruangan Spa rumahnya.

”Aku?”

”Tunggu biar kutebak.” Sela Tae Yeon. ”Kau pasti sedang berada di Game Centre mencoba permainan perang baru, dan di dekatmu pasti ada sekaleng soft drink. Dan yang kau lakukan sekarang adalah menjawab telepon dariku.” Tae Yeon dengan bangga menerkanya.

”Bagaimana kau tahu?’ Dong Hae terdengar bingung.

Tae Yeon hanya tertawa kecil. ”Setelah kau selesai bermain disana, jangan lupa untuk segera pulang. Jangan lupa untuk memeriksa pelajaran kembali, dan kerjakan PRmu dengan baik.” Tae Yeon mengingatkan.

”Aku paham. Kau sendiri, apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Dong Hae. Di belakangnya tampak Yoon A yang baru saja datang mengantarkan pesanan. Sejenak ia berdiri di depan pintu, mencari orang yang memesan makanan padanya.

”Apa kau bisa menebaknya?” Tawar Tae Yeon.

”Di ruang musik, bermain biola.”

”Ting Tong… Dong Hae ku, kau salah. Sekarang aku di ruang spa. Sepertinya kau harus lebih mengerti diriku.” Ucap Tae Yeon lembut. ”Baiklah. Sampai jumpa nanti.” Tae Yeon mengakhiri panggilannya.

Dong Hae lekas menutup handphonenya. Ia berbalik dan melangkah menuju pintu. Kumpulan orang yang masih menggunakan seragam sekolah berdesakan masuk, membuat Dong Hae bergegas membuka pintu tanpa menyadari Yoon A yang berdiri di baliknya.

Tanpa sengaja pintu itu ikut mendorong Yoon A yang hendak menghampiri orang yang memanggilnya, sekejap ia terjatuh bersamaan dengan tali sepatunya yang tertindih di ujung pintu. Tampak wajahnya yang mencium lantai keramik itu, tangannya yang sakit karena menahani tubuhnya.

Ia lekas menengok ke belakang dan orang pertama yang dilihatnya adalah Dong Hae, diikuti dengan para pelajar lain yang ikut menyaksikan proses Yoon A yang terjatuh dengan lucunya. ”Dasar brengsek.” Geram Yoon A yang lekas bangkit dan segera menghampiri Dong Hae kemudian memukulkan kantongan yang dipegangnya ke wajah Dong Hae. Dua kotak mie yang terbungkus rapi di dalamnya pun terhambur, mengotori wajah dan baju yang dikenakan Dong Hae.

Sejenak Dong Hae terdiam mengumpulkan kemarahannya, ”Apa yang kau lakukan?” Teriak Dong Hae menggema di seluruh sudut ruangan.

”Siapa suruh kau mendorongku? Apa kau sengaja ingin balas dendam karena menabrakmu tadi pagi?” Balas Yoon A.

”Gadis bodoh.” Tegas Dong Hae dengan nada suaranya yang semakin tinggi melengking.

Beberapa pelajar disana segera terdiam lirih, ”Maafkan kami Nuna, kami tidak tahu? Siapa suruh kau menghalangi pintu.” Ucap salah seorang pelajar.

Yoon A hanya terdiam, ia lekas meraih handphonenya yang terjatuh. Kemudian melangkah dengan menunduk dan menghampiri Dong Hae sambil mengeluarkan sapu tangan di sakunya. Beberapa orang yang sempat memperhatikan mereka, lekas mengalihkan perhatian mereka kembali pada permainan.

Dengan lembut Yoon A membersihkan wajah Dong Hae yang penuh dengan bumbu membuat mie menempel di sana. ”Sungguh maafkan aku!” Yoon A terdengar memelas.

”Hentikan!” Perintah Dong Hae dingin. Namun Yoon A tak mematuhinya, ia tetap saja mengelap wajah Dong Hae dengan sapu tangannya. ”Kubilang hentikan!” Tegas Dong Hae berteriak sambil meraih tangan Yoon A kemudian melemparkannya.

”Ini terakhir kalinya aku melihat gadis sebodohmu berada di dekatku. Kelak saat di sekolah, jangan coba untuk mendekatiku, sepertinya kau memang gadis pengacau.” Akhir Dong Hae melemparkan sindiran pedasnya kemudian berbalik dan keluar dari tempat itu. Pintu pun dibantingnya dengan keras, membuat beberapa orang disana tersentak kaget.

Perlahan seorang laki-laki separuh baya menghampirinya, ”Sepertinya kau harus membersihkan lantai ini juga Nona.” Ucap laki-laki itu dengan wajah menyeramkannya.

Yoon A lekas tersenyum lirih dan muram. Ia mengambil pel lantai yang terletak di ujung ruangan, tepatnya lagi di sebelah kamar kecil laki-laki.

Suasana kelas pagi itu, dua orang anak perempuan mulai menyapu kelas mereka. Kemudian anak laki-laki yang membersihkan papan tulis. Yoon A melangkahkan kakinya dengan berat masuk dalam kelasnya, sekejap wajahnya muram menemukan Dong Hae yang sudah duduk tenang membaca komik di bangkunya.

Langkah Yoon A yang semakin berat, tak menyurutkah hatinya untuk duduk di bangkunya. Dong Hae segera menutup komiknya, kemudian berpindah ke bangku lain di dekatnya. Yoon A lekas melirik ke arahnya, dan perlahan memonyongkan bibirnya. ”Apa tidak bisa dia memaafkanku?” Desah Yoon A kemudian berselungkup di mejanya.

Terdengar bel pelajaran dimulai berbunyi keras dari pengawas. Para siswa pun segera berlarian masuk kelas mereka. Sekejap suasana ruangan yang riuh menjadi tenang, tampak seorang guru masuk sambil memegangi bukunya.

Seorang wanita yang tampak muda dan belum menikah. Berdiri di depan kelas dan memulai pelajarannya.

”Baiklah! Untuk memudahkan menyelesaikan tugas kali ini, ibu akan membentuk kelompok, dimana dalam satu kelompok terdapat dua orang. Oleh karena itu kalian harus bekerja sama sebaik mungkin untuk merangkum tentang sejarah negara lain.” Ucap guru itu sambil meraih absen kelas. ”Song Hye Min dan Lee Hyuk Jae, Lee Dong Hae dan Jung Ryeon Ah,…”

Dong Hae dan Yoon A serentak tersentak kaget, Dong Hae lekas bangkit dari duduknya. ”Aku tidak mau satu kelompok dengannya.” Tolak Dong Hae mentah-mentah.

”Kau tidak boleh menolak. Ini juga demi dirimu, demi kelas unggulan pertama yang kau tempati. Jadi kau harus bersama dengan murid yang lebih pintar untuk bisa membimbingmu.” Tegas Guru yang tidak menggubris Dong Hae. ”Jangan lupa bulan depan semuanya harus selesai dan tidak boleh kurang dari 50 halaman kertas kuarto.”

Yoon A lekas menatap Dong Hae yang duduk di samping belakangnya, ia tersenyum manis ke arah Dong Hae yang merengutkan wajahnya. Tampak Yoon A yang melambaikan tangannya dengan pelan.

Bersambung~


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * SaeRa says:

    aku udah selesai baca yang ini lhoh eonn….daridulu…ayo eon kapan dipublish lagi fanfic yang lain?? habisnya aku ngefans berat sama fanfic bikinan eonnie…keren banget bahasanya…><

    | Reply Posted 5 years, 5 months ago
    • Wah dongsaeng sudah baca yang ini ya. hhhee
      padahal neh ff udh lumayan lama banget. hhhee
      thanks y buat commentnya.

      | Reply Posted 5 years, 5 months ago
  2. * SaeRa says:

    iya, udah aku baca….bahkan aku print out eonn….hehehehehe…

    | Reply Posted 5 years, 5 months ago
  3. Wa .. Galak amat yagh Hae oppa .. Baru aja baikan bentar ..

    Hm ..
    Semakin penasaran ..
    Aku lanjut baca part berikut nya ya eonni ..
    Ngebut nie baca nya ..
    Hehehe ..

    | Reply Posted 4 years, 11 months ago
  4. * forest90 says:

    Hahaha ngebayangin bumbu mie diwajah tampan haeppa😀😀 Pantes sampe marah kaya gitu ^^

    Aishhh kapan akurnya nih,tp gapapa tambah seru chingu…
    Daebak ^^

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  5. * ChaEkha says:

    lanjuuuuuut…..🙂

    | Reply Posted 4 years, 2 months ago
  6. * marshanda says:

    Daebakkk…..
    Next….

    Kpan akurnya tuh 2orang yeja dan namja????

    | Reply Posted 3 years, 2 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: