YoonHae Fanfics Library



[Chapter] Be My Partner (Part 5)

Author : Riana

Genre : [chapter 5] , Romantic Comedy

Cast : Yoona x Donghae x Seungri x Taeyeon

Rating : PG-13

Title : Be My Partner

Part 5

 Let’s Together

Laboratorium biologi, beberapa peralatan yang diperlukan tersedia dengan lengkap disana. Ada dua patung manusia yang dibedah organ tubuhnya terpajang di samping pintu masuk.

Berapa laptop mulai dinyalakan, dua orang siswa membagikan kertas tugas yang harus mereka kerjakan. Tae Yeon segera meraih kertas itu dengan hangat.

”Apa kau tau?” Tae Yeon mengalihkan pandangannya ke arah Seung Ri yang memasang sarung tangan karet berwarna putih.

”Kenapa?” Sahut Seung Ri sambil sibuk membenarkan sarung tangannya.

”Aku sangat benci pelajaran biologi, aku tidak menyukai praktek bodoh seperti ini.” Ungkap Tae Yeon. ”Terlebih lagi sekarang. Lihat kita diminta meneliti darah.” Sambung Tae Yeon sembari mempelihatkan kertas tugas yang diterimanya pada Seung Ri.

”Sudahlah. Mana boleh kau membenci pelajaran menyenangkan ini. Kau tau, dulu aku juga sama bencinya sepertimu tapi Yoon A selalu mendukungku, sekarang dia membuatku selalu menunggu praktek seperti ini.”Cerita Seung Ri. ”Kalau kita ingin pintar dalam pelajaran, terlebih dahulu kita harus belajar menyukai pelajaran itu.” Seung Ri terdengar bijaksana. ”Sekarang kita lakukan saja semuanya dengan baik.” Bisik Seung Ri mendekati Tae Yeon melihat Guru yang mulai memperhatikan mereka.

Sejenak Tae Yeon tampak kagum pada orang yang sekarang mulai akrab dengannya, ia terpesona pada tiap perkataan Seung Ri yang terdengar bijaksana.

Dua orang siswa tadi kembali membagikan sample darah yang mereka beli dari rumah sakit. Para siswa pun memulai penilitian mereka, perlahan mereka meneteskan darah ke atas piring kecil, kemudian mengamatinya melalui mikroskop.

Beberapa rak buku mereka lewati begitu saja, sejenak langkah mereka terhenti. Dong Hae segera mengamati buku yang diambilnya, tanpa pikir panjang ia segera menumpukkan buku itu ke atas tangan Yoon A yang terus mengikutinya. Tampak Yoon A yang berusaha menahan buku-buku yang digendongnya. ”Apa masih belum cukup?” Protes Yoon A pada Dong Hae yang mengacuhkan penderitaan Yoon A yang mulai berkeringat.

”Masih banyak buku yang kita perlukan kalau ingin mendapat nilai yang bagus.” Singkat Dong Hae dan melanjutkan langkah ke rak berikutnya.

”Keterlaluan.” Keluh Yoon A. ”Berat sekali.” Sambungnya yang terus saja mengeluh.

Sekejap mereka berdiri di kasir peminjaman buku, tampak lebih dari sepuluh buku berada di meja itu. Dong Hae segera menyerahkan kartu perpustakaan miliknya pada guru penjaga perpustakaan. Tampak wanita tua itu pun mulai mengetik buku-buku yang dipinjam dalam komputer di depannya.

”Jangan lupa untuk segera mengembalikannya dua minggu setelah hari ini.” Akhir Guru itu kemudian menyimpan kartu perpustakaan ke dalam laci.

Dengan santai Dong Hae meninggalkan Yoon A bersama tumpukan buku itu. Langkahnya terdengar gontai keluar dari perpustakaan yang tampak membosankan.

Yoon A lekas meraih buku-buku itu, ia berjalan cepat mengejar Dong Hae. ”Lee Dong Hae.” Panggilnya tegas.

Perlahan Dong Hae menghentikan langkahnya, ia berbalik menatap Yoon A yang merengutkan wajahnya. Dengan segera Yoon A membagikan separuh buku itu pada Dong Hae. ”Separuh kau bawa buku ini, sisanya biar aku saja.” Tegas Yoon A kemudian meninggalkan Dong Hae menerima pasrah buku-buku itu.

”Hei tunggu!” Panggil Dong Hae pada Yoon A yang mulai menjauh di koridor.

Yoon A terlihat mengacuhkannya.

”Dimana kita mengerjakannya? Apa perlu aku datang ke rumahmu?” Tukas Dong Hae yang coba menghentikan Yoon A.

Tiba-tiba Yoon A terhenti, ”Rumah. Tidak mungkin, di sana akan ada Paman dan Bibi Seung Ri. Apa kata mereka kalau aku mengundang Dong Hae datang ke rumah. Tidak boleh.” Pikir Yoon A sejenak. Ia segera berbalik dan kembali menghampiri Dong Hae.

”Biar aku saja yang ke rumahmu, bagaimana?”

”Boleh saja. Tapi Ayahku tidak menerima tamu untuk kalangan bawah sepertimu. Kecuali kalau kau siap menerima ejekan darinya” Dong Hae terdengar mengejek.

”Apa? Kalangan bawah? Dia pikir hebat karena terlahir dari orang kaya.” Batin Yoon A mendengus kesal.

”Kita mengerjakannya di perpustakaan kota saja. Sepertinya disana lebih menenangkan.”

”Baiklah kau tunggu saja aku disana.”

”Apa? Menunggumu? Apa tidak salah? Kau yang menungguku.” Tegas Dong Hae dan menumpukkan kembali bukunya ke atas tangan tumpukan buku Yoon A yang dibawanya. ”Kalau kau tidak mau. Jangan salahkan aku kalau malam ini datang ke rumahmu.” Ancam Dong Hae dan berlalu pergi.

”Argh…….” Yoon A mendengus kesal. Ia kembali mencemberutkan wajahnya melihat Dong Hae yang meninggalkannya. Tampak beberapa siswa yang berdiri di sekitarnya tertawa kecil untuknya.

Angin berhembus dengan sejuknya, menghilangkan kegerahan siswa yang berada di taman sekolah. Mereka duduk di atas rerumputan yang kering, diantara bunga yang dirangkai dengan indah dan di bawah rindangnya pohon besar. Terlihat langit biru yang cerah dan awan yang terus saja saling berkejaran dan berubah bentuk.

Tae Yeon membuka halaman baru buku bacaannya. Terlihat Seung Ri yang mulai lelah, ia melepaskan kaca mata bacanya dan sejenak mengistirahatkan matanya. ”Taman dan juga pantai merupakan tempat yang paling baik untuk belajar. Itulah yang Yoon A katakan padaku, sejak saat itu kami berdua selalu belajar bersama. Desiran ombaknya menentramkan hati juga menenangkan pikiran.” Ucap Seung Ri dan menutup bukunya kemudian menyimpan kacamatanya.

”Yoon A, gadis yang sangat ceria. Dia terlihat sangat berani, bahkan pada Dong Hae. Dia sanggup merubah sikap Dong Hae yang dingin.” Sahut Tae Yeon segera.

Seung Ri melonggarkan dasi sekolah yang terasa mencekik lehernya, ”Benar. Yoon A memang gadis yang pemberani, sejak kecil dia yang selalu membela ku dari anak-anak nakal, dari dirinya aku belajar arti hidup sesungguhnya. Tepatnya sejak ayahku meninggal, dia yang selalu memberiku semangat.” Cerita Seung Ri.

”Sepertinya kau dan Yoon A sangat dekat. Apa kalian punya hubungan khusus?”

Pertanyaan Tae Yeon, sejenak membuat Seung Ri terdiam menatap Tae Yeon. ”Tidak. Dia teman baikku, dan selalu menjadi teman baikku. Hanya saja aku tidak terbiasa kalau tidak melihatnya.” Ungkap Seung Ri.

”Sama seperti yang kau rasakan. Seperti itulah perasaanku pada Dong Hae, aku tidak tahu apa ini benar-benar perasaan suka atau tidak. Sejak kecil selalu saja bersamanya, kami tertawa, menangis, dan merengek bersama. Ia selalu saja berpura-pura berani, pura-pura kuat untuk melindungiku. Sekarang aku sadar, betapa lemahnya seorang Dong Hae di mataku.” Ungkap Tae Yeon juga.

”Apa kau bersungguh-sungguh ingin bersama Dong Hae selamanya?” Seung Ri coba meyakinkan.

”Sebenarnya aku masih ragu. Aku masih tidak tahu berapa lama bisa bertahan hidup dengannya. Mungkin seiring dengan berjalannya waktu, sikap dan perasaan kami akan berubah.” Jelas Tae Yeon.

”Tae Yeon.” Panggil Seung Ri lembut. ”Bagaimana kalau kau bersamaku untuk waktu sebentar saja? Aku juga ingin tahu bagaimana perasaanku sesungguhnya pada Yoon A. Apa aku bisa sehari saja tanpa Yoon A?” Tawar Seung Ri.

Tae Yeon hanya terdiam, ia terlihat bingung. Sejenak ia menatap mata Seung Ri yang mulai meluluhkan hatinya.

Terlihat dari kejauhan Dong Hae dan Yoon A yang berdiri di koridor kelas lantai 2, memperhatikan mereka sejak tadi melalui jendela. Sejenak mereka terdiam memperhatikan Seung Ri yang menawarkan tangannya untuk membantu Tae Yeon berdiri. Dengan hangat Tae Yeon meraih tangan itu dan tersenyum lembut.  ”Apa yang terjadi? Apa mungkin Seung Ri dan Tae Yeon sedekat itu?” Pikir Yoon A.

Sementara Dong Hae tampak mengepalkan tangannya kesal, dan merautkan wajah cemburunya.

Perlahan mobil keluar dari gerbang sekolah kemudian mobill itu semakin cepat  melaju di jalan raya menerbangkan dedaunan kering yang berserakan.

Tae Yeon segera tersenyum lembut mendapati Dong Hae yang bersandar merautkan wajah cemberutnya. Tiba-tiba Tae Yeon mencubit pipi Dong Hae coba mencairkan suasana. ”Ei… benar-benar membuatku gemas saja.” Desis Tae Yeon manja yang terus saja mencubit pipi Dong Hae sampai merah.

”Lepaskan.” Sambut Dong Hae dingin.

”Ada apa denganmu? Kau tampak berbeda, tidak seperti biasanya. Apa telah terjadi sesuatu padamu?” Sindir Tae Yeon yang tertawa kecil.

”Hentikan Tae Yeon. Aku tidak menyukai sikapmu ini. Aku benci padamu yang selalu ramah dan lembut pada orang lain. Meskipun sebenarnya saat itu kau tidak menyukainya. Tidak perlu lagi berpura-pura baik pada semua orang, jadilah dirimu yang sebenarnya. Katakan saja benci kalau kau memang benci, katakan suka kalau kau memang suka.” Bentak Dong Hae membuat Tae yeon terperanjat.

Tae Yeon terdiam dan perlahan tertawa kecil, ”Aku tidak menyangka selama ini kau menilaiku seperti itu. Aku pikir setelah sekian lama bersamaku, kau akan memahami diriku.” Desis Tae Yeon.

”Sekarang apapun yang ingin kau lakukan, lakukan saja. Aku tidak akan melarangmu.” Tegas Dong Hae.

Perlahan Tae Yeon mengangguk, ”Baiklah kalau itu yang kau inginkan.” Tae Yeon mengakhiri pertengkarannya.

Mereka pun diam seribu bahasa, sibuk dengan pikiran mereka masing. Dong Hae terus saja menatap kosong jalan-jalan yang mereka lalui menuju rumah Tae Yeon.

Sesekali Yoon A mengintip dari balik pintu kamarnya, mengamati pintu kamar Seung Ri yang tertutup rapat di seberang kamarnya. ”Aku tidak bisa tenang tanpa mendengar penjelasan dari Seung Ri langsung. Sebenarnya sejauh mana dia dan Tae Yeon sekarang.” Batin Yoon A terus saja gelisah.

Ia kembali menutup rapat kamarnya, ia mondar-mandir di samping tempat tidur. Sekejap keringat membasahi seluruh tubuhnya, ia menyapu keringat yang mengucur di dahi. Perlahan ia membuka daun jendela dan membiarkan angin malam masuk menyejukkan kamarnya. ”Apa yang harus kulakukan sekarang? Sebaiknya aku langsung menemuinya saja dan mengatakan padanya.” Yoon A tampak ragu. ”Tidak aku harus mengetahui dulu sejauh mana hubungannya dengan Tae Yeon karena sebagai perempuan aku tidak boleh menyatakan perasaanku terlebih dahulu.” Yoon A kembali jual mahal.

Ia terus saja tampak gelisah, ia tak dapat duduk dengan tenang dan kembali berdiri mondar-mandir seperti setrikaan di kamarnya.

Alunan lembut nada dari biola yang digesek Tae Yeon sejenak membuat beberapa pelayan yang berada di ruang latihannya merasa nyaman. Ia pun segera menghentikan permainan itu melihat Dong Hae yang ikut menyaksikan latihannya.

Perlahan ia menyimpan kembali biolanya dan meletakkannya begitu saja. Kemudian melangkah menghampiri Dong Hae yang tampak bersalah padanya.

Tae Yeon tersenyum lembut ke arahnya, Dong Hae lekas menunduk tak berani menatapnya.

”Apa sekarang kau sudah membaik? Sepertinya kau sudah kembali menjadi Dong Hae yang kukenal. Kau tau tadi kau benar-benar menakutkan.” Sindir Tae Yeon dengan nada bergurau.

”Maafkan aku. Tidak seharusnya aku emosi seperti tadi. Kau tau ini semua juga karena kau.” Dong Hae terdengar merengek. ”Aku marah karena kau yang selalu dekat dengan Seung Ri. Aku benar-benar cemburu melihat kau yang dekat dengannya.” Sambung Dong Hae.

Tae Yeon hanya tertawa kecil.

Sekejap mereka duduk di bangku panjang taman rumah, disamping mereka berdiri lampu yang menyinari kegelapan taman di malam hari. Sejenak Tae Yeon memandangi langit yang penuh dengan bintang bertaburan.

Terlihat di sampingnya Dong Hae yang terus saja berdiam diri, ia bingung memikirkan sesuatu yang harus dibahasnya.

”Apa kau bisa memenuhi permintaanku? Permintaan pertama dan mungkin yang terakhir dariku.” Desis Tae Yeon sambil menggoyangkan setangkai bunga yang dipetiknya.

”Permintaan?” Sahut Dong Hae bingung.

”Apa boleh aku bersama orang lain, sebelum selamanya aku bersama denganmu?” Bisik Tae Yeon membuat Dong Hae tersentak kaget, ia tercengang menatap Tae Yeon.

”Apa maksudmu? Apa kau sedang bercanda?”

”Tidak. Sebenarnya sejak dulu aku ingin mengatakan padamu. Aku masih ragu, selama ini bersamamu karena perjodohan ini atau karena aku benar-benar menyukaimu. Aku tidak tahu Dong Hae.” Ungkap Tae Yeon. ”Karena itu, ijinkan aku bersama orang lain. Sebentar saja, sampai aku benar-benar mengetahui perasaanku sebenarnya, aku tidak ingin menyesal di akhir waktu.” Jelas Tae Yeon.

”Apa ini karena Seung Ri. Kau menyukainya?” Tukas Dong Hae.

”Seandainya Seung Ri tidak adapun, sejak dulu aku selalu berpikir untuk meninggalkanmu. Aku ingin belajar hidup tanpamu. Kumohon ijinkan aku bersama orang lain, sebentar saja dalam hidupku tanpa dirimu.” Bisik Tae Yeon.

Dong Hae menarik napasnya, ”Baiklah kalau itu yang kau inginkan. Aku tidak bisa mencegahmu. Satu hal yang ingin kuketahui, apa kau bersungguh-sungguh mencintaiku?”

Tae Yeon menggelengkan kepalanya, ”Aku tidak tahu, aku bingung untuk menjawabnya. Kurasa lebih baik menjadi sahabat saja daripada menjadi pacar.”

Perkataan Tae Yeon sekejap meruntuhkan keangkuhan Dong Hae. ”Baiklah aku ijinkan kau bersama orang lain, karena sejauh apapun kau melangkah, tujuan hidupmu tetap saja mengarah padaku.” Dong Hae yakin.

”Kalau kau mau, kau juga boleh bersama orang lain. Seperti yang kau katakan, sejauh apapun kita melangkah, kita akan tetap bersama kembali.” Tegas Tae Yeon.

Hal ini membuat Dong Hae semakin diambang kehancuran. Ia tak mampu berkata apa-apa lagi selain diam termenung dan pasrah melepaskan Tae Yeon bersama orang lain.

Bersambung~


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. Mm ..
    Emang yakin gt Hae oppa bkal balik ma Taeyeon eonni klo misal nya udh mulai jtuh cinta ma Yoong eonni?? Hahaha ..
    Aku ragu ..

    Gpp deh berpisah ..
    Hae oppa utk Yoong eonni ajah ..

    Gak sabar pengen lihat DeerFishy bersatu ..

    Tancap gak ke part selanjut nya ..
    Hehehe ..

    | Reply Posted 4 years, 11 months ago
  2. * forest90 says:

    huhuhu permintaan yg aneh -___-a ada2 aja Tae eonn ini…
    jangan nyesel lho kalo Haeppa ga balik lagi karena terpikat (?) peson Yoong eonn haha

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  3. * ChaEkha says:

    Donghae oppa ma yoona aj,,,jgn ma yg laen…
    hehe…
    Lanjut🙂

    | Reply Posted 4 years, 2 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: