YoonHae Fanfics Library



[Chapter] Be My Partner (Part 6)

Author : Riana

Genre : [chapter 6] , Romantic Comedy

Cast : Yoona x Donghae x Seungri x Taeyeon

Rating : PG-13

Title : Be My Partner 

Part 6

Waiting For You

Tiba-tiba Yoon A menutup pintu kamarnya, ia terkejut mendapati Seung Ri yang mendadak keluar dari kamar. Perlahan Seung Ri mengetuk pintu, dimana Yoon A bersandar di belakangnya. ”Apa sesuatu telah terjadi?” Seung Ri penasaran.

”Tidak. Hanya angin saja yang bertiup kencang.” Yoon A coba mengelak.

”Sebaiknya kau tutup saja jendela kamarmu, aku tidak mau kalau kau sampai sakit.” Teriak Seung Ri dari koridor kamar.

”Baiklah. Aku tahu.” Yoon A segera beranjak dan menutup daun jendelanya yang terbuka lebar.

Perlahan Yoon A membuka pintu kamarnya dan menemukan Seung Ri yang berdiri menunggunya keluar. Langkah Yoon A terasa berat, ia berjalan menghampiri Seung Ri yang baru selesai mandi, dilihatnya rambut Seung Ri yang masih basah dan tercium aroma sabun dari tubuhnya.

”Kenapa?” Tanya Seung Ri.

”Aku ingin menanyakan sesuatu padamu.” Jawab Yoon A terbata-bata. ”ini mengenai kau dan Tae Yeon…” Yoon A terputus.

”Baru saja aku ingin mengatakannya padamu. Aku dan Tae Yeon sekarang sedang berhubungan.” Sela Seung Ri.

Yoon A terperanjat kaget, matanya terbelalak tak percaya. ”Benarkah? Lalu bagaimana dengan Dong Hae?” Pikir Yoon A. ”Apa kau dan Tae Yeon sungguh-sungguh menjalin hubungan? Apa kau tidak tahu sekarang Tae Yeon bersama Dong Hae, mereka dijodohkan.” Jelas Yoon A terbata-bata.

”Bagiku itu bukan masalah karena Tae Yeon memilih jalannya sendiri. Dan dia memutuskan ingin bersamaku.” Tegas Seung Ri.

”Apa?” Yoon A yang semakin tak percaya.

Sekejap Seung Ri berlalu dari hadapannya, ia segera memasuki kamarnya dan membanting pintu dengan kerasnya. Hal itu tak membuat Yoon A terkejut, ia masih tak percaya pada apa yang baru saja didengarnya.

Semuanya tampak memusnahkan harapan cintanya, ia tampak seperti orang bodoh menyukai seseorang yang tidak membalas cintanya.

Tiba-tiba terdengar seseorang yang menaiki tangga, Yoon A segera mencari asal suara itu. Ditemukannya Bibi yang terlihat baik, ”Yoon A ada seseorang yang tengah menunggumu di luar sana.”

”Siapa?” Pikir Yoon A di setiap langkahnya menuruni tangga.

Banyak tanya dalam benaknya, menemukan punggung seseorang yang tengah berdiri di depan pagar rumah. Orang itu segera berbalik mendengar suara langkah Yoon A yang semakin dekat.

”Kau? Ada apa?” Sambut Yoon A pada Dong Hae yang datang mengenakan celana jeans hitam dan jaket putih dimana di belakangnya tercetak angka 13.

”Aku ingin mengambil buku yang kita pinjam di perpustakaan sekolah tadi. Biar besok kau tidak perlu repot-repot lagi untuk membawanya.” Sahut Dong Hae hangat.

Yoon A segera menghampirinya dan berdiri di sampingnya. Di dekat mereka terlihat mobil mewah dan seorang sopir di dalamnya. Ia tampak jenuh sambil mendengarkan musik menunggu Tuan Mudanya.

”Baik sekali. Ada apa dengannya?” Pikir Yoon A, terlintas dalam benaknya pada apa yang baru saja dikatakan Seung Ri padanya, tentang Tae Yeon yang mulai menjalin hubungan dengannya. ”Apa mungkin sekarang dia sedang sedih? Kasihan sekali. Sungguh sangat malang, dia dicampakkan kekasihnya.” Batin Yoon A mengungkapkan prihatinnya.

”Jadi mana buku-buku itu?” Sela Dong Hae yang mengagetkannya.

”Seharusnya kau bilang saja pada Bibi, atau mungkin kau bisa menghubungiku. Agar aku tidak perlu susah-susah mengambilnya di kamar.” Keluh Yoon A.

Dong Hae hanya menyambutnya dingin, ia lekas tersenyum kecil. ”Sudah cepat ambil sana!” Perintah Dong Hae kasar.

”Dasar!” Geram Yoon A kemudian meninggalkan Dong Hae yang coba menutupi kesedihannya di balik kegelapan malam.

Yoon A bergegas menuruni tangga sambil mengikat tali sepatunya. Ia segera menggantung tas selempang di bahunya dan berlari keluar rumah. Dilihatnya Paman dan Bibi yang mulai sibuk karena pelanggannya yang mulai berdatangan.

”Paman, Bibi. Aku pergi dulu.” Pamit Yoon A.

”Hati-hati.” Teriak Bibi pada Yoon A yang terburu-buru.

Seung Ri yang baru saja bangun dari tidurnya tampak bingung melihat Yoon A yang tergesa-gesa. ”Dia pergi kemana?” Tanyanya pada Bibi sambil menuruni tangga.

”Dia bilang, dia akan pergi menemui temannya yang kemarin malam datang.”

”Siapa?” Tanya Seung Ri penasaran.

”Tadi malam ada teman sekelasnya datang untuk mengambil buku. Sepertinya dia anak orang kaya, Yoon A benar-benar beruntung bisa mengenalnya. Mungkin saja akan tumbuh cinta diantara mereka karena anak itu terlihat sangat baik.” Cerita Bibi mengingat sikap Dong Hae yang penuh keramahan kepura-puraan.

Suasana perpustakaan yang terletak dekat kantor pemerintahan, terlihat masih sepi. Hanya sedikit pengunjung yang datang ke sana dan mencari buku. Tampak diantara mereka Yoon A yang duduk di salah satu kursi meja coba menghilangkan kejenuhannya.

Ia kembali mengamati arah jarum jam di tangannya, ” 9.45 tepat. Aku menunggunya disini. Masih ada waktu 15 menit lagi sebelum dia datang. Apa tidak sebaiknya aku mencari makanan dulu? Kebetulan perutku lapar, aku tidak sempat sarapan pagi karena takut Dong Hae akan marah padaku.” Pikir Yoon A kemudian menengok ke luar jendela. Terlihat di luar sana jalan raya yang mulai ramai dengan mobil yang melaju di atasnya.

Perlahan Yoon A bangkit dari duduknya, ia melangkah santai menuju pintu keluar, tiba-tiba terdengar suara hangat seorang wanita tengah memanggilnya, ”Nona!” Seru wanita yang duduk di kasir peminjaman buku itu.

Yoon A segera mengalihkan perhatiannya pada wanita itu dengan kaca mata tebalnya dan mengurunkan niatnya membeli makanan di luar. Sejenak ia berhenti dan berdiri di depan meja kasir. ”Maaf apa kau memanggilku?” Yoon A tampak ragu.

”Ini.” Gadis itu segera menyerahkan selembar kertas pada Yoon A. ”Tadi ada seorang pemuda pagi-pagi sekali datang menitipkan ini untukmu. Dia memintaku untuk menyerahkan padamu saat waktu menunjukkan pukul 9.50 tepat.” Jelas Wanita itu ramah.

”Pemuda? Siapa?”

”Dia tidak menyebutkan namanya, dia hanya menjelaskan ciri-cirimu saja. Tubuhmu yang tidak terlalu tinggi, rambutmu yang sedikit ikal dan panjang terurai. Kemudian tas selempang hitam. Itu sangat mirip denganmu.” Jelas kembali wanita itu.

Sejenak Yoon A kembali ke kursinya kemudian membaca pesan singkat yang tertulis di sana. ”Yoon A, sungguh maafkan aku. Sepertinya aku tidak bisa datang ke sana, karena menurutku perpustakaan sungguh tempat yang membosankan. Kita tak bisa belajar sambil mendengarkan musik di sana. Jadi kuputuskan untuk menunggumu di Restoran China di persimpangan jalan Ahn Dang. Kau bisa menaiki dua kali bis untuk bisa sampai ke sana. Cepatlah datang karena aku akan mentraktirmu sarapan pagi di sini. Aku yakin kau masih belum makan, ’kan? Baiklah aku menunggumu.” Akhir Dong Hae.

Yoon A segera meremas-remas kertas itu kemudian melemparkannya, ”Dong Hae keterlaluan, seharusnya dia menelponku atau tidak mengirim sms padaku. Dengan begini aku tidak perlu repot-repot datang ke sini. Geram Yoon A. Ia segera berlari ke luar perpustakaan menuju halte bis di dekatnya.

Ia segera menaiki bis yang tepat berhenti di depannya, kemudian bersama menunggu bis itu melaju ke tempat yang ditujunya.

Mata Yoon A segera melirik ke setiap sudut restoran itu, banyak meja yang masih kosong. Tiba-tiba seorang pelayan mempesilahkannya duduk, dan menyajikan makanan yang tidak dipesannya.

Ia duduk dengan penuh tanya di benaknya, sambil menengok ke luar jendela mencari keberadaan Dong Hae.

”Tadi pagi seorang pemuda memerintahkan kami untuk segera menyajikan menu spesial hari ini untukmu. Semoga saja kau bisa menikmatinya.” Jelas Seorang pelayan dengan ramah.

Terdengar handphone yang berbunyi dari tas selempang Yoon A, ia segera meraih handphone yang tersimpan dalam selempang kecil itu. ”Dong Hae.” Geramnya melihat nama orang yang tengah memanggilnya. ”Hei. Apa maksudmu?” Tukas Yoon A.

”Aku tidak menyangka kau datang juga, kupikir kau akan langsung pulang. Apa kau tertarik karena aku akan mentraktirmu makan.” Sindir Dong Hae yang duduk dalam mobil yang diparkirkannya tepat di seberang restoran itu. Dari kejauhan memperhatikan Yoon A yang tidak mengetahui keberadaannya.

”Sekarang kau dimana?” Bentak Yoon A.

”Habiskan dulu sarapanmu. Nanti aku akan menghubungimu lagi.” Dong Hae segera menutup teleponnya dan tersenyum puas.

”Baiklah aku akan menghabiskannya. Kebetulan perutku sangat lapar, tidak baik menolak kebaikan orang lain.” Ucap Yoon A dan menyantap semuanya.

Yoon A segera menutup tasnya, dan melangkah keluar restoran dengan perut kenyang. Ia tak menyadari Dong Hae melangkah pelan mengikutinya dari belakang.

”Sepertinya matahari mulai meninggi.” Desah Yoon A sembari menatap langit sambil menyipitkan matanya.

Tiba-tiba Dong Hae merangkul dan mengagetkannya, ”Apa kau sudah kenyang?” Tukas Dong Hae yang tampak rapi dengan jas dan kemejanya.

”Dasar. Hampir saja aku akan memarahimu.” Sambut Yoon A geram. Perlahan ia tertawa kecil menemukan Dong Hae yang terlihat rapi. “Ai woo… Ada apa denganmu? Apa kau akan menghadiri acara resmi sehingga berpakaian formal seperti ini?” Ejek Yoon A.

Dong Hae hanya tersenyum tipis dan perlahan menundukkan wajahnya, kembali mencoba sembunyikan kesedihannya mengingat Tae Yeon yang telah menyakiti hatinya.

”Jadi Sekarang dimana kita mengerjakan tugas itu?” Tanya Yoon A yang coba menghiburnya.

“Bagaimana kalau hari ini kita bermain saja? Masih ada waktu satu minggu lagi sebelum tugas itu selesai.” Dong Hae berusaha tegar.

”Mana boleh menyia-nyiakan waktu begitu saja. Pokoknya hari ini juga kita harus menyelesaikannya. Sudah tidak ada waktu lagi untuk bersantai.” Tolak Yoon A kemudian melanjutkan langkahnya terhenti di tepi jalan.

”Tidak ada alasan, kau harus menemaniku.” Tegas Dong Hae yang terdengar memaksa, ia menarik pergelangan tangan Yoon dan memeganginya dengan erat, kemudian bersama berjalan menuju jembatan penyebrangan.

”Kita mau kemana?” Tanya Yoon A bingung.

“Sudah tak perlu banyak protes.” Dong Hae terus saja menarik Yoon A mengikutinya.

”Apa mungkin ini semua karena Tae Yeon dan Seung Ri?” Pikir Yoon A pada langkah pertamanya menaiki tangga.

Sesekali Seung Ri mengamati tangan Tae Yeon yang menjuntai di sampingnya. Ia tampak gugup berusaha meraih tangan itu.

Tiba-tiba Tae Yeon menoleh ke arahnya, ia tersenyum tipis. Perlahan ia menggenggam tangan Seung Ri yang hangat. ”Bukankah seperti ini lebih baik?” Bisik Tae Yeon dan tersenyum lembut.

Seung Ri hanya terdiam, jantungnya mulai berdetak kencang. Ia memberanikan diri untuk lebih dekat dengan Tae Yeon yang melangkah di sampingnya.

Mereka terus saja melangkah di jalan kecil sekitar taman kota, melihat air mancur yang berada di dekat mereka dan berjalan di tepian danau sambil sesekali menatap langit sore.

Tampak Dong Hae yang tertawa kecil, ia coba menghibur dirinya sendiri dengan bermain bolling. Sesekali ia menoleh melihat Yoon A yang terus saja menemaninya sepanjang hari ini. Terlihat Yoon A yang melihat jam di tangan kirinya, ia mulai menyadari malam yang telah datang menghampiri.

”Dong Hae. Apa tidak sebaiknya kita pulang saja? Sekarang langit sudah mulai gelap.” Teriak Yoon A pada Dong Hae yang tak menggubrisnya. Ia tetap saja melanjutkan permainan yang sudah diulangnya lebih dari sepuluh kali.

”Tidak mau aku masih ingin bermain.” Sambut Dong Hae dan kembali melemparkan bolanya.

Yoon A segera bangkit dari duduknya dan melangkah menghampiri Dong Hae. ”Aku tahu sekarang kau bersedih karena Tae Yeon meninggalkanmu. Aku sangat tahu bagaimana perasaanmu sekarang. Sungguh aku juga terluka, tapi bukan seperti ini caranya untuk menghilangkan kesedihan. Kurasa tak akan ada gunanya.” Ungkap Yoon A memelankan nada suaranya.

Dong Hae segera menghentikan permainannya. Ia terdiam, wajahnya mulai menunduk dan muram mengungkapkan kesedihannya.

”Memikirkan mereka juga hanya akan membuat kita semakin terluka. Disana mereka bisa dengan tenang tersenyum dan tertawa, sementara kita meratapi kesedihan ini. Lebih baik baik lupakan saja, kuyakin kau pasti akan menemukan seseorang yang lebih baik. Setidaknya orang yang benar-benar mencintamu dengan tulus.” Sambung Yoon A sambil menepuk pundak Dong Hae kemudian mengambil tasnya dan beranjak pergi menenangkah hati Dong Hae.

Kamar yang megah dan mewah, dilengkapi dengan fasilitasnya. Lampu kamar itu sengaja dimatikan untuk lebih mendramatisir hati Dong Hae yang tengah bersedih. Ia duduk di lantai, ujung kaki ranjangnya.

Ia kembali meminum soft drink yang terletak di samping duduknya, ”Apa mungkin Yoon A menyukai Seung Ri?” Pikir Dong Hae. ”Kurasa itu mungkin saja, mereka sudah bersahabat sekian lama.” Terka Dong Hae.

Perlahan Dong Hae tersenyum jahat, terlintas dalam benaknya untuk memisahkan Tae Yeon dan Seung Ri. ”Kalau memang benar demikian, aku bisa memanfaatkan Yoon A untuk merebut kembali kebahagiaanku. Tae Yeon selamanya akan bersamaku, tak ada yang boleh memilikinya selain aku.” Bisik Dong Hae dan meremas kaleng soft drink yang dipegangnya.

Tiba-tiba melemparkan kaleng itu ke sudut kamar, ”Seung Ri. Aku tak akan membiarkanmu begitu saja.” Tegas Dong Hae dan tertawa licik dalam kegelapan.

Bersambung~


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * ochalicious says:

    Waduh tumben amat donghae jadi jahat . .
    g pa2 lha yg penting harus sama yoona . .
    nice ff . .
    Lanjoot . .

    | Reply Posted 5 years, 4 months ago
  2. Hae oppa .. Udh ma Yoong eonni ajah ..
    Jangan gangu kebahagiaan org lain ..

    Taeyeon eonni n’ Seungri lg kasmaran tuh ..
    Hehehe ..

    Lanjut .. Lanjut .. Lanjut ..

    | Reply Posted 4 years, 11 months ago
  3. * lili says:

    laaaaaaaaaaaaaaanjuuuuuuuuuuuuuut

    | Reply Posted 4 years, 10 months ago
  4. * ChaEkha says:

    donghae oppa jd jhat nih…..
    lanjut…

    | Reply Posted 4 years, 2 months ago
  5. * naya rivera says:

    donghae oppa serem -__-” kesambet apaan thor?
    lanjut…

    | Reply Posted 3 years, 5 months ago
  6. * marshanda says:

    Ah…. Haeppa jahat….. Evil kturunan kyuppa ya???
    Lanjuuuutttt

    | Reply Posted 3 years, 2 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: