YoonHae Fanfics Library



[Chapter] Be My Partner (Part 8)

Author : Riana

Genre : [chapter 8] , Romantic Comedy

Cast : Yoona x Donghae x Seungri x Taeyeon

Rating : PG-13

Title : Be My Partner

Part 8

Step by Step

Rumah makan sederhana, di dekat persimpangan jalan raya. Di sampingnya terdapat toko accessories, dua setelah itu terdapat sauna. Beberapa pelanggan datang silih berganti, mereka disambut dan dilayani dengan baik.

Terlihat diantara para pelanggan itu, Dong Hae dan Yoon A. Mereka mulai mengaduk es jeruk yang mereka pesan.

Tampak Yoon A yang mengepang rambutnya dan menjepit poninya. Ia terlihat mengenakan kaos oblong pink dan rompi putih. Kemudian rok mini hitam yang tampak nyaman di kakinya. Di hadapannya duduk Dong Hae yang seperti biasa menggunakan kaos dengan berbagai macam merk terkenal tertera di dadanya. Kemudian celana jeans hitam panjang yang menutupi kakinya.

”Jadi bagaimana sekarang?” Tanya Dong Hae penuh semangat.

”Aku ingin membatalkannya saja, aku tidak mau menjadi orang jahat meskipun itu untuk kebahagianku.” Jawab Yoon A yang masih ragu.

”Apa kau bodoh? Apa kau bisa bertahan melihat mereka selalu berduaan di depanmu dan Seung Ri yang sekarang tidak lagi memperdulikanmu seperti dulu?” Dong Hae coba menghasut.

”Tentu saja tidak. Aku sudah terbiasa pada Seung Ri yang selalu di sampingku. Sekarang memang terasa sangat berbeda, aku tidak bisa lagi fokus pada pelajaran hanya karena memikirkannya.” Yoon A membenarkan.

”Makanya karena itulah. Mari kita menjadi rekan?” Tawar Dong Hae kembali.

”Benar. Kita harus mencegah mereka berhubungan lebih jauh lagi. Mari kita rebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik kita.” Tiba-tiba Yoon A mengepalkan tangannya.

”Bagus. Seperti itulah seharusnya.” Sambut Dong Hae gembira.

Mereka saling menatap penuh semangat membara.

”Tahap pertama kau harus membuktikan bahwa kau memang benar-benar seorang laki-laki yang mau mengakui kekalahanmu.” Desis Yoon A.

”Maksudmu?” Dong Hae tampak bingung.

”Besok saat di sekolah kau harus memukul Seung Ri dan katakan padanya sesuatu yang membuatnya kagum padamu. Tapi ingat jangan sampai Tae Yeon melihat itu.”

”Apa Seung Ri akan membalas memukulku juga.”

”Tidak. Aku paling tahu seperti apa Seung Ri, dia orang yang sangat lembut. Tidak sepertimu, kau dan dia sungguh sangat berbeda. Kau orang yang sangat kasar, dingin…” Yoon A terputus.

”Sudah cukup. Bukan saatnya untuk membicarakan keburukan orang lain. Kau paham?” Sela Dong Hae yang tampak tersinggung. ”Mungkin setelah ini kita bisa mengikuti mereka diam-diam. Buat mereka saling mengetahui kekurangan pasangan. Biasanya hal itu bisa membuat mereka ragu untuk melanjutkan hubungan. Pokoknya jangan biarkan mereka melakukan hal yang tidak boleh.” Tegas Dong Hae.

”Melakukan hal?” Sela Yoon A.

”Benar melakukan hal yang biasanya dilakukan pasangan.”

”Apa?” Yoon A semakin bingung.

“Apa kau tidak pernah pacaran? Mana mungkin kau tidak tahu.” Dong Hae membuat Yoon A terus berpikir. “Ciuman.” Desis Dong Hae pelan.

“Apa? Ciuman?” Yoon A terperanjat kaget. “Benar hal itu tidak boleh terjadi.” Tukas Yoon A. ”Apa kau dan Tae Yeon sudah melakukannya?” Tiba-tiba Yoon A mengalihkan topik pembicaraan.

”Tentu saja.” Sahut Dong Hae segera.

”Aku tidak yakin.” Yoon A terlihat ragu ia segera menyentuh dagu Dong Hae dan mengamati bibir Dong Hae yang masih tampak suci. ”Kenapa tidak terlihat?”

”Apa bisa kita bicarakan hal lain?” Dong Hae coba menghindar.

”Kau belum pernah mencium Tae Yeon, bukan?” Yoon A kembali duduk.

”Apa penting bagimu mengetahui hal itu.” Dong Hae terlihat mengalihkan perhatiannya menengok ke luar jendela. ”Aku dan Tae Yeon bukan pasangan yang terlalu agresif, bahkan untuk memegang tangannya saja sangat sulit bagiku.” Ungkap Dong Hae.

Yoon A segera menggelengkan kepalanya, ”Sekali lagi perbedaanmu dengan Seung Ri terlihat jelas. Kau memang bukan laki-laki yang patut menjadi pujaan para gadis.” Ejek Yoon A.

”Apa?” Dong Hae tampak marah.

”Sudahlah. Kita ganti topik saja mengenai rencana besok.” Yoon A segera meredakan emosi Dong Hae kemudian tersenyum manis dan meminum esnya sambil mengedipkan mata menggoda Dong Hae.

Dong Hae hanya terdiam dengan tatapan jijik.

Belokan koridor kelas, lantai 3. Dong Hae dan Yoon A bersembunyi di balik dinding. Diam-diam mereka memperhatikan Seung Ri yang berdiri di koridor balkon memandangi taman sekolah.

”Lihat itu Seung Ri, ingat pukul dia tepat di pipinya agar tidak menimbulkan bengkak. Dan ingat lagi jangan keras. Kalau keras awas saja, aku tak akan memaafkanmu.” Yoon A kembali mengingatkan pada Dong Hae yang berdiri di sampingnya.

”Kau tenang saja. Tak perlu khawatir.” Dong Hae mulai mengepalkan tangannya dan bersiap-siap dan siap melangkah.

”Tunggu dulu.” Cegah Yoon A. ” Aku masih khawatir, aku takut kau melukainya.” Yoon A memberitahukan alasannya sambil menarik napasnya.

”Sudahlah tak ada waktu lagi.” Dong Hae tak menggubrisnya. Ia berlalu pergi.

Langkah kakinya tampak ringan menghampiri Seung Ri dan memukulnya. Seung Ri tersentak kaget, ia bingung pada Dong Hae yang tiba-tiba memukulnya. Membuat beberapa siswa yang melintas sejenak menghentikan langkah mereka dan menyaksikan kejadian itu. Yoon A tampak memelas kasihan, ia tak tega melihat sahabatnya, ”Maafkan aku Seung Ri.” Desis Yoon A dari balik dinding.

”Jangan pernah menyakiti Tae Yeon. Kalau kau berani menyakitinya, aku tak akan memaafkanmu. Tak peduli dengan siapa pun, yang terpenting bagiku Tae Yeon bahagia.” Tegas Dong Hae.

Seung Ri hanya terdiam sambil memegangi pipinya kemudian mengelusnya pelan.

Perlahan Dong Hae melepaskan kerah kemeja Seung Ri kemudian beranjak pergi dari hadapannya.

Taman Sekolah, beberapa pohon besar tumbuh dan mengelilingi taman kecil yang  dibuat tepat di halaman luas tengah sekolah. Seperti biasanya, rumput yang hijau terhampar luas bersama dengan beberapa tanaman hias. Kemudian kupu-kupu yang menghinggapi, tampak di sana.

Yoon A dan Dong Hae tampak berdesakan di balik pohon besar, mereka diam-diam menjadi penguntit. Mereka menjalankan misi sesuai rencana dan terus mengikuti Seung Ri yang sekarang tengah duduk di bangku panjang. Terlihat Tae Yeon yang selalu tampak anggun datang menghampirinya.

Tae Yeon dengan lembut memegangi pundak Seung Ri, Seung Ri segera menoleh dan menyambutnya dengan senyuman yang sangat hangat.

”Lusa kita akan pergi study tour, mungkin kita akan menginap satu malam di sana.” Tae Yeon memberitahukan, ia tak menyadari pipi Seung Ri yang membengkak.

”Benarkah? Aku tidak sabar lagi untuk pergi. Kemana Study tour kali ini?” Sahut Seung Ri hangat.

”Aku sendiri masih belum jelas, mungkin daerah sekitar pegunungan.” Jawab Tae Yeon ragu. Perlahan ia duduk dan memperhatikan Seung Ri yang coba menutupi pipinya yang terlihat merah. Tae Yeon segera menyingkirkan tangan itu, ”Apa yang terjadi denganmu?” Tanyanya penasaran.

Dong Hae dan Yoon A terus saja memperhatikan mereka. Tampak rautan wajah mereka yang mulai panas melihat kedekatan mereka.

”Sekarang Tae Yeon pasti mulai menyadari pipi Seung Ri yang membengkak.” Desis Yoon A pada Dong Hae yang berdiri di belakang dan ikut terus mengamati.

”Dari mana kau tahu?” Tanya Dong Hae.

”Tentu saja. Coba kau lihat sekarang Tae Yeon tengah mengamati pembengkakan pada pipi Seung Ri.” Jawab Yoon A yakin dan kembali fokus pada Tae Yeon dan Seung Ri.

”Menurutmu Seung Ri akan menjawab apa?” Tanya Dong Hae lagi.

”Dia akan bilang. Tidak apa-apa, semuanya baik-baik saja. Jawab Seung Ri untuk menenangkan.” Yoon A dengan yakinnya.

Seperti yang Yoon A katakan, Seung Ri tersenyum pada Tae Yeon. ”Sungguh tidak apa-apa semuanya baik-baik saja.” Jawab Seung Ri pada Tae Yeon yang memegangi wajahnya, perlahan Tae Yeon melepaskannya.

”Apa sesuatu telah terjadi?” Tae Yeon semakin penasaran.

”Seung Ri akan menjawab, tadi pagi aku terjatuh dari tangga dan tanpa sengaja wajahku terbentur lantai makanya seperti ini, kemudian tertawa kecil.” Sahut Yoon A di balik pohon pada Dong Hae.

”Tadi pagi aku terjatuh dari tangga dan tanpa sengaja wajahku terbentur lantai makanya seperti ini.” Jawab Seung Ri pada Tae Yeon dan tertawa kecil, persis seperti yang Yoon A katakan.

Membuat Dong Hae tercengang kagum padanya, ”Sepertinya kau sangat mengenal Seung Ri.” Ucap Dong Hae.

”Tentu saja. Aku sudah sangat lama mengenalnya.” Yoon A tampak membanggakan dirinya. ”kalau tidak terjatuh di lantai, dia akan menjawab terbentur di pintu, terjatuh saat naik sepeda, atau mungkin karena dimarahi ibunya. Itulah alasan yang selalu dikatakannya, tergantung dimana lukanya berada. Padahal sebenarnya semuan itu karena kenakalan anak-anak yang kurang menyukainya karena banyak dikagumi perempuan.” Terang Yoon A.

Dong Hae segera mengangguk-anggukkan kepalanya. ”Lalu bagaimana sekarang? Lusa mereka akan study tour ke pegunungan. Apa kau mau ikut?” Dong Hae mengalihkan perhatiannya menatap Yoon A.

”Mana mungkin aku ikut, selain murid di kelas itu sendiri kelas lain tidak boleh ikut. Itu merupakan peraturan study tour. Apa kau tidak tahu?” Sambut Yoon A dingin.

“Bodoh. Apa kau pikir kita akan bergabung dengan mereka? Kita diam-diam saja mengikuti mereka dari belakang.” Sahut Dong Hae tertawa mengejak. ”Kita akan mencegah mereka melakukan hal itu.” Dong Hae mengingatkan sambil menepuk kepala Yoon A pelan dengan buku yang dipegangnya.

”Baiklah. Lagipula lusa libur, jadi tak banyak pekerjaan yang harus kulakukan. Tapi paman dan bibi pasti akan kerepotan mengurusi kedai mereka.” Tiba-tiba Yoon A teringat pada paman dan bibi yang telah memberikan tempat untuknya tinggal.

”Tak perlu pikirkan hal itu. Biar semuanya aku yang urus.” Sahut Dong Hae segera sambil menepuk dadanya.

Sekejap suasana taman itu berubah hening seiring bel tanda pelajaran dimulai.

Beberapa orang dengan jas hitam mereka yang rapi masuk ke dalam kedai, mereka siap menyumbangkan tenaga mereka untuk membantu melayani pelanggan yang akan berdatangan.

Yoon A dan Dong Hae segera membungkukkan punggung mereka ke arah paman dan bibi. Mereka tampak bergegas mengingat Seung Ri dan Tae Yeon yang sudah berkumpul di sekolah dan siap berangkat menuju pantai menggunakan bis.

Yoon A tampak terkejut mendapati Dong Hae yang menyetir mobilnya sendiri. Ia duduk di samping Dong Hae yang terlihat santai dan memasang sabuk pengaman. Kemudian menyalakan mesin mobil dan siap melajukannya.

”Apa kau sudah mendapat ijin mengemudi?” Tanya Yoon A yang tampak khawatir.

“Kau tenang saja. Selama ada aku di sampingmu, maka hidupmu pun akan tentram.” Sahut Dong Hae kemudian menjalankan mobilnya di jalan raya.

”Aku jadi khawatir, benar kau bisa menyetir mobil dengan baik?” Yoon A kembali ragu, ia tampak takut pada Dong Hae yang tampak gemetar setiap kali mobil melintas di samping mobil mereka.

”Sudah kubilang tenang saja. Sekarang kau diam dengan tenang. Kalau kau mau, kau bisa mendengarkan musik selama perjalanan.” Dong Hae menenangkan.

”Akan jauh lebih baik aku berdoa agar saat terjadi kecelakaan hanya kau yang terluka, aku tidak mau mati muda.” Sahut Yoon A.

”Dasar kau!” Dengus Dong Hae kesal pada Yoon A yang meremehkan kemampuannya.

Perlahan mobil mereka berhenti tepat di depan pagar sekolah, mereka mulai mengamati bis yang masih berada di halaman sekolah mengumpulkan para murid yang mengikuti study tour.

”Sepertinya mereka akan segera berangkat.” Desis Yoon A yakin.

”Tahun lalu aku dan Tae Yeon juga mengikuti study tour, tapi kami menggunakan mobil pribadi. Kami tidak mau berdesakan dengan murid lain untuk bisa tenang selama perjalanan.” Cerita Dong Hae. ”Ini merupakan kali pertamanya Tae Yeon naik bis. Apa dia akan baik-baik saja?” Ungkap Dong Hae khawatir.

Entah mengapa, Yoon A terdiam. Ia tampak terganggu pada Dong Hae yang terus saja bercerita tentang kenangannya bersama Tae Yeon. ”Aku tidak mengerti kenapa dia sangat terinspirasi pada gadis itu? Kupikir aku tidak jauh berbeda dengannya, hanya bedanya terletak pada kekayaan yang dimilikinya saja. Seandainya saja aku bisa menjadi Tae Yeon yang sangat disukai orang banyak.” Batin Yoon A bergumam. ”Bodoh. Ada apa denganku? Apa salahnya Dong Hae yang bercerita tentang Tae Yeon. Bukankah itu hal yang biasa karena Dong Hae sangat menyukainya?” Pikir Yoon A sejenak, ia mulai merautkan wajah bingungnya. Tiba-tiba jantungnya berdetak kencang, pipinya memerah. Ia tak berani menatap Dong Hae yang duduk di sampingnya. ”Pasti ini karena gugup pada apa yang akan terjadi padaku nanti saat Dong Hae melajukan mobilnya. Ini bukanlah hal yang perlu kukhawatirkan.” Yoon A meyakinkan perasaannya.

”Sekarang waktunya kita mengikuti mereka.” Desis Dong Hae mengagetkan Yoon A pada pikirannya yang sibuk.

”Benar. Sudah saatnya kita pergi.” Sahut Yoon A sambil tersenyum manis.

“Apa ini saatnya untukmu tersenyum seperti itu?” Gerutu Dong Hae.

Membuat Yoon A terdiam, ia lekas cemberut dan merengutkan wajahnya, ”Apa salahnya aku tersenyum seperti itu, bukankah biasanya Tae Yeon juga tersenyum manis. Tapi kenapa dia tidak marah?” Pikir Yoon A lagi dengan perasaan marahnya mengingat Tae Yeon.

Perlahan Dong Hae mengikuti bis yang mulai melaju di jalan raya itu. Mereka pun siap menjadi mata-mata untuk misi merebut kembali kebahagiaan.

Terlihat Dong Hae yang menyetel musik, khusus untuk menghilangkan ketegangan Yoon A dan dirinya selama perjalanan. Mengingat itu merupakan pertama kalinya Dong Hae menyetir mobil tanpa di dampingi seseorang yang ahli di bidangnya.

Bersambung~


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * ochalicious says:

    kocak pasti pas yoona ngeliatin bibirnya hae . .
    wah yoona udah ad tanda2 suka sama hae nih . .
    si seungri beda bgd y ama asliny . .
    hehe . .
    keren un . .
    d tunggu lanjutannya y . .

    | Reply Posted 5 years, 4 months ago
  2. * haee says:

    rencana yoonhae ada ada aja, pake mukul seungri pula
    hae beneran belum pernah ciuman ya? cieeeyyyy….

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  3. YoonHae couple jadi penguntit ..
    Cocok2 ..🙂

    Waa ..
    Yoong eonni kyk nya mulai ngerasain sesuatu bgt nie ma Hae oppa ..

    Ayo lanjutkan biar kedekatan nya semakin terlihat jelas ..

    Lanjut .. Lanjut ..

    | Reply Posted 4 years, 11 months ago
  4. * ChaEkha says:

    wah..yoonhae mlh jd penguntit nih…hehehe…🙂

    Lannjuuuut…..

    | Reply Posted 4 years, 2 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: