YoonHae Fanfics Library



[One-shot] Yes, Deer for Fish!!!

Author : nixieMeilya

Genre : Romance, Family, Friendship

Cast :  Lee Donghae x Im Yoona x Seohyun x Kyuhyun x Eunhyuk x Sunny

Rating : PG-15

Title : Yes, Deer for Fish!!!

Note by Author : Kembali dg ff gejeku… ^_^

Yes, Deer for Fish!!! 

Yoona POV

Namaku Yoona. Sekarang aku sedang berlari mengejar pria bodoh yang akan ditunangkan dengan seorang gadis. Kemana dia pergi? Apa dia tidak tahu badanku tidak sekuat dirinya?

Pria bodoh bernama Lee Donghae yang tiba-tiba saja muncul dalam hidupku. Mengacaukan hidupku. Dan membuatku rela melakukan apa yang ia minta, mempercayai apa yang ia katakan. Sekalipun dia bilang ikan itu pasangan rusa. Dia selalu memanggilku rusa. Padahal dia tahu aku tidak bisa berlari sekencang rusa untuk mengejarnya.

Awal pertemuanku dengannya, hal yang tak akan aku lupa sepanjang hidupku. Karena bertemu dengannya aku jadi tahu apa arti senyum lagi.

***

Rumahku mempunyai tetangga baru, keluarga itu adalah paman Lee Hyuk Jae dan istrinya bibi Sunny. Mereka memiliki seorang anak laki-laki yang masih TK dan nakal bernama Lee Myung Jin. Aish… aku selalu dibuat kewalahan oleh anak itu. Kebetulan aku dan ibuku tidak begitu akur, dan anak itu selalu saja membuat masalah. Memecahkan jendela dengan bolanya, atau main-main di jalan dan hampir tertabrak ibu. Alhasil di rumah ibu selalu marah-marah dan ujung-ujungnya ibu akan menyamakan aku dengan anak itu. Ibu bilang aku terlalu membuatnya marah dan kesal sama seperti anak itu. Hal seperti ini sudah tidak aku rasa lagi karena seingatku dari kecil sampai sekarang ibu selalu seperti itu padaku. Berbeda dengan Kyu Hyun kakakku. Dia selalu dibaiki oleh ibu. Padahal, Kyu Hyun adalah seorang yang berandal. Hobbynya main game, bahkan dia pernah pura-pura sakit agar bisa main seharian di rumah, kalau saja ibu tidak membedakan aku dengannya, mungkin aku sudah mengadukannya.

Pribadiku juga tidak begitu menyenangkan, aku sangat sulit dekat dengan orang lain. Di sekolah aku termasuk murid yang pintar. Aku juga selalu terpilih mewakili sekolah untuk mengikuti lomba-lomba mata pelajaran sains. Kata orang aku sangat sulit untuk ramah, mungkin ini terjadi karena aku ragu. Aku ragu dengan sikap orang padaku. Karena di rumahpun aku ragu pada ibu dan kakakku sendiri. Apakah mereka keluarga kandungku atau bukan? Karena aku juga tidak pernah tahu siapa ayahku. Aku juga punya seorang sahabat bernama Seo Hyun. Aku memanggilnya sahabat karena dia begitu baik padaku. Dia tahu aku tidak bisa seramah orang lain padanya, tapi dia juga tahu bagaimana cara mendekatiku. Dia tidak akan bertanya apa yang terjadi padaku jika ada yang ganjal padaku. Tapi ia akan membawaku ke tempat yang nyaman untuku menangis ataupun memelukku, gudang bekas ruang music. Gudang itu selalu Seo Hyun gunakan untuk memeluku. Dia tahu aku tidak pernah menceritakan apa sebenarnya yang terjadi dengan diriku. Tapi dia tahu aku hanya akan menangis di tempat di mana tidak ada orang yang bisa melihatku. Dan dia akan memainkan piano tua di tempat itu hingga tangisku reda, dia tahu aku sayang padanya walaupun aku tidak pernah tersenyum ataupun berbincang padanya. Bahasaku hanyalah diam dan menangis. Aku sangat menyayanginya.

Dan Lee Dong Hae adalah orang yang pertama kali tahu tempat rahasia kami.

***

Hari ini aku akan mengisi formulir pendaftaran masuk universitas dari sekolah. Aku akan diberi beasiswa penuh dari sebuah universitas jika aku bisa jadi juara pertama dalam lomba bulan depan. Dan disanaaku harus mengisi nama ayah. Aku sangat takut jika harus bertanya ini pada ibu.SaatSDaku pernah ditaruhnya di luar rumah saat musim dingin karena aku terus bertanya tentang ayahku. Dan benar saja saat aku menanyakan ini, ibu menamparku.

Plak… tamparan itu mendarat di pipiku. Tamparan seorang wanita dengan tangannya yang selalu bekerja di pabrik, tangan pekerja keras yang begitu kuat.

“aku hanya ingin bertanya pada anda siapa laki-laki yang membuatku terlahir ke dunia ini?” aku menggigit bibirku agar tangisku tidak tumpah.

“apa kau ingin mati Yoona? Aku bilang jangan tanyakan itu lagi… kau semakin membuatku ingin membencimu…!!!” aku tidak menjawab kata-katanya. Aku segera mengambil tas dan lari ke luar rumah. Baru saja keluar rumah, di depan rumah tetanggaku anak nakal itu sedang berlari-lari dan hampir aku tabrak. Aku memelototinya. Dan saking nakalnya dia malah mengumpatku.

“heh nenek sihir aku tidak takut padamu… kau jahat… aku doakan kau tidak akan bertemu pangeran… suamimu nanti adalah monster jahat!!!” dan dia segera berlari ke rumahnya. Apa maksud anak itu? Pangeran? Bahkan sampai detik ini aku saja tidak percaya dongeng itu ada. Anak bodoh!!!

Sampai di kelas, kelas sangat ribut entahlah apa yang mereka gosipkan sepagi ini. Aku duduk di bangku samping Seo Hyun.

“kau sudah datang… kau tahu tidak… di kelas kita akan nada murid baru… dia juga sangat jago bermain music… dia juga langsung dipercaya untuk mewakili lomba music bulan depan bersamaan dengan lombamu…” Seo Hyun bersemangat menyampaikan gossip tidak bermutu itu. Aku hanya diam dan mengeluarkan buku matematikaku.

“pipimu…” lanjut Seo Hyun memegang pipiku. Aku meringis. Dia lalu menarik tanganku. Dia mengajaku ke tempat rahasia kami itu.

“menangislah Yoong… aku tahu kau tidak akan menceritakan apapun padaku…” mendengarnya berbicara seperti itu membatku menumpahkan apa air mata yang sedari tadi aku tahan. Dia lalu memainkan tuts dari piano tua di ruangan ini. Tangannya membuat piano tua itu meninabobokan diriku. Aku pun tertidur.

Saat bangun aku kaget karena di depanku Nampak sesosok yang siswa asing bagiku. Aku mundur.

“siapa kau?” tanyaku masih kaget.

“apa yang kau lakukan di sini?”

“maksudmu?” aku tetap tidak mengerti.

Sebelum siswa itu menjawab seseorang datang, Seo Hyun.

“Yoong… maafkan aku… aku lupa membangunkanmu…”

“kau?” tanya siswa itu pada Seo Hyun.

“iya aku teman sekelasmu…” pandangannya lalu beralih padaku. “ dia murid baru di kelas kita itu… tadi Guru Hee Chul menyuruhnya mencoba piano tua di gudang ini… aku baru ingat kau masih lelap di sini tadi…” Seo Hyun menunduk menyesal. Aku tahu dia tidak sengaja. Aku lalu beranjak berdiri.

“sudahlah… aku pergi dulu…” aku menepuk bahunya.

Sejak saat itu aku tahu dia murid baru di kelas kami, Lee Dong Hae. Tapi yang lebih mengagetkan untukku adalah karena dia tetanggaku. Saat pulang sekolah aku pikir dia mengikutiku ternyata dia adalah anak paman Hyuk. Dan anak nakal yang ternyata adiknya itu selalu ada saat kami pulang sekolah, bukan hanya itu yang membuatku kesal tapi kelakuan anak itu.

“hyung… kau satu sekolah dengan nenek sihir itu? Kau jangan dekat-dekat dengannya… dia itu tidak pantas dekat dengan prince sepertimu… dia itu istrinya monster…” dan Donghae akan tersenyum menggodaku saat adiknya bicara seperti itu. Baginya mungkin itu lucu. Tapi tidak bagiku. Aku juga sangat kesal dengan sikapnya di sekolah. Dia sangat ramah pada setiap orang terutama perempuan, tapi yang paling sering dia lakukan adalah menggodaku dengan candaan dan kelakuannya. Dia selalu membuatku ingin membanting apa yang ada di depanku, maka dia selalu memanggilku rusa. Karena rusa bertanduk, sehingga tampak menakutkan baginya.

Tapi semuanya berubah saat kami menjadi wakil untuk lomba sekolah kami. Donghae begitu bertanggung jawab dan perhatian. Saat lomba selama tiga hari yang dijadwalkan itu kami di temani Guru Hee Chul, tapi pada saat itu pula istrinya Bu Tiffany melahirkan. Maka jadilah kami hanya berdua menginap di sebuah penginapan. Walaupun kamar kami beda tapi dia sangat menjagaku. Dia tidak pernah lupa membuatkanku sarapan pagi dan makan malam, yang mau tidak mau harus aku makan. Dan dia pula yang menyemangatiku saat aku berkutat dengan ratusan soal. Dan saat lomba music tiba, dia mampu membuatku menangis. Dia menyanyikan lagu My Everything, dia persembahkan lagu itu untuk almarhum ayahnya.

“kau pasti bingung…” tanyanya padaku saat kami sedang menikmati makan malam begitu pulang lomba.

“paman tetanggamu itu ayah tiriku…” aku masih tidak menanggapinya. Dari kemarin dia banyak bicara, dan sepertinya kali ini juga. “ayahku sudah meninggal saat aku masih SMP… dia menderita kanker…” aku melihat matanya mulai berlinangan air mata.

“kata ayahku… kau dan ibumu tidak akur ya… ayahku sering melihat ibumu memarahimu…” mulai sifat ingin tahunya ia keluarkan.

“bukan urusanmu…” aku tidak ingin menjawabnya.

“kau tahu… saat adikku bilang kau nenek sihir… aku ingin sekali berubah menjadi monster seperti yang dikatakannya agar bisa mendekatimu…”

“maksudumu…”

“aku lihat kau begitu pintar tapi aku tidak tahu apa hatimu sepintar otakmu atau tidak… bahkan Seo Hyun saja pernah menangis saat mengatakan kalau dia tidak tahu kau menganggap sahabatnya atau tidak…” ketika bicara ini aku menghentikan suapanku. “kau bahkan tidak pernah bilang terima kasih atau sayang pada Seo Hyun… mana dia tahu kau menyayanginya atau tidak… sadarlah… ada orang yang menyayangimu…”

“apa semua itu harus diucapkan?” aku ingat wajah Seo Hyun ketika dia memainkan piano untukku.

“kau tidak akan pernah lagi punya kesempatan untuk mengatakan kau sayang sahabatmu…” Donghae tersenyum, senyum menggodaku karena dia berhasil membuatku berpikir.

Dan di hari terakhir, acara pengumuman lomba ternyata kami dinyatakan sebagai pemenangnya. Dia mengajaku berfoto dengan kameranya hanya saja aku tidak mau. Dia lalu menyuruhku untuk berdiri di sampingnya saja, aku tidak tahu kalau dia menyuruh orang untuk memotret kami.

“kau lihat… difoto ini saja bahkan kau tidak tersenyum…” komentarnya.

***

Aku lolos diterima universitas pilihanku, begitu juga Donghae. Kami diterima di universitas yang sama. Tapi ada yang membuatkku tidak bisa berangkat kesana. Ya… ibuku. Ibuku ternyata punya hutang pada seorang bibi rentenir. Ia meminjam uang untuk biaya kuliah Kyu Hyun yang sudah setahun ini kuliah di jurusan Informatika. Aku tidak menyangka hutangnya begitu banyak, tapi aku juga sadar karena Kyu Hyun begitu banyak pengeluaran seperti yang aku lihat selama ini, ia mempunyai uang bulanan yang begitu besar dari ibu, ia juga tinggal di apartemen, di tambah lagi dia kuliah di universitas ternama. Memang aku mendapatkan beasiswa penuh dari universitas itu, tapi biaya hidup tidak mungkin disanggupi ibu. Sekalipun aku bisa bekerja untuk hidupku, tapi kini aku diminta ibu untuk membantunya bekerja di pabrik seharian. Dan uang tabunganku selama tiga tahun selama SMA harus aku relakan untuk membayar setengah hutang ibu.

Pihak sekolah sedikit kecewa dengan keputusannku, aku tidak mengatakan ini pada Seo Hyun ataupun Donghae yang sekarang juga dekat denganku. Walaupun rumah kami bertetangga tapi kami jarang bertemu. Padahal aku ingin bertemu dengannya, hanya saja jika ia bertanya aku tiak tahu harus menjawab apa.

“yoboseyo…” sapa seseorang di telepon.

“yoboseyo… jawabku…”

“Yoong…” tanyanya.

“Ne… ini siapa?” tapi ini seperti suara Kyu Hyun.

“iya ini aku… ya… bisakah kau datang ke sini sekarang… tapi jangan beritahu ibu…”

“kau meminta bantuanku…???” tanyaku tak percaya. Selama ini Kyu Hyun selalu acuh padaku, bahakan saat ibu menamparku di hadapannya.

“ya… kau mau tidak…?” teriaknya.

“aku tidak mungkin berangkat ke sana sendirian…” balsku berteriak.

“bukankah tetangga kita yang sekelas denganmu itu baik… kau minta saja antar padanya…”

“aku tidak mau…”

“kau ingat kalau kau mau masa depanmu tercapai… maka datanglah…” dan Kyu Hyun menutup teleponnya.Ada apa sebenarnya dengan anak itu.

Aku memutar otakku. Hari ini adalah hari ketiga aku tidak sekolah. Aku tidak lagi bertemu dengan Donghae, mana mungkin aku tiba-tiba begitu saja meminta bantuannya. Bahkan dia saja tidak ada mencariku. Tapi… apa maksudnya kata-kata Kyu Hyun tadi?

“Seo Hyun… ini aku…”

“Yoong???” teriak Seo Hyun girang, aku mendengar kebahagiaan disana.

“kau kemana saja… aku menanyakan pada guru tidak ada yang tahu… Donghae juga mencarimu katanya… tapi setiap mau ke rumahmu ada ibumu…” jadi dia mencariku…

“apa dia ada?”

“ada… kau mau bicara padanya?” dan tidak berapa lama. “heh rusa kau kemana saja?” cerocosnya.

“kau bisa membantuku?”

“mwo???” dia bingung.

“aku tunggu di halte bis dekat rumah sekarang juga!!!” aku lalu menutup telepon itu tanpa berkata apapun. Aku segera ke kamar mengganti pakaian dan mengambil tas. Hari ini ibu sedang memberikan daftar riwayat hidupku ke pabriknya agar aku diperbolehkan kerja disana. Aku bergegas pergi ke arah halte. Aku ragu Donghae akan meninggalkan kelas dan menemuiku saat ini juga. Tapi keraguanku hilang saat aku lihat seseorang yang berseragam sekolah datang menghampiriku sambil terengah-engah karena berlari.

“dasar rusa gila!!! Kau tahu aku hampir mati karena berlari…” dia mengoceh.

“kalau aku seperti rusa maka kau seperti ikan… terlalu banyak menggunakan mulutmu itu untuk mengoceh…”

“sejak kapan ikan suka mengoceh???”

“cobalah berkaca saat kau terus mengoceh maka kau akan lihat mulutmu seperti ikan!!!” tandasku. “aku pinjam uangmu…” lanjutku.

“kau menyuruhku ke sini hanya untuk meminjam uang?” matanya terbelalak.

“kalau kau mau… temani aku kekota…”

“kota?”

“menemui kakakku…”

Setelah itu bis datang, dan seperti biasa di dalam dia akan terus mengoceh membuat suasana seperti di TK. Bahkan aku berpikir pria ini adalah anak TK yang diakselerasi, mukanya saja seperti anak kecil.

“hey… aku begitu tampan yah sampai kau memandangiku seperti itu?”

“tampan? Apa kau tidak bepikir orang-orang memperhatikanmu terus dari tadi? Mereka pikir kau anak TK berseragam SMA…” aku lalu memalingkan wajah da dia tersenyum sendiri. Dasar ikan aneh.

Aku memasuki apartement Kyu Hyun, dan di sampingku Donghae tampak bingung. Apartementnya terletak di lantai lima. Aku mencari-cari nomornya, dan setelah ketemu aku segera memencet bel-nya.

“akhirnya kau datang juga…” Kyu Hyun membukakan pintu, tapi ada yang aneh. Dia memakai celemek, di tangannya memegang penggorengan. “masuklah…” aku dan Donghae lalu mengikutinya. Aku memasuki ruang tamunya, ternyata Kyu Hyun bisa juga menjadi orang yang bersih, tidak seperti di kamarnya dulu, berantakan.

“ada apa menyuruhku ke sini?” tanyaku. “aku tidak mau kena tamparan lagi…” lanjutku.

“ibu sudah menceritakan semuanya padaku…” Kyu Hyun keluar dari dapur. “dia bilang kau sudah mendapatkan beasiswa di universitas… tapi uangmu semuanya ibu pakai untuk membayar hutang, dan ibu tidak mengizinkanmu pergikan?” aku mengangguk. “aku ingin jujur padamu satu hal…” ia melirik Donghae, sementar yang dilirik tidak merespon apapun, wajah anak kecilnya malah terlihat bingung tidak mengerti. “setahun ini sebenarnya aku tidak kuliah di universitas itu…” aku sedikit terkejut. “aku sedang mengikuti kelas tata boga… aku ingin mengejar impianku menjadi chef professional… tahun ini aku akan mengikuti ujian masuk ke jurusan perhotelan…” aku tidak percaya.

“masak? Bukankah di rumah kau masuk dapur saja tidak pernah?” tanyaku meremehkannya.

“kau tidak tahu aku sangat suka menonton acara memasak?” pelototnya. “aku menyuruhmu ke sini… karena aku ingin kau kuliah…” mataku sekarang focus padanya. “uang kuliahku selama setahun kemarin aku simpan… kau boleh pakai untuk biaya hidupmu sebelum kau mendapatkan kerja paruh waktu… aku juga mulai bulan depan akan keluar dari apartement ini… aku akan menyewa tempat yang lebih murah…”

“dan ibu… apa dia akan mengizinkanku pergi begitu saja?” aku sangat ragu.

“kau tahu kenapa aku menyuruhmu mengajaknya?” tunjuknya pada Donghae, sekarang dia terkejut. “bulan depan kalian sudah harus masuk universitas, aku harap kau bisa membawa pergi adikku dari rumah dengan selamat…” jadi ini ide gila Kyu Hyun. “dan kau jangan beritahu ibu tentang kuliahku… biar nanti saatnya aku yang memberitahu ibu…”

“kenapa kau begitu baik padaku? Bahkan ibu saja tidak menganggapku anaknya…” aku membuang muka, aku ingat semua bagaimana dia selalu membuat masalah dan aku yang kena batunya.

“jangan pikir aku tidak menyayangimu… kau itu adikku satu-satunya, kau terlalu baik untuk ku jahati… selama di depan ibu aku tidak menunjukannya karena pasti ibu akan marah…” cerocosnya.

“lalu kenapa selama ini ibu selalu jahat padaku?” tanyaku lagi.

“sebenarnya aku tidak ingin membahas ini hanya saja kau harus tahu, ibu bersikap seperti itu karena setiap melihatmu dia selalu ingat kalau ayah tidak mengakuimu sebagai anaknya… ayah menyangka ibu berselingkuh dan dia meninggalkan ibu… maka jangan sekali-kali kau menyakan dia pada ibu…”

“lalu dimana dia?”

“kami tidak tahu… sudahlah jangan bahas itu… aku juga muak… sekarang aku akan memasak berbagai macam masakan untuk ujianku… dan aku ingin kalian berdua mencobanya…” Kyu Hyun lalu pergi lagi ke dapur.

Sementara aku termenung sendiri, aku bahkan tidak menyadari Donghae di sampingku. Aku menangis. Jadi selama ini ibu tidak mau memberitahu itu hanya karena ayahku adalah seorang yang brengsek? Dan dia meninggalkan kami? Dan Kyu Hyun ternyata begitu baik padaku? Hanya saja aku tidak sadar dan tahu semua itu.

“ternyata hyung-mu itu percaya juga padaku…” Donghae menyadarkanku. “kau menangis sekarang… menangislah… kalau kau masih berpikir ingin mencari siapa ayahmu… setidaknya pikirkan ibumu… dan kakakmu juga…” Donghae mengusap kepalaku. Sementara aku masih diam. Mualai sekarang aku memang harus berhenti dan lupakan saja ayahku itu kalau memang itu menyakiti ibu dan Kyu Hyun. Mungkin ayahku akan datang dengan sendirinya kalau Tuhan berkehendak. Dan mulai saat ini juga aku harus berpura-pura tentang Kyu Hyun. Membiarkan semuanya berjalan sepert biasa dan saatnya nanti tiba aku akan pergi untuk melanjutkan cita-citaku.

***

“ya… cepatlah sedikit… kalau ibumu bangun aku bisa mati!!!” Donghae di jendela kamarku, lengkap dengan winter coat yang membalut dirinya. Malam ini kami akan pergi ke kota, dan demi menepati janjinya dia akan membantuku keluar dari rumah ini. Aku mengeluarkan tas besarku lewat jendela dan di bantu Donghae aku loncat. Kami mengendap dan tepat di halte itu berdiri seorang paman. Ayah Donghae.

“aku sudah mendengar semua ceritamu dari Donghae… kalian pergilah… kalau sampai ibumu tahu dia pasti akan marah… kau anak yang baik dan pintar… aku menitipkan Donghae padamu… dan Donghae kau jagalah tetanggamu ini…” ayah Donghae menepuk pundak anak tirinya itu.

Pelarianku diiringi doa dari ayah Donghae, dan saat perpisahan di sekolah aku juga masih merekam kata-kata Seo Hyun di otakku.

“ya… Donghae… kau tahu aku kau berpisah universitas dengan Yoong… dan kau akan satu universitas dengannya… kau jagalah dia…” dan tanpa disadari aku berkata pada Seo Hyun.

“aku menyanyangimu…” Seo Hyun lalu memelukku, dan Donghae tersenyum menggodaku. Benar katanya kalau saat itu aku tidak mengatakan sayang padanya entah kapan lagi aku bertemu dengannya, karena dia lebih memilih kuliah di luar negeri.

Kamipun mejalani masa-masa kuliah kami. Aku mengambil jurusan Kimia dan dia jurusan Seni. Tempat tinggal kami pun tidak terlalu jauh, walaupun dia tinggal di apartement dan aku di rumah sewa biasa. Dia selalu datang ke fakultasku, bahkan temanku menyangka Donghae pacarku. Padahal setiap dia datang aku tidak pernah bicara apapun padanya dan dia akan terus dengan kebiasaannya mengoceh sampai aku mau menjawab semua ocehannya.

“ya… Donghae apa kau tidak bisa tidak menemuiku setiap hari… bahkan saat aku di tempat kerjapun kau pasti menemuiku…”

“memangnya salah? Kau ingat pesan ayah dan Seo Hyun tidak? Mereka menyuruhku menjagamu… bahkann ayah menitipkanku padamu… tapi kau sama sekali tidak pernah menanyakan kabarku…”

“kabarmu? Kau selalu datang padaku… pasti aku tahu kabarmu seperti apa?”

“aku tahu kau benci bertanya ‘annyonghaseyo’ mana mau kau bertanya itu padaku… makanya aku datang jadi kau tidak perlu bertanya…” anak ini pintar sekali menyangkal.

“tapi kau tidak tahu semua orang selalu menyangka kau pacarku…”

“apa kau tidak mau jadi pacarku…” matanya menyorot mataku.

“sudahlah… aku tidak mau lagi berdebat denganmu…” entah kenapa aku merasa ada yang salah dengan jantungku. “kau bilanga aku rusa kan? Dan kau ikan… tidak mungkin pasangan rusa itu ikan!!!”

“kau harus percaya… rusa itu pasangan ikan!!!” keukeuhnya.

Kyu Hyun sudah menceritakan semuanya pada ibu, dan ibu memaafkanku. Dia juga sudah sekolah di jurusan perhotelan sekarang. Mengingat masakannya yang ternyata enak dia pasti akan mencapai cita-citanya aku juga harus belajar untuk memanggilnya ‘hyung’. Karena ibu telah memaafkanku, maka saat liburan musim panas aku berani pulang. Yang aku dengar dari Donghae, ayahnya mengatakan ibuku sudah akur dengan keluarganya walaupun adik Donghae masih sering membuat masalah.

Ibu Donghae mengundangku makan malam di rumahnya. Dia bilang ada acara penting untuk Dongahe malam itu, dan ia ingin aku sebagai teman dan tetangganya untuk datang. Ibu di ajakpun tidak mau, jadi aku pergi sendiri.

Malam ini aneh, tampak ada seorang gadis dengan dandanan yang begitu glamour duduk di samping Donghae, tapi aku merasakan ada kegusaran di wajah Donghae. Gadis itu tersenyum padaku, aku tidak membalasnya. Aku hanya diam. Sampai bibi Sunny mempersilahkan kami makan. Suasananya sedikit hambar, hanya saja paman Hyuk Jae selalu membuat semua orang tertawa kecuali aku dan Donghae. Selesai makan ada jeda hening sejenak. Bibi Sunny seperti ingin bicara sesuatu. Tapi Myung Jin mendahuluinya… “nenek sihir… kenalkan… ini calon noona ku… dia Jessica Unnie… princess…” deg… tiba-tiba saja seperti ada yang menusuk hatiku. Entah kenapa? Padahal siapa Donghae bagiku. Bibi Sunny pun menjelaskan bahwa Donghae akan ditunangkan minggu depan karena setelah liburan selesai Jessica harus kembali lagi ke luar negeri untuk kuliah. Jessica adalah anak kerabat jauh mereka yang sudah dijodohkan sejak kecil, jadi mau tidak mau mereka harus menikah. Sepulang dari sana aku menangis semalaman. Mungkin aku bodoh. Aku juga harusnya tidak percaya ucapannya kalau rusa itu untuk ikan. Dan sejak hari itu aku tidak pernah bertemu dan mencari Donghae, walaupun hatiku tidak bisa berbohong aku sangat merindukannya.

Dan hari ini ibu memeberi tahu bahwa bibi Sunny katanya mengundangku malam nanti ke acara pertunangan Donghae.

Suasana rumah sederhana Donghae berubaha menjadi sebuah tempat dengan dekorasi nuansa pesta kebun yang cantik. Yang datang kebanyakan bergaun indah dan berdandan sangat mewah. Berbeda denganku yang hanya bergaun sederhana dan ber-makeup seadanya. Baru saja aku melihat-lihat sekelebat dari dalam seseorang lari keluar, dia sekilas melihatku, matanya berkaca-kaca. Donghae. Tiba-tiba saja paman Hyuk Jae dan bibi Sunny menghampiriku.

“Donghae pergi… tolong cari dia… bawalah dia kemarai…” bibi Sunny menangis. Aku lalu berbalik dan mengejarnya.

Dia berlari ke arah sekolah SMA kita dulu. Huh… menyusahkan saja, untung saja sekolah ini tidak kunci gerbangnya. Aku tidak membayangkan kalau harus memnajt gerbangnya. Aku memasuki koridor sekolah dengan menyeret kaki dan menenteng high heels ku.

***

Donghae POV

Yoona mengejarku. Apa dia tahu aku pergi kemana? Gadis itu yang membuatku berlari sekarang ini. Aku tidak mau bertunangan apalagi kalau harus menikah dengan Jessica. Aku hanya menganggapnya adik, tapi ibu ternyata ingin aku menikah dengannya nanti. Acara pertunangan yang tanpa dibicarakan dulu denganku. Apa ini tidak gila?

Sejak bertemu Yoona, aku jatuh cinta padanya. Di gudang ini aku menemukannya tertidur. Melihat wajah lugunya yang tersenyum saat tidur, tapi dia mengigau dengan hatinya yang begitu rapuh.

“Lee Dong Hae…” Yoona benar-benar datang menemukanku. Dia terengah-engah dan melemparkan sepatunya padaku. “kau gila… kau berlari begitu cepat…”

“maafkan aku…” aku tertunduk lesu.

“kau tahu ibumu menangis tadi…”

“dan kau tidak tahu hatiku menangis? Aku tidak mau bertunangan dengannya…”

“tapi kau tidak perlu lari seperti… jelaskan baik-baik…”

“percuma… mereka tidak mengerti aku… aku mencintai gadis lain…” tandasku.

“gadis lain?” Yoona berubah raut mukanya.

“aku mencintai rusa bodoh dengan larinya yang begitu lambat…”

“kau???” matanya mendelik.

“ya Yoona… aku sedang menyatakan cinta padamu…” protesku melihat reaksinya.

“dan kau tahu seminggu ini setiap malam aku merindukan ikan bodoh dengan ocehannya…” Yoona tiba-tiba saja berkata pelan dan menitikan air matanya. Apa benar ini dia? Aku tersenyum.

“jadi kau mau menjadi gadisku?” tanyaku.

“bagaimana dengan Jessica dan orangtuamu?” getirnya.

“kalau mereka marah… kita kabur lagi saja seperti malam itu…” hiburku.

“kau…”

“sudahlah…” aku menarik tangannya kea rah piano tua yang biasa dimainkan Seo Hyun dan menyuruhnya duduk di sampingku. Aku menekan tuts dan memainkan lagu. Yoona menyenderkan kepalanya di bahuku, aku lalu membelai kepalanya dengan sebelah tanganku, dia sedang terpejam dan tersenyum. “aku bisa melihatmu tersenyum sekarang…” dia membuka matanya.

“aku ingin tersenyum selamanya jika kau meminta… asal bisa terus seperti ini…” bibir mungilnya mengatakan hal manis yang tak pernah aku dengan darinya. Aku mencium bibir mungil itu.

“Yoong… kalau lari itu pilihan kenapa tidak…” kataku.

“tapi apa kau tidak ingat kata Myung Jin pasanganku itu monster…” dia cemberut.

“kau salah akukanperah bilang rusa ditakdirkan untuk ikan…”

“bukan kucing?”

“bukan…!!!” aku terkeukeuh melihatnya seperti anak kecil. Kami lalu memainkan lagu bersama melewati malam. Aku tidak peduli apa yang terjadi di rumah. Yang aku pedulikan adalah senyum dari wajahnya ini tak pernah hilang. Aku mencintainya… Deer for Fish.


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * amalia_YH says:

    deer just for fish forever…🙂

    | Reply Posted 5 years, 4 months ago
  2. * nhafishy says:

    whooaa ada ff khusus yoonhae ternyata
    aku jua fans nya yoonhae ^^
    mereka emag cocok abizzzz
    salam kenal chingu
    update terus ya ff yoonhae nya..

    | Reply Posted 5 years, 4 months ago
  3. * ochalicious says:

    Iya sampe kapanpun rusa cuma untuk ikan . .
    nice ff , , walaupun kurang panjang . .
    good job . .

    | Reply Posted 5 years, 4 months ago
  4. Yupz, Deer is only for fish, begitu juga fish is only for deer.
    Manis banget ya endingnya, aku suka itu. hhee
    Keep writing ya chingu!!!

    | Reply Posted 5 years, 4 months ago
  5. * anakingusan says:

    jiahhh, meng.gan.tung.. arrgggghhh!!!

    | Reply Posted 5 years, 4 months ago
  6. * fishyoong says:

    Awalnya aku kira Yoong anak tiri, nelangsa banget hidupnya..
    Deer for fish, tapi ada yg ngeganjel.. Endingnya perlu penjelasan sejelas-jelasnya.. Meskipun ini cuma ff aku ngebayanginnya takut kalau Donghae tetep dipaksa nikah sama keluarganya.. Kalau perlu yoonhae dibikin kawin lari juga boleh, kekeke..

    | Reply Posted 5 years, 4 months ago
  7. * Nciz Krisna says:

    wah, ni blog daebak banget….
    semuanya Yoonhae,,
    love this pairing….

    ni FF ide ceritanya keren,
    panjangin lagi donk, Author
    #reader baru tp bawel hehe

    | Reply Posted 5 years, 4 months ago
  8. * nozu says:

    keren ceritanyaa…d^0^b
    tapi aku sedikit kecewa sama akhirnya ko menggantung sih??
    apa bakalan ada kelanjutannyaa…*bingung*
    ahhh entah kenapa kalo udah baca ff yoonhae ko berasa seperti reall..kekekeke

    | Reply Posted 5 years, 4 months ago
  9. * Nixiemeilya says:

    Semoga kelanjutannya bisa cepat selesai yah semua…kapan2 aku kirimin lagi…

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  10. * Ina890826 says:

    yeaaaaaaahh Deer for Fish,,, always..
    hayo kabuurr aj,, jangan ma sicaaaaaaa *tendang sica* *lho*
    aaaaaaaaa so sweeeettt,,
    yoong senyum juga buat hae,,
    kereeeeeeennn ceritanya**

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  11. * HaenA says:

    Right now Deer for fishy,,
    and
    forever fishy for Deer!!!
    Jjang!

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  12. * meti says:

    deer always for fishy, and fishy always for deer. saranghae yoonhae.semoga emang beneran real… YOONHAE Jjang🙂 :*❤

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  13. * yenny_yoonhaelovers says:

    Deer always for Fish..!!!
    FOREVER YOONHAE :D…..
    cerita’n bagus chingu… LANJUTKAN yaaaa hehhehee ^^

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  14. * mimimi says:

    Deer for fish❤

    | Reply Posted 4 years, 10 months ago
  15. * febrynovi says:

    Setuju~ Deer just for fish! 
    Author aku padamu😄 FF-mu selalu keren ehehe

    | Reply Posted 4 years, 6 months ago
  16. * desi handayani says:

    AKU SETUJU DEER hanya untuk FISH
    author daebak FF`a
    bagus

    | Reply Posted 4 years, 4 months ago
  17. * Salsa_YH says:

    waw keren…

    Yoona hanya untuk Donghae dan Donghae hanya untuk Yoona.. ^^
    mreka pasangan yg serasi..ku berdoa mreka bnr2 akan sll bersama hingga akhir hidup’a #numpang curhat

    YoonHae Forever ^^

    | Reply Posted 4 years, 3 months ago
  18. * Elsa says:

    Kyaa… So sweet!! Deer for Fish!! Daebak chingu🙂 Keep writing Fanfiction~^^

    | Reply Posted 4 years, 1 month ago
  19. * IntanFishy says:

    Aigooo so sweet banget🙂

    | Reply Posted 3 years, 7 months ago
  20. * jan says:

    Bagus bagus

    | Reply Posted 3 years, 5 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: