YoonHae Fanfics Library



[Chapter] Be My Partner (Part 9)

Author : Riana

Genre : [chapter 9] , Romantic Comedy

Cast : Yoona x Donghae x Seungri x Taeyeon

Rating : PG-13

Title : Be My Partner

Part 9

Moments of Study Tour

Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, terus mencoba mengikuti bis yang berada di depan. Tampak beberapa daun kering berterbangan saat mereka melintasi hutan.

Terlihat Yoon A yang terus berdoa, ia tak berani membuka matanya yang terpejam dengan hikmat agar bisa selamat selama perjalanan. Dong Hae terus saja mengemudikan mobilnya. ”Ada apa denganmu?” Tanya Dong Hae.

”Jangan bicara.” Sambut Yoon A ketakutan. ”Sekarang fokus menyetir saja. Tak usah pedulikan aku.”

Tiba-tiba saja truk melintas berlawanan arah dengan mereka saat melewati tikungan, Yoon A segera memalingkan wajahnya dan terus saja berdoa yang tak henti-henti dipanjatkannya. ”Dong Hae…” Teriak Yoon A melengking.

Dong Hae terlihat bernapas lega, ia dapat menghindari truk itu dengan baik, ”Syukurlah, kita selamat Yoon A.” Serunya gembira.

”Bodoh. Sudah hentikan, aku tidak mau lagi satu mobil denganmu.” Gerutu Yoon A sambil membenarkan rambutnya yang berantakan.

”Sebentar lagi kita akan sampai, jadi kau tenang saja dan lanjutkan doamu.” Sambut Dong Hae dingin dan tak menggubrisnya.

Yoon A segera mendengus kesal, ia lekas menatap ke depan dan kembali berdoa. Terlihat Dong Hae yang tersenyum tipis dan dengan santai menjalankan mobilnya.

Perlahan bis berhenti di tempat parkir, semua murid mengantri untuk keluar melalui pintu yang terbuka lebar. Seung Ri segera menawarkan tangannya untuk membantu Tae Yeon berdiri.

Tae Yeon yang saat itu mengenakan celana jeans sepanjang kakinya berwarna biru, putih polos berlengan pendek, di tutupi dengan sweater merah yang coba melindungi dari dinginnya udara pegunungan. Ia menggendong tas punggunya di belakang, sejenak berdiri menghirup udara sejuk, ”Sungguh sangat menyejukkan.” Desisnya dan membiarkan rambutnya yang dikepang ikut merasakan udara itu.

Tampak Seung Ri yang baru saja keluar dari bis, berdecak kagum melihatnya. Sejenak ia terpesona pada Tae Yeon yang memejamkan matanya.

Di belakang bis, Dong Hae dengan kaca mata hitam dan topinya serta jaket tebal dan celana kain coklat muda, dan Yoon A dengan selayer untuk menutupi rambutnya serta sweater tipis merah muda dan celana jeans putih, berdiri sambil menggendong tas di punggungnya. Mereka terus mengikuti secara diam-diam.

”Berani sekali Seung Ri menatap Tae Yeon seperti itu.” Gumam Dong Hae sambil memukulkan kepalan tangannya ke bis.

”Itu bukan salah Seung Ri, Tae Yeon sendiri yang berdiam diri dan membiarkan orang lain bebas memandanginya.” Sahut Yoon A membela Seung Ri.

”Keterlaluan. Apa hebatnya Seung Ri, apa karena tubuhnya yang lebih tinggi? Atau karena dia orang yang lembut? Yoon A dan Tae Yeon terlihat begitu menyukai laki-laki yang tampak sempurna itu.” Gerutu Dong Hae dalam hatinya.

Terlihat dari kejauhan Tae Yeon yang menggandengan tangan Seung Ri menuju penginapan di gunung.

”Ayo kita pergi.” Dong Hae segera mengikuti sambil menarik tangan Yoon A.

Perlahan Yoon A merasakan kehangatan yang menarik tangannya itu. Ia tampak tercengang menatap punggung Dong Hae di depannya, ia tak menggubris Dong Hae yang terdengar bicara dengannya.

”Kita harus selalu mengikuti mereka, kita tidak boleh kehilangan mereka.” Tegas Dong Hae bersemangat di setiap langkahnya sambil sesekali menoleh Yoon A yang terus saja memperhatikan punggungnya.

”Punggungnya terasa sangat hangat.” Desis Yoon A yang coba menyentuhnya.

”Yoon A, apa yang kau pikirkan?” Tukas Dong Hae

Yoon A segera menggelengkan kepalanya. ”Tidak ada. Apa tidak sebaiknya kita juga menyewa kamar di penginapan itu.” Sahut Yoon A.

”Benar. Tapi terlebih dahulu kita harus mengetahui kamar mereka, agar kita bisa mengikuti mereka lebih dekat.” Sambut Dong Hae bersemangat dan melanjutkan langkahnya yang terhenti sambil terus memegang erat tangan Yoon A.

”Apa satu kamar? Apa kau gila?” Protes Yoon A pada Dong Hae yang hanya memesan satu kamar untuk mereka berdua.

Sejenak mereka berhenti di lobi untuk bertengkar kecil, ”Tentu saja aku tidak mau kau menghancurkan rencanaku.” Sambut Dong Hae dingin sambil menerima kunci kamar yang telah ditentukannya.

”Aku tidak mau.” Tegas Yoon A dan segera berpaling sambil merautkan wajahnya cemberut.

”Tidak ada waktu lagi untuk bersikap manja. Kau harus terus mengikuti semuanya sesuai rencanaku.” Sahut Dong Hae kemudian menarik tangan Yoon A dan membawa tasnya.

Terdapat 1 tempat tidur dengan kasur dan selimut serta dua bantal di atasnya. Ada lemari besar di sudut kamar samping pintu. Kipas angin yang tergantung di langit-langit kamar dan televisi 14 inch untuk hiburan.

Dong Hae segera melemparkan tasnya ke atas tempat tidur, ia melepaskan jaket tebalnya kemudian melangkah membuka tirai jendela dan membiarkan sinar matahari yang membuat matanya menyipit membias masuk kamar.

Yoon A duduk di atas tempat tidur kemudian melemparkan tubuhnya ke sana dan bernapas lega. ”Setelah ini aku ingin tidur dulu.” Desis Yoon A.

”Tidak ada waktu untuk bersantai, setelah ini mereka akan mendaki gunung, dan membuat kemah di sana.” Sahut Dong Hae mencari perlengkapan kemah dalam tasnya.

”Kalau mereka berkemah untuk apa kita menyewa kamar di penginapan?” Gerutu Yoon A.

”Tentu saja untuk kita tidur. Aku tidak mau tidur di luar dengan udara dingin pegunungan.”

”Kalau kita tidak ikut berkemah, bagaimana mungkin kita mengawasi mereka?” Protes Yoon A.

”Aku akan memasang kamera di tenda milik Tae Yeon dan Seung Ri, kemudian beberapa kamera kecil untuk mengintai mereka di sekitar kemah.” Jelas Dong Hae.

”Benar-benar egois.” Gumam Yoon A. ”Padahal kalau kami berkemah, kami bisa menyalakan api unggun bersama dan duduk di depannya sambil berbagi cerita, bercanda dan tertawa.” Batin Yoon A. ”Apa berdua dengan Dong Hae? Berkemah?” Sela Yoon A tiba-tiba. “Apa yang kupikirkan? Apa sebenarnya yang terjadi padaku?” Yoon A beranjak dari tempat tidur dan merapikan isi tasnya.

Tiba-tiba Dong Hae melepaskan kaosnya dan mempelihatkan bentuk tubuhnya. Perlahan wajah Yoon A merona merah, ”Apa yang kau lakukan?” Teriak Yoon A. ”Jangan kau pikir bisa menyentuhku.” Ucap Yoon A lantang.

Dong Hae tersenyum nakal, perlahan ia melangkah mendekati Yoon A yang tampak ketakutan. Ia terus mendekati Yoon A, ”Kenapa apa kau takut?” Bisik Dong Hae lembut.

Yoon A segera memundurkan langkahnya, ia terhenti di sisi dinding dan tersandar di sana. Sejenak Dong Hae meletakkan tangannya bertahan di dinding dan menatap penuh kehangatan pada Yoon A yang membalas tatapannya.

”Dong Hae, ingatlah orang yang kau sukai adalah Tae Yeon. Jadi jangan lakukan itu padaku?” Yoon A menjerit dan menundukkan pandangannya.

Dengan lembut Dong Hae mengangkat dagu Yoon A, tampak Yoon A menyipitkan matanya. Perlahan Dong Hae membersihkan sekitar bibir Yoon A dengan jempolnya dan tertawa kecil, ”Bodoh, kau pikir apa yang ingin aku lakukan padamu?”

Yoon A segera membuka matanya, kedua pipinya sejenak merona merah dan dapat merasakan napas Dong Hae yang begitu dekat dengannya.

”Aku hanya ingin membersihkan debu yang menempel di wajahmu.” Dong Hae mengelak. ”Kenapa? Apa kau mulai menyukaiku?” Bisik Dong Hae menggoda.

”Argh…” Teriak Yoon A berontak dan mendorong tubuh Dong Hae menjauh dari dirinya. ”Bodoh.” Bentak Yoon A kemudian keluar dari kamar.

”Yoon A, aku hanya bercanda.” Teriak Dong Hae yang coba mencegah Yoon A yang terus saja melangkah pergi.

Sejenak Yoon A bersandar di dinding sambil memegangi dadanya dan merasakan jantungnya yang berdetak kencang. ”Ada apa denganku? Kenapa aku seperti ini?” Gumam Yoon A dalam hatinya.

Langit mulai gelap, beberapa kemah sudah berdiri. Seung Ri segera mengikat erat tali di tiang kecil penyangga kemah. Ia membersihkan tangannya, ”Sudah selesai.” Desisnya lega.

Tae Yeon segera tersenyum ke arahnya, ”Terima kasih.” Ucapnya lembut.

”Apa kau mau ikut?”

”Kemana?”

”Aku ingin membersihkan tanganku, ada aliran sungai kecil di sekitar sini.” Jelas Seung Ri.

Tae Yeon segera mengangguk.

Perlahan Dong Hae dan Yoon A mengendap di balik semak-semak. Mereka mengintip para murid yang berkemah dengan gembiranya. Mata mereka terus melirik mencari keberadaan Tae Yeon dan Seung Ri.

”Dimana mereka?” Pikir Dong Hae.

”Apa tidak sebaiknya kita pulang saja. Sekarang sudah mulai gelap.” Yoon A memberika pendapatnya.

”Kita baru saja tiba, mana mungkin pulang begitu saja. Aku harus mengetahui keberadaan Tae Yeon dulu. Kau sendiri apa tidak mencari Seung Ri?” Tukas Dong Hae.

Yoon A menggelengkan kepalanya, ”Tidak. Seung Ri pasti baik-baik saja.”

”Baiklah. Terserah kau saja.” Dong Hae tak menggubris.

Sekejap Dong Hae terlihat bersemangat karena menemukan buruannya, ia berlagak seperti seorang pemburu, mengincar dan menyiapkan serangannya dengan senter di tangannya yang dianggapnya seperti sebuah panah. Perlahan ia melangkah mendekati kemah yang ditempati Tae Yeon dan teman-temannya kemudian memasang kamera kecil di sana. ”Selesai.” Soraknya gembira dengan pelan pada Yoon A yang mengikutinya di belakang.

”Sekarang kau pasang kamera pada kemah Seung Ri!” Perintah Dong Hae.

”Tidak mau.” Tolak Yoon A.

”Dasar kau.” Geram Dong Hae kemudian beranjak dan memasang sendiri kamera itu.

Sudah lengkap, ada lima kamera yang terpasang di sekitar tempat itu yang siap mengawasi tiap gerakan Tae Yeon dan Seung Ri.

Tampak Tae Yeon dan Seung Ri yang duduk manis di depan api unggun sambil mendengarkan cerita salah seorang teman mereka. Sesekali mereka tertawa mendengar lelucon itu.

Jalan kecil pegunungan menuju penginapan, Yoon A dan Dong Hae lalui. Beberapa pepohonan besar terlihat gelap dan menyeramkan, mereka lintasi dengan penuh keberanian.

Dong Hae segera mengeluarkan handphone dan mengakses kamera yang telah dipasangnya. Tampak di layar handphone itu semua tempat yang telah dipasangi kamera. ”Semuanya berjalan sesuai rencana.” Ucap Dong Hae lega.

”Apa gunanya memasang kamera, kita juga tidak bisa mencegah mereka melakukan apapun.” Gerutu Yoon A pada langkahnya.

”Sebenarnya, aku hanya ingin mengetahui keadaan Tae Yeon. Setiap kali saat study tour dia pasti sakit karena kondisi tubuhnya yang lemah. Makanya aku harus selalu mengawasinya, dan berharap dia baik-baik saja.” Ungkap Dong Hae menjelaskan.

Rautan wajah Yoon A sekejap berubah, ”Apa Dong Hae begitu menyukai Tae Yeon?” Pikirnya sambil memandang lembut ke arah Dong Hae.

Tiba-tiba handphone Dong Hae mati, ”Sial. Sepertinya baterainya lemah.” Gumam Dong Hae pada handphone di tangannya.

”lalu sekarang bagaimana?”

”Kita harus secepatnya sampai penginapan.” Sahut Dong Hae dan bergegas berlari menuju penginapan yang masih jauh.

Tiba-tiba langit yang mendung menurunkan hujan, membasahi seluruh permukaan daerah pegunungan. Dong Hae segera menarik tangan Yoon A, menghindar dari hujan yang semakin deras itu bersamaan dengan angin yang berhembus kencang.

Terlihat di depan mereka, sebuah tempat berteduh. Sejenak mereka berhenti disana sambil mengeringkan pakaian mereka yang basah.

Yoon A segera memelintir rambutnya dan coba mengeringkannya, ”Kenapa tiba-tiba saja turun hujan di saat seperti ini?” Protes Yoon A.

”Bagaimana keadaan Tae Yeon sekarang?” Ungkap Dong Hae khawatir.

”Selalu saja Tae Yeon, apa dia tidak tahu bahwa aku merasa terganggu.” Desah Yoon A dalam hatinya.

Dong Hae coba menyalakan handphonenya, tapi handphone itu tidak bisa diajak bekerjasama.

Sementara itu di perkemahan, semua orang berlarian memasuki kemah. Mereka menghindari hujan dan petir yang bergema di telinga mereka.

Seung Ri segera mendekap hangat Tae Yeon dalam pelukannya. Ia melindungi Tae Yeon yang tampak ketakutan. Sejenak mereka berdiam diri di dalam tenda bersama beberapa orang di dekat mereka.

”Hangat sekali. Sungguh sangat hangat.” Desis Tae Yeon. ”Aku ingin seperti ini selamanya. Biarkan waktu berhenti sejenak.” Bisik Tae Yeon. ”Dong Hae.” Ucapnya lembut.

Membuat Seung Ri terdiam menatapnya, ”Sepertinya kau benar-benar menyukai Dong Hae sepenuh hatimu Tae Yeon.” Sambut Seung Ri lirih dengan pelan.

”Apa?” Sela Tae Yeon.

”Tidak apa-apa.” Sahut Seung Ri dan kembali mendekap Tae Yeon erat. ”Bagaimana dengan Yoon A? Apa yang dilakukannya sekarang? Tadi pagi aku untuk pamitan dengannya.” pikir Seung Ri. Hujan mulai reda, tampak Yoon A yang menggigil kedinginan. Dong Hae segera melepaskan jaketnya yang kering dan meletakkannya di atas kedua pundak Yoon A. Kemudian ia beranjak dari tempat berteduh. ”Cepat kita harus segera sampai ke penginapan, kalau tidak kau akan sakit.” Ucap Dong Hae.

Yoon A segera mengikutinya dari belakang.

Dong Hae segera menyalakan lampu kamarnya dan melepaskan kaus kakinya dan mengganti pakaiannya. Ia bergegas mengisi baterai handphonenya dan menyalakan laptop yang sengaja di bawanya. ”Apa yang terjadi pada Tae Yeon?” Pikirnya gelisah sambil mengakses keberadaan kameranya.

Tiba-tiba saja kegelapan menyelimuti penginapan itu, listrik dipadamkan karena telah terjadi kerusakan akibat petir yang menyambar. Dong Hae segera keluar kamar dan melirik ke sekitarnya. Terdengar suara hujan yang semakin deras di luar sana.

Yoon A yang baru saja keluar dari kamar mandi tampak bingung, banyak tanya dalam benaknya. Ia terus memperhatikan Dong Hae yang terlihat gelisah.”Sepertinya ada pemadaman listrik?” Desis Yoon A.

”Sial aku lupa untuk mengisi baterai laptop ini terlebih dahulu.” geram Dong Hae sambil memukul laptopnya. ”Semuanya hanya akan sia-sia saja. Tak ada lagi yang bisa kulakukan, bahkan memanggil semua pesuruh untuk mengganti laptop dan handphoneku.” Dengusnya kesal dan menendang meja.

”Dong Hae.” Panggil Yoon A lembut sambil memegangi pundak Dong Hae. “Aku yakin Tae Yeon akan baik-baik saja. Percayalah padaku,SeungRiakan melindunginya.”

“Aku ingin pergi melindunginya.” Tekad Dong Hae kemudian mengambil baju hangatnya.

Yoon A segera menarik tangannya dan mencegahnya. ”Jangan pergi. Kumohon, sekarang di luar sana hujan sangat lebat. Aku takut terjadi sesuatu padamu, ada banyak bahaya yang tengah menunggumu.” Ucapnya lembut.

Dong Hae lekas menoleh menatap Yoon A di tengah kegelapan.

Sekejap mereka berdua berbaring, Yoon A di atas tempat tidur, dan Dong Hae di lantai beralaskan selimut tebal dan sebuah bantal tipis. Ia terdiam menatap langit-langit kamar di bawah remang-remang cahaya lilin.

”Selamat tidur Yoon A.” Desisnya lembut.

”Selamat tidur Dong Hae.” Sahut Yoon A pada Dong Hae yang sudah memejamkan matanya dan mulai tertidur.

”Aku bisa mencegahnya untuk tidak menemui Tae Yeon.” Ucap Yoon A gembira. ”Tapi kenapa aku harus mencegahnya, seharusnya kubiarkan saja dia pergi.” Pikir Yoon A.

Sejenak Yoon A memalingkan tubuhnya dan  menatap lembut Dong Hae, ia terdiam melihat Dong Hae yang tertidur nyenyak. Perlahan ia mulai mendekatkan tangannya  dan coba menyentuh wajah Dong hae. Seketika jantungnya kembali berdetak kencang, ia segera menarik napasnya dalam-dalam. ”Ini pertama kalinya ada seorang laki-laki yang tidur sangat dekat denganku, tinggal selangkah lagi aku bisa meraihnya.” Desis Yoon A.

Tiba-tiba ia dikejutkan pada Dong Hae yang merubah posisi tidurnya. ”Yoon A. Ada apa denganmu? Jangan katakan kau mulai menyukainya.” Bisik Yoon A.

Ia segera menarik tangannya kembali dan menelantangkan tubuhnya menatap langit-langit kamar. Dalam benaknya selalu saja terbayang wajah Dong Hae  yang tertawa, membentak, dan mengejeknya. ”Apa yang terjadi padaku? Tidak boleh, tidak boleh. Argh…” Teriak Yoon A diantara malam.

Bersambung~

 


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * sylvia.monica22 says:

    yoonhae..!!!
    Author aku udah baca ffnya dri part 1.. Lanjutanya aku tunggu ya..
    Omoo.. Seruu..
    Penasaran.. Ko donghae belum ada reaksi ke yoona ya,,?? Yoona kan udah mulai suka ama hae…😀

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  2. * haee says:

    hae sampai masang 5 kamera demi tau keadaan tae yeon.. segitu cintanya ya hae ke tae yeon..
    pikirannya juga selalu ke tae yeon.. hae sadar dong didekat hae ada yang cemburu tuh
    waaaa hae kok mau aja tidur di lantai.. nggak nyangka
    Yoonhae !!!

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  3. Kenapa selalu Yoong eonni terus sih yg ngrasain sesuatu yg bergetar dihati nya??

    Pengen juga ngliat sekali2 Hae oppa ngejar2 Yoong eonni ..

    Tapi part ini JJANG! Bgt deh ..
    Buat aku pengen baca lanjutannya ..

    Capcuus ..

    | Reply Posted 4 years, 11 months ago
  4. * Deery00ng says:

    Lanjut unN , ,
    Y0onhae jjang🙂
    fightING !

    | Reply Posted 4 years, 4 months ago
  5. * ChaEkha says:

    Pemasangan kamera pngintainya kyknya sia2 aja y…hehe
    ceritanya semakin seru……
    Lanjut….:-)

    | Reply Posted 4 years, 2 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: