YoonHae Fanfics Library



[Fairy-Tale] The Beauty Yoona and The Beast Donghae

Author : Riana

Genre : [Fairy-Tale] Romance

Cast : Yoona x Donghae

Rating : PG-13

Title : The Beauty Yoona and The Beast Donghae (Based on The Beauty and The Beast Fairy-Tale)

The Beauty Yoona and The Beast Donghae

Pada zaman dahulu kala ada seorang saudagar kaya bernama Kang-in yang hendak pergi untuk berdagang ke Negeri seberang. Ia pun bertanya pada ketiga anak gadisnya, oleh-oleh apa yang mereka inginkan saat kembalinya Ia pulang ke rumah. Anak pertamanya Yuri pun meminta dibelikan gaun, anak keduanya Tiffany meminta sebuah kalung mutiara, tapi anak ketiganya yang bernama Yoona, anak yang paling bungsu, paling cantik dan paling manis diantara mereka bertiga berkata pada sang Ayah.

“Semua yang aku inginkan hanya setangkai mawar merah yang kau petikkan khusus hanya untukku, Appa.” Pintanya dengan nada lembut dan penuh kehangatan.

Tak butuh waktu lama Kang-in pun menyelesaikan perjalanan bisnisnya, ia pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Diluar dugaannya, tiba-tiba badai bergelora berhembus dengan kencang, menghentikan perjalanannya. Kudanya berusaha dengan keras untuk bergerak maju di tengah angin kencang yang terus bergemuruh.

Diantara dingin dan juga tubuh yang letih, sang saudagar sudah kehilangan harapan. Ia pun melangkah mendekati sebuah penginapan dimana ada cahaya terang yang bersinar dari sisi tengah atapnya. Ia pun terus berusaha sekuat tenaga mendekat, Ia tampak terkejut mendapati penginapan itu adalah sebuah kastil tua.

“Aku harap, aku akan menemukan tempat berlindung disana barang untuk malam ini saja.” Ucapnya tersengal-sengal pada dirinya sendiri.KetikaIasudah mencapai pintu, ditemukannya pintu itu telah terbuka.MeskipunIasudah berteriak untuk mencari tahu keberadaan seseorang yang berada di dalam kastil itu, tapi tak satu orang pun yang menyahutnya.

Dengan penuh keberanian, Kang-in pun masuk ke dalam. Masih dengan suaranya yang tak henti-hentinya memanggil untuk menarik perhatian.

Ia pun terus melangkah masuk lebih jauh ke ruangan lainnya, ia pun mendapati  sebuah meja yang terletak tepat di aula utama dimana sebuah nampan yang berisi penuh dengan makanan lezat siap sedia telah tersaji.

TerusIaberusaha mencari tahu siapa gerangan pemilik kastil mewah yang berdiri megah di tengah hutan itu, tapi tak satupun suara yang menjawab. Perutnya yang kelaparan pun sudah tak dapat lagi diajak kompromi, Kang-in lekas melahap makanan berserta buah-buah itu dengan sepenuh hati demi memenuhi panggilan dari perutnya yang keroncongan.

Rasa penasaran pun menguasainya, Diambilnya resiko dengan menaiki tiap anak tangga dan tibalah Kang-in di lantai atas dimana koridornya memanjang menuju ruangan-ruangan dan aula-aula yang sungguh sangat bagus.

Ditemukannya sebuah kamar yang pintunya terbuka, disana terdapat api unggun dalam ruangan yang asapnya keluar melalui cerobong. Kamar itu pun sangat hangat, terlebih disana terdapat sebuah ranjang yang tampak empuk dan sangat menarik hati. Malam pun sudah sangat larut, sang saudagar Kang-in pun tak dapat menahannya lagi. Ia lekas berbaring di atas kasur ranjang itu dan mulai terlena lalu tertidur dengan pulasnya.KetikaIabangun keesokkan harinya, di dalam setengah sadar, matanya pun hanya mendelik kecil ditemukannya tangan seseorang yang tengah meletakkan sebuah mug berisi kopi dan buah-buahan segar di samping tempat tidurnya.

Kang-in pun tanpa segan memakan semua itu dengan lahapnya setelah merapikan dirinya, Ia lekas menuruni tangga untuk berterimakasih pada sang pemilik kastil tersebut. Tapi, sama seperti malam sebelumnya, disana masih tak ada seorang pun sejauh matanya memandang. Digelengkannya kepala beberapa kali dengan penuh rasa keingintahuan atas semua keanehan-keanehan ini, Ia pun lekas berjalan ke arah kebun dimana Ia meninggalkan kudanya dan mengikatnya di sebuah pohon besar. Tiba-tiba setangkai mawar merah yang tumbuh diantara semak-semak menarik perhatiannya.

Kang-in pun teringat akan janjinya pada anak bungsunya, Yoona.LekasIamembungkuk untuk memetik bunga itu. Dengan segera dan tak sempat matanya berkedip, sesosok makhluk menyeramkan yang tampak seperti binatang buas bertubuh manusia keluar dari kebun mawar itu. Tampak tubuhnya yang berbulu diselimuti mantel tebal, dua bola matanya tampak merah menyala tersorot kemarahan. Ditatapnya Kang-in dengan tatapan mata melotot seperti hendak mencengkram, dan suaranya pun menggeram mengerikan.

“Dasar laki-laki tua tak tahu terimakasih!” Bentaknya dengan nada tinggi dan terdengar seperti auman. “Aku memberikanmu tempat bernaung untuk kau berlindung, kau memakan semua hidangan yang tersaji di meja makan, tidur di ranjangku sendiri. Tapi sekarang terimakasih yang kudapat adalah pencurian bunga kesukaanku. Aku harus membunuhmu atas perbuatanmu ini!”

Kang-in tumbang, dengan tubuh menggetar dan menggigil seperti orang kedinginan Ia pun lekas bersujud dengan berlutut memohon ampun pada laki-laki itu.

“Maafkan aku!! Maafkan aku! Jangan bunuh aku!! Aku akan melakukan apapun yang kau perintahkan dan lagi mawar ini bukanlah untukku. Ini kupetik untuk kupersembahkan pada putriku, Yoona. Aku berjanji untuk memetikkannya setangkai mawar sepulangnya dari perjalananku.”

Lelaki yang wajahnya seperti monster itu pun lekas mengapitkan cakar yang menjadi pengganti tangan manusianya untuk mengapit dagu Kang-in. “Aku akan memberikanmu kesempatan untuk hidup, tapi dengan satu syarat, yaitu putrimu sebagai penggantinya!” Ancamnya pada Kang-in.

Kang-in pun gelagapan, Ia gentar dan tak mempunyai keberanian saat harus dihadapkan pada kematian yang tengah menantinya apabila Ia tidak mematuhi, lalu Ia pun berjanji untuk melakukan itu.

Setibanya di rumah, wajahnya pun basah dipenuh air mata berlinang, ketiga putrinya pun lekas berlari untuk menyambut kedatangannya. Tanpa banyak basa-basi, lekas diceritakannya pada mereka tentang perjalanannya yang mengerikan. Yoona pun sebagai tumbal yang akan dipersembahkan berpikir barang sejenak.

“Appa-ku sayang. Aku akan melakukan apapun untukmu! Kau tidak perlu cemas apalagi khawatir, aku akan memenuhi janjimu itu dan menyelamatkan hidupmu! Bawalah aku ke kastil itu, aku akan tinggal disana menggantikanmu. Appa!” Yoona pun sambil menangis tersedu lekas memeluk sang Ayah.

“Sekalipun, Appa tidak pernah meragukanmu. Untuk saat ini aku hanya bisa berterimakasih karena telah menyelamatkan hidup Appa-mu ini.”

Tak berapa lama Yoona pun tiba di kastil, Ia ditinggalkan seorang diri oleh Ayahnya. Ia hanya bisa terdiam membisu dan tak juga mau mengawali pembicaraan. Donghae, lelaki dengan tubuh binatang buas itu pun juga tak menyapanya. Ia juga sama seperti Yoona, menutup mulutnya dengan rapat.

Laki-laki itu tak tampak seperti binatang buas yang siap mencengkram dan memakan manusia hidup-hidup. Laki-laki itu tampak lebih tenang dan tata bicaranya pun terdengar kalem.

Di awal hari pertama kebersamaan mereka, hidup berdua di tempat yang jauh dari keramaian. Tepat di tengah hutan, di dalam kastil yang besar dan sungguh sangat mewah. Yoona tampak ketakutan, Ia gemetaran hanya untuk menatap Donghae yang tengah duduk dengan buku bacaannya di depan tungku perapian untuk menghangatkan tubuh.

Persis seperti seorang pelayan, Yoona pun hanya duduk di lantai tak jauh dari Donghae berada, sambil menyibukkan dirinya sendiri dengan mengelap meja dan sesekali menuangkan teh hangat ke dalam cangkir yang mulai kosong.

“Siapa namamu?” Donghae tampaknya sudah bosan dengan buku bacaannya.

“Yoona.” Jawab Yoona ragu.

“Nama yang indah.” Pujinya..

Yoona hanya terdiam diiringi sipuan malu. “Apa kau hanya tinggal sendiri di tempat ini? Dimana sanak saudaramu?” Tanyanya dengan berani.

Donghae pun hanya menggeleng. “Entahlah, aku hanya sebatang kara.”

Yoona yang mendengar pun mulai merasa miris hatinya dan turut simpati.

Beberapa hari waktu berlalu, Yoona dan Donghae pun semakin akrab. Mereka selalu menghabiskan waktu berdua dengan menikmati sejuknya udara di kebun mawar. Lalu menangkap ikan di sungai juga berjalan-jalan di bawah pohon tinggi yang memenuhi isi hutan. Meskipun rupa Donghae seperti monster, tapi sedikit pun Yoona tak pernah merasa takut atau pun gentar, keberaniannya itu muncul seiring pengetahuannya akan sosok Donghae yang sebenarnya tidak seperti wajahnya yang sangar.

Pernah sekali Donghae menemukan Yoona yang tertidur di atas ayunan gantung di taman. Ia pun tanpa segan dengan rasa kasih sayang lekas mengangkat tubuh gadis itu dan membawanya ke kamar, lalu direbahnya tubuh gadis itu dengan hati-hati. Sejenak dipandanginya, lalu dibelainya lembut wajah mulus Yoona dengan tangannya yang dipenuhi bulu.

Pada suatu hari, Yoona  tengah duduk di teras belakang sambil merangkai bunga mawar yang dipetik agar dijadikan hiasan di ruang tamu. Donghae pun berjalan mendekat untuk menghampiri bersama senyuman menyeringai yang baru pertama kali disunggingkannya setelah sekian lama. Ia pun lekas memberikan setangkai mawar untuk gadis itu.

Yoona lekas mendongak dan menerima mawar itu sambil membalas senyuman Donghae.

“Kau mau menikah denganku?” Pinta Donghae.

Sontak Yoona pun kaget, “Apa!! Menikah dengan monster?” Batinnya pun berbisik dan dengan nada meledek. “Lebih baik aku mati! Tapi aku tidak mau menyakiti hati siapapun, setelah semua hal yang telah Donghae lakukan padaku. Ia sangatlah baik dan begitu tulus padaku. Dan lagi aku masih berhutang budi padanya karena telah memberikan tempat berlindung pada Appa.” Gumamnya.

Ditariknya napas dalam-dalam lalu berdiri untuk menghadap lalu menatap ke dalam mata laki-laki itu. “Aku tidak bisa.” Ia mulai menggelengkan kepalanya. “Maafkan aku!”

“Oh, aku mengerti. Seharusnya aku sadar seperti apa rupaku, tidak sepantasnya diriku bersanding dengan gadis seindah dirimu. Tapi tak mengapa, aku tak tersinggung dengan penolakanmu ini.” Donghae memaksakan senyumnya merekah.

Setelah hari itu, hidup pun berjalan seperti biasa namun sikap mereka tak lagi seakrab biasanya sejak Yoona menolak untuk menikah dengan Donghae. Kehampaan dan kejenuhan pun menyelimuti keduanya dalam kebisuan.  Selesai makan malam pun Donghae lekas masuk kamar dan mengunci dirinya disana, sementara Yoona hanya bisa merautkan wajah bersalahnya.

Donghae mulai menyadari bahwa tak banyak yang bisa dilakukan untuk Yoona. Gadis itu selalu saja termenung, tak ada lagi senyum yang menghiasi wajah cantiknya. Ia pun  memberikan Yoona sebuah kado yaitu cermin ajaib.DimanaIabisa melihat seperti apa kehidupan keluarganya yang jauh disana.

“Mulai sekarang kau tidak akan merasa kesepian lagi.” Ucap Donghae.

Yoona pun tampak begitu gembira menerima hadiah itu. Dipandanginya cermin itu selama beberapa jam setiap harinya, senyum manisnya yang dulu pudar pun bersinar  kembali. Ia tampak begitu senang mengetahui keluarganya baik-baik saja. Tapi perlahan Ia mulai khawatir, Donghae pun terkejut saat menemukan Yoona bersimbah air mata dengan menangis di dekat cermin ajaib itu.

“Apa yang terjadi?” Tukas Donghae segera.

“Ayahku sakit keras, dan Ia sedang sekarat. Kumohon, ijinkan aku menemuinya untuk yang terakhir kali.” Mohon Yoona sambil berlutut.

Tapi Donghae menggelengkan kepala untuk menolak dengan halus. “Tidak, kau tidak akan pernah meninggalkan kastil ini.” Tegasnya keras membuat Yoona terpekik. Namun perlahan suaranya kembali berubah khidmat, “Kecuali jika kau bersumpah bahwa kau akan kembali ke kastil ini lagi dalam waktu tujuh hari, aku akan membiarkanmu pergi untuk menjenguk ayahmu.”

Raut wajah Yoona pun berubah gembira, air matanya yang tadi membanjir pun mengering. “Tentu, aku janji. Aku pasti akan kembali. Kau sungguh sangat baik, kau telah membuat seorang putri sangat bahagia.”

Yoona pun bergegas beranjak dari kastil dan pulang ke rumahnya. DisanaKang-in yang telah jatuh sakit pun semakin parah ketika mengetahui bahwa putrinya masih menjadi tawanan monster itu. Ia pun lekas memeluk putrinya itu, dan dengan segera sakitnya itu pun berangsur-angsur sembuh.

Diceritakannya pada sang Ayah juga kedua saudaranya seperti apa kehidupannya di kastil bersama Donghae yang begitu baik padanya. Yoona pun terlupa akan janjinya, ia terlalu terlena pada kehidupan normalnya bersama keluarga tercinta. Tujuh hari yang telah dijanjikan pun berlalu dengan cepat, dan Ia tak juga kembali ke kastil. Suatu hari Ia pun terbangun dari mimpi buruknya, disana Ia melihat Donghae yang terkapar tak berdaya disertai penderitaan yang amat mendalam di atas tanah tepat di tengah kebun mawar seorang diri.

“Kembalilah padaku!! Kembalilah padaku!!” Donghae meronta-ronta kesakitan.

Yoona pun bergegas keluar dari rumahnya. Lalu dengan kereta kuda, Ia pun segera melaju menuju hutan. Ia segera berlari masuk ke dalam kastil dan memanggil-manggil nama Donghae beberapa kali, namun sahutan tak juga di dapatkan.

Ia pun lekas berlari lagi menuju kebun untuk memastikan bahwa mimpinya tadi hanya sekedar bunga tidur.TerkejutIasaat mengetahui bahwa semua itu bukanlah kejadian di alam bawah sadarnya, air mata pun dengan deras mengucur membasahi pipinya. Ia sangat bersalah karena tak menepati janji dan meninggalkan Donghae di kastil itu.

Lekas diletakkannya kepala Donghae di pangkuannya, “Kumohon bertahanlah! Jangan pergi, aku akan menikah denganmu! Maafkan aku!”

Donghae pun hanya terdiam, hanya matanya yang bisa bicara betapa pedih batinnya saat itu. Yoona pun lekas memeluk erat tubuh Donghae yang tak lagi dapat digerakkan. “Donghae, aku mencintaimu!” Ia begitu menyesal. “Kumohon bertahanlah.”

Kata-kata itu pun seperti mantra yang menciptakan sebuah keajaiban, wajah Donghae yang seperti monster ditutupi bulu lebat dan tebal sekejap berubah menjadi seorang laki-laki tampan yang menawan.

“Sudah lama aku menantikan hari ini tiba.” Ucapnya. “Apa kau pernah tahu seperti apa rasanya jadi orang terbuang dan terasingkan?” Tanyanya dengan terbata-bata. “Sangat sakit. Orang-orang melupakanmu dan tak pernah ingin tahu seperti apa keadaanmu, saat bertemu pun mereka merautkan rasa takut ke arahmu.” Ungkap Donghae mencurahkan isi hatinya. “ Aku benar-benar sangat kesepian selama bertahun-tahun ini, hidup menderita dalam keheningan dan kesunyian. Tak seorang pun yang mengetahui rahasia ini. Seorang penyihir jahat menyihirku dan merubahkan menjadi seorang monster dan hanya cinta sejati dari seorang gadis yang mau menerimaku apa adanya yang bisa menghilangkan sihir dari mantra itu agar merubahku menjadi sosokku yang semula. Yoona!! Aku sungguh sangat bahagia karena gadis itu adalah kau.”

Mereka pun saling berpelukan, tubuh mereka pun bertaut dalam kehangatan. Akhirnya mereka pun menikah dikastil tepat di kebun bunga dimana biasanya mereka selalu menghabiskan waktu berduaan. Pernikahan sederhana itu pun berlangsung dengan dihadiri kerabat terdekat, lalu mereka pun hidup bahagia selama-lamanya.

The End


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * Nixiemeilya says:

    Dongeng bwat anak aku nanti ini ahhh…

    | Reply Posted 5 years, 4 months ago
  2. waahh beauty and the beast versi YoonHae..keren pas ngebyanginnya hehehe ^^

    | Reply Posted 5 years, 4 months ago
  3. wah lebih seru karna pas baca ngebayangin pemainnya Yoong sama Hae^^*
    kan biasanya kartun hehehee

    | Reply Posted 5 years, 4 months ago
  4. * Cicirachma says:

    YoonHae.. Makin sweet pas ngebayangin pemainnya ini YoonHae.. Semua dongeng yg ada nnti nama tokohnya aku ganti YoonHae ah pas cerita ke anak aku nnti hahahaha

    | Reply Posted 5 years, 4 months ago
  5. * amalia_YH says:

    so sweet..
    cerita’ny keren..
    jarang ada ff berkisah seperti negri dongeng..
    prince donghae & princess yoona..🙂

    | Reply Posted 5 years, 4 months ago
  6. * SaeRa says:

    wah eonnie….bagus bagus…meskipun ceritanya udah lama denger, tapi jadi makin menarik kalau Yoonhae castnya..kehkehkeh

    | Reply Posted 5 years, 4 months ago
  7. * fishyoong says:

    Gak bisa ngebayangin rupa Donghae pas jadi monster~ walau dah tau kisahnya tetep aja seru kalau yg main yoonhae..

    | Reply Posted 5 years, 4 months ago
  8. * Rinnkyu says:

    Aaaaaa… Bagus nee ~
    *susah jelasinnya*
    Yoonhae ~

    “Hanya cinta sejati yang bisa melunturkan kutukan”. (Y)oona

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  9. * sylvia.monica22 says:

    biasanya aku nonton ini cuma berupa kartun.. Tpi waktu ada ff yoonhae sbgai castnya,senyum2 sndri ngebayanginya..
    Wahhh……

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  10. * HaenA says:

    hahahaha,, lucu jg klo ngbyangin hae ky monster (?)
    yoonhae emg slalu bkin gregetan…
    Jjang!!

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  11. * meti says:

    harusnya judulnya jangan beauty and the beast tapi beauty ang handsome.haha ngayal🙂 nice ff

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  12. * Milkyuhae says:

    Donghae jadi monster kaya apa O_O
    pasti tetep ganteng lah XP

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  13. * leeyooneun says:

    ffnya lucu fairytale
    ga ngebayangin Donghae jd monster kayak apa ,,,

    | Reply Posted 5 years, 1 month ago
  14. * SONELF says:

    Huahhh ,, baguss bnged onn !

    Bikin FF yoonhae yang banyak lagi yaa !

    | Reply Posted 5 years ago
  15. * Citra says:

    Bagus FFnya Eonni!!
    bikin yg banyak yah ff buat yoonhaenya..
    Fighting🙂
    *Mian kalo maksa, hehe

    | Reply Posted 5 years ago
  16. * mimimi says:

    Kereeen(y)

    | Reply Posted 4 years, 10 months ago
  17. * salicelee says:

    wkakawkwa , serasa inget jaman TK
    TK = the beauty n the beast versi WALT DISNEY
    sekarang = the beauty n the beast versi YOONHAE xD

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  18. * febrynovi says:

    Walaupun Beauty & The Beast ceritanya udah lama tapi tetep so sweet~ apalagi ditambah uri YoonHae cast-nya, makin so sweet aja hihihi xp
    Fighting!!

    | Reply Posted 4 years, 6 months ago
  19. * Deery00ng says:

    Bgus unN , ,
    q senyum” sndiri byangin haepPA , ,

    Buat lg unN,ff uri y0onhae yg fairy tale🙂

    | Reply Posted 4 years, 4 months ago
  20. * Salsa_YH says:

    seru bgt crita’a..

    YoonHae forever…

    ^^

    | Reply Posted 4 years, 3 months ago
  21. * jan says:

    Baguss

    | Reply Posted 3 years, 5 months ago
  22. * Riski Nur Arifiani says:

    Huaaaaa kerennn😀

    | Reply Posted 3 years, 3 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: