YoonHae Fanfics Library



[Chapter] Be My Partner (Part 10)

Author : Riana

Genre : [chapter 10] , Romantic Comedy

Cast : Yoona x Donghae x Seungri x Taeyeon

Rating : PG-13

Title : Be My Partner

Part 10

Falling In Love With You

Matahari yang membias masuk menyilaukan mata Yoon A, ia segera membuka matanya dan menemukan Dong Hae yang membuka tirai jendela di penglihatan pertamanya. Ia segera bangkit dan memperhatikan Dong Hae yang menyalakan laptopnya, kemudian duduk dan mulai mengamati rekaman dari kamera yang dipasangnya.

Yoon A segera mengucek matanya kemudian merapikan tempat tidur, ”Apa yang kau lakukan?”

”Aku ingin melihat keadaan Tae Yeon, apa sekarang dia baik-baik saja.” Sambut Dong Hae dingin.

Tiba-tiba rautan wajah Dong Hae berubah marah, ia menepuk meja dengan keras. Yoon A segera mencari tahu penyebabnya, ia menoleh ke arah layar monitor.

Yoon A tercengang tak percaya, melihat Seung Ri yang perlahan mendekap hangat tubuh Tae Yeon.  Kemudian Tae Yeon yang menyambut dengan hangat dan tersenyum manis. Tampak Tae Yeon yang tiba-tiba saja pingsan dan tak sadarkan diri.

”Tae Yeon, apa yang terjadi padamu?” Seung Ri coba membangunkannya.

”Ada apa dengan Tae Yeon?” Pikir Yoon A. Ia segera melirik Dong Hae yang bergegas memasang baju hangatnya dan mengambil handphone dari laci samping tempat tidur.

Sekejap ia duduk untuk mengikat tali sepatu.

”Apa yang ingin kau lakukan?” Sela Yoon A.

”Aku tak bisa membiarkan Tae Yeon sakit.” Dong Hae mengungkapkan kecemasannya. Ia bangkit dari duduknya kemudian keluar dari kamar sambil membanting pintu dengan keras.

”Dong Hae, tunggu!” Panggil Yoon A lantang.

Tanpa pikir panjang Yoon A bergegas mengejarnya, ia memasang baju hangatnya sambil mengikat tali sepatunya.

Udara pagi yang dingin terasa sangat menusuk, jalan kecil mereka lewati bersama. Dong Hae dan Yoon A, mereka bergegas menuju perkemahan yang mulai dirapikan.

Tampak Dong Hae yang tergesa-gesa, kemarahan membakar hatinya.

”Lee Dong Hae, tunggu!” Cegah Yoon A kembali pada Dong Hae yang tidak peduli padanya.

”Apa kau tidak merasa cemburu? Apa tidak marah melihat itu? Dan sekarang aku benar-benar tidak tahu bagaiman keadaan Tae Yeon.” Tukas Dong Hae mengingatkan Yoon A pada apa yang baru saja melihatnya.

Yoon A segera menarik tangan Dong Hae, sejenak mereka terhenti diantara pohon-pohon besar. ”Kenapa harus marah? Kita tidak berhak untuk marah. Karena sejak awal aku dan Seung Ri tidak punya hubungan apapun, kemudian kau dan Tae Yeon sudah memutuskan untuk berpisah. Jadi kalau Tae Yeon sakit tidak ada urusannya denganmu, disampingnya sudah ada Seung Ri yang siap menemani dan menjaganya.” Ungkap Yoon A memegang hangat tangan Dong Hae.

Tampak Dong Hae terengah-engah, ia mendongak menatap langit kemudian menoleh menatap Yoon A yang memegangi tangannya. Yoon A terlihat salah tingkah, ia segera melepaskan tangan itu. ”Maafkan aku.” Desis Yoon A dan mengalihkan wajahnya yang memerah.

”Aku tahu. Hanya saja aku masih belum bisa merelakannya sekejap saja untuk bersama orang lain.” Jelas Dong Hae.

Sekejap mereka duduk di bukit pegunungan, tampak di belakang mereka ilalang yang meninggi. Di samping mereka terdapat pohon besar yang daunnya mulai berjatuh dan taman bunga.  Di depan mereka mengalir air jernih di antar bebatuan.

Yoon A melemparkan kelopak bunga yang di petiknya, yang perlahan ikut bersama angin.

”Aku dan Tae Yeon dibesarkan bersama, bagiku dia seorang malaikat. Sebuah keajaiban yang diberikan untukku, dia menjadi bagian dalam hidupku. Senyumannya yang lembut membuatku merasa tenang. Dia tidak pernah membentak ataupun memarahiku saatku berbuat salah, dia hanya bilang apa bisa kau berpikir sebelum bertindak.” Cerita Dong Hae dan tertawa kecil. ”Aku juga masih ingat saat dia memberikan permen pertamanya untukku karena aku mengendarai sepeda dengan baik.”

”Kau pasti sangat merindukannya, bukan?” Sahut Yoon A sambil menoleh menatap Dong Hae.

”Benar. Aku sangat merindukannya.”

”Lupakan dia. Biarkan dia bahagia bersama orang lain. Kuyakin suatu saat nanti kau akan bertemu dengan orang yang memang ditakdirkan untukmu.” Desis Yoon A.

”Tae Yeon, hanya berusaha untuk bisa lebih memahamiku. Aku yakin tak lama lagi dia akan kembali padaku. Karena sejauh apapun dia melangkah, dia tetap akan mengarah padaku.” Ucap Dong Hae yakin.

”Kalau kau berpikiran seperti itu, lalu kenapa kau berusaha keras untuk memisahkannya dengan Seung Ri?” Gerutu Yoon A.

”Karena Tae Yeon adalah milikku. Selamanya hanya milikku.” Jelas Dong Hae. ”Tapi mulai detik ini aku akan berusaha, aku akan menjadi orang yang terbaik untuk Tae Yeon.” Sambung Dong Hae dan bangkit dari duduk.

Ia berdiri menatap seluruh pegunungan di depannya, ”Tae Yeon aku akan berusaha untuk membahagiakanmu.” Teriak Dong Hae.

”Selalu Tae Yeon. Apa kau memang benar tidak bisa melupakannya?” Desah Yoon A. Tiba-tiba angin bertiup, debu kecil menerpa mata Yoon A. ”Aw…” Yoon A merintih.

Dong Hae segera mendekatinya, melihat Yoon A yang terus mengucek mata kanannya. ”Apa yang terjadi?” Tukas Dong Hae cemas.

”Sepertinya ada sesuatu di mataku.” Jelas Yoon A dan terus mengusap matanya.

”Kemarilah!” Dong Hae dengan lembut memegangi kepala Yoon A. Beberapa kali ia meniup mata Yoon A, coba mengurangi sakit yang dirasakannya. ”Bagaimana?”

Yoon A tak menggubrisnya, jantungnya kembali berdetak kencang dan wajahnya memerah. Sejenak ia terdiam, hatinya berdecak kagum pada kelembutan Dong Hae padanya.

Tiba-tiba Dong Hae menatap tajam ke arahnya, ”Kenapa aku menatapku seperti itu?”

”Tidak. Tidak ada.” Yoon A segera menghindar. ”Aku baik-baik saja. Terima kasih.” Ucap Yoon A kemudian beranjak.

”Hei tunggu!” Teriak Dong Hae kemudian mengejar dan mengikutinya.

Yoon A terus saja menundukkan wajahnya sepanjang perjalanannya menuju penginapan, ia tak berani menoleh Dong Hae yang melangkah di belakangnya. Sesekali ia memperhatikan kaki Dong Hae, kemudian kembali menunduk.

Angin sejuk kembali berhembus dan berlalu seiring dengan jejak yang mereka tinggalkan.

Dengan cepat mobil kembali melaju di jalan raya meninggalkan penginapan. Tampak di depan sana sebuah bis yang memuat para murid melaju lebih dulu.

Tiba-tiba mobil yang mereka kendarai berhenti di tengah jalan. Dong Hae dan Yoon A segera keluar. ”Sepertinya bensinnya habis.” Bisik Dong Hae lirih, ia segera menghubungi para pesuruhnya, tapi panggilan itu gagal. Tak ada sinyal yang dapat membantunya menggunakan handphone itu dengan baik.

”Sial!” Geramnya sambil menendang mobilnya.

”Mungkin kita bisa menumpang mobil yang nanti lewat sini.” Yoon A memberikan pendapatnya.

Sejenak mereka duduk di tepi jalan, dekat bebatuan besar lereng gunung. Menunggu mobil yang bersedia memberikan tumpangan mereka.

Yoon A membenarkan rok sepanjang lutut yang dikenakannya kemudian kembali melihat jalan. Tak seorang pun melintas di sana, sunyi dan senyap.

”Sampai berapa lama kita menunggu di sini?” Gerutu Dong Hae.

”Tentu saja sampai ada mobil yang lewat.” Sahut Yoon A.

”Apa kau pernah mengalami ini sebelumnya?”

”Pernah. Tepatnya saat aku memasuk sekolah menengah beberapa tahun yang lalu. Bis yang kami tumpangi mengalami kerusakan pada mesinnya. Membuat kami harus menunggu sangat lama untuk bisa kembali ke rumah.” Cerita Yoon A.

”Tidak menarik.”

”Kalau tidak menarik kenapa kau bertanya?” Geram Yoon A.

”Karena kau sangat lucu, dan aku sangat suka pada gadis manis yang pemarah sepertimu.” Bisik Dong Hae lembut sambil menatap dalam mata Yoon A.

Yoon A segera terdiam, tak sepatah katapun dapat diucapkannya. Tiba-tiba wajahnya kembali memerah, ia segera menghindari tatapan Dong Hae yang melelehkan hatinya.

”Kenapa pipimu jadi merah? Apa kau malu?” Dong Hae terdengar bergurau.

”Tidak. Aku hanya…”

”Kalau kau menyukaiku, katakan sekarang juga sebelum kau menyesal.” Ejek Dong Hae.

”Siapa bilang aku menyukaimu? Kau pria bodoh.” Bantah Yoon A sambil bangkit dari duduknya dan mendorong Dong Hae pelan.

”Hei… aku hanya bercanda. Kalau memang tidak menyukaiku kau tidak perlu malu seperti itu.” Gumam Dong Hae.

Sebuah mobil pick up melintas dan berhenti di depan mereka. Seorang pria separuh baya memperlihatkan wajahnya dari balik kaca yang terbuka. ”Hei anak muda apa yang kalian lakukan di tempat ini?” Teriak pria yang tengah mengangkut berbagai macam buahan di bagian belakang mobilnya.

”Kami kehabisan bensin. Apa bisa kau memberikan tumpangan pada kami?” Jelas Yoon A yang perlahan menarik tangan Dong Hae menghampiri pria itu.

”Katakan kalian mau kemana?” Tanya Pria itu ramah.

”Seoul.” Singkat Yoon A.

”Kalau begitu naiklah, kebetulan aku juga ingin mengantar buah-buahan ini ke sana.” Terang Pria itu. ”Apa kekasihmu itu juga ikut?” Pria itu menunjuk Dong Hae yang tampak angkuh.

Yoon A menganggukkan pelannya. ”Kekasih? Apa aku dan Dong Hae terlihat seperti pasangan.” Batin Yoon A tampak gembira.

”Di depan hanya bisa memuat dua orang, jadi apa dia mau duduk di belakang. Masih ada sedikit tempat disana.” Ucap Orang itu kasar melihat Dong Hae yang terlihat sinis padanya.

”Apa bisa aku dan dia duduk di belakang saja, biar paman bisa lebih berkonsentrasi untuk menyetir?” Sahut Yoon A lembut.

”Baiklah terserah kau saja.” Pasrah orang itu yang penuh harap agar Yoon A duduk di sampingnya, menemaninya mengemudi.

Sejenak Yoon A dan Dong Hae duduk diantara keranjang buah yang mengelilingi mereka. Terlihat Dong Hae merautkan wajah masamnya sambil bersandar dan menatap langit coba menghilangkan kejenuhan di atas mobil pick up  yang bersedia mengangkutnya.

Perlahan Yoon A tertawa kecil, ”Benar-benar sangat lucu.” Ucapnya sambil melirik Dong Hae yang duduk di sampingnya.

”Apanya yang lucu?” Sambut Dong Hae marah.

”Kau.” Jawab Yoon A singkat.

”Pinjamkan pundakmu. Aku ingin tidur, nanti kalau sudah sampai di Seoul baru kau bangunkan aku.” Dong Hae menarik pundak Yoon A dan meletakkan kepalanya.

”Hei… apa yang kau lakukan?” Protes Yoon A.

”Jangan berisik. Bernyanyilah untukku.” Sambut Dong Hae dingin. Perlahan ia memejamkan matanya.

Yoon A lekas menoleh melihat Dong Hae yang tertidur nyenyak di pundaknya. Sejenak ia tersenyum lembut, ”Dasar egois.” Geram Yoon A. ”Dong Hae. Kau bilang aku harus mengatakannya sebelum aku menyesalinya, bukan?” Bisik Yoon A pelan. ”Sepertinya aku jatuh cinta padamu, Dong Hae. Apa kau mau bersamaku?”

Dong Hae hanya terdiam, ia terlena pada angin sejuk yang menerpanya. Yoon A tersenyum kecil, ”Kau diam berarti kuanggap kau bersedia. Tapi itu tidak mungkin.” Yoon A tertawa kecil. ”Karena kau masih menyukai Tae Yeon.”

Yoon A menarik napasnya dalam-dalam. ”Baiklah Dong Hae, bantu aku untuk melupakanmu saja.” Akhir Yoon A.

Ia segera meletakkan kepalanya di atas kepala Dong Hae dan memejamkan matanya.

Mobil itu terus melaju dengan santainya di bawah langit senja. Terlihat matahari yang mulai kehilangan sinar hangatnya yang memantul di lautan dan menjauh di balik awan.

Tae Yeon segera keluar dari bis, sejenak ia berdiri dan meletakkan tas punggung di sampingnya. Terlihat Seung Ri yang menampakkan wajahnya dari balik pintu bis dan tersenyum hangat pada Tae Yeon.

Sekejap mereka duduk di bangku taman sekolah, cahaya lampu taman menerangi tiap sudut yang gelap. Bayangan mereka terpantul ke rerumputan basah yang mengelilingi taman.

Seung Ri segera meletakkan kaleng softdrinknya, ”Apa keadaanmu sudah mulai membaik?” Ucapnya lembut sambil memegangi dahi Tae Yeon.

”Tidak apa-apa. Aku hanya masuk angin biasa, sebentar lagi pasti akan sembuh.” Sambut Tae Yeon dan tersenyum hangat kemudian menjauhkan tangan Seung Ri dari darinya.

”Jadi apa yang ingin kau lakukan sekarang?”

”Apa? Tidak ada. Hanya menjalani hidup seperti biasanya.” Sahut Tae Yeon dingin dengan menatap kosong bangunan sekolah di seberangnya. ”Ku rasa sudah  saatnya kita berpisah. Aku sudah mulai memahami perasaanku pada Dong Hae dan juga kau. Perasaan ingin terus bersama, dan perasaan yang datangnya sekejap, entah apa ini namanya. Yang jelas sekarang aku ingin menemui Dong Hae, aku merindukannya.” Ungkap Tae Yeon.

”Benar. Sudah saatnya kembali pada orang yang benar-benar kita sukai.”

”Beberapa hari ini banyak sekali hal yang kusadari. Aku mulai terbiasa tidak menelponnya di pagi hari dan malam hari sebelum tidur. Beberapa hari aku tidak pulang bersamanya, beberapa hari aku tidak melihatnya tersenyum dan terus bersikap sinis padaku. Dan aku mulai terbiasa dengan hal itu, sungguh.” Tae Yeon terputus. ”Hanya saja aku tidak terbiasa untuk tidak mengetahui keadaannya kemarin, hari ini, esok, esoknya, dan seterusnya. Aku ingin mengetahui apa dia baik-baik saja, apa yang dilakukannya. Aku ingin kembali padanya.” Cerita Tae Yeon.

”Baiklah Kim Tae Yeon. Sekarang kita kembali pada tujuan hidup kita. Senang bisa kenal dan dekat denganmu.” Seung Ri mengulurkan tangannya.

Tae Yeon tersenyum hangat, ia meraih tangan itu dan menjabat tangan Seung Ri. ”Aku juga sangat senang karena pernah mengenalmu. Terima kasih untuk semua yang pernah kau lakukan padaku. Aku yakin siapapun yang berada di sampingmu akan sangat bahagia.”

”Kau juga. Semoga kau dan Dong Hae bahagia.” Sambut Seung Ri lembut.

”Jangan lupa untuk segera mengatakannya pada Yoon A bahwa kau menyukainya. Katakan dengan romantis, dan buat dia kagum padamu.” Tae Yeon dengan nada gurauannya.

Sekejap mereka saling menatap dan tertawa kecil satu sama lain kemudian melepaskan jabatan tangan mereka.


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * ochalicious says:

    ini bersambung ato tamat un . . ??
    ah hae babo nih masa g ngerti perasaan yoona . .
    kalo bersambung bikin jadian y un . .
    hehe . .

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  2. * mimi says:

    hihi akhirnya ada juga lanjutannya..
    jadi makin penasaran endingnya, semoga tetep dan harus yoonhae akhirnya #maksa
    oya eon,mw tanya download lagu Y dimana ya? ko aku ga nemu2 sih..padahal penasarn bgt huhu
    mksh sblumnya eonni ^^

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
    • kmrn eonni downloadnya d livejournal, trus dpt link mediafire.
      n skrg eonni sndri udh lupa, cz kmrn carinya acak. hhee
      coba langsung k 4shared ketik Super Junior – Y, ato gk ke Youtube cari yg video + link downloadnya.
      Good Luck ya dongsaeng ^^

      | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  3. * sylvia.monica22 says:

    uwaa..
    Jangan sampe yoonhae gk jdi #maksa
    yoonhae yoonhae..😀

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  4. Aduuh! Lanjutkan donkz!!

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  5. * haee says:

    aku reader baru thor.. salam kenal
    baru baca dari part 1-10… ff nya seru thor. sukaaa
    komen part ini dulu nanti yang lainnya thor

    hae udah mulai baik dengan yoona
    padahal yoona dah ungkapin perasaannya tapi hae tidur.. moga aja hae nggak tidur jadi dia dengar yang dikatakan yoona..
    hae beneran cinta dengan tae ya thor? atau karena udah biasa hidup bersama aja
    kalau tae yeon balek dengan hae, gimana yoona nya
    yoonhae harus jadian…

    ditunggu lanjutannya thor🙂

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  6. * Nciz Krisna says:

    benih2 cinta tumbuh diantara Yoong and Hae
    *meenabur bunga….
    #plak! mank kuburan
    ayooo lanjuut, chingu

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  7. Andwee ..
    Kenapa jadi balikan lgi??
    Huft ..

    Pasti ntar Donghae nya gk terbiasa gk da Yoong eonni disamping nya ..
    Hehehe ..

    Lanjut .. Lanjut .. Lanjut sampai akhir ..
    Hee ..

    | Reply Posted 4 years, 11 months ago
  8. * Deery00ng says:

    Lanjut unN , ,
    Y0onhae jjang fightING !

    | Reply Posted 4 years, 4 months ago
  9. * ChaEkha says:

    Lanjuuuut🙂

    | Reply Posted 4 years, 2 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: