YoonHae Fanfics Library



[Chapter] Be My Partner (Part 11)

Author : Riana

Genre : [chapter 11] , Romantic Comedy

Cast : Yoona x Donghae x Seungri x Taeyeon

Rating : PG-13

Title : Be My Partner

Part 11

I Love Him

Tiba-tiba tawa yang membahana dan teriakan para murid yang tak karuan tenggelam. Melihat guru mereka melangkah dengan santai dengan penggaris dan bukunya memasuki kelas mereka.

Yoon A segera melemparkan bukunya ke meja Dong Hae di belakangnya kemudian duduk dengan tenang.

”Yoon A, bagaimana sepulang sekolah nanti makan ice cream bersamaku?” Bisik Dong Hae.

”Apa kau mentraktirku?” Sahut Yoon A gembira.

”Tidak. Kau harus bayar sendiri.” Jawab Dong Hae membuat masam wajah Yoon A. ”Bercanda. Aku akan mentraktirmu, jadi kau tenang saja.” Sambung Dong Hae segera.

”Baiklah. Mari kita pergi.” Sambut Yoon A bersemangat.

Terdengar guru wanita itu memukulkan penggarisnya dengan tegas, ”Diharap semuanya tenang.” Teriak guru itu lantang dan menggema seisi ruangan. ”Sudah satu bulan tepat, sekarang juga kumpulkan rangkuman kalian tentang sejarah negara lain.” Guru itu sambil membersihkan kembali papan tulis yang sudah bersih.

”Tugas. Aku lupa, tugas kelompok yang aku kerjakan bersama Dong Hae. Bodoh karena terlalu sibuk menyusun rencana menghancurkan hubungan Seung Ri dan Tae Yeon membuatku lupa untuk mengerjakannya. Bagaimana sekarang?” Pikir Yoon A gelisah.

Tampak Dong Hae menepukkan sebuah rangkuman ke pundak Yoon A, ”Hei.” Panggil Dong Hae, ”Cepat sana kumpulkan!” Perintah Dong Hae.

Yoon A merautkan wajah bingungnya, ”Kapan kita mengerjakannya? Bukankah kita belum membuatnya.” Tukas Yoon A meraih rangkuman itu.

”Bukankah sudah kubilang kau tenang saja. Maka semuanya pasti akan baik-baik saja. Ada banyak orang di luar sana yang menunggu perintahku.” Jelas Dong Hae.

”Baiklah. Karena sudah dikerjakan, jadi tidak perlu khawatir lagi.” Akhir Yoon A kemudian melangkah mengumpulkan laporan itu di meja guru.

Koridor kelas yang terdengar ramai dengan berbagai macam suara di waktu istirahat. Diantara para pejalan kaki di koridor itu, tampak Dong Hae dan Yoon A yang berjalan menuju kantin sekolah.

Sesekali Dong Hae berpikir untuk berbuat jahil, ia menarik rambut Yoon A yang terurai. Yoon A segera melirik Dong Hae yang terlihat mengalihkan perhatiannya pada langit-langit koridor.

Terlintas dalam benak Yoon A untuk membalasnya, ia segera menarik dasi Dong Hae yang melingkar di lehernya. Tampak Dong Hae yang menjerit kesakitan, ia segera berlari mengejar Yoon A yang melarikan diri.

Terdengar tawa mereka yang membahana di koridor, sekejap mereka terhenti. Di depan mereka tampak Tae Yeon dan Seung Ri yang sejak tadi memperhatikan mereka.

”Dong Hae.” Panggil Tae Yeon.

“Yoon A”. Panggil Seung Ri.

Dong Hae dan Yoon A segera menoleh mereka. Tampak Yoon A segera menyambut mereka dengan hangat, “Hai! Bagaimana study tour kalian? Apa semuanya baik-baik saja.” Yoon A terdengar berbasa-basi.

“Semuanya baik-baik saja. Sangat menyenangkan.” Ungkap Tae Yeon.

”Ayo Yoon A, kita ke kantin saja.” Dong Hae lekas menarik tangan Yoon A dan beranjak dari hadapan mereka.

”Dong Hae, tunggu!” Cegah Tae Yeon yang coba meraihnya, tapi Dong Hae dan Yoon A tak menggubrisnya.

Perlahan Yoon A menaiki tangga rumah sambil mengeringkan rambutnya yang basah. Tampak Seung Ri yang berpapasan dengannya dan tersenyum lembut padanya. Yoon A segera membalas senyuman itu dan melanjutkan langkanya yang sejenak terhenti.

”Yoon A!” Panggil Seung Ri.

Yoon A segera memalingkan wajahnya menatap Seung Ri, “Kenapa?”

”Apa bisa bicara sebentar?”

Mereka berdua duduk di balkon sambil menatap sang rembulan bersama para bintang. Seung Ri segera memberikan sekaleng soft drink untuk Yoon A, Yoon A menyambutnya dan tersenyum hangat. ”Terima kasih.”

”Akhir-akhir ini, kau dan Dong Hae terlihat sangat dekat.” Seung Ri membuka pembicaraan.

”Kau dan Tae Yeon juga. Bagaimana dengan hubungan kalian?”

”Sejak kapan aku dan Tae Yeon mulai berhubungan?” Bantah Seung Ri. ”Aku dan Tae Yeon hanya memutuskan untuk bersama sebentar saja sampai kami benar-benar memahami perasaan kami pada orang yang benar-benar kami sukai.” Terang Seung Ri.

”Benarkah?” Yoon A tak percaya.

”Sungguh. Selama ini dalam benaknya masih ada Dong Hae, dan aku juga sepertinya. Masih memikirkan orang yang kusukai.” Seung Ri mengungkapkan kebenaran.

”Jadi selama ini kalian…” Yoon A terbata-bata.

”Benar. Dan sekarang kami berpisah.”

”Apa Tae Yeon akan kembali pada Dong Hae?” Tanya Yoon A penasaran.

”Kemungkinan besar. Sejak dulu mereka memang selalu bersama, bukan?” Seung Ri meneguk soft drinknya.

”Dong Hae dan Tae Yeon. Bersama lagi.” Desah Yoon A. Ia segera bangkit dari duduknya. ”Tiba-tiba saja aku mengantuk. Bagaimana kalau besok saja kita lanjutkan bicaranya?”

Seung Ri lekas mendongak menatap Yoon A yang beranjak pergi dari hadapannya begitu saja. ”Kenapa? Ada apa dengannya?” Pikirnya sejenak.

Yoon A segera menutup pintu kamarnya dan melemparkan tubuhnya ke atas kasur. Sejenak ia berbaring di sana sambil menatap langit-langit kamar. Cahaya lampu tampak menyilaukan matanya.

Ia menghela napasnya, ”Aku tak akan pernah bisa menggapaimu, Lee Dong Hae. Kebahagiaan akan kembali padamu.” Desis Yoon A.

”Apakah ini cintaku yang sebenarnya? Lalu bagaimana perasaanku pada Seung Ri selama ini? Apakah itu hanya perasaan kagum saja karena kelembutannya dan kehangatannya serta keramahannya padaku?” Desah Yoon A sejenak sambil mendekap erat boneka beruangnya.

Ia kembali menghela napasnya, ”Aku benar-benar tidak tahu.” Ungkap Yoon A yang dilanda kebimbangan.

Dong Hae segera mematikan laptopnya, ia beranjak dari ruang belajar menuju kamarnya. Tampak handphone miliknya berdiam diri di atas lemari kecil di sudur ruangan itu. Sejenak ia menatap handphone itu, terlintas dalam benaknya Yoon A. ”Apa yang sedang Yoon A lakukan sekarang? Apa tidak sebaiknya aku menelponnya?’ Pikir Dong Hae ragu.

Ia segera melangkah menghampiri laci itu dan meraih handphonenya, kemudian berdiri di sana sambil memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celana panjangnya dan tangan kanannya tengan memencet tombol handphone kemudian matanya melirik mencari nama Yoon A di kontak. Tiba-tiba niatnya terhenti, ”Tidak. Untuk apa aku menghubunginya?” Sela Dong Hae dan menutup handphonenya kemudian meletakkannya kembali ke atas lemari kecil itu.

Dengan gontai ia melangkah menuju pintu keluar. Terdengar handphonenya yang berbunyi mencegahnya untuk pergi.

Ia bergegas meraih handphone itu dan menjawab tanpa melihat nama orang yang tengah memanggilnya. ”Yoon A.” Tukasnya segera.

”Dong Hae. Apa kau sedang menunggu telepon dari Yoon A?” Sahut suara gadis di seberang sana.

”Tidak. Tae Yeon, ada apa?” Sambut Dong Hae dingin setelah mengetahui suara yang begitu dikenalnya.

”Besok hari libur, apa mau pergi ke sauna bersamaku?” Tawar Tae Yeon.

”Aku tidak begitu suka pergi ke sauna.” Dong Hae terdengar sinis.

”Bagaimana kalau berenang? Sudah lama kita tidak pergi bersama?”

”Akhir-akhir ini udaranya tidak baik untuk pergi berenang.” Dong Hae coba menolak dengan lembut.

”Kalau begitu naik kapal pesiar saja. Kita berlayar di tengah laut, bagaimana?” Tae Yeon segera. ”Aku juga akan mengajak Yoon A dan Seung Ri, kau mau ikut?”

”Yoon A.” Desis Dong Hae pelan. “Baiklah aku ikut.” Dong Hae mengiyakan kemudian menutup teleponnya.

Tae Yeon segera menatap lirih handphone di tangannya. Ia segera beralih posisi dari tengkurapnya dan berbaring kembali. Ia segera meletakkan handphone ke samping bantalnya. ”Kenapa Dong Hae berubah dingin seperti ini?” Pikir Tae Yeon.

”Apa karena kebersamaanku dengan Seung Ri? Tapi kami sudah berpisah.” Sejenak Tae Yeon bertanya pada dirinya sendiri. ”Benar juga. aku belum memberitahukan padanya bahwa aku dan Seung Ri sudah tidak bersama lagi. Besok akan kujelaskan padanya.” Tae Yeon tampak bersemangat. ”Atau mungkin dia jatuh cinta pada gadis lain, mungkin gadis itu Yoon A.” Tae Yeon segera bangkit dari baringnya dan duduk.

”Tidak boleh. Dong Hae tak boleh menyukai gadis selain aku. Tidak mungkin.” Tegas Tae Yeon yang bangkit dari duduknya dan menuangkan air putih ke dalam gelasnya kemudian meminumnya untuk menenangkan pikirannya yang gelisah.

Perlahan kapal itu mulai melaju berlayar di atas lautan luas, tak tampak lagi dermaga yang ditinggalkan. Seorang kapten siap memimpin pelayaran pendek ini.

Terlihat Tae Yeon mengambilkan segelas wine dan memberikannya pada Yoon A yang duduk merasakan udara sejuk yang menerpanya. ”Ini untukmu.” Ucapnya hangat.

Yoon A meraih wine dalam gelas cantik itu, ”Kapal ini sangat indah? Apa kau merancangnya sendiri.” Ucap Yoon A kagum.

”Tidak. Ini merupakan hadiah ulang tahun dari ayah dan ibu Dong Hae untukku, mereka bilang Dong Hae yang memilihnya sendiri karena dia orang paling tahu seperti apa seleraku.” Cerita Tae Yeon.

”Dong Hae benar-benar sangat baik.” Ungkap Yoon A terhenyak, ”Benar-benar laki-laki yang romantis. Memilihkan hadiah semewah ini. Banyak kenangan yang mereka lewati bersama. Sementara aku, apa hal istimewa yang pernah kami lakukan bersama selain bertengkar.” Desah Yoon A dalam hati. ”Sudah tidak ada harapan lagi. Aku harus segera membuang jauh-jauh mimpiku untuk bersamanya.” Yoon A sibuk dengan pikirannya sendiri.

Terdengar seseorang berteriak memanggil namanya, Yoon A segera bangkit dari duduknya dan mencari asal suara itu. Ditemukannya Dong Hae yang berdiri jauh darinya tersenyum hangat sambil melambaikan tangan padanya.

”Dong Hae.” Sambut Sambut Yoon A gembira, ia segera beranjak menghampiri Dong Hae. Tampak Tae Yeon yang tercengang dan Seung Ri yang segera mengalihkan perhatiannya menengok mereka berdua tempat duduknya.

”Apa kau mau menemaniku memancing?” Dong Hae mempelihatkan pancingannya.

”Boleh. Ayo!” Yoon A mengiyakan dan mengikuti Dong Hae yang melangkah di depannya.

Tae Yeon dan Seung Ri segera bangkit dari duduk mereka, mereka saling menatap dengan penuh tanya. ”Ada apa ini?” Tukas Tae Yeon. ”Apa Dong Hae berniat untuk membalasku?” Tae Yeon berprasangka buruk.

”Sepertinya mereka berdua saling menyukai.” Ucap Seung Ri ragu.

”Apa kau sudah mengatakan bahwa kau menyukainya?” Tanya Tae Yeon mengingatkan Seung Ri pada Yoon A.

”Tidak.” Seung Ri menggelengkan kepalanya.

Tae Yeon segera mendengus kesal. ”Keterlaluan.” Geramnya sambil menatap laut biru luas yang mengelilinginya.

Sejenak Tae Yeon menghentikan langkahnya, matanya terus tertuju pada Yoon A yang tampak bahagia bersama Dong Hae. Ia melihat dengan tegas mereka tertawa bersama.

Dong Hae kembali melemparkan umpannya ke laut, kemudian bersabar menunggu ikan memakannya.

”Kau tunggu sebentar di sini.” Dong Hae memegangi pundak Yoon A dan meninggalkannya pergi.

Tae Yeon yang sejak tadi mengamati dari kejauhan lekas menghabiskan winenya, ia menarik napasnya dalam-dalam kemudian melangkah gontai menghampiri Yoon A. Tiba-tiba ia menarik bahu Yoon A dan menatap tajam ke dalam mata Yoon A. ”Apa kau menyukai Dong Hae? Apa kau pikir bisa merebutnya dariku?” Tukas Tae Yeon dengan nada suara marahnya.

”Apa maksudmu?” Sambut Yoon A sinis dan segera menjauhkan tangan Tae Yeon yang menyakiti lengannya.

”Katakan, apa kau menyukai Dong Hae?” Teriak Tae Yeon menggema.

Seung Ri dan Dong Hae segera beranjak pergi mencari asal suara itu. Mereka berlari untuk melerai Tae Yeon yang terlihat terus membentak Yoon A.

”Benar. Aku memang menyukainya. Lalu kenapa? Apa kau bisa mencegah aku menyukainya?” Teriak Yoon A lantang.

Sekejap Seung Ri menghentikan langkahnya, di dekatnya terlihat Dong Hae yang tercengang tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

”Aku menyukainya sejak kau membuatnya terluka, aku menyukainya dan sangat ingin bersama dengannya. Lalu kenapa? Apa kau ingin marah?” Bentak Yoon A yang tak menyadari Dong Hae dan Seung Ri yang berdiri di belakangnya.

Tanpa pikir panjang Tae Yeon yang terlarut dalam kemurkaannya mendorong Yoon A jatuh ke lautan yang dalam. Tampak air yang tenang itu menjadi keruh, sejenak Yoon A terdiam dalam air dingin itu. Kesadarannya mulai hilang, ia tak dapat meraih seberkas cahaya pantulan matahari yang membias ke matanya.

”Yoon A.” Teriak Dong Hae.

Ia segera melepaskan jasnya dan menceburkan diri ke dalam laut kemudian meraih tangan Yoon A dan menyelematkannya naik ke permukaan.

Ruangan kecil dalam kapal, terdapat kasur di dalamnya. Tampak Yoon A yang berbaring di sana tak sadarkan diri. Perlahan matanya yang terpejam, terbuka dan melebar. Matanya mulai menerawang isi ruangan itu, ditemukannya Seung Ri yang duduk di dekatnya dan dengan sabar menjaganya.

”Apa yang kau lakukan di sini?” Yoon A dengan wajah bingungnya bangkit dan duduk bersandar.

”Tadi Dong Hae menyelematkanmu dan membawamu ke sini. Dia memintaku untuk menjagamu.” Jelas Seung Ri.

”Dong Hae, menyelamatkanku?” Yoon A tak percaya.

”Sebenarnya ada apa antara kau dan Tae Yeon sampai kalian bertengkar seperti ini?”

”Hanya ada sedikit salah paham.” Singkat Yoon A. ”Apa mungkin Dong Hae mendengarnya? Tidak mungkin.” Pikir Yoon A ketakutan. ”Apa yang harus kulakukan sekarang? Memalukan dia tahu aku menyukainya.” Desah Yoon A.

”Kenapa?” Seung Ri memegangi dengan lembut pundak Yoon A.

”Tidak.” Yoon A coba bangkit dari kasur itu. “Sekarang aku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir.” Yoon A menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya.

”Apa benar yang baru saja kau katakan?” Seung Ri menghentikan langkah Yoon A. ”Kau menyukai Dong Hae, apa itu benar?”

”Aku tidak ingin membahas hal itu.” Sambut Yoon A dingin. Ia segera keluar dari ruangan sempit yang cukup panas itu.

Sejenak ia berdiri bersandar di dinding samping pintu. Ia terdiam disanamenatap laut dan langit yang mulai senja.

Tepat di lantai dua, mereka berdua berdiri di balkon dan bersandar di pagar. Kembali Tae Yeon meneguk wine yang terus saja mengisi tenggorokannya.

Tampak Dong Hae yang baru saja mengganti pakaiannya, rambutnya yang basah tertiup angin. ”Aku kecewa padamu Tae Yeon. Kenapa kau melakukan itu?” Ungkap Dong Hae.

”Itu semua karena kau. Karena Yoon A menyukaimu.” Tegas Tae Yeon yang tampak emosi.

”Sebenarnya siapa kau? Aku tidak merasa pernah mengenalmu? Dimana Tae Yeon yang pernah kukenal dulu. Tae Yeon yang lembut dan penuh kehangatan.” Sindir Dong Hae.

Perlahan Tae Yeon mengeluarkan air matanya, terdengar rengekan yang seperti anak kecil. ”Sungguh maafkan aku Dong Hae. Aku tahu aku salah karena telah meninggalkanmu, tapi semua itu hanya ingin meyakinkan bahwa aku bersamamu bukan karena perjodohan melainkan karena aku benar-benar menyukaimu.” Ungkap Tae Yeon.

Dong Hae segera menarik tubuh Tae Yeon dan mendekapnya dengan hangat, ”Bodoh. Sejak kapan kau berubah seperti ini?” Bisik Dong Hae yang terdengar bercanda. ”Tae Yeon, kembalilah seperti dulu. Jadilah Tae Yeon yang lembut seperti dulu.” Dong Hae sambil mengusap rambut Tae Yeon.

”Aku paham. Kelak aku tak akan berubah lagi. Berjanjilah untuk tidak membalasku.” Sahut Tae Yeon.

Terdengar Dong Hae tertawa kecil, ”Apa aku sejahat itu?” Sambut Dong Hae hangat.

Terlihat kapal itu sudah tiba di dermaga, mereka segera turun dari kapal. Tampak Tae Yeon yang kembali tersenyum dan menggenggam erat tangan Dong Hae dan berjalan menuju mobil yang menunggu mereka. Di belakang mereka berdiri dengan tegap Yoon A dan Seung Ri yang terus menatap tajam ke arah mereka.

Perlahan Dong Hae menoleh ke belakang membalas tatapan Yoon A. Dengan penuh kelembutan ia tersenyum pada Yoon A dan membuat Yoon A kembali meronakan merah pipinya.

Bersambung~


Trackbacks & Pingbacks

  1. Be My Partner | YoonG-fanfic pingbacked on 1 year, 7 months ago

Comments

  1. * ochalicious says:

    1st kah . . ?
    ih si taeng jadi jahat . .
    benih2 cinta udh tumbuh kyanya d hati yoonhae . .
    d tunggu lanjutannya y un . .

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  2. * HaenA says:

    bingung mo coment apa,?’

    hae cpat sadari perasaan mu bwt yoong,,,

    yoonhae!!

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  3. * sylvia.monica22 says:

    donghae…
    Taeyeon kenapa dirimu..?
    Yoona fighting..!!
    Seung ri jaga yoona ya sampai donghae membalas cinta yoona..😀
    lanjutin ya author….

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  4. * Cicirachma says:

    Wah itu terakhirnya Hae senyum dalam arti apa itu sampe Yoong malu2 gtu?? Hae cepatlah sadaaaaaarrr kalau cintamu buat Yoong kekeke

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  5. Dr awal aku baru komen skrg, mian ya chingu.. Habisnya kesel Hae kayak sayang banget sama Taeyeon.. Kapan dong yoonhaenya?

    | Reply Posted 5 years, 3 months ago
  6. Duh .. Makin deg ..deg ..kan jelang part akhir ..

    Akhir ny Hae oppa tau perasaan Yoong eonni ..
    Sumpah part ini buat aku geregetan bgt ..
    Gak sabar .. Gak sabar mau baca lanjutan nya ..
    Ngabur dulu ah ..

    | Reply Posted 4 years, 11 months ago
  7. * Deery00ng says:

    Lanjut unN , ,
    Y0onhae jjang , ,
    fightING🙂

    | Reply Posted 4 years, 4 months ago
  8. * ChaEkha says:

    Lanjuuuuuuuttttttt….🙂
    Penasaran ma part terakhir….hehehe🙂

    | Reply Posted 4 years, 2 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: