YoonHae Fanfics Library



[Chapter] Complete (Part 2)

Author : Cicirachma

Genre : Chapter, Romance

Cast : Yoona x Donghae

Rating : PG-15

Tittle : Complete

Complete

Part 2 

“Kena! Kau ini larinya cepat sekali. Ayo cepat bersihkan bekas gulali ini di pipiku, lengket tahu!” setelah berlari-lari akhirnya Donghae berhasil menangkap Yoona dan langsung memegang pergelangan tangan Yoona.

“Oppa, kau ini manja sekali, hanya lengket sedikit saja. Kaukanbisa bersihkan sendiri.” Protes Yoona sambil memanyunkan bibir tipisnya.

“Tidak bisa, kau yang berulah kau juga yang harus tanggung jawab.”

“Iya iya sini aku bersihkan. Tapi lepaskan dulu tanganku.”

Donghae agak sedikit terkejut, ia tidak menyadari kalau ia sudah cukup lama menggenggam tangan Yoona, dengan cepat ia langsung melepaskan genggamannya. Dengan segera Yoona mengambil tissue basah di dalam tasnya.

“Ayo oppa kita duduk disanasambil membersihkan pipimu. Huh, manja sekali.”

“Apa kau bilang? Aku tidak manja, aku hanya ingin minta pertanggung jawaban. Seperti waktu itu aku meminta ganti rugi bemper mobilku yang penyok gara-gara kau tabrak.”

“Tapikanwaktu itu kau tidak menuntut seperti ini, memang dasarnya kau saja yang manja. Yasudah lah, sini aku bersihkan pipimu supaya tidak lengket lagi.”

Donghae pun tersenyum puas, ia merasa menang sekarang.

Yoona lekas membersihkan pipi Donghae dengan tissue basah. Dengan lembut dan pelan Yoona mengusap pipi Donghae.

“Kau memang cocok ya jadi perawat. Hal sekecil ini saja kau serius sekali melakukannya. Pantas saja anak-anak di rumah sakit sangat suka denganmu. Ah, atau jangan-jangan kau terpesona ya dengan ketampananku? Makanya kau serius dan lembut sekali membersihkan wajahku ini.” Ledek Donghae yang dengan sukses membuat jantung Yoona berdegup kencang.

“Kau bisa diam tidak? Percaya diri sekali kau ini.” Elak Yoona agar tidak ketahuan kalau sesungguhnya ia memang terpesona dan sangat menyukai wajah Donghae yang seperti anak kecil.

“Sudah selesai. Sudah bersih, sudah tidak lengket lagi. Padahal hanya lengket sedikit saja, kau ini berlebihan sampai memintaku untuk membersihkannya.”

“Yakin sudah bersih?” Tanya Donghae meledek lagi sambil menunjuk pipi kirinya yang tadi terkena gulali.

“Kalau kau tidak percaya, pegang saja pipimu sendiri.” Jawab Yoona jengkel.

“Hahaha iya iya aku percaya. Kau ini cepat sekali ngambek.”

Drrrrttt….drrtttt… handphone Donghae bergetar, ia lalu mengambil handphonenya di saku celanannya. Tiba-tiba Donghae tersenyum lebar ketika mendapati seseorang yang menelepon nya adalah Jessica.

“Sebentar Yoong, akau angkat telepon dulu.” Donghae mengambil langkah menjauhi tempat di mana Yoona berdiri.

“Ya, Sica.Ada apa kau meneleponku?” Tanya Donghae.

“Donghae, bisakah kau menemuiku sekarang? Aku tunggu kau di café dekat rumah sakit.” jawab Jessica dari seberangsana.

“Tentu saja aku bisa. Sekarang juga aku ke sana ya. Sampai bertemu.”

Setelah menutup telepon, Donghae menghampiri Yoona yang menunggunya.

“Yoong, tadi itu Jessica yang menelepon. Ia memintaku menemuinya sekarang juga di café dekat rumah sakit. Kalau begitu aku pergi ya, sampai bertemu besok di rumah sakit.” pamit Donghae.

Yoona menatap Donghae yang sudah berlari menjauh. Matanya pun tidak lepas menatap Donghae hingga sosok laki-laki itu menghilang di ujung jalan sana. Sungguh, perasaan Yoona saat ini terasa sesak. Ia kecewa dan sedih melihat Donghae begitu senang untuk menemui Jessica, sampai-sampai Donghae rela meninggalkannya sendirian di taman hiburan. Tapi mau bagaimana lagi, Yoona sadar bahwa ia tidak bisa menggantikan posisi Jessica di hati Donghae.

Di café, Jessica menunggu kedatangan Donghae. Sudah sekitar setengah jam ia menunggu sambil mengaduk-aduk jus alpukat yang tadi dipesan dan sampai sekarang ia belum meminumnya. Ketika Jessica mendongakkan kepalanya, ia mendapati Donghae sudah ada di pintu masuk café, dan Jessica melambaikan tangannya.

“Maaf aku terlambat. Tadi di jalan sedikit macet.” Donghae langsung duduk di bangku yang kosong di hadapan Jessica.

“Tidak apa-apa Hae, aku juga belum lama di sini.” Jawab Jessica sambil tersenyum.

“Kau memintaku kesini untuk apa? Apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan? Atau kau sudah memikirkan perkataanku waktu itu dan memutuskan untuk kembali padaku?” Tanya Donghae bertubi-tubi.

“Maafkan aku Hae, aku tidak bisa menerimamu lagi. Aku sangat-sangat memohon maaf padamu.” Jawab Jessica hati-hati. Ia takut akan melukai perasaan Donghae.

“Jadi, kau sungguh-sungguh ingin bersama laki-laki yang bernama Taecyeon itu?”

“Aku dan Taecyeon pun belum ada hubungan serius sampai sekarang. Hubungan kami masih layaknya teman. Aku yakin Hae, perasaanmu yang sekarang sudah lain terhadapku. Jauh di dalam lubuk hatimu ada seseorang yang hanya saja kau masih belum menyadarinya.”

“Baiklah kalau itu maumu. Aku akan berusaha melupakanmu.”

“Tanpa kau berusaha pun aku tahu kau sudah melupakanku, hanya saja kau belum yakin.”

“Tapi kita masih bertemankan?” lanjut Donghae.

“Tentu saja.”

_

Keesokan harinya di rumah sakit terlihat Donghae sedang memeriksa keadaan anak-anak. wajahnya memang terlihat agak murung atau lebih tepatnya ia bingung tentang perasaannya.

“Yeah Yoona unnie sudah datang!” salah satu anak perempuan yang sudah diperiksa oleh Donghae menghampiri Yoona yang baru saja tiba.

“Selamat pagi! Bagaimana keadaan kalian hari ini?” Tanya Yoona ramah.

“Kami baik-baik saja suster cantik.” Jawab anak-anak serentak.

Donghae sesaat menengok ke arah Yoona, namun tidak lama ia menyibukkan dirinya lagi.

Menyadari mood Donghae yang hari ini tidak begitu baik, Yoona enggan untuk menghampiri Donghae. Maka dari itu ia kembali bermain dengan anak-anak.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan waktu makan siang. Tidak seperti biasanya Donghae yang selalu mengajak Yoona makan bersama, kali ini Donghae pergi sendirian tanpa mengajak Yoona.

“Ada apa ya dengan Donghae? Tidak seperti biasanya. Bahkan hari ini dia belum menegurku. Apa aku ada salah ya padanya?” pikir Yoona.

Di koridor Yoona bertemu dengan Jessica, kebetulan Jessica juga ingin pergi makan siang.

“Dokter, mau makan siang jugakan? Kita pergi bersama-sama saja bagaimana?” Tanya Yoona.

“Ide bagus. Ayo kita ke kantin sekarang. Oh ya, ngomong-ngomong panggil saja aku Jessica.”

“Oh, baiklah Jessica.”

“Nah, begitukan lebih enak.”

Di kantin, mereka bertemu dengan Donghae yang duduk sendirian. Jessica pun mengajak Yoona untuk menghampiri Donghae. Sebenarnya Yoona merasa enggan untuk menghampiri Donghae, tapi mau tidak mau karena ini ajakan Jessica ia tidak enak untuk menolak.

“Donghae, tidak apa-apakan kalau kami duduk di sini. Daripada kau hanya sendirian. Tapi tunggu sebentar, tumben ya kalian tidak bersama. Biasanya kalian selalu berdua.”

“Ah, itu… itu karena…” jawab Yoona bingung.

“Ya itu karena aku ingin sendirian. Aku tidak harus selalu dengannya kan.” Sambung Donghae agak ketus.

Mendengar jawaban Donghae, Yoona sangat terkejut. Ia tidak mengerti mengapa sikap Donghae tiba-tiba berubah dingin padanya seakan-akan Donghae tidak pernah mengenalnya.

“Aku duluan ya. Oh ya Sica , besok kita akan sibuk sekali menangani banyak pasien karena besok ada program pengobatan gratis *aduh ini aku ngarang banget programnya haha* maka dari itu jaga kesehatanmu. Aku senang besok kita akan menghabiskan waktu bersama.” Donghae bangkit dari tempat duduknya. Sebelum meninggalkan mereka berdua, Donghae tersenyum dan menunjukkan rasa perhatiannya pada Jessica.

Menerima perlakuan yang tidak biasa dari Donghae secara tiba-tiba, Jessica merasa aneh sendiri. Lalu ia mengalihkan pandangannya pada Yoona yang duduk di sebelahnya. Saat itu Yoona terlihat memaksakan dirinya sibuk menghabiskan makanannya seakan-akan tidak terjadi apa-apa.

_

“Hah, lelah sekali rasanya.” Keluh Donghae sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya setiba ia di kamarnya. Ia menerawang ke arah langit-langit kamarnya.

“Hari-hariku terasa beda hari ini, tapi harusnya aku senangkan besok itu aku dan Jessica akan menghabiskan waktu bersama. Apa yang aku lakukan ini tidak salahkan, aku menjauhi Yoona dan menghindar darinya agar Jessica tidak berpikiran yang macam-macam tentang hubunganku dengan Yoona, sehingga Jessica mau kembali lagi padaku.” Pikirnya.

Setelah setengah jam ia bergulat dengan pikirannya sendiri, Donghae lantas bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dan menyegarkan tubuhnya yang lelah.

Di tempat yang berbeda, tepatnya di kediaman Yoona dan Siwon sedang ada pembicaraan antara kedua kakak beradik itu di ruang tengah rumah mereka yang besar.

“Yoong, sampai kapan kau menjadi relawan disana? Kaukan sudah berjanji pada umma, appa, dan aku untuk melanjutkan kuliahmu di Paris.” Siwon membuka pembicaraan.

“Seharusnya aku masih ada waktu dua bulan lagi jadi relawan disana, tapi setelah kupikir-pikir aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku disana walaupun waktunya belum selesai. Lalu aku akan melanjutkan kuliahku di Paris.”

“Kalau masih ada waktu dua bulan lagi tidak apa-apa kalau kau tetap ingin menjadi relawan disana. Oppa tidak memaksamu untuk secepatnya melanjutkan kuliahmu di Paris.”

“Tidak apa-apa oppa, aku sudah memikirkan hal ini. Semakin cepatkan semakin baik. Yah kira-kira besok adalah hari terakhirku di rumah sakit.”

“Besok? Apa itu tidak terlalu cepat? Kau yakin?”

“Aku yakin oppa. Ya sudah, aku kembali ke kamarku ya, aku lelah sekali. Selamat malam oppa.”

“Selamat malam Yoong.”

Diam-diam Siwon merasa ada sesuatu yang membuat Yoona ingin cepat-cepat berangkat keParis. Tapi Siwon lekas menghilangkan pikirannya.

_

“Pagi anak-anak!” sapa Yoona pada anak-anak dengan wajah ceria seperti biasanya, walaupun ia tahu hatinya saat ini tidak secerah senyuman yang ia perlihatkan.

“Pagi!” anak-anak itupun berlari menghampiri Yoona dan memeluknya.

“Anak-anak ada yang ingin aku katakan pada kalian. Hari ini adalah hari terakhirku ada di sini, aku harus melanjutkan kuliahku. Kalian janji ya walaupun tidak ada aku kalian tetap rajin minum obat dan harus selalu ceria. Kalian mengerti?”

“Noona, apa tidak bisa noona lebih lama di sini? Kami sangat menyayangi noona.” Ujar salah satu anak laki-laki di hadapan Yoona dan memeluk Yoona erat.

“Maafkan noona, noona tidak bisa lama-lama di sini. Tapi noona janji, noona akan menemui kalian lagi setelah noona kembali dari kuliah noona.”

“Noona janji?” Tanya anak itu.

“Janji.” Yoona memeluk mereka semua dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.

Tanpa sepengetahuan Yoona, ada seseorang di balik tembok pintu masuk tanpa sengaja mendengarkan percakapan mereka.

“Hari ini hari terakhir Yoona di rumah sakit? mengapa ia tidak memberi tahu aku? Ah benar juga, semenjak aku menjauhinya ia tidak lagi bicara padaku sejak kemarin.” Batin Donghae.

Tiba-tiba dari arah belakang ada yang dengan sengaja mengagetkan Donghae yang mematung di ambang pintu.

“Hey!” Jessica menepuk pundak Donghae dari belakang.

“Ya! Kau Sica mengagetkanku saja.”

“Kenapa kau tidak masuk? Kenapa kau malah berdiri di sini?”

“Ah, sudahlah ayo kita pergi dari sini.”

Jessica merasa heran mengapa Donghae bersikap aneh, diam-diam saat Donghae menarik tangannya untuk pergi dari tempat itu, Jessica menyempatkan dirinya menoleh ke arah ruangan tadi dan ia mendapati Yoona bersama anak-anak. Jessica mengerti sekarang, ternyata Donghae tadi sedang memperhatikan Yoona.

Saat ini Donghae dan Jessica sedang membantu menangani pasien yang sedang berobat gratis. Sesekali Donghae terlihat melamun, pikirannya entah di mana. Tapi Donghae dengan profesional tetap menjalankan tugasnya walaupun terlihat dari raut wajahnya ia sedang memikirkan sesuatu yang mebuat dirinya sendiri bingung.

“Donghae, kau tidak apa-apakan?” Tanya Jessica saat ia menyadari ada yang tidak beres dari Donghae.

“Oh, aku baik-baik saja. Mengapa kau bertanya seperti itu?” jawab Donghae dengan memaksakan senyum manisnya pada Jessica.

“Aku tahu Hae, saat ini pikiranmu ada di tempat lain.” Batin Jessica.

“Ah, hanya saja dari tadi aku perhatikan kau ini banyak melamun dan tidak bersemangat.” Lanjut Jessica lagi.

“Itu hanya perasaanmu saja. Aku senang bisa bekerja bersamamu.” Ujar Donghae mengelak.

“Baiklah. Oh ya, sepertinya aku tidak bisa pulang bersamamu karena aku ada janji dengan temanku.”

“Kau mau kemana memangnya? Aku bisa mengantarmu.”

“Tidak usah lagi pula temanku bawa mobil jadi nanti dia yang menjemputku kesini.” Jessica berusaha berbohong.

“Apa orang itu Tacyeon?” Tanya Donghae lebih lanjut.

“Bu..bukan.. dia teman lamaku.” Jawab Jessica.

“Baiklah kalau begitu. Aku ke toilet dulu ya.”

Saat Donghae sudah menuju toilet, Jessica dengan segera mengeluarkan handphone nya dan mencari nomor Yoona di kontaknya.

“Halo, Yoona. Ini aku Jessica.Ada yang ingin aku bicarakan denganmu setelah pulang dari rumah sakit. kau bisa?”

“Oh kau Jessica. Kau ingin bicara soal apa denganku?” Tanya Yoona di seberang sana.

“Sudah nanti saja aku jelaskan. Apa kau bisa? Kalau kau bisa aku tunggu kau di depan pintu keluar rumah sakit.”

“Baiklah aku bisa.”

“Ok, sampai jumpa.” Jessica lalu memutuskan sambungan teleponnya.

_

“Jessica, sebenarnya apa yang kau ingin bicarakan padaku?” Tanya Yoona.

“Oh kau sudah tiba rupanya. Kita bicara di café dekat rumah sakit saja bagaimana?”

“Baiklah.”

Mereka berdua sudah tiba di café dan memesan minuman masing-masing.

“Yoona.Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan.” Jessica membuka pembicaraan.

“Kau mau membicarakan tantang apa?” Tanya Yoona bingung.

“Ini… ini tentang Donghae.”

“Donghae? Memangnya ada apa dengannya?” Yoona terkejut saat Jessica memberitahukan arah pembicaraan mereka.

“Kau pasti sudah tahukankalau aku ini mantan kekasihnya?”

“Ya aku tahu. Lalu?”

“Begini, aku merasa saat ini Donghae bingung dengan perasaannya sendiri. Dia bilang ingin kembali menjadi kekasihku lagi, tapi aku yakin di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia punya perasaan yang lain.”

“Perasaan lain? Maksudmu apa? Aku tidak mengerti.”

“Maksudku walaupun sekeras apapun ia mengatakan padaku kalau ia ingin kembali padaku, entah mengapa aku yakin dan sangat yakin apa yang dikatakannya berlawanan dengan hatinya. Sepertinya dia mencintai gadis lain, tapi sayangnya ia sendiripun belum yakin.”

“Mencintai gadis lain? Siapa gadis itu? Setahuku Donghae hanya mencintai dirimu.”

“Kau salah Yoona. Di mulutnya memang dia mengatakan masih mencintaiku tapi di hatinya berkata lain. Aku sangat yakin itu. Dan masalah siapa wanita itu, kau nanti akan mengetahuinya sendiri.”

Sungguh Yoona saat ini merasa semakin bingung. Yoona pun bertanya-tanya dalam hatinya, siapa wanita yang dicintai Donghae.

“Baiklah hanya itu yang ingin aku bicarakan padamu. Maaf ya telah menyita waktumu.” Sambung Jessica sambil menghabiskan sisa mocca float nya.

“Ah tidak apa-apa. Oh ya, kalau tidak salahkan rumah kita searah, bagaimana kau ikut bersamaku saja naik mobilku?”

“Ok!” Jessica mengiyakan ajakan Yoona. Saat ini Jessica merasa sedikit lega karena sudah mengatakan hal ini pada Yoona. Ia yakin gadis yang sebenarnya dicintai Donghae itu adalah Yoona, bukan dirinya.

Mobil yang dikemudikan oleh Yoona berjalan dengan kecepatan sedang. Menembus lampu-lampu jalan yang menerangi kota malam itu. Tanpa disangka dengan sangat tiba-tiba ada mobil truk yang berjalan ugal-ugalan dari arah yang berlawanan. Naas, karena shock Yoona tidak sempat menghindar dari truk tersebut. Tanpa permisi, truk itu menghantam mobil Yoona yang mengakibatkan mobil yang dikendarai Yoona menghantam pembatas jalan dan terguling.

Masyarakat sekitar yang menyaksikan kejadian itu langsung mengerubungi tempat kejadian dan salah satu dari mereka memanggil ambulance dan pihak kepolisian. Yoona yang tergeletak tak berdaya dengan tubuh yang bersimbah darah sempat melihat ke arah seorang wanita yang tidak jauh dari tempatnya, Jessica. Jessica juga tergeletak tak sadarkan diri. Gelap, Yoona merasa di sekitarnya berubah menjadi gelap, tubuhnya pun tidak kuasa menahan rasa sakit yang teramat sangat. Tidak lama kemudian Yoona tidak sadarkan diri.

_

PRANG!!!!!!! Tidak sengaja ketika Donghae sedang berada di dapur, Donghae menyenggol gelas hingga jatuh dan pecah. Saat ia mebersihkan serpihan-serpihan beling tersebut entah mengapa ia merasakan sesuatu yang tidak enak di dalam hatinya. Setelah selesai membersihkan pecahan gelas, Donghae menjatuhkan tubuhnya di sofa. Perasaan gelisahnya makin menjadi dan membuat Donghae merasa tidak nyaman. Dengan segera ia menuju kamar dan mengambil handphone nya di atas meja kerjanya. Ia menghubungi dan menanyakan keadaan ibunya, kakaknya dan semua keluarganya. Ia merasa sedikit lega ketika mengetahui keadaan keluarganya baik-baik saja. Tanpa sadar ia mencari nama Yoona di kontaknya dan langsung menghubunginya. Tidak ada jawaban. Berkali-kali ia mencoba menghubungi Yoona hasilnya tetap sama, tidak ada jawaban.

“Ya Tuhan. Kenapa Yoona tidak juga mengangkat teleponnya?” Kegelisahan Donghae semakin menjadi.

Drrrtt..drrrttt.. handphone Donghae bergetar, ia melihat ke layar handphonenya tertera nomor yang tidak ia kenal.

“Halo.” Donghae menjawab teleponnya.

“Benar ini dengan saudara Donghae?”

“Ya, benar ini siapa dan dari mana?”

“Kami dari rumah sakit, ada dua wanita yang menjadi korban kecelakaan dan kami menemukan kartu nama anda di dompet salah satu wanita ini. Apakah anda kenal dengan korban yang bernama Jessica?”

“Je..je.. Jessica? I..iya saya mengenalnya.” Jawab Donghae terbata.

“Kalau begitu segeralah datang. Dan tolong hubungi keluarganya.” Ujar suster itu.

“Ba..baik saya akan segera kesana.”

Donghae langsung mengambil hoodie abu-abunya dan kunci mobilnya. Dengan tergesa-gesa Donghae menuju rumah sakit di mana Jessica berada. Di sepanjang perjalanan Donghae memikirkan siapa gadis satu lagi yang juga menjadi korban kecelakaan itu. Donghae baru ingat sewaktu di rumah sakit Jessica berkata akan pergi bersama teman lamanya, mungkin gadis teman Jessica itu yang juga megalami kecelakaan.

Sesampainya di rumah sakit, Donghae langsung menuju ruangan di mana Jessica dirawat setelah bertanya pada suster di tempat informasi. Donghae sangat terkejut ketika mengetahui seseorang yang sedang duduk tergeletak di depan pintu kamar rumah sakit. Siwon, ya pria itu adalah Siwon.

“Siwon-ssi, apa yang terjadi? Mengapa kau ada di sini?” Tanya Donghae.

Siwon mendonggakkan kepalanya setelah mengetahui ada seseorang yang memanggilnya.

“Donghae? A.. aku sedang menunggu kabar bagaimana keadaan adikku di dalam sana.” Siwon menjawab pertanyaan Donghae dengan wajah lesu dan khawatir.

“Adikmu? Maksudmu Yoona? Yoona kenapa? Kenapa dia?” Tanya Donghae tidak sabar.

“Dia kecelakaan. Dia kecelakaan saat pulang dari rumah sakit bersama temannya yang bernama Jessica. Dan sekarang aku belum tahu bagaimana keadaannya sekarang.”

“Jessica? Jadi, Yoona dan Jessica terlibat kecelakaan yang sama?!”

“Ya, Yoona yang mengendarai mobilnya dan Jessica ikut bersama Yoona di mobil itu.”

“Yoona yang mengendarainya? Haiiisssh bagaimana ini semua bisa terjadi? Dan mengapa Yoona sangat ceroboh dan tidak hati-hati?! Ini semua salahnya sehingga menyebabkan Jessica juga ikut mengalami kecelakaan ini!”

“Kau jangan sembarangan menyalahkan adikku. Ini semua di luar kendalinya! Aku tidak habis pikir dengan mudahnya kau menyalahkan Yoona!” Siwon membalas perkataan Donghae dengan nada marah, ia tidak terima adiknya disalahkan begitu saja, terlebih lagi Siwon mengetahui yang menyalahkan Yoona adalah Donghae, sahabat Yoona sendiri.

Klek.. pintu kamar rumah sakit tempat Yoona berada terbuka. Dokter yang menanganinya pun keluar.

“Kyu, bagaimana keadaan adikku? Dia baik-baik sajakan?” Tanya Siwon amat sangat khawatir.

“Mari kita bicara di ruanganku saja.”

Tinggalah Donghae sendiri di lorong kamar rumah sakit tempat Yoona dan Jessica dirawat. Kamar Jessica bersebelahan dengan kamar Yoona.

“Dok, bagaimana keadaannya?”

“Kau yang bernama Donghae? Ayo ikut aku ke ruanganku.”

Di saat yang hampir bersamaan Donghae dan Siwon sedang berbicara dengan dokter yang menangani Yoona dan Jessica di ruangan yang berbeda.

“Siwon, kondisi adikmu sampai sekarang belum sadar. Ia mengalami sedikit pendarahan di kepalanya. Dan…” Kyuhyun tidak melanjutkan perkataannya.

“Dan? Dan apa Kyu? Jangan mmbuatku semakin khawatir.”

“Yoona, lumpuh. Pada saat kecelakaan kakinya terjepit dan mengalami benturan yang sangat keras.”

“Lumpuh??! Apa lumpuhnya permanen atau bisa disembuhkan?”

“Dia mengalami lumpuh permanen.”

Deg.. mendengar ucapan Kyuhyun sahabatnya yang menangani Yoona, Siwon merasa lemas seketika. Ia tidak bisa membayangkan adiknya yang selalu ceria itu harus selamanya duduk di kursi roda.

“Siwon, kau harus kuat menerimanya. Aku tahu kau sangat menyayangi Yoona, kau harus tabah.”

“Bagaimana aku harus mengatakan ini padanya ketika ia sadar nanti? Aku tidak kuat melihat wajahnya dalam keadaan seperti ini.”

“Aku yakin Yoona bisa menerima hal ini. Karena aku tahu, Yoona adalah gadis yang kuat.”

Kyuhyun menenangkan Siwon yang berada di hadapannya saat ini sambil menepuk-nepuk pundaknya. Ia tahu betul Siwon sangat menyayangi Yoona. Sebagai sahabat, Kyuhyun memberi semangat pada Siwon agar tidak begitu larut dalam kesedihan.

Sedangkan Donghae saat ini sudah keluar dari ruangan dokter tadi. Beruntung keadaan Jessica tidak begitu parah, tinggal menunggu Jessica siuman. Saat ingin menemui Jessica di kamarnya ia melewati kamar Yoona, hatinya yang paling dalam megatakan sangat ingin melihat keadaan Yoona tapi ia mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam. Donghae hanya bisa melihat Yoona yang belum sadarkan diri dari luar melalui kaca yang ada di pintu kamar.

“Yoong, maafkan aku atas sikapku padamu akhir-akhir ini. Terlebih lagi atas apa yang telah aku katakan pada Siwon, dengan mudahnya aku menyalahkan dirimu. Maafkan aku, maafkan aku.” Air mata Donghae tanpa terasa jatuh membasahi pipinya. Jujur, hatinya sangat sakit melihat Yoona terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit dengan perban yang melilit kepalanya dan selang infus di tangannya.

To be continue


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * myELFish says:

    hiks” sedih liat yoong eonni lumpuh,,,
    di tunggu lanjutan’a ya chingu..

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  2. * yenny_yoonhaelovers says:

    ohh NOOOOO…. knp mesti yoona yg paling parah?? knp ga jessica ajj??! ~hiikkzzzz T^T

    ga rela ngliat yoona lemah tak berdaya kaya gtu, d tambah sikap donghae oppa yg keterlaluan dgn menyangkal perasaan’n sndiri.. Aissshhh aq bner2 nyesek baca’n…

    di tunggu klanjutan’n ya chingu… Tp q harap yoonhae bz happy ending nanti’n di ff ini ataupun d khidupan nyata mrk!! AMIIINNN.. ^^

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  3. * haerin861015 says:

    OMOONAA ~~~~ kasian yoong eonni T.T jangan lumpuh dong.. ntar bisa jalan lagi aja yayaya😥
    DHaeppanya juga nyebelin lagi#ditabok fishy# harusnya bisa tanggap sama perasaan sendiri >.<

    Lanjuuuttt thor cepetan yaaa😀

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  4. Yah, kok bisa sampai tragis gini.. Kasian Yoona, itu Donghae nyebelin main nyalah2in..
    Tapi Kyuhyun jadi dokter kok aku pengin ketawa ya..

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  5. * amalia_YH says:

    Nyesek yoong d’gituin sama hae.. Jahat
    Lanjut lanjut..

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  6. * sylvia.monica22 says:

    astaga..
    Tega banget sih si donghae..
    T.T
    gpp deh yoona yg parah.. Entar klo sica yg parah sampe mati,hae pasti benci banget sama yoona.. Trus nuduh yoona.. Huaaa..
    Yoona onnie cepat sembuh ya..
    Hae ayoo temukan hatimu yg sebenarnya…😀

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  7. * hana says:

    aigoo…kasian yoona
    akhirnya dya malah cacat
    hae tega bner dah

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  8. * marzha says:

    Kok yoona jadi lumpuh….?? Sedih kan tragis bgt….

    Donghae lagi galau. Jadi kesel2 gimana gituu sama donghae… Ditunggu updatenya secepatnya ya chingu…🙂

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  9. * Nciz Krisna says:

    huaaa…. uri Yoong
    T.T
    update soon!

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  10. * medii21 says:

    aaahh chingu..kknapa tragis beginii.. T.T

    uri yoong eonni yg tabah ya.. :'((

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  11. * fira says:

    yahhh kasian ama YOONA,hhheheh
    ceritanya sedih nih onnie bkin terharu?
    kapan nikh next chapternya?ditunggu segera>hhhe

    oh iya slam kenal y?hhhe

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  12. * Cicirachma says:

    Hehe tenang2.. Hae ga jahat kok, cuma dia lg galau aja. Part 3 nya mungkin agak sedikit lama soalnya perkuliahan udh mulai lagi nih. So, masih mau nungguin kan? *author ngarep* Gomawo,udh comment ff ku🙂

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  13. eonni cepetan ya part 3 nya. bagus ceritanya. bikin deg2an… hehehe.

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  14. T____T
    kok our Yoong lumpuh sih,
    tidak boleh!!! hiks hiks.
    aish, gmna kelanjutannya entar chingu??
    Hae jg nyebelin bngt sih sikapnya di sini. huhf.
    lanjut y chingu~

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  15. * cynthia says:

    lanjut ceritanyaaaa~ seru bngt (y)

    | Reply Posted 5 years, 1 month ago
  16. * SONELF says:

    Unnie nyesek bacanya !!! (╥﹏╥)

    Cepet yaa unnie ditunggu part selanjutnya !!

    | Reply Posted 5 years ago
  17. * lya_yoonhae says:

    sedihnya…

    Ditunggu lanjutannya secepatnya ya …..

    | Reply Posted 5 years ago
  18. * Cho Soo Kyo says:

    Lanjut chingu…

    | Reply Posted 4 years, 12 months ago
  19. * la~la~li ^^ LD_IY says:

    aaaa sedih sedih sedih
    cepet lanjutin chigu
    ditunggu penasaran ga sabar kelanjutannya

    | Reply Posted 4 years, 11 months ago
  20. * mochichi says:

    tragis amat nasib Yoong T.T
    duh Hae dudul ah *pletak*
    ntar Yoong pegi nih pasti…

    | Reply Posted 4 years, 11 months ago
  21. * elfsone0910 says:

    Lanjutin ff nya ya chingu
    Penasaran sama critanya
    Sebisa mgkin cepetan yaa😉

    | Reply Posted 4 years, 10 months ago
  22. Gk tega lihat yoona lumpuh..!!
    Knpa gk jessica sja..
    Hiks hiks hiks….

    | Reply Posted 3 years, 12 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: