YoonHae Fanfics Library



[Chapter] Don’t Be Shy (Part 2)

Author :  Riana

Genre : Chapter, Romantic Comedy

Cast : Im YoonA x Lee Donghae

Rating : PG-15

Title : Don’t Be Shy

Don’t Be Shy

Part 2

Langit biru yang cerah bersama awan putih yang terlihat lembut berputar mengelilingi dunia. Matahari yang hangat bersinar dengan teriknya di pagi hari. Di sudut taman kota, tampak tiga orang gadis duduk di bawah salah satu pohon besar, dua diantaranya bersandar sambil mengelap keringat yang bercucuran di wajah mereka. Itulah Yuri dan Yoona, sementara yang satunya lagi Hyuna yang terengah-engah, membaringkan tubuhnya di atas rerumputan sambil melihat jelas hamparan alam yang luas.

”Ceritakan pada kami orang yang kau temui itu?” pinta Yuri yang mulai penasaran.

”Benar. Sejak kau memberitahukannya, kami sungguh sangat penasaran.” tambah Hyuna.

”Dia seseorang yang lumayan, meskipun pada awalnya dia sangat kasar. Tapi sebenarnya dia merupakan orang yang sangat baik. Hanya saja dia tidak tau bagaimana caranya bersikap pada seorang gadis di dekatnya.”  Cerita Yoona.

”Lalu kapan kalian akan bertemu lagi?” tanya Yuri segera.

”Aku tidak tau.”  Yoona ragu.

”Jangan lupa untuk mengenalkannya pada kami. Biarkan kami yang menilainya demi kebaikanmu agar kau tidak tertipu.”  Hyuna berceletuk.

”Mungkin hari ini.” Yoona kembali ragu sambil memandangi kumpulan tanaman hias di seberangnya.

Terdengar suara anak kecil yang tengah merengek pada kedua orang tuanya. Ia menarik tangan ayahnya dan berharap sang ayah menemaninya menaiki kapal bajak laut di hadapannya. Sang ibu tetap saja menggelengkan kepala melarang anaknya.

Di dekat sana pula tampak Yoona yang duduk sendiri di salah satu bangku panjang. Banyak sekali orang yang meramaikan taman hiburan itu, beberapa orang bersama pasangan dan juga keluarga mereka. Ia kembali melihat ke arah jam di tangan kirinya. Ia tampak gelisah menoleh kemana-mana mencari keberadaan Yuri dan Hyuna diantara para pengunjung lain.

Tampak dari kejauhan kedua temannya itu tengah melangkah dengan santai menuju kearahnya.

”Bagaimana? Apa dia sudah datang?” Yuri sudah tak sabaran.

”Tentu saja belum. Bukankah kau sendiri yang bilang aku harus datang lebih awal darinya dan melihat apa dia seseorang yang tepat waktu atau tidak.” Gerutu Yoona.

”Benar juga. Karena ini merupakan tes pertama. Apabila dia bisa datang tepat waktu, kemungkinan dia merupakan orang yang bisa menepati janjinya.” Yuri mengiyakan.

”Sepertinya tinggal sepuluh menit lagi. Lalu bagaimana sekarang?” Yoona tampak gelisah.

”Kita bersembunyi saja. Biar dia pikir bahwa dia yang datang lebih awal. Dan kita akan lihat apa dia akan marah atau tidak.” Hyuna memberikan saran.

”Benar kita bersembunyi saja.” Yuri setuju.

”Jangan, kalau kita bersembunyi. Bagaimana mungkin Donghae akan menemukan kita.” tolak Yoona segera.

”Bodoh.” Pekik Yuri membuat mereka kaget. ”Dia akan menunggumu. Tunggu setelah sepuluh menit kemudian baru menemuinya. Sebagai perempuan biarkan laki-laki saja yang menunggu kita. Kau paham?” Sambungnya dengan yakin, Perlahan ia menarik tangan Yoona dan menjauhkannya dari tempat perjanjian.

”Baiklah terserah kalian saja.” Pasrah Yoona kemudian melangkahkan kakinya sambil sesekali melihat ke arah bangku panjang itu.

Tampak Donghae yang berlari menerobos keramaian taman hiburan. Ia lekas berhenti di bangku panjang dan duduk disana sambil melihat ke arah jam di tangan kirinya. ”Dimana Yoona?” pikirnya dan beristirahat sejenak disana sambil menunggu Yoona.

Di balik bangku itu, dari arah cafe belakangnya. Mereka bertiga siap mengintai dan memperhatikan tingkah Donghaeyang bersabar menanti kedatangan Yoona. Mereka pun lekas meminum jus dingin yang mulai mengeluarkan embun di sekelilig gelasnya.

”Apa tidak sebaiknya sekarang aku keluar saja?”  Yoona segera menatap mata kedua teman yang duduk mengapitnya.

”Tunggu sampai dia mulai bosan.” Cegah Yuri.

”Apa tidak apa-apa. Nanti dia akan marah.” Yoona tak tega.

”Benar sebaiknya kita segera menghampirinya saja.” Hyuna mengiyakan.

”Seperti yang kukatakan sebelumnya. Kita tidak boleh menunggu seorang laki-laki, melainkan merekalah yang harus menunggu kita.” Tegas Yuri.

”Sudah cukup. Aku tidak peduli.” Yoona mengeluarkan diri dari bangku duduknya. Ia mengambil tas di atas meja dan berlari kecil menghampiri Donghae.

”Hei, tunggu Yoona!” cegah Yuri dan melepaskan sedotan di mulutnya.

Hyuna lekas mengikuti mereka.

”Donghae!” panggil Yoona.

Donghae lekas mencari asal suara itu, ditemukannya seorang Yoona yang berdiri di belakangnya dengan tersenyum manis ditemani kedua temannya.  Sekejap Donghae membalas senyuman itu. ”Kupikir kau melupakan janji hari ini.”

Sekejap Yuri dan Hyuna terkejut melihat sosok Donghae yang tak asing lagi bagi mereka. Ialah seseorang yang pernah akan mereka jodohkan untuk Yoona. ”Bukankah kau orang yang waktu itu.” Tukas Hyuna segera menunjukkan telunjuknya ke arah Dongahe.

”Begitulah. Sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya bukan.” Sahut Donghae mantap.

”Benarkah?” Yoona tak percaya.

”Sebenarnya dia merupakan orang yang akan kukenalkan padamu waktu itu. Tapi karena kejadian waktu itu kalian batal bertemu. Tak kusangka ternyata wanita yang kau selamatkan waktu itu adalah ibunya.” Jelas Yuri.

”Baiklah. Kami pergi saja, kami tidak ingin mengganggu kencan kalian.” Hyuna lekas menarik tangan Yuri menjauh.

”Kenapa kita pergi?” Gumam Yuri pelan.

”Apa kau berniat mengacaukan kencan mereka?” Bisik Hyuna sambil menggandeng Yuri menjauh.

”Kupikir tidak apa-apa. Lagipula mereka kan masih dalam tahap pertama. Artinya pendekatan jadi masih pertemanan.” Yuri  yang sesekali menoleh ke belakang melihat Yoona yang berdiri disamping Donghae sambil melambaikan tangannya.

”Tetap tidak boleh.” Tegas Hyuna pada Yuri. Perlahan mereka mulai menghilang diantara keramaian orang yang memadati taman hiburan.

Sekejap rembulan itu bersembunyi di balik awan, bersama para bintang yang berkelip ia memberikan keindahan pada langit malam. Bayangan jembatan itu terpantul ke atas sungai di bawahnya, disana juga terlihat cerminan diri Donghae  dan Yoona yang tengah berdiri diatas jembatan itu sambil menikmati cahaya lampu hias dari lukisan bergambar taman dimana ada pelangi dengan warnanya yang indah serta pantulannya di atas danau. Kemudian disana juga duduk seorang anak kecil bersama ibunya di ayunan pohon besar di tepi danau yang terlihat sangat hijau itu.

Yoona menarik napasnya, ”Bagaimana kabar Eomma-mu sekarang?”

”Eomma baik-baik saja. Sejak kejadian waktu itu, dia semakin berhati-hati bila berbelanja. Eomma bilang dia sangat senang karena kejadian itu membuatnya bisa mengenalmu.”

”Benarkah Ahjumma berkata begitu.” Yoona tampak senang.

”Sebenarnya waktu liburku hanya tinggal sebentar. Mungkin tinggal beberapa hari lagi bisa merasakan udara Seoul. Karena minggu depan aku akan kembali ke asrama.” Desah Donghae lirih.

”Libur? Asrama?” Yoona terlihat bingung.

”Apa aku belum menceritakannya padamu? Sebenarnya aku seorang anggota kemiliteran, Appa-ku seorang Jenderal, dan Eomma-ku seorang seniman. Kami menjadi keluarga yang cukup dipandang akhir-akhir ini karena keberhasilan Appa dalam membimbing keluarganya.” Jelas Donghae perlahan.

”Jadi kapan kau bisa berlibur lagi?” Yoona tersentak kaget.

”Bisa? Maksudmu mendapatkan libur lagi?” Donghae memperjelas.

”Terserah apalah namanya.” singkat Yoona.

”Tunggu sampai aku sakit dan diijinkan istirahat di rumah. Atau mungkin ada acara yang mengharuskanku keluar dari asrama. Kalau tidak tunggu sampai enam bulan lagi.” Jelas Donghae dengan nada bercandanya.

”Enam bulan.” Yoona terlihat jauh lebih kaget dari sebelumnya.

Donghae hanya mengangguk sementara Yoona hanya bisa terdiam membisu sambil melihat wajahnya di atas air sungai yang mengalir. ”Baru sebentar bisa bertemu, secepat itu dia mau pergi. Keterlaluan!” Batinnya bergumam.

”Ayolah. Itu hanya sebentar, setelah itu kita akan bertemu lagi atau mungkin aku perlu berpura-pura sakit agar bisa istirahat di rumah dengan begitu kita bisa bertemu.”  Donghae memberitahukan ide gilanya.

”Jangan bodoh Yoona. Enam bulan itu waktu yang lama. Coba saja kau bayangkan sendirian diantara teman-temanmu yang sudah bergonta-ganti pasangan. Sementara kau harus menunggu dia. Cepat marahlah Yoona!.” Batin Yoona terdengar mulai berontak. ”Terkecuali kalau orang ini benar-benar menyukaimu. Setidaknya dia harus mengatakan perasaannya dulu baru kau bisa mempertimbangkan untuk menunggunya atau tidak.” Tambahnya dalam hati.

”Yoona!” Panggil Donghae sembari beberapa kali menepuk pundak gadis itu, coba menyadarkannya dari pikirannya yang sibuk sendiri.

”Kurasa kita bisa membicarakannya lagi nanti. Sekarang kenapa kita tidak pergi bersenang-senang saja. Untuk apa berdiri di atas jembatan ini dengan melihat lukisan orang bodoh itu dan pantulan air yang kadang-kadang mempelihatkan sisi buruk kita.” Yoona menghibur dirinya sendiri dengan kata-kata yang sulit dimengerti.

Donghae hanya pasrah saat Yoona menggenggam tangannya dan menariknya pergi menjauh dari jembatan penghubung menara dan taman hiburan itu. Meskipun saat itu sebenarnya jantungnya berdegup sangat kencang, wajahnya yang merona merah tetap berhasil disembunyikannya.

­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­Perlahan Yoona menghempaskan tubuhnya ke atas kasur empuk tempat tidurnya.  Yuri dan Hyuna segera menyusulnya dan berbaring disampingnya.

Sejenak suasana hening, Yuri dan Hyuna pun hanya terdiam melihat ekspresi wajah Yoona yang terlihat bimbang.

”Ada apa?” Yuri lihat penasaran.

”Ternyata Donghae adalah anggota kemiliteran.”  Yoona terdengar mulai merengek.

”Anggota Kemiliteran? Maksudmu sekarang dia sedang menjalani wajib militer.” Yuri dan Hyuna serentak kaget.

”Dan lebih parahnya lagi minggu depan masa liburnya akan berakhir kemudian akupun akan sendiri lagi seperti biasanya.” Tambah Yoona.

”Kau bercanda? Bukankah ini baru pada tahap pendekatan.” Hyuna tak percaya..

Yoona hanya mengangguk-anggukkan kepalanya di atas tempat tidur.

”Jangan bodoh Yoona, kalau Donghae pergi, aku masih bisa mencarikanmu orang lain.” Yuri coba meredakan suasana.

”Tapi aku terlanjur menyukainya.” Ungkap Yoona lagi sambil merengek.

”Kau serius?”  Hyuna mendadak bangkit dan menengok Yoona yang masih tetap berbaring.

”Ayolah Yoona kau harus sadar, seorang Tentara itu kejam.” Tegas Hyuna mengingatkan.

”Tukang selingkuh.” Tambah Yuri

”Tukang Membentak dan pemberotak.” Lanjut Hyuna lagi.

”Suka main perempuan saat mereka berlibur dan menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak penting.” Sambung Yuri segera.

”Sok Disiplin.” Hyuna kembali tudingan-tudingannya

Yoona lekas bangkit, ”Kurasa tidak semuanya. Donghae berbeda dari apa yang kalian sebutkan.” Bantahnya segera.

”Itu hanya luarnya saja. Belum tentu seorang Donghae sebenarnya seperti yang tergambar sekarang. Siapa tau setelah kalian berhubungan dia menjadi sadis, kejam, tak berprikemanusiaan dan suka memukulimu.” Hyuna menakut-nakuti.

”Benar yang Hyuna katakan. Donghae juga bisa saja bosan padamu kemudian dia mencari wanita lain dan kau dicampakkannya.” Yuri terlihat bersemangat menjelek-jelekkan Donghae yang tengah bersantai bersama keluarganya di pondok dekat kolam renang rumahnya.

Sekilas Yoona membayangkan Donghae yang tiba-tiba berubah dari wajah malaikat menjadi iblis pembunuh yang terus memukulinya dan main perempuan di depannya. ”Hentikan!” Teriaknya mengheningkan suasana kamarnya yang penuh hasutan, membuat Yuri dan Hyuna bergegas mengatup bibir dan membungkam mulut mereka.

­­Di pondokan itu, udara musim semi yang berhembus sepoi-sepoi. Donghae duduk bersama ayahnya disana. Sesekali ia melihat ke arah kolam renang di depannya. Biasan cahaya matahari cukup kuat untuk menyilaukan matanya.

”Bagaimana? Apa semuanya berjalan lancar?” Tanya Tuan Lee tiba-tiba.

”Maksud Appa?” Donghae bingung.

Tuan Jo lekas meletakkan buku tebalnya, ”Jangan kau pikir Appa tidak tahu mengenai gadis yang akhir-akhir ini dekat denganmu. Kalau tidak salah namanya Yoona,” Pria paruh baya itu dengan mantapnya.

”Apa Eomma yang memberitahu Appa?” Tebak Donghae.

”Tentu saja siapa lagi.” Tukas Nyonya Lee yang tiba-tiba ikut bergabung sambil menyuguhkan teh untuk keluarga tercintanya.

Donghae hanya menghela napasnya.

”Kapan-kapan ajaklah dia untuk makan malam di rumah. Appa ingin melihat seperti apa gadis yang kau sukai itu.” pinta Tuan Lee sembari meminum teh yang baru saja disuguhkan untuknya.

”Kami hanya berteman Appa.” Jelas Donghae.

”Teman?” Nyonya dan Tuan Lee serentak kaget.

Donghae menganggukan kepalanya yakin.

”Sebaiknya kau cepat bertindak kalau tidak dia bisa pergi darimu apalagi kalau dia tahu kau seorang tentara.” Perintah Tuan Lee sambil meletakkan cangkirnya.

”Maksud Appa?” Donghae bingung.

”Apa kau tidak tau? Biasanya di kalangan para gadis, seorang anggota militer tampak buruk. Itu semua karena pengaruh film yang mereka tonton di bioskop. Padahal tidak semuanya seperti itu, contohnya saja Appa-mu ini.” Tuan Lee membanggakan dirinya sendiri sambil tertawa lebar.

”Benarkah para gadis berpikiran seperti itu?” Donghae meminta kejelasan.

”Mungkin saja. Appa sendiri tidak bisa memvonis dengan jawaban iya. Hanya saja kebanyakan dari mereka berpikir begitu.” Tuan Lee mulai ragu.

”Besok ajak dia melihat pameran lukisan yang Eomma selenggarakan. Kalau kau punya waktu tepat, katakan padanya sebelum semuanya terlambat.” Nasehat Nyonya Lee penuh kebijaksanaan.

”Sebenarnya apa yang ada dalam benak kalian? Padahal aku baru saja bertemu dengannya. Apa kalian berniat menikahkanku di usiaku yang masih muda ini.” Batin Donghae menggerutu sambil menatap langit biru.

”Kau itu sudah tak muda lagi, Lee Donghae.” Geram Nyonya Lee

Donghae hanya bisa mendenguskan nafasnya.

Tiba-tiba Yoona keluar dari kamarnya, ia membanting pintu kamarnya itu sampai tertutup. Ia bergegas menuruni tangga sambil memasangkan sweater ke tubuhnya.

”Eomma, aku keluar sebentar!” Pamitnya dengan suara keras melalui ruang tamu.

”Mau kemana kau malam-malam begini?” Tanya Nyonya Im segera yang keluar dari dapurnya.

”Seseorang sedang menungguku di taman bermain. Eomma tak perlu khawatir, aku hanya sebentar saja.” Yoona menenangkan sang Ibu sambil memasang sandalnya.

”Hati-hati. Jangan pulang larut malam.”  Nyonya Leemengingatkan.

”Baiklah.” Yoona segera mengiyakan kemudian membuka pintu utama dan keluar dari rumahnya.

Perlahan ia berlari di tepian komplek, sekejap ia sudah berada di depan taman. Ia melangkah ke dalamnya dan menemukan Donghae yang tengah duduk di atas ayunan dengan sekantong ice cream disampingnya. Sesekali ia mengayunkan ayunan itu dengan kakinya yang panjang.

Yoona lekas duduk di ayunan disampingnya, ia menarik plastik hitam yang penuh ice cream dengan berbeda rasa. ”Banyak sekali ice creamnya.” Serunya terkejut.

”Ambillah, aku sengaja membelikannya untukmu.” Perintah Donghae kemudian menggigit ice cream vanila di tangannya.

”Terima kasih.” Singkat Yoona dan mengambil salah satu ice cream dengan rasa strawberry. Ia membuka pembungkusnya dan lekas memakan pelan sisi ice cream. ”Kenapa malam-malam begini memanggilku keluar?” Yoona membuka pembicaraan.

”Tidak apa-apa. Hanya ingin memberitahukan padamu bahwa aku sangat menyukai suasana malam yang penuh keajaiban.”

”Keajaiban apa maksudmu?”

”Bintang dan juga bulan. Awan dan langit yang tampak gelap karena tak ada sinar matahari.”

”Bodoh. Bukankah pada siang hari juga terjadi keajaiban. Dimana ada matahari, awan dan langit yang cerah. Kemudian banyak orang yang lebih senang melakukan aktivitasnya saat siang hari. Dan malam merupakan waktu untuk mereka beristirahat.” Yoona menambahkan.

”Itulah yang membuatku menyukainya. Suasananya terasa tenteram, nyaman, dan damai. Karena orang-orang jauh lebih memilih untuk beristirahat.”

”Baiklah. Terserah kau saja, pemikiran tiap orang berbeda. Akan banyak waktu yang diperlukan untuk membahasnya.” Akhir Yoona.

”Besok Eomma menyelenggarakan pemeran lukisan. Dia memintamu datang ke sana dan melihat-lihat lukisan yang dibuat muridnya.”

”Lukisan. Jadi Eomma-mu seorang pelukis.”

Donghae mengangguk. ”Bukankan sebelumnya aku pernah menceritakannya padamu.”

”Aku lupa. Lalu kenapa kau tidak jadi seorang seniman saja seperti Eomma-mu?”

”Karena Appa?”

”Benar. Sebagai seorang anak memang harus selalu menuruti orang tuanya.”

”Jadi kau bisa datang ke pameran nanti?” Donghae meminta kepastian.

”Lihat saja besok.”

”Ini undangannya. Eomma pasti sangat senang melihatmu disana.” Donghae sembari menyerahkan undangan pada Yoona dan tersenyum penuh kelembutan.

Sekejap terdengar suara dari rem mobil yang mendadak berhenti karena hendak menabrak seorang laki-laki paruh baya yang mengendarai sepeda. Seorang laki-laki keluar dari mobil itu dan melihat keadaan laki-laki tua yang tengah mengapit tas usang di ketiaknya.

”Apa tuan tidak apa-apa?” Tanya laki-laki bertubuh tegap itu dari sisi mobilnya, sesaat setelah ia membuka pintu mobilnya.

”Kau tak perlu khawatir. Aku tidak apa-apa.” Ungkap pria tua itu sembari mendirikan kembali sepedanya yang terjatuh kemudian ia pun kembali mengayuh sepedanya dan menjauh.

Yoona, Yuri dan Hyuna hanya dapat memperhatikan dari kejauhan. Mereka bertiga terhenti sejenak di tangga utama dan melihat kejadian itu.

Laki-laki yang terlihat masih muda itu pun dengan angkuhnya kembali masuk ke dalam mobil dan kembali melajukan mobilnya di halaman kampus.

”Benar-benar keterlaluan pria itu.” Gumam Yoona

Sekejap Yuri mengingat wajah yang tak asing lagi baginya itu. Seorang laki-laki yang pernah dikenalnya saat pertama kali duduk di bangku SMA. Ia pun mulai mengingat sikap laki-laki itu, laki-laki yang pernah menolong mereka mendirikan tenda saat berkemah. Sekaligus senior yang banyak digemari siswi di sekolahnya.

”Yoona, Hyuna apa kau masih ingat Yesung Sunbae.” Yuri coba mengingatkan.

“Yesung sunbae. Kenapa? Aku masih ingat.” Hyuna lekas mengiyakan.

”Aku juga. Bukankah dia merupakan orang yang paling kalian sukai saat pertama kali masuk SMA, tapi sayangnya sebulan setelah itu dia pindah ke Sydney, Australia, bukan?.” Tambah Yoona.

”Laki-laki tadi adalah dia. Aku masih ingat bagaimana sikap sinis dan sikap cool-nya. Oh tidak, dia kembali.” Ungkap Yuri gembira.

”Sadarlah wahai temanku. Sekarang di sisimu masih ada Yunho Oppa.” Yoona  menepuk pundak Yuri.

”Kalau ada yang lebih baik kenapa kita tidak memilih yang lebih baik.” Sahut Yuri ketus.

”Itu kalau pada hubungan yang ada terjadi masalah. Bagaimana kalau ternyata hubunganmu sekarang baik-baik saja, lalu kenapa kau harus memilih yang lebih baik. Kalau yang sekarang lebih pasti. Dan lagi kalau kau hanya memutuskan hubungan sepihak bukankah itu hanya akan membuat orang yang berada di sisimu terluka.” Sela Hyuna segera.

”Itu tergantung pikiran masing-masing. Aku pastikan Yesung akan menjadi milikku.” Tekat Yuri bulat sambil mengepalkan tangannya.

Yoona hanya menggelengkan kepalanya kemudian melangkahkan kakinya kembali menuruni tangga menuju jalan kecil di taman kampus diikuti Yuri dan Hyuna.

”Bagaimana hubunganmu dengan Donghae?” Hyuna mengganti topik pembicaraan.

”Seperti biasanya. Tak ada kemajuan, bahkan dia belum memintaku untuk menjadi kekasihnya. Mana mungkin aku bisa menentukan menunggunya atau tidak.” Cerita Yoona yang penuh kebimbangan.

”Kenapa tidak kau paksa saja supaya dia memintamu jadi kekasihnya?” Yuri tiba-tiba memberikan pendapatnya.

”Teman-teman. Aku masih belum tahu bagaimana perasaan Donghae sebenarnya padaku. Sepertinya banyak sekali hal yang disembunyikannya dariku. Tadi malam saja dia baru memberitahuku bahwa ibunya seorang pelukis.  Itu berarti aku harus lebih memahaminya dulu, bagaimana keluarganya, bagaimana sifat aslinya sebelum menerimanya sebagai kekasihku. Itupun kalau dia juga menyukaiku.” Ungkap Yoona ragu.

”Begini saja. Suatu hari bila dia memintamu menjadi kekasihnya jangan langsung menolak atau menerimanya. Tapi jawablah aku akan mempertimbangkannya untuk sekarang lebih baik kita jalani saja. Kalau kita merasa cocok tidak ada salahnya kalau kita meneruskannya.” Hyuna tampak bijaksana.

”Benar.” Yuri lekas mengiyakan.

”Begitukah? Baiklah akanku pertimbangkan saran kalian. Kalian tahu nanti malam aku akan pergi memenuhi undangan Eomma-nya untuk pergi ke pameran lukisan.” Desis Yoona.

”Benarkah. Bukankah itu kemajuan, satu lagi nilai plus untukmu. Eomma-nya menyukaimu, jadi teruslah berjuang Im Yoona. Sebagai teman yang baik kami akan selalu mendukungmu.” Hyuna berhenti sejenak diikuti Yoona dan Yuri. Ia pun memegangi pundak Yoona dengan penuh kehangatan sembari memberikan senyum persahabatan.

Bersambung~


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * sylvia.monica22 says:

    dont be shy.. Lanjutin ya ka..😀
    yah donghae lgi wamil ya.. T.T
    yoona sabar yah.. Jdi jarang ketemu..

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  2. * yenny_yoonhaelovers says:

    aisshh… perasaan baru ajj baca ko dah abis ajj y part 2’n hehehee :p

    segera lanjutkan ya oenni… ^^ alna dah ga sabar liat donghae oppa ngungkapin perasaan’n ke yoong ><

    YOONHAE HWAITING!! ^^

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  3. mencoba bayangin Donghae jadi tentara.. tentara kan kaku keras gitu.. yg kebayang malah briptu norman, hehe..
    kayaknya yoonhae memang mau dinikahkan nih, sok tau..

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  4. * yntsmtr says:

    Unnie..
    Unnie yg punya blig hanraena bukan?
    Aaaa lama ga mampir kesana eh nemu blig ini..
    Sukaa..full yoonhae :*

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  5. * Cho Soo Kyo says:

    Lanjut…

    | Reply Posted 5 years ago
  6. * chmnnieff says:

    ditunggu lanjutannya, ceritanya seru aku suka xD

    | Reply Posted 4 years, 11 months ago
  7. * mochichi says:

    Hae lambat amat yak!?
    ntar Yoona kebru kabur loh!
    hahaha….
    dilanjutin donk yg ini, udah lama yah
    sayang padahal lagi seru2nya.

    | Reply Posted 4 years, 11 months ago
  8. * devisonelf YoonHae Pyrotecnis says:

    ff ini gada lanjutannya????
    klau emang gada ,, sayang bnget pdhal ff nya bgusss bnget

    | Reply Posted 4 years, 7 months ago
    • * mieww says:

      setuju,, thor lanjut lanjutttttttttttttttttttt

      | Reply Posted 4 years, 3 months ago
  9. * PyroforYH says:

    Author Lanjut
    sampai sekarang Lanjutannya blm dipost

    | Reply Posted 4 years, 6 months ago
  10. * Deery00ng says:

    Lanjut unN , ,
    Y0onhae hwaitING🙂
    🙂

    | Reply Posted 4 years, 4 months ago
  11. * Elsa says:

    Kereen.. Chingu🙂 lanjut yaa.. Semoga Donghae ngelamar Yoona pas pameran lukisan~^^

    | Reply Posted 4 years, 1 month ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: