YoonHae Fanfics Library



[Three-shots] Yoong’s Story (Part 3 – End)

Author : Jungsaera

Genre : three-shot, romance

Cast : Im YoonA, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Kim Kibum

Rating : PG-15

Title : Yoong’s Story

Yoong’s Story

Part 3 – End

Yoong.”panggil Kyuhyun.

“Mwo?”tanya Yoona, dengungan di telinganya baru saja menghilang setelah dia menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Apa kau..menderita Tinnitus?”tanya Kyuhyun, dia masih saja menatap Yoona dengan tajam, dia benar-benar serius, tak ada sedikitpun candaan di dalam perkataan dan juga matanya.

“Mwo…a..aku..penyakit apa itu? Tinnitus? A…aku..tidak pernah dengar..”kata Yoona mencoba mencari alasan. Dia langsung berdiri dari depan ruang tengah dan menuju ke kamarnya. Kyuhyun masih saja mengikuti langkah kakinya.

“Oppa! Kenapa terus mengikutiku?”tanya Yoona dengan tatapan sinis dan juga khawatir, tangannya bergetar, jantungnya berdetak sangat cepat. Dia melihat ke arah Kyuhyun lalu segera memalingkan wajahnya. Kyuhyun masih saja menatapnya dengan serius. Yoona segera masuk ke kamarnya dan menutup pintunya, tapi Kyuhyun langsung mendorong pintu kamar Yoona dan masuk ke dalamnya.

“Jangan berbohong lagi Yoong..aku sudah curiga selama ini..saat aku menerangkan pelajaran mathematic padamu, kau hanya berkata iya..iya…apapun yang aku katakan. Aku sudah sering melihatmu seperti ini…jangan mengelak lagi.”kata Kyuhyun, dia menatap Yoona tajam. Yoona tak bisa berkata apa-apa, dia menggigit-gigit kecil bibirnya. Jantungnya berdegup sangat kencang.

“Kyuhyun oppa mengetahuinya..ottohke..kenapa aku punya kakak yang sangat pintar..dia jadi menyadarinya sangat cepat.”kata Yoona dalam hati. Dia benar-benar bingung, keringat dinginnya pun mengalir keluar.

“Yoong…jangan disembunyikan lagi…apa kau tidak tersiksa kalau seperti itu terus?”tanya Kyuhyun, dia memegang tangan Yoona dengan kuat. Menatap adiknya, dia sangat mengkhawatirkan Yoona.”Aku tidak akan mengatakannya pada Umma dan Appa…tapi kau maukanmengatakannya padaku? Nee? Arasho?”tanya Kyuhyun, dia mengguncang-guncangkan badan adiknya itu. Menatapnya dengan serius, Yoona menatap ke arah lain, dia menggigit-gigit kecil bibir mungilnya. Yoona memalingkan wajahnya dan menatap Kyuhyun, dia menghela nafas kemudian tersenyum hambar.

“Nee…arasho Oppa.”jawab Yoona. Yoona pun akhirnya membuka mulutnya kemudian bercerita panjang lebar pada Kyuhyun, menceritakan semuanya dari awal sampai akhir, sampai akhirnya dia mendapatkan penyakit itu. Kyuhyun tak menunjukkan ekspresi apa-apa, saat Yoona menceritakan semuanya, dia hanya menundukkan wajah tampannya itu.

“Yoong..”panggil Kyuhyun, akhirnya dia pun angkat suara. Kyuhyun mengangkat wajahnya dan menatap Yoona.”Kenapa kau tidak menggunakan alat bantu dengar itu?”tanyanya. Yoona hanya terdiam mendengar pertanyaan dari Kyuhyun. Kyuhyun meraih tangan Yoona dan menggenggamnya.”Kalau kau menggunakannya, semuanya akan baik-baik saja kan?”tambah Kyuhyun.

“Oppa…kalau aku memakainya, semuanya akan tahu kalau aku sakit..aku tidak mau membuat orang lain cemas.”jawab Yoona pelan. Matanya berkaca-kaca, air matanya tak dapat dibendung.

“Yoong..”panggil Kyuhyun. Tangannya membelai dengan lembut rambut Yoona, kemudian melepaskan kunciran yanga digunakan oleh Yoona.”Lihat, kalau kau menggerai rambutmu…tidak akan ada yang tahu kau menggunakannya..”

“Tapi oppa…”

“Sudahlah…pakai saja…apa kau mau terus seperti ini? Bukankah kau ingin mendengarkan semua perkataan orang lain dengan jelas?”tanya Kyuhyun. Yoona hanya menatapnya saja. Yoona tahu bahwa perkataan dari kakaknya itu benar, dia selalu benar. Kini dia semakin bingung untuk memutuskan bagaimana baiknya.

“Yoong!”teriak Kyuhyun di balik pintu kamar Yoona, dia mengetuk-ngetuk pintu kamar Yoona tapi tak ada sahutan dari adiknya itu.”Aisdh…apa penyakitnya kambuh lagi?”tanya Kyuhyun dalam hati.”Yoong, gwenchana?”panggil Kyuhyun lagi.

“Waeyo oppa?”tanya Yoona dari belakang Kyuhyun sambil mengelap rambutnya yang basah setelah keramas dengan handuk. Kyuhyun pun dengan reflek mundur karena kaget mendengar suara adiknya dari arah belakang.

“Omo..kau mengagetkanku.”kata Kyuhyun, dia langsung menggenggam tangan Yoona dan mengajaknya masuk ke dalam kamar adiknya itu. Dia memaksa Yoona untuk duduk dan dia segera menyerahkan sebuak kotak berwarna putih pada adiknya.

“Lihat.”kata Kyuhyun sembari membuka kotak tersebut dan menunjukkan isi dari kotak itu pada Yoona.

“Apa ini oppa?”tanya Yoona tak mengerti.

“Pakailah..ini alat bantu dengar..sudah aku modifikasi..terlihat seperti headphone kan? Tidak akan ada yang curiga kalau kau menggunakan ini. Jadi kau harus memakainya. Ara?”tanya Kyuhyun, dalam kata-katanya terdapat sedikit penekanan, membuat Yoona sulit untuk menolak permintaan dari kakaknya itu.

“Oppa..selain oppa..tidak ada yang tahu kan?”tanya Yoona khawatir. Kyuhyun tersenyum dan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja. Yoona pun ikut tersenyum melihat jawaban dari Kyuhyun.

“Oppa. Cepat keluar dari kamarku..aku mau ganti bajuuu..”kata Yoona, dia segera bangkit dan mendorong Kyuhyun keluar.”Oppa sudah menyita waktuku tadi..jadi cepat keluar.”

“Memangnya kenapa? Kau mau kencan dengan Donghae hyung ya?”tanya Kyuhyun tak berdosa, dan itu membuat wajah Yoona bersemu merah, Kyuhyun hanya tersenyum melihat adiknya kemudian segera berbalik.”Kau mau kencan dengan Donghae hyung kan.jadi kau harus memakainya..agar kau bisa mendengar semua yang dikatakan oleh pacarmu itu. Ara?”tanya Kyuhyun kemudian segera berlari pergi karena Yoona hendak memukulnya karena terlalu malu pada perkataan kakaknya itu.

“Aish…dasar oppa..”kata Yoona, dia tersenyum tipis, dia melihat benda yang ada di genggamanannya, kemudian menghela nafasnya panjang.”Gomawo oppa.”

“Oppa!”panggil Yoona, dia melambai-lambaikan tangannya dan berlari-lari kecil menuju ke arah Donghae. Donghae menyambutnya dengan senyuman yang ramah. Namja itu sedang menyandarkan badannya ke dinding pintu masuk lotte world. Dia pun segera menegakkan badannya dan menghadap ke arah Yoona.

“Kau sudah sampai..ayo..”ajak Donghae, dia segera meraih tangan Yoona dan menggandengnya. Wajah Yoona kembali bersemu merah, dia menutupi wajahnya dengan tangan kirinya, Donghae tertawa melihat perubahan ekspresi Yoona yang menggemaskan.

“Huwa…kau beli headphone baru?”tanya Donghae sambil menyentuh headphone yang dikenakan oleh Yoona, Yoona yang kaget langsung menampik tangan Donghae reflek. Donghae terbelalak kaget melihat perlakuan yoona tersebut. Melihat hal itu, Yoona menjadi merasa bersalah dan bingung akan mengatakan apa, dia takut kalau Donghae curiga, Yoona diam sejenak kemudian membuka mulutnya.

“Jangan sentuh, mahal tau..”kata Yoona, Donghae langsung manyun dan mencibirkan bibirnya.”dasar pelit.”kata Donghae kemudian tersenyum.”Ayo.”

“Syukurlah oppa tidak curiga..”kata Yoona dalam hati. Dia segera menunggingkan senyum di bibirnya yang mungil itu dan mengikuti langkah Donghae,memasuki kawasan lotte world. Wajahnya terlihat sangat bahagia, Yoona tersenyum kecil sambil melihat ke arah Donghae.

“Ya! Kenapa menatapku seperti itu?”tanya Donghae, Yoona hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, kemudian tertawa kecil. Donghae menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat kelakuan kekasihnya itu.

Yoona dan Donghae terlihat sangat bergembira dengan kencan mereka. Mereka berlari kesana kemari untuk menaiki semua wahana yang ada di lotte world. Terkadang Yoona cemberut dan memanyunkan wajahnya karena Donghae tidak menurutinya untuk menaiki salah satu wahana, terkadang Donghae juga kesal karena Yoona terlalu memaksa untuk naik wahana. Tapi itu tidak menyurutkan sorot kegembiraan di wajah mereka berdua yang tengah berbahagia.

“Uwaa…ternyata sudah malam.”Donghae mendesis kecewa karena dia masih ingin bersama dengan kekasih yang dicintainya itu. Yoona menghela nafasnya panjang dan menatap Donghae.

“Ya Oppa. Jangan berwajah seperti itu…seperti kita tidak akan bertemu lagi saja.”kata Yoona menyeringai. Tangan mereka berdua masih menyatu satu sama lain, Yoona menggenggamnya erat.

“Lihat ini..kau berkata begitu, tapi menggenggam tanganku seperti ini..sebenarnya siapa yang tidak ingin berpisah?”tanya Donghae menggoda. Wajah Yoona pun langsung memerah karena perkataan Donghae. Donghae pun langsung mengajak Yoona untuk naik ke bianglala, wahana terakhir yang akan mereka naiki hari ini. Yoona pun melangkahkan kakinya dengan gembira, wajahnya tak lepas dari senyumannya sedikitpun. Donghae pun langsung mengajak Yoona untuk masuk ke dalam bianglala. Mereka pun duduk berhadapan.

“Yoong..bisa kau lepaskan headphonemu selama kita naik bianglala?”tanya Donghae. Yoona langsung menatap Donghae dengan serius, terkaget pada perkataannya.

“Me..memangnya kenapa oppa? Aku tidak sedang mendengarkan musik koq..tidak apa-apa kan aku memakainya. Lagipula aku tetap bisa mendengarkan perkataan oppa dengan jelas koq…”kata Yoona menjelaskan, tangannya bergetar, takut kalau Donghae curiga.

“Waeyo Yoong? Hanya sebentar saja kan…ada yang ingin kubicarakan denganmu”

“Ba…baiklah..”kata Yoona.”Aku akan melepaskannya selama kita naik bianglala..”jawab Yoona, dia melepaskan perlahan alat bantu dengarnya. Mencoba mencari tahu apakah saat ini penyakitnya itu sedang kambuh atau tidak.

“Yoong..”panggil Donghae, Yoona terdiam kemudian tersenyum tipis karena dia dapat mendengar suara Donghae, namja di hadapannya itu dengan sangat jelas.”Waeyo oppa?”tanya Yoona, matanya yang jernih menatap dengan lembut mata Donghae yang penuh dengan keteduhan.

“Aniyo..”Donghae menggelengkan kepalanya dan menunggingkan senyum yang sangat manis pada Yoona, membuat wajah gadis yang dicintainya itu bersemu merah. “Yoong…aku menyukaimu sudah sangat lama…setiap aku berkata aku menyukaimu..kau selalu saja menghindar..”

“Aku juga sejak lama menyukai oppa…aku kira selama ini oppa mengerjaiku.hehe..”jawab Yoona sambil tersenyum nakal. Dia tersenyum lebar dengan mata yang berbinar-binar. Donghae pun ikut mengembangkan senyum di wajahnya melihat kekasihnya tersenyum bahagia.

“Yoong…setiap kali aku melihatmu tersenyum..aku sangat senang. Apa kau bisa selalu tersenyum untukku? Omoni dan Donghwa hyung tidak ada di sisiku…hanya kau yang ada di sisiku sekarang. Aku ingin kau selalu ada di sampingku Yoong..”kata Donghae, dia menatap Yoona dengan lembut.

“Mwo? Oppa berkata apa? Kenapa bisik-bisik seperti itu? Aigoo…Oppa sedang menguji pendengaranku ya?”tanya Yoona tak berdosa, dia mencibirkan bibirnya. Donghae tersentak kaget mendengar perkataan Yoona. Matanya terbelalak tak percaya pada perkataan kekasihnya.

“Mwo? Yoong…”panggilnya, tapi Yoona tak menyahut sama sekali. Yoona masih terdiam karena tak bisa mendengar perkataan dari kekasihnya itu.”Yoong..”panggil Donghae lagi lebih keras, tapi tetap tak ada sahutan dari Yoona. Tangan Donghae bergetar, wajahnya terlihat sangat khawatir, matanya membulat dan keringat di wajahnya pun keluar.”Yoong!”teriak Donghae.

“Ne? apa Oppa?”tanya Yoona, dia melihat wajah Donghae yang penuh dengan kekhawatiran.”Waeyo oppa?”tanya Yoona lagi. Yoona menatap Donghae lekat-lekat, mencari tahu apakah yang tengah dikhawatirkan kekasihnya hingga membuat kekasihnya berwajah seperti itu. Yoona menggenggam tangan Donghae dan menatapnya dengan lembut.

“Waeyo Oppa?”tanya Yoona masih dengan wajah polosnya, biasanya telinganya akan mendengung apabila dia tidak bisa mendengar lagi suara-suara yang ada di sekitarnya, tapi kali ini telinganya tidak mendengung sama sekali, akan tetapi pendengarannya juga tidak berfungsi.

“Yoo…Yoong…a..ada apa dengan telingamu?”tanya Donghae. Wajah Yoona langsung terlihat sedih saat dia melihat gerakan di bibir Donghae tapi tak bisa mendengarkan suara namja itu. Hatinya mulai galau, pendengarannya kembali terganggu di saat alat bantu dengarnya dia lepaskan. Yoona hanya terdiam, wajahnya tertunduk lesu, tangannya menyatu di pangkuannya. Hatinya berdetak sangat cepat, bukan karena gugup karena duduk berhadapan dengan orang yang dia cintai. Akan tetapi gugup, takut kalau-kalau Donghae mengetahui penyakitnya. Sampai bianglala kembali di bawah, Yoona sama serkali tak membuka mulutnya, juga tak mengangkat wajahnya.

“Yoong..”panggil Donghae untuk kesekian kalinya, kesekian kalinya puola Yoona tak menjawab panggilan itu. Setelah bianglala sampai di bawah, Yoona langsung meraih alat bantu dengar yang berbentuk headphone berwarna biru yang berada di sampingnya. Dia segera meninggalkan booth bianglala dan memakai alat bantu dengarnya.

“Yoong!”panggil Donghae lagi, dia berlari-lari kecil untuk mengejar kekasihnya yang telah berjalan mendahuluinya tersebut. Donghae langsung menarik tangan Yoona dan merengkuh bahu gadis itu. Menatapnya lekat-lekat. Matanya menyipit dan mulutnya sedikit terbuka, sudah bersiap untuk meluncurkan pertanyaan-pertanyaan kepada Yoona.”Waeyo? apa ada masalah?”tanya Donghae. Selama di bianglala tadi, Donghae sudah berencana untuk melupakan semuanya sekarang karena dia tahu Yoona pasti tidak akan menceritakan masalah yang sedang dialami gadis itu kepadanya. Donghae berencana untuk menyelidikinya sendiri, mencari tahu sendiri sebab kekasihnya seperti itu.

“O..oppa…”panggil Yoona.

“Wae? Kenapa kau langsung keluar begitu saja tanpa menungguku?”Tanya Donghae. Yoona hanya menatak Donghae sebentar kemudian menundukkan wajahnya.

“Aniyo Oppa…kajja..ayo kita pulang. Tiba-tiba perutmu mual…kita lanjutkan lain kali ya.”ajak Yoona. Donghae hanya bisa menghela nafasnya dan tersenyum tipis penuh dengan ketulusan.”Nee…tapi…maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang..aku juga tiba-tiba ada urusan mendadak…tidak apa-apa?”tanya Donghae sedikit cemas mendengarkan jawaban dari Yoona, tapi ternyata Yoona hanya menjawabnya dengan senyuman, dia menunjukkan deretan giginya yang rapih.”Gwenchanayo Oppa…”kata Yoona, dia segera berlari kecil dan melambaikan tangannya pada Donghae, semakin lama semakin tak terlihat dan akhirnya menghilang di sudut jalan.

Setelah mengetahui Yoona sudah pergi dari hadapannya, Donghae langsung meraih handphone yang ada di saku jeansnya dan mencari nama yang tertera di sana, kemudian segera memencet tombol hijau di layar touchscreen handphonenya.

“Yobuseo..Kyuhyun. bisa kita bertemu?”tanya Donghae.

Tak lama berselang, Kyuhyun dan Donghae sudah duduk berhadapan. Mereka saling melihat satu sama lain tanpa arti. Kyuhyun masih tak mengerti kenapa Donghae memanggilnya. Sedangkan Donghae sendiri tidak terlalu yakin Kyuhyun mengetahui apa yang terjadi dengan adiknya.

“Waeyo hyung? Kenapa memanggilku?”tanya Kyuhyun yang akhirnya angkat bicara setelah diam beberapa menit. Matanya menatap Donghae sebentar, tangannya meraih cangkir cappuccino yang ada di hadapannya. Meminumnya sedikit kemudian meletakkannya lagi di tempat yang sama.

“Kau…apa kau tahu apa yang terjadi pada Yoona?”tanya Donghae langsung, matanya menatap Kyuhyun dengan tajam. Tatapan yang tak pernah Donghae tunjukkan pada siapapun. Kyuhyun tersentak kaget mendengar hal itu. Dia sangat tercengang pada pertanyaan Donghae. Kyuhyun balik menatap Donghae dengan tajam.”Apa hyung tahu sesuatu tentang dia?”tanya balik Kyuhyun, mencoba untuk melindungi janji yang telah dia ucapkan pada adiknya.

“Aku..tadi saat di bianglala, aku menyuruhnya untuk melepaskan headphone yang dia pakai..”kata Donghae. Kyuhyun langsung tersentak, matanya membulat mengetahui hal itu. Tangannya bergetar, dan keringatnya pun keluar.”Lalu…saat aku mengatakan sesuatu, dia sama sekali tidak bisa mendengarku..padahal sebelumnya dia mendengar semua yang aku ucapkan..setelah dia melepaskan headphonenya..dia tidak bisa mendengar ucapanku..”jelas Donghae yang mulai gusar pada apa yang dia katakana. Terlalu mengkhawatirkan kekasih yang baru didapatkannya setelah sekian lama.

“Karena hyung sudah mengetahuinya…aku akan menceritakannya pada hyung.”kata Kyuhyun. Donghae yang semulanya gusar, sekarang rona khawatir semakin membayangi wajahnya yang tampan itu.

“Yoona…menderita tinnitus…gangguan pendengaran yang datang dan pergi secara tiba-tiba..”kata Kyuhyun menjelaskan, wajahnya tertunduk, mengingat keadaan adiknya sekarang. Mata Donghae langsung membulat, mulutnya sedikit terbuka, tak percaya pada apa yang baru saja dikatakan oleh Kyuhyun.

“A..Apa penyebabnya? Ti..tidak mungkin terjadi begitu saja kan? Pasti ada penyebabnya kan?”tanya Dongyhae bertubi-tubi.

“Kecelakaan..beberapa bulan yang lalu…hyung…jangan menyalahkan dirimu sendiri..”kata Kyuhyun. Mata Donghae semakin membulat, badannya lemas tak berdaya mendengar hal itu. Semua ini karena dirinya, apa yang selama ini dia khawatirkan ternyata terbukti terjadi. “Mwo…Mwoya?”tanya Donghae yang masih tak percaya pada apa yang telah dia dengar.

“Ne…Yoona…menderita tinnitus setelah kepalanya terbentur beberapa bulan yang lalu. Hyung..aku mohon jangan menyalahkan dirimu sendiri..ne? Yoona akan sangat sedih kalau hyung menyalahkan diri sendiri.”pinta Kyuhyun.”Yoona..tidak mengatakannya dan terus menyembunyikannya..karena dia tidak ingin orang lain sedih karena dirinya..itulah kenapa Yoona tidak mengatakannya..jadi aku juga berharap..hyung seperti tidak tahu apa-apa saat di depannya..kalau dia tahu bahwa hyung sudah mengetahui penyakitnya dan merasa bersalah seperti ini..dia akan merasa sangat sedih..dan mungkin..itu bisa membuat sakitnya semakin parah..”jelas Kyuhyun. Donghae masih saja tak berkata-kata mendengar penjelasan Kyuhyun. Wajahnya yang tapan tertunduk lesu, butir-butir air mata pun membasahi pipinya, semakin lama semakin deras. Kyuhyun tak bisa apa-apa melihat hal itu. Dia hanya melihat hyunganya sedih.

“Bagaimana mungkin..aku bisa berpura-pura tidak terjadi apa-apa…itu tidak mungkin Kyu!”seru Donghae yang akhirnya bersuara. Matanya merah karena terus saja mengeluarkan air mata. Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya.

“AKu..juga sangat bingung hyung..aku sangat khawatir pada keadaannya..”kata Kyuhyun. Donghae langsung saja berdiri dan berjalan keluar. Kyuhyun langsung mengangkat wajahnya menyadari hal itu. Dia segera mengejar Donghae.

“Hyung, kau mau kemana?”tanya Kyuhyun tapi Donghae tak menjawabnya, dia hanya terus berlari dan berlari. Angin malam yang sangat dingin tak lagi dirasakannya, hatinya jauh lebih sakit sekarang. Kyuhyun tak kuasa mengejar lari Donghae yang sangat cepat, tapi namja itu masih bisa melihat bayangan Donghae dan berusaha untuk terus mengejarnya. Sampai Donghae berhenti di suatu tempat. Depan rumah mereka. Donghae pun segera masuk ke halaman dan memencet bel untuk masuk ke dalam rumah. Kyuhyun mendapatkan firasat buruk saat melihat Donghae masuk ke dalam rumah mereka.

“Annyonghaseo..”sapa Donghae dengan nafas terengah-engah.

“Lee Donghae…tumben sekali malam-malam mampir kesini..”sapa Umma Yoona. Umma langsung saja mempersilahkan Donghae untuk masuk dan duduk di ruang tengah.

“Aniyo Omoni..aku..ingin berbicara dengan Yoona..dan juga kalian semua.”kata Donghae. Hati Kyuhyun berdesir ketika mendengar hal tiu, firasat buruk kembali mendatanginya.

“Oppa..bukannya Oppa ada urusan tadi?”tanya Yoona yang baru saja turun dari tangga dan berjalan menuju ruang tengah. Yoona segera mendatangi Donghae, dia melihat Kyuhyun yang masih saja terengah-engah dan terduduk di pintu masuk.

“Oppa waeyo?”tanya Yoona kemudian menghampiri Kyuhyun yang sudah kehabisan tenaga mengejar Donghae.

“Apa kalian semua tahu..bahwa Yoona menderita tinnitus?”tanya Donghae dengan tatapan yang sangat serius. Yoona yang tengah berjalan mendatangi kakanya langsung terhenti dan menoleh kea rah Donghae, matanya mencerminkan kekagetan yang luar biasa. Umma juga langsung menghentikan aktifitasnya. Kibum yang tengah membaca novel pun juga berhenti membaca dan menatap Donghae lekat-lekat. Appa yang sedang melihat TV langsung menolehkan wajah beliau ke arah Donghae dengan mata yang sangat kaget.

“O..oppa..apa yang kau katakan?”tanya Yoona tergagap. Dia melihat Kyuhyun sebentar, dan Kyuhyun menundukkan wajahnya dengan menyesal.

“Yoona…pendengarannya bisa menghilang dan datang tiba-tiba…”kata Donghae lagi.

“Ya! Apa yang oppa katakan?!”bentak Yoona pada Donghae. Donghae langsung menghampiri Yoona dan melepaskan headphone yang tengah diapaki oleh Yoona, dia mengeceknya dan kemudian melihat bahwa alat tersebut ternyata adalah alat bantu dengar. Donghae langsung menunjukkannya pada Umma dan juga Appa Yoona.

“Lihat Omoni..Aboji…ini..adalah alat bantu dengar yang Yoona gunakan…”kata Donghae. Umma dan Appa Yoona tampak sangat kaget pada kenyataan yang mereka temukan.

“Yoong…aku mohon jangan tutupi lagi…aku sangat mengkhawatirkanmu Yoong…apa kau tidak ingin orang lain mengkhawatirkanmu? Itu konyol Yoong…kalau orang-orang tidak mengkhawatirkanmu..itu berarti mereka tidak menyayangimu…”jelas Donghae.

“Ne Yoong…kami semua sangat menyayangimu..makannya..kami sangat mengkhawatirkanmu…”tambah Kyuhyun.

Yoona hanya bisa menundukkan wajahnya dan meneteskan air matanya. Donghae segera memasang kembali headphone Yoona, berharap agar gadis itu bisa mendengar semua yang mereka katakana untuknya.

“Babo ya…kenapa kau bisa berfikir seperti itu Yoong…apa tidak boleh kalau seorang ibu mengkhawatirkan anaknya?”tanya Umma kemudian segera memeluk putri kesayangannya itu dengan hangat. Appa pun juga iktu memeluk Yoona.

“Kami akan melakukan segalanya untukmu Yoong…kami akan membantumu…kalau kau tidak berkata apa-apa pada kami..bagaimana mungkin kami bisa tahu?”tanya Appa.

“Kau lihat kan Yoong…semuanya menyayangimu…semuanya sangat mengkhawatirkanmu dan ingin kau segera sembuh…semuanya mendukungmu.”kata Donghae lagi. Dia mengusap dengan lembut kepala Yoona. Yoona mendongakkan kepalanya dan menatap Donghae dengan matanya yang penuh dengan air mata.

“Oppa…”panggil Yoona, dia segera melepaskan pelukan Umma dan juga Appanya kemudian segera memeluk Donghae. Menangis di pelukan namja itu.

“Yoong…semuanya akan baik-baik saja…jangan pernah sembunyikan apa-apa lagi..aku tidak ingin kau menanggungnya seorang diri…kau tahu, saat kau menceritakan masalahmu pada orang lain..itu akan terasa lebih ringan daripada kau memendam sendiri kesedihan dan masalah yang sedang yang kau alami..””jelas Donghae dan Yoona hanya menganggukan kepalanya tanda setuju.

Semuanya berlalu begitu cepat. Yoona pun menjalani terapinya setiap minggu, mencoba berbagai macam terapi yang cocok untuknya. Alat bantu dengarnya pun tak lagi disembunyikan, dia memakainya setiap hari karena kata dokter hal itu dapat merangsang pendengarannya. Semakin lama keadaan Yoona semakin membaik, meskipun penyakitnya itu tidak sembuh secara total. Tapi sekarang penyakitnya itu jarang sekali kambuh, biasanya sehari bisa sampai beerapa kali, sekarang hanya sekali atau dua kalia saja.

“Yoong..gwenchana?”tanya Donghae yang sedang berada di hadapan Yoona, mereka kembali menaiki bianglala yang waktu itu mereka naiki. Yoona hanya menggelengkan kepalanya dengan senyum yang mengembang di wajahnya, senyum yang tak dipaksakan, senyum yang tulus ditujukan untuk kekasihnya. Dia menunjukkan giginya yang putih dan rapih pada kekasihnya itu sambil mengangguk pelan.

“Nee Oppa..aku baik-baik saja…gomawo Oppa…semuanya berkat Oppa…aku bisa menjalani semua ini dengan baik. Gomawo…”kata Yoona yang masih saja tersenyum Donghae pun ikut tersenyum melihat kekasihnya tersenyum dengan sangat indah itu.

“Yoong…saranghae..”kata Donghae.

“Nado Oppa..nado saranghae..”balas Yoona. Donghae pun mendekatkan wajahnya, Yoona memejamkan matanya perlahan dan lama-lama dia merasakan hembusan nafas Donghae yang semakin dekat. Bibirnya yang mungil itu pun menempel pada bibir Donghae yang lembab. Tepat saat mereka berada di puncak bianglala, lampu Seoul yang berkedip dengan sangat indah pun menambah keromantisan dan kebahagian mereka.

THE END


Trackbacks & Pingbacks

  1. Yoong’s Story | YoonG-fanfic pingbacked on 1 year, 7 months ago

Comments

  1. * yenny_yoonhaelovers says:

    hwooaa.. finish jg akhir’n ^^
    aq suka cerita’n krn happy ending!! buat FF YOONHAE lg ya oenni.. yg bnyk!! ~kkkk

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  2. aaaa~ envy sayah! pengen juga punya pacar kayak lee donghae.. hehe.
    akhirnya yoona ngaku jg.

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  3. Emang gak bisa sembuh total gitu ya? Seneng akhirnya pada tau semua.. Dan yg penting happy..

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  4. * bumbum says:

    yey, happy end ^^
    haduh senangnya, kupikir bakal dinikahin Yoona-nya
    *trlalu banyak berimajinasi,kekeke

    | Reply Posted 4 years, 12 months ago
  5. * sakura momoko says:

    happy ending… so sweet bgt… utk pasangan yg sangat serasi Lee Donghae dan Cho Yoona …. smoga kisah asmara kalian jadi kenyataan….
    ^_^

    | Reply Posted 4 years, 4 months ago
  6. * Salsa_YH says:

    ih gw pengen nangis deh pas dibagian semua keluarga yoona tau penyakit yoona,tp akhirnya sweet bgt..bkn senyuman di bibir gw mengembang #alah

    keren thor critanya..🙂 :*

    | Reply Posted 4 years, 3 months ago
  7. * icha ferika says:

    happy ending yg kerenn abizzzz
    semoga ceritany bisa jadi kenyataan hehe

    | Reply Posted 4 years, 3 months ago
  8. * jan says:

    Kalo ada orang kaya donghae di dekatku..
    Bahagianya aku..

    | Reply Posted 3 years, 5 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: