YoonHae Fanfics Library



[One-shot] She’s My Wife season 2

Author : Elfishysparkyu

Genre : Oneshoot, Romance

Rating : PG 15

Cast : Yoona x Donghae

Title : She’s My Wife season 2

Note : Ini masih sequelnya i love my baby and you. Mungkin aku akan terus buat ff ini dengan kisah yang berbeda setiap seasonnya. Jadi ini oneshoot bukan chapter. Jangan bosen ya kalau makin lama makin ngawur kayak sinetron.

She’s My Wife season 2

“Lee Hyukjae, Shin Donghee, Kim Ryeowook, Lee Sungmin.” Yoona mengkerutkan alisnya sambil mengeja satu-persatu nama yang tertera di kartu undangan pernikahan Yuri.

“Waeyo?” heran Yuri.

“Mereka…” kata-kata Yoona menggantung di udara. Seperti ada sesuatu yang menghantamnya hingga ia tersadar. Nama-nama itu nyata membawa sebuah kenangan buruk baginya.

Dan Yuri sadar akan hal itu. “Oh.. Ne, aku memang mengundang mereka.” jelasnya terbata.

Yoona langsung terdiam. Empat namja itu adalah teman SMA Yuri dan juga Donghae. Merekalah yang berperan besar terjadinya sesuatu antara Yoona dan Donghae pada malam reuni setahun silam.

“Apa kau terganggu kalau aku mengundang mereka?” tanya Yuri hati-hati.

Yoona menggeleng pelan.

“Kupikir saat ini itu sudah tidak berpengaruh untukmu.” lanjut Yuri lagi.

Kali ini Yoona mengangguk. “Ne onnie, itu tidak masalah bagiku.” katanya. Tapi dalam hati, tetap saja nama-nama teman baik Donghae itu membuatnya sedikit sesak. Mereka sudah terlanjur menorehkan catatan hitam dihatinya.

Kenangan buruk selamanya tetap kenangan buruk. Ia sendiri bingung bagaimana mendeskripsikannya. Faktanya sekarang ia bahagia. Tapi kebahagiaannya memang tak bisa lepas begitu saja dari bayang-bayang kejadian itu. Atau mungkin lebih tepatnya kenangan pahit yang berbuah manis.

___

Flashback

“Benar Yuri onnie ada disana?” tanya Yoona untuk yang kesekian kalinya.

“Tentu saja.” yakin Eunhyuk.

Meski ragu Yoona mengangguk percaya. Ia terus mengikuti langkah Eunhyuk. Yang ada dalam pikirannya sekarang adalah cepat-cepat bertemu Yuri lalu mengajaknya pulang. Ia sudah tidak tahan di tempat ini. Semakin larut dan semakin bau soju. Tapi sepertinya kakaknya itu tengah terlena dengan teman-teman lamanya. Hingga adik sendiri pun terlupakan.

“Yah, Lee Hyukjae kau darimana saja? Aku mencarimu sejak tadi. Mana kunci mobilku? Aku mau pulang.” disatu sisi Donghae marah-marah tak jelas begitu melihat Eunhyuk di depan matanya. Disampingnya tampak Sungmin, Shindong dan Ryeowook yang tak kalah limbung karena mabuk.

Eunhyuk tidak menjawab malah tersenyum penuh arti.

“Mana Yuri onnie?” tanya Yoona mulai khawatir.

“Tunggulah disini.” suruh Eunhyuk dengan tenangnya.

Namun itu justru menambah kerisauan Yoona. Diantara namja-namja yang sedang mabuk dalam sebuah kamar sungguh tidak nyaman. Tunggu!! Kamar??!! Ia bahkan baru menyadarinya. Mau tidak mau pikiran buruk semakin menghantuinya. Apalagi orang-orang ini masih terasa asing untuknya.

“Yuri onnie dimana?” tanyanya sekali lagi.

“Yoona-ssi, tolong kau jaga dia sebentar ya?” sela Sungmin cepat. Ia menunjuk Donghae yang terkapar di sofa setengah sadar. Ia lalu menyeret Ryeowook keluar.

Diikuti Shindong yang lebih dulu berbisik pada Donghae. “Aku tahu kau bisa Donghae-ya. Jangan jadi namja pengecut yang hanya bisa menyukai seorang gadis tanpa berani mendekatinya.”

Masih sedikit bingung Yoona menatap Eunhyuk.

Namun yang terjadi sungguh di luar dugaan. Eunhyuk malah ikut keluar dan menutup pintu kamar itu cepat lalu menguncinya rapat.

“Apa yang kalian lakukan? Eunhyuk-ssi, keluarkan aku dari sini.” pekik Yoona parau. Ia memutar knop pintu berkali-kali meski sadar pintu itu telah terkunci dari luar.

Percuma, sekuat tenaga ia berteriak pun tidak ada yang menyahut.

“Selamat bersenang-senang Donghae-ah.” justru teriakan Eunhyuk itulah yang terdengar membahana diiringi tawa mereka.

Flashback end

Huft.. Yoona menghembuskan nafasnya berat. Bahkan tanpa sadar ia mencengkeram kuat-kuat selimutnya. Rasa jengkel yang menderanya sangat terasa memuncak hingga mulai mengacu pada dendam. Ia sendiri tidak mengerti kenapa muncul rasa aneh ini.

Ia melirik Donghae. Bukankah orang disampingnya ini tokoh utamanya? Melihat wajah Donghae ketika tidur seperti ini malah sanggup membuat segala amarahnya sirna.

“Donghae oppa.” panggilnya. Ia guncangkan pundak Donghae pelan agar suaminya itu terbangun.

Masih dikuasai rasa kantuk Donghae membuka matanya. “Ada apa?” tanyanya.

“Peluk aku.”

Meski sedikit heran dengan permintaan tiba-tiba Yoona itu toh Donghae menurutinya. Direngkuhnya Yoona ke dalam pelukannya dan didekapnya erat.

Yoona terdiam hingga akhirnya ikut terlelap. Dengan seperti ini setidaknya rasa aneh yang sejak tadi menyergapnya perlahan memudar. Meski masih terasa samar-samar.

___

Ia seorang diri berteriak frustasi tapi tak ada yang mendengarnya. Ia menangis tersedu tapi tak ada yang memperdulikannya. Harga dirinya hancur berkeping-keping dalam satu malam. Lee Donghae seakan menghempaskannya hingga ia jatuh bagai guguran daun yang tak berarti.

Terhenyak Yoona terbangun dari tidurnya. Ia berkeringat dingin dengan nafas tak beraturan. Rupanya mimpi buruk telah mengacaukan pagi harinya. Segera ia bangkit ke kamar mandi sambil sekilas melirik Donghae yang masih terlelap.

Berkali-kali ia mencuci mukanya dan melihat bayangannya sendiri dalam kaca. “Im Yoona, harusnya kau tidak terlalu memikirkan ini. Ini gara-gara Lee Hyukjae dan teman-temannya itu.” gerutunya geram.

Ia menerawang. Kenapa juga harus mimpi itu. “Donghae oppa!!!” teriaknya tanpa sadar.

Ia bahkan tidak sadar kalau teriakannya itu pasti akan membangunkan Donghae. Karena tak lama kemudian Donghae tergesa mendatanginya dengan raut cemas yang sangat kentara.

“Yoong. Ada apa? Apa yang terjadi?” Donghae menatap Yoona khawatir. Terakhir Yoona berteriak di kamar mandi seperti ini adalah saat keguguran. Rasanya seperti dejavu.

Sementara Yoona tetap terpaku ditempatnya tanpa tahu harus berkata apa.

“Yoong.” panggil Donghae sekali lagi.

“Tadi ada kecoa, oppa.” bohong Yoona akhirnya.

“Sejak kapan kau takut kecoa?”

“Aku tidak takut, tadi cuma merasa sedikit geli.”

“Kau membuatku panik saja.”

“Mianhae, sudah sana tidur lagi.” Yoona mendorong tubuh Donghae pelan.

Tapi Donghae tetap tak bergeming sedikitpun. “Ini sudah pagi Yoong. Aku mau mandi.”

“Tapi ini kan hari minggu. Kenapa mandi pagi sekali?”

“Aku ada janji pergi memancing bersama Kyuhyun.”

“Apa?” Yoona langsung menampakkan wajah cemberutnya. Tentu saja ia kecewa, biasanya hari minggu adalah hari khusus untuk mereka berduaan. Entah hanya dirumah atau pergi jalan-jalan, pokoknya hanya berdua.

“Bukankah pernikahan Yuri tinggal minggu depan? Kupikir kau pasti akan ke sana untuk membantu mempersiapkan segalanya. Makanya aku menerima ajakan Kyuhyun pergi memancing.”

“Apanya yang disiapkan? Keluarga Yesung oppa ingin acaranya besar-besaran jadi semua sudah diurus wedding organizer. Yuri onnie tinggal santai-santai saja. Tapi memang lebih baik aku ke sana saja daripada di rumah sendirian.” jelas sekali kata-kata Yoona masih terdengar tidak ikhlas.

“Aku tidak lama Yoong. Nanti siang aku menyusulmu ke sana.”

Yoona mengangguk lemas. Ia jadi tidak begitu antusias dengan pernikahan Yuri setelah membaca nama-nama yang tertera di kartu undangan beberapa hari lalu. Pastilah sekarang undangannya telah sampai ke orang-orang itu. Membayangkan bertemu mereka di pesta pernikahan Yuri sungguh membuatnya malas. Ia tidak siap, masih tersisa rasa marah, dan banyak hal lain yang berkecamuk di benaknya.

___

“Kenapa wajahmu ditekuk seperti itu?” heran Yuri mendapati Yoona mendatanginya dengan wajah super masam.

“Pemberkatan di gereja hanya untuk keluarga kan onnie?” Yoona justru balik bertanya.

“Tentu saja.”

“Lalu pestanya? Kurang lebih 1000 orang kan tamunya? Semoga aku tidak bertemu mereka.”

Yuri mengkerutkan keningnya menanggapi harapan Yoona itu. “Siapa? Eunhyuk dan teman-temannya?” tebaknya tepat. “Kemarin kau bilang tidak masalah?”

“Aku juga berharap begitu. Tapi kenyataannya aku tidak bisa menanggapinya dengan santai. Aku terlalu memikirkannya onnie.”

“Kau membenci mereka?”

Yoona mengangguk mantap. “Sampai sekarang aku masih tidak terima.”

“Lalu Donghae?”

“Dia pengecualian.”

“Dasar aneh.” Yuri menggeleng tak habis pikir. “Kalau kau mau menghindari mereka di pestaku, kau harus menghindari Donghae.” lanjutnya.

“Mana bisa?” pekik Yoona. Menurutnya saran Yuri itu sungguh tidak masuk akal.

“Nah, makanya tidak mungkin kan kau tidak bertemu mereka? Karena mereka pasti akan menemui Donghae.”

“Ne, aku tahu. Membayangkannya saja aku sungguh malas onnie.”

“Apa Donghae masih sering berhubungan dengan mereka?”

Yoona menggeleng. “Aku tidak tahu, kurasa tidak.”

“Kalau begitu bisa jadi di pestaku nanti akan ada reuni dadakan antar sahabat karib yang lama tidak bertemu.” sambung Yuri.

Membuat Yoona semakin kesal saja. “Eonni..” rengeknya.

“Sudahlah, bersikaplah sedikit rileks. Kau hanya akan bertemu Eunhyuk, Shindong, Ryeowook, dan Sungmin. Mereka orang biasa seperti kita. Mereka bukan penjahat kelas kakap yang harus membuatmu sepanik ini.”

“Bagiku mereka lebih dari penjahat kelas kakap. Aku masih dendam onnie.”

“Lalu Donghae?” lagi-lagi Yuri bertanya seperti ini.

“Sudah kubilang, Donghae oppa pengecualian.” jawab Yoona gamang. Ia jadi bingung sendiri. “Dulu aku memang sempat membencinya, sangat membencinya. Tapi sekarang rasa itu berbalik sempurna.”

“Ya.. Ya.. Aku paham. Apapun bisa terjadi kalau cinta sudah bertahta.” Yuri terkekeh sendiri.

Dan Yoona hanya bisa diam membenarkan.

___

Yoona melangkah ringan menyusuri trotoar sepanjang jalan pusat pertokoan di Seoul. Tangannya menenteng dua tas berukuran sedang berisi belanjaan yang baru ia beli. Tiga hari lagi pernikahan Yuri, dan ia harus menyiapkan diri dengan tampil sesempurna mungkin. Ia bahkan sampai tidak menyadari bahwa langit telah berubah jingga.

“Aish, sebentar lagi Donghae oppa pulang. Dia pasti akan ribut kalau aku tidak ada.” gerutunya sendiri, ia mempercepat langkahnya tergesa.

Namun tanpa sengaja malah menabrak seseorang hingga barang belanjaan orang itu jatuh berserakan.

“Mianhae, jeongmal mianhae.” sesalnya sambil ikut memunguti barang-barang yang berserakan itu.

“Yoona-ssi.”

Dan sapaan namja yang ditabraknya itu kontan membuatnya mendongak.

Yang terlihat adalah seorang namja mungil berwajah imut sedang tersenyum manis. Tapi yang tertangkap oleh Yoona justru namja itu seakan-akan adalah alien atau mahkluk luar angkasa apapun bentuknya yang mungkin harus segera dimusnahkan dari muka bumi ini.

“Kau tidak ingat aku Yoona-ssi?” ulang namja itu lagi.

Yoona pucat pasi, bibirnya bergetar hanya untuk berkata. “Tentu saja ingat, Ryeowook-ssi.” ucapnya kaku.

Senyum sumringah langsung terukir dibibir Ryeowook. Membuat Yoona semakin muak melihatnya.

“Aku buru-buru, permisi.” Yoona mempercepat langkahnya, terlihat sekali kalau ia berusaha menghindar.

Dan tanpa disangka-sangka Ryeowook justru setengah berlari menjejeri langkahnya. “Bagaimana kabar Donghae? Kudengar dia sudah diangkat jadi manager keuangan. Sudah lama sekali kami tidak bertemu karena sama-sama sibuk. Ah iya, kenapa kalian menikah tidak mengundangku? Teman macam apa dia itu. Katanya kalian tinggal di apartment ya? Bahkan alamatnya saja aku tidak tahu.” cecarnya.

“Donghae oppa baik.” jawab Yoona singkat. Jujur ia amat sangat malas sekali. Akhirnya ia memutuskan untuk menyetop taksi dan menaikinya. Padahal jarak ke apartmentnya cukup dekat kalau ditempuh dengan berjalan kaki.

“Aku duluan Ryeowook-ssi.” ucapnya basa-basi.

“Sampaikan salamku pada Donghae. Bilang padanya kita bertemu dipernikahan Yuri bersama Eunhyuk, Sungmin, dan juga Shindong.” masih sempat-sempatnya Ryeowook berpesan seperti itu saat taksi yang membawa Yoona mulai melaju.

Dan sialnya Yoona terlanjur mendengarnya. Menyebalkan sekali, pertemuan singkat dengan Ryeowook tadi berhasil merusak moodnya.

___

“Kau darimana saja Yoong? Kenapa pergi tidak bilang-bilang? Kenapa tidak membawa handphone?”

Benar kan? Baru saja Yoona melangkah masuk apartmentnya, Donghae sudah mengomel tak jelas. Memang beginilah yang selalu terjadi jika ia pulang dan tak mendapati keberadaan Yoona.

Yoona langsung menyerahkan tas belanjaannya tanpa berkata apapun. Ia melangkah gontai lalu menjatuhkan dirinya di sofa.

“Tidak bersemangat sekali, kenapa?” heran Donghae.

“Aku lelah, sangat lelah Donghae oppa. Aku merasa hari-hari berlalu terlalu cepat. Bahkan tidak terasa pernikahan Yuri onnie tinggal selangkah lagi.”

Donghae tersenyum tipis. Ia mengusap kepala Yoona pelan. Lalu mengambil isi dari tas belanjaan Yoona tadi. “Apa karena ini? Kau terlalu memikirkannya Yoong. Harusnya tidak perlu seberlebihan ini.” ujarnya begitu mendapati gaun baru Yoona juga kemeja yang baru Yoona beli untuknya.

“Aku hanya ingin yang terbaik di pernikahan Yuri onnie. Apapun yang terjadi aku tidak mau melewatkan acara penting kakakku begitu saja.” Yoona mendesah, ada kegelisahan tersendiri yang coba ia sembunyikan.

Sampai kemudian ia menyenderkan kepalanya dipundak Donghae.
“Donghae oppa, kenapa aku bisa mencintaimu?” tanyanya.

“Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu? Harusnya kau sendiri yang tahu jawabannya.”

“Aku juga tidak tahu. Saat perasaan itu mulai terasa, aku mengelak mati-matian. Aku bersikeras menolaknya. Tapi semakin lama aku tidak sanggup lagi untuk terus menyangkalnya.”

“Mungkin antara kau dan aku telah terikat takdir.” jawab Donghae asal.

“Benar, hanya takdir yang tidak butuh penjelasan. Karena takdir adalah ketetapan Tuhan.”

Donghae memalingkan wajahnya menatap Yoona lekat. “Kau menyesali takdir itu?”

“Tidak, hanya andaikan bisa ada beberapa bagian yang ingin kutata ulang.”

“Ya, aku tahu.”

“Sudahlah, tidak usah dibahas lagi.” Yoona bangkit berdiri. “Aku mau menyiapkan makan malam. Ayo bantu aku Donghae oppa.” ia menarik tangan Donghae berlalu menuju dapur sambil tersenyum ceria. Walau yang sebenarnya senyum itu untuk menutupi rasa gundahnya.

___

Derap langkah mereka terdengar menggema beriringan di lobi hotel. Sesekali Yoona menjinjing bagian bawah gaunnya agar tak menghalangi jalannya. Hari ini akhirnya tiba, pesta pernikahan Yuri. Sejak dari rumah, Yoona sudah menyiapkan mentalnya. Apapun yang akan terjadi nanti biarlah terjadi.

“Tidak lucu kalau kita terlambat Donghae oppa.” gerutunya.

Disampingnya Donghae juga tampak tergesa. “Mana aku tahu kalau ban mobilku akan kempes di tengah jalan. Ini diluar dugaan Yoong.” sesalnya.

Namun mendadak langkahnya terhenti tepat di depan deretan rangkaian bunga ucapan selamat pada pernikahan Yuri dan Yesung. Ada satu yang menarik perhatiannya. Donghae tersenyum sendiri. Tiba-tiba ada rasa damai yang menyeruak di dada.

“Donghae oppa, ada apa?” heran Yoona. Matanya ikut mengekor kemana Donghae menatap. Dan ia langsung paham. Nama Choi Siwon tertera sebagai nama pengirim rangkaian bunga itu. “Haruskah kau sebahagia ini karena Siwon oppa sekarang ada di Paris?”

Donghae mengangguk mantap, masih dengan senyum manisnya. “Tentu saja.”

“Dasar.” Yoona menggelengkan kepalanya jengah. Ia mempercepat langkahnya.

“Tunggu Yoong.” kejar Donghae. “Bisa tidak jangan panggil Siwon dengan panggilan oppa? Aku cemburu.”

“Memangnya harus panggil apa? Ahjussi? Haraboji?” canda Yoona.

“Siwon-ssi.”

“Aku dan Siwon oppa bukan orang asing.”

“Aku tidak mau disamakan dengan Siwon.” rengek Donghae, aura kekanakannya keluar.

“Yesung oppa, bukankah aku juga memanggilnya oppa?”

“Itu beda. Kalau begitu panggil aku yeobo atau jagiya.”

“Jangan aneh-aneh Donghae oppa.” pekik Yoona. Ia tak mau lagi menggubris kekonyolan Donghae itu.

“Aku serius Yoong.”

Tidak ada jawaban, Yoona terus melenggang pergi.

Suasana pesta yang kian terasa. Donghae dan Yoona segera membaur dengan orang-orang itu.

Yoona menghampiri Yuri yang tampak sibuk dengan tamu-tamunya. “Aku belum terlambat kan onnie?” bisiknya.

“Belum, tapi kau melewatkan tiga puluh menit.” sindir Yuri juga dengan berbisik.

“Ada sedikit masalah tadi.” tawa Yoona hambar.

“Selamat hyung.” ucap Donghae basa-basi. “Pestanya meriah sekali.” ia merangkul Yesung sejenak.

“Sejak tadi ada yang mencarimu. Kenapa kau baru datang?”

“Siapa?”

“Hyukjae dan.. ”

“Yesung oppa, ayo kukenalkan pada temanku.” potong Yuri cepat sebelum Yesung menyelesaikan ucapannya. Ia mengapit lengan Yesung pergi. Ia berbuat seperti ini karena melihat raut Yoona yang berubah getir.

“Donghae oppa, aku mau menemui Kyuhyun dan Seohyun.” pamit Yoona. Ia menyibak kerumunan orang-orang saat melihat Kyuhyun dan Seohyun di ujung sana.

Dan Donghae tetap mengikutinya. “Jangan panggil oppa, panggil yeobo.” tuturnya. Masih ribut dengan yang tadi.

“Tidak mau.”

“Ayolah Yoong. Panggil aku yeobo atau jagiya. Bukankah itu terdengar mesra?”

“Kalau Kyuhyun mendengarnya, dia akan mentertawakanmu.” cibir Yoona.

“Kyuhyun itu tidak tahu apa-apa.” Donghae menangkap lengan Yoona dan menariknya mendekat. “Panggil aku yeobo.” pintanya sekali lagi.

“Donghae oppa, kau ini kenapa? Kau ingin mempermalukanku di tempat ini?”

“Apa aku sejahat itu jagiya?” bisik Donghae mesra, tepat di depan wajah Yoona dekat sekali. Membuat Yoona merona malu karena perlakuan Donghae itu tidak pada tempatnya.

“Ah, mesra sekali.”
Celetukan itu sungguh merusak suasana.

Donghae dan Yoona menoleh bersamaan ke arah sumber suara. Lee Hyukjae, dibelakangnya Sungmin, Shindong, dan Ryeowook turut memasang wajah tanpa dosa mereka.

Aish, bagi Yoona malapetaka telah tiba.

“Annyeong Yoona-ssi.” sapa Eunhyuk hangat. Yoona langsung menanggapinya dengan tersenyum kecut.

“Donghae-ya, tidakkah kau merindukan kami?” lanjutnya.

“Teman macam apa kau ini? Menikah tidak mengundang kami.” imbuh Ryeowook.

“Kau tidak mau berbagi kebahagianmu bersama teman-temanmu ini. Heh?” Shindong pura-pura menampakkan wajah marahnya.

“Sepertinya kami telah melewatkan banyak hal tentangmu.” sahut Sungmin.

Mereka terus saja mengecam Donghae dengan kalimat-kalimat menyudutkan.

Donghae sampai gelagapan sendiri meladeninya. “Ini tidak seperti yang kalian pikirkan.” desahnya.

“Kau itu berhutang pada kami Donghae-ah.” sambung Shindong, ia tersenyum penuh arti.

Tapi sayang Donghae tak mampu menangkap maknanya. “Hutang apa?” tanyanya bingung.

Eunhyuk mendekatkan dirinya pada Donghae lalu berbisik pelan. “Hutang terimakasih, karena kamilah kau akhirnya bisa mendapatkannya.” ia tertawa kecil.

Donghae melirik Yoona sekilas. Ia yakin istrinya itu pasti mendengar yang dibisikkan Eunhyuk padanya tadi. Raut Yoona yang begitu dingin menandakan ia merasa tidak nyaman disini.

Donghae jadi kalut sendiri. “E.. Kami mau menemui seseorang dulu. Nanti kita bicara lagi.” pamitnya. Ia menggenggam tangan Yoona mengajaknya pergi.

Namun Shindong menahannya. “Kenapa buru-buru sekali?”

“Lama tidak bertemu mana bisa kau pergi begitu saja.” sela Sungmin.

“Bagaimana kalau kita duduk di sana? Ada banyak hal yang mesti kau ceritakan pada kami.” potong Eunhyuk, ia menunjuk meja di sisi kanannya.

Donghae menatap Yoona minta persetujuan tapi Yoona acuh tak peduli.

“Ayolah.. ” ajak Ryeowook tidak sabar.

“Biar aku menemui Kyuhyun dan Seohyun sendiri saja.” ucap Yoona dingin.

“Kau tidak mau bersama kami Yoona-ssi?” tanya Eunhyuk.

Yoona menggeleng ketus. “Tidak, aku ada janji dengan temanku. Lagipula aku tidak mau mengganggu kalian.” ia melangkah pergi begitu saja.

“Yoong..” panggil Donghae, tapi Yoona sama sekali tak menggubrisnya.

Eunhyuk tertawa habis-habisan. “Kau bukan tipe suami yang takut istri kan?” ledeknya.

“Tentu saja tidak.” sangkal Donghae. Hanya saja saat ini ia terlalu memikirkan perasaan Yoona.

___

Flashback

“Apa yang kau lakukan disini? Pergilah.” usir Yoona ketus saat menemukan Donghae berdiri terpaku didepan pagar rumahnya.

“Mianhae.” pinta Donghae tulus. “Aku akan bertanggungjawab atas semua yang terjadi.”

Yoona tersenyum miris. “Aku tidak butuh itu semua. Saat ini aku baik-baik saja meski kau telah menghancurkanku. Asal kau tahu, aku bukan ranting kecil yang bisa dengan mudah kau patahkan. Jadi lebih baik sekarang kau pergi dari sini karena aku sungguh muak melihatmu.”

“Setidaknya untuk anakku.” bisik Donghae lirih.

Deg.. Bagaimana ia bisa tahu? Yoona bahkan tidak memberitahukannya pada siapapun.

“Aku mengikutimu saat di rumahsakit.” ucap Donghae seakan bisa membaca pikiran Yoona. “Dan aku rasa kau pasti belum bilang pada siapapun.”

Yoona terus terdiam. Banyak hal yang berputar-putar di kepalanya. Ia terlalu kalut, kacau, tak tahu harus berbuat apa.

“Biar aku yang mengatakannya pada eommamu.” lanjut Donghae lagi.

Ucapan Donghae itu kontan membuat Yoona mendongak dengan tatapan sinis. “Kau sudah gila. Eomma bisa membunuhku.”

“Akulah orang yang pantas untuk dibunuh bukan kau.”

“Ini tidak semudah yang kau bayangkan. Tunggu… ” sela Yoona cepat. Begitu sadar Donghae telah memasuki pekarangan rumahnya.

Yoona bahkan tidak berani lagi menapakkan kakinya. Langkahnya terhenti, ia membisu, seakan sekujur tubuhnya membeku. Donghae nekat menemui ibunya. Ini benar-benar gila.

Dan ia hanya mampu terisak pilu seorang diri di teras rumahnya. Menunggu dan terus menunggu apa yang akan terjadi nanti.

“Yoona-ah, apa yang kau lakukan disini? Diluar sangat dingin. Masuklah.”

Permintaan lembut ibunya itu justru membuat airmata Yoona semakin menganak sungai. Ia tak berani sedikitpun menatap mata wanita yang melahirkannya itu. Ia terus menunduk takut-takut saat ibunya menuntunnya masuk.

“Lihatlah bajumu tipis sekali, nanti kau bisa sakit. Pikirkanlah janin yang kau kandung.”

“Eomma..” bisik Yoona parau. Ia melirik Donghae yang duduk disana dengan raut datarnya. Apa sebenarnya yang telah dikatakan namja itu pada ibunya. Kenapa dengan mudah ibunya bisa luluh. Ini terlalu mudah dari apa yang dibayangkannya.

“Pernikahan kalian harus dilaksanakan secepatnya. Itu yang terbaik.” tegas nyonya Kim.

“Tapi eomma..” Yoona mencoba untuk protes. Namun begitu melihat gurat kecewa terpancar di wajah ibunya, ia tahu saat ini ia tak punya pilihan lain.

Flashback end

Yoona memandang langit-langit kamarnya kemudian tersenyum tanpa arti. Tak berapa lama terdengar kegaduhan Donghae yang baru datang. Entah alasannya apa tiba-tiba terbesit ide untuk pura-pura tidur.

“Yoong, kenapa kau meninggalkanku? Kenapa kau malah pulang bersama Kyuhyun dan Seohyun? Aku mencarimu, aku kira kau ikut Yuri ke rumah eommamu.” ribut Donghae begitu memasuki kamarnya.

Disana Yoona memejamkan matanya. Padahal sejak tadi ia masih terjaga. Dan soal meninggalkan Donghae di pesta pernikahan Yuri, itu dilakukannya dengan sengaja. Ia kesal karena Donghae terlalu sibuk dengan kawan-kawan lamanya.

“Ternyata kau sudah tidur.” gumam Donghae sendiri. Ia ikut merebahkan tubuhnya di samping Yoona.

Bau soju,  Yoona yakin sekali. Itulah Donghae, yang akan selalu terpengaruh teman-temannya.

___

“Yoong, kau dimana?” masih sesekali menguap karena didera rasa kantuk Donghae menjamah setiap sudut apartmentnya. “Im Yoona.” panggilnya.

Nihil, Yoona tidak ada dimanapun juga. Ia mendesah jengkel begitu tahu handphone milik Yoona justru tergeletak manis di atas meja rias. “Kenapa ia selalu meninggalkan handphonenya?” desisnya.

Ini bahkan terlalu pagi untuk bepergian. Aish, sebenarnya Yoona menghilang kemana? Apa ini karena semalam? Donghae resah sendiri. Mungkin secara tidak langsung kebersamaannya dengan Eunhyuk, Shindong, Ryeowook, dan Sungmin semalam itu membuka luka lama bagi Yoona. Ya, sepertinya begitu.

Setelah dirasa menunggu terlalu lama Donghae akhirnya memutuskan untuk mencari Yoona. Tadi ia sudah menelepon Yuri dan juga Seohyun. Kedua orang itulah yang paling berpotensi mengetahui keberadaan Yoona. Meski keduanya menjawab tidak tahu, tapi Donghae tidak percaya begitu saja.

Dan kemungkinan Yoona bersama Seohyun lebih besar dibanding Yuri. Yuri sedang dalam suasana bulan madu, tidak mungkin Yoona datang berkeluh kesah padanya.

Donghae berusaha tersenyum semanis mungkin saat mendatangi Seohyun yang sedang bersama Kyuhyun. Meski dalam hati ia menyesali keberadaan Kyuhyun disana. Dalam hal-hal penting, Kyuhyun biasanya hanya bisa merecoki.

“Benar kau tidak tahu Yoona dimana?” tanyanya memastikan.

Seohyun mengangguk pasti.

“Siapa suruh semalam sibuk sendiri.” sindir Kyuhyun.

Donghae berusaha untuk tidak terpengaruh. Ia tetap fokus bertanya pada Seohyun. “Apa dia tidak menghubungimu? Atau bercerita sesuatu mungkin?”

“Tidak, semalam Yoona onnie juga tidak cerita apa-apa. Tapi dilihat dari wajahnya yang begitu kusut, memang seperti sedang menyimpan masalah.” urai Seohyun.

“Benarkah?”

“Tentu saja, itu berawal dari suaminya yang tidak tahu diri sampai lupa istrinya.” sindir Kyuhyun lagi.

Lama-lama Donghae terpancing juga. “Apa maksudmu Kyu?” geramnya.

Kyuhyun menggeleng tanpa rasa bersalah sedikitpun. “Tidak apa-apa.” ucapnya santai. Lalu ia tersenyum-senyum sendiri dan itu terlihat sangat menyebalkan.

“Sebenarnya kau ini dipihak siapa? Yang sepupumu itu siapa?” cecar Donghae beruntun.

“Aku belum amnesia hyung, tentu saja sepupuku adalah kau. Tapi saat ini aku hanya membela pihak yang benar.”

Seohyun yang paham situasi segera menengahi. “Donghae oppa, aku rasa Yoona onnie sedang ingin menenangkan diri. Jadi sebaiknya biarkan saja. Nanti juga akan pulang sendiri. Yakinlah, ini tidak akan berlangsung lama.”

Donghae mengangguk membenarkan.

Sementara Kyuhyun mulai ricuh dengan pemikirannya sendiri. “Hyung, jangan-jangan Yoona diculik.” pekiknya. “Atau bisa jadi dia putus asa lalu bunuh diri.” ia semakin heboh tak karuan.

“Jangan bicara sembarangan.” bentak Donghae. Aish, perkataan Kyuhyun membuatnya semakin gelisah saja.

“Kyuhyun oppa, jangan memperkeruh keadaan. Dan tolong berpikirlah yang masuk akal. Kau terlalu membesar-besarkan masalah.” tegas Seohyun.

Kalau sudah seperti ini Kyuhyun hanya bisa manggut-manggut patuh.

___

“Eomma, kenapa kau sangat menyukai Donghae oppa?” tanya Yoona tiba-tiba. Tanpa menoleh sedikitpun, tangannya masih sibuk menyirami aneka tanaman hias milik eommanya.

Nyonya Kim yang juga tampak sibuk memilah daun-daun yang mulai kering sejenak menghentikan kegiatannya. “Kalian bertengkar?” tanyanya.

“Aku kan hanya bertanya eomma.” sangkal Yoona. “Padahal kau tahu betul apa yang pernah diperbuat Donghae oppa padaku. Rasanya aneh melihatmu begitu menyayanginya, begitu mempercayainya.”

“Eomma hanya menuruti kata hati. Perasaan seorang ibu tidak mungkin salah.”

“Hanya itu?” tanya Yoona sangsi.

Nyonya Kim mengangguk. “Apa kau tahu apa yang terjadi saat Donghae menyampaikan soal kehamilanmu waktu itu?”

Yoona menggeleng sambil menatap ibunya lekat.

“Eomma menamparnya.”

“Apa?” pekik Yoona tak percaya. Ia sama sekali tak pernah tahu tentang ini.

“Ne, eomma menamparnya. Tapi satu tamparan itu justru menjadi awal dimana eomma percaya dia orang yang tepat untukmu.”

“Eomma..” Yoona menggelayut manja lengan ibunya, ada rasa haru disana.

Nyonya Kim menerawang kemudian tersenyum tipis. “Dia mengakui kesalahannya lalu minta maaf pada eomma. Mungkin itu hal yang sederhana. Namun saat melihat ketulusannya, ada rasa salut yang terus berkecamuk di hati eomma. Dia namja yang baik, eomma yakin itu.”

“Semudah itu eomma?” ragu Yoona, tapi ada senyum yang terus menghiasi bibirnya saat berucap ini.

“Eomma juga tidak tahu. Saat itu eomma yakin dia mencintaimu dan suatu saat kau juga pasti akan mencintainya. Nyatanya sekarang terbukti kan?”

Yoona mengangguk malu-malu. “Oh iya. Padahal dulu kan aku sudah bertunangan dengan Siwon oppa. Apa eomma tidak memikirkan itu?”

“Tentu saja eomma memikirkannya. Eomma sampai rela berdebat hebat dengan Yuri karena masalah itu.” Nyonya Kim mengkerutkan keningnya kemudian menggeleng kecil. “Satu hal yang eomma percayai sampai sekarang, ini semua permainan takdir.”

“Ne, eomma. Aku juga percaya itu.” angguk Yoona setuju.

“Sudah sana pulang. Donghae pasti cemas mencarimu. Apalagi tadi Yuri bilang padanya kalau kau tidak ada disini. Kenapa mesti berbohong?” Nyonya Kim berdecak heran.

“Aku masih mau disini eomma. Aku mau menemanimu. Sebentar lagi Yuri onnie akan pindah ke rumah Yesung oppa, kau pasti akan kesepian. Aku juga rindu berkebun seperti ini.” Yoona memperhatikan bunga-bunga yang tadi ia siram.

“Terserah kau saja.” Nyonya Kim mengalah. “Dan asal kau tahu, Yuri akan tetap tinggal disini. Yesung yang akan pindah kemari.”

“Apa? Eomma, ini tidak adil. Aku juga ingin tinggal disini. Tetap tinggal didekatmu.” rengek Yoona, ia bersungut-sungut manja.

Nyonya Kim hanya tertawa menanggapinya. “Eomma juga tidak tahu, itu keinginan Yuri sendiri. Entah apa yang dipikirkan anak itu. Eomma bahkan merasa tidak enak pada keluarga Yesung. Dan kau tidak perlu iri, kau punya kehidupanmu sendiri, suami yang mencintaimu, binalah rumahtanggamu sesuai keinginanmu sendiri. Eomma yakin kau akan selalu bahagia.”

“Ne eomma, aku tahu.” lagi-lagi Yoona memeluk hangat ibunya. Hanya pada sosok inilah ia merasa damai saat risau merajai. Merasa tenang saat resah menggelayuti.

___

Dengan langkah mengendap-endap Yoona memasuki kamarnya. Ditutupnya pintu sepelan mungkin. Ia berusaha untuk tak mengeluarkan suara apapun. Biarlah kedatangannya tetap berbalut hening.

“Kau darimana Yoong?” sergap Donghae tegas.

Dan rupanya ia salah. Ternyata Donghae masih cukup peka untuk mendengar kedatangannya. Merasa kepergok, Yoona hanya bisa tersenyum kaku. “Jalan-jalan sebentar.” katanya.

“Dari pagi sampai selarut ini kau bilang sebentar? Kau hampir membuatku gila mencarimu.”

“Yang penting kan sekarang aku sudah pulang.” ucap Yoona tenang. Ia menaruh tas selempangnya, lalu mengambil handphonenya yang sejak pagi ia tinggal dan mengotak-atiknya sebentar.

Sebenarnya Donghae ingin sekali melampiaskan kekesalannya. Kesal karena Yoona sudah membuatnya khawatir sepanjang hari. Tapi jika ditelisik lebih jauh, ini semua terjadi karena kesalahannya. Mungkin Yoona memang sengaja memberinya pelajaran.

“Kau marah padaku?” tanyanya hati-hati.

Yoona menatap Donghae sekilas, kemudian mengalihkan pandangannya. “Tidak.” ucapnya mengelak.

“Pada teman-temanku?” tebak Donghae.

“Mungkin.”

“Kenapa?”

“Bukankah sangat jelas kesalahan mereka padaku? Mereka sudah terlanjur menorehkan luka dihatiku. Luka itu membekas hingga sekarang. Bertemu mereka hanya akan membuat luka itu kembali terasa.”

“Bukankah aku yang melukaimu paling dalam?”

Pertanyaan Donghae itu seketika membuat Yoona tercekat tak sanggup berkata-kata. Ia terus bergelut dalam diam.

“Benar kan? Bukankah aku yang melukaimu paling dalam? Kenapa menyalahkan mereka?” ulang Donghae lagi.

“Kenapa kau membela mereka Donghae oppa?” Yoona mendesah panjang. Jelas ia tidak suka Donghae berlaku seperti itu.

“Aku tidak membela mereka, aku bicara kenyataan Yoong.”

Yoona menghembuskan nafasnya berat. Ingin sekali ia terus beradu argumentasi dengan Donghae. Tapi itu justru akan membuat masalah ini semakin tak berujung. Buang-buang waktu saja, pikir Yoona. Kemudian ia menatap Donghae lekat. “Sejak kapan kau mencintaiku?” tanyanya.

“Entahlah, aku tidak ingat.” bahkan lidah Donghae terasa kelu untuk berucap, entah karena apa.

“Katakan saja sejak malam reuni waktu itu.”

“Itu kau tahu.”

“Apa saat itu kau memang mencintaiku? Atau sekedar menyukaiku lalu punya hasrat untuk memilikiku? Katakan dengan jujur Donghae oppa.” rasanya perih sekali saat Yoona harus melontarkan pertanyaan ini.

“Aku tidak mengerti maksudmu. Bagiku, menyukai, mencintai, menyayangi, atau mengagumi sekalipun, kalau rasa itu kutujukan padamu artinya sama saja.”

“Lalu rasa ingin memilikiku, apa itu karena cinta?”

Donghae mengangguk yakin.

“Bohong.” sangkal Yoona. “Kau adalah orang yang selalu terpengaruh hasutan teman-temanmu, aku tahu itu.”

“Kau selalu berkata tidak suka mengungkit masa lalu. Kenapa sekarang kau melakukannya?”

“Aku hanya memastikan Donghae oppa. Aku tidak nyaman kalau kau terus membela teman-temanmu dan menyalahkan dirimu sendiri.”

“Aish, terserah kau sajalah.” teriak Donghae kesal. “Besok akan kuseret Eunhyuk, Sungmin, Ryeowook, dan Shindong untuk minta maaf padamu.” tergesa ia menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang lalu meringkuk disana.

“Kenapa jadi kau yang marah? Harusnya aku yang marah.” gumam Yoona heran. Ia tertawa sendiri menanggapi tingkah Donghae itu. “Donghae oppa.” panggilnya.

Donghae terpaksa bangkit lalu duduk di tepi ranjang. “Karena kau membuatku bingung.” ucapnya dengan wajah memelas. Yang menurut Yoona itu lucu sekali.

“Baiklah, agar kujelaskan agar kau tidak bingung.” Yoona tersenyum kecil lalu ikut duduk di sisi Donghae. “Aku memang masih tidak terima dengan perlakuan teman-temanmu waktu itu. Sampai sekarang aku masih sakit hati kalau mengingatnya. Bagiku, yang mereka lakukan itu terlalu jahat untuk diterima akal sehat.”

“Lalu aku? Bukankah aku yang paling jahat?” potong Donghae cepat.

“Ne, kau yang paling jahat. Jahat sekali.”

“Ne.” jawab Donghae lemah.

“Donghae oppa, dengarkan aku.” Yoona menggenggam tangan Donghae lalu menatapnya serius. “Kau memang yang melukaiku paling dalam tapi kau sendiri juga yang mengobatinya. Aku seperti kena karma. Setiap kebencian yang kuberikan padamu seakan punya mantra yang membiusku untuk berbalik mencintaimu.”

“Kalau begitu harusnya kau berterimakasih pada teman-temanku. Kalau tidak ada mereka, tidak mungkin kita bisa menikah.” gumam Donghae enteng. Ia tidak sadar kalau kalimatnya itu berdampak besar bagi Yoona.

“Apa?” Yoona langsung menarik kembali tangannya yang tadi menggenggam tangan Donghae.
Berterimakasih katanya? Yang benar saja.

Padahal ia sudah berusaha meredam amarahnya. Berusaha memadamkan dendam yang masih membara. Tapi perkataan Donghae seakan kembali menyulutkan apinya.

___

“Annyeong Yoona-ssi.”

Sapaan itu, serta senyum dan tawa lebar mereka langsung menyambut Yoona begitu ia keluar kamar. Apa-apaan ini? Sejak kapan mereka datang lalu bergumul di ruang tamunya seperti ini?

Mendadak kepala Yoona berdenyut-denyut pusing. Wajah-wajah ini, Eunhyuk, Sungmin, Shindong, juga Ryeowook. Ini bukan mimpi kan?

“Yoongie, mereka datang untuk minta maaf padamu.” sahut Donghae santai. Ia datang dari dapur dengan nampan berisi lima cangkir cappucino yang masih mengepul. Ditaruhnya itu ke atas meja lalu ia menghampiri Yoona. “Semalam aku sudah bilang kan?”

Yoona hanya menatap Donghae bingung. Ternyata ia benar membuktikan omongannya semalam. Menyeret mereka kesini untuk minta maaf. Ya Tuhan, ini sungguh tidak masuk akal.

“Duduklah.” bahkan tanpa memberi kesempatan Yoona untuk berbicara, Donghae sudah menuntunnya menuju sofa.

Dan Yoona terpaksa menurut duduk disana.

“Mianhae Yoona-ssi.” ucap Eunhyuk, Sungmin, Shindong, dan Ryeowook serempak. Persis paduan suara anak TK.

“Karena kesadaran diri kami yang begitu tinggi, jadi kami menurut saja saat Donghae menyuruh kami untuk minta maaf padamu. Maaf kalau kami pernah menyakitimu secara sengaja ataupun tidak.” lanjut Eunhyuk diiringi anggukan teman-temannya.

“Kau boleh mengadili kami. Kami akan terima apapun yang kau lakukan.” imbuh Shindong.

“Anggap saja kami adalah para pesakitan dan kau adalah hakimnya.” sahut Sungmin.

Aish, bicara apa mereka? Memangnya mereka kira ini adalah pengadilan apa?

“Tanyakan saja apa yang ingin kau tanyakan tentang kejadian waktu itu. Kami akan menjawabnya dengan jujur.” tambah Ryeowook.

Yoona terus saja bungkam. Memang benar banyak hal yang ingin ia ketahui. Tapi tidak dengan cara diumbar seperti ini.

Diliriknya Donghae yang tetap tenang disisinya. Kemudian ditatapnya orang-orang itu satu per satu. “Baiklah jika itu mau kalian. Aku ingin kalian menceritakan padaku sedetailnya. Kenapa kalian tega sekali padaku? Atas dasar apa kalian berbuat seperti itu?”

Eunhyuk menyesap cappucinonya sejenak. Lekas kemudian saling pandang dengan teman-temannya. “Kami hanya ingin membantu Donghae.” ucapnya.

Yoona kembali menatap Donghae, namun Donghae segera mengalihkan pandangannya pura-pura tidak tahu.

“Saat itu Donghae menyukaimu tapi tak bisa berbuat apapun.” tambah Shindong.

“Apa tidak bisa membantu dengan cara yang baik?” tanya Yoona sinis.

“Kau tahu sendiri saat itu kami mabuk. Orang mabuk tentu saja tidak bisa berpikiran sehat. Lagipula statusmu waktu itu tunangan orang, jadi kami merasa Donghae sudah tidak ada harapan sama sekali.” jelas Eunhyuk panjang lebar.

“Mungkin niat awal kami hanya iseng tapi sepertinya sudah keterlaluan.” ucap Ryeowook pelan.

“Tentu saja itu sangat keterlaluan.” bentak Yoona emosi.

Hingga Donghae harus sedikit menenangkannya dengan merangkul pundaknya.

“Kalian tahu? Aku sangat tidak terima. Aku marah, aku kecewa, aku benci.” Yoona terus saja meluapkan amarahnya.

“Ne, kami tahu kami salah.” sesal Eunhyuk. “Bisakah kau memaafkan kami seperti kau memaafkan Donghae? Bukankah kalau dipikir kesalahan kami jauh lebih ringan dari Donghae?”

Pertanyaan yang sanggup membuat Yoona gusar. Ia silangkan kedua tangannya di dada sambil cemberut kesal. Tentu saja tidak sama. Memaafkan Donghae bisa dengan mudah karena ada cinta yang berkuasa.

Ia juga tak menggubris tangan Donghae yang pelan-pelan meraih tangannya lalu menggenggamnya erat seakan meminta mempertimbangkan yang dikatakan Eunhyuk tadi.

“Maafkanlah kami. Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya. Lihat, sekarang kalian bahagia kan?” tutur Eunhyuk lagi.

“Lagipula semua yang kami lakukan itu karena kesal melihat Donghae yang terlalu bodoh menghadapi wanita.” sambung Sungmin. “Tidak.. Tidak.. Kurasa dia begitu hanya padamu. Benar-benar bodoh, tidak punya nyali sama sekali.” lanjutnya setengah meledek.

Yoona mendesah. “Ne, dan aku lebih bodoh lagi karena terlalu mencintai si bodoh ini.” ucapnya.

Donghae hanya bisa menghela nafas menghadapi senyum teman-temannya yang seolah mencibir.

Yoona kemudian bangkit berdiri. “Kalian sudah menyita banyak waktuku. Aku harus pergi kuliah.” ia berlalu ke kamarnya.

Tak berapa lama ia keluar lagi. Memakai tas selempang kesayangannya dengan rambut di kuncir kuda.  “Aku pergi.” pamitnya pada Donghae. Ia masih sempat mencium kilat pipi Donghae. Membuat orang-orang yang ada disana terkesiap iri. Dan ia tak peduli itu.

“Kau sudah memaafkan kami Yoona-ssi?” tanya Eunhyuk sekali lagi.

“Anggap saja begitu.” ucap Yoona acuh tanpa menoleh sedikitpun. Ia terus melenggang pergi.

“Tak kusangka, ternyata dia benar-benar air tenang yang menghanyutkan Donghae-ah.” bisik Shindong.

“Ne, dan aku telah terbawa arusnya.” jawab Donghae singkat.

“Kau sungguh beruntung.” Eunhyuk menyusul ke tempat Donghae duduk kemudian menepuk-nepuk pundak temannya itu. “Sekarang aku paham kenapa kau begitu memujanya.”

“Aku iri denganmu Donghae-ah.” Sungmin ikut menimpali.

“Aish, Yoona-ssi memang nyaris sempurna.” puji Ryeowook tulus, ia memekik kegirangan sambil tersenyum-senyum sendiri.

“Dia itu istriku.” ucap Donghae tegas. Ia menatap tajam Ryeowook. Meski dalam hatinya terus terbesit rasa bangga.

___

Semburat jingga telah bertahta di ufuk barat. Yoona tampak sibuk dengan buku-buku tebal di tangannya yang baru ia pinjam dari perpustakaan.
Ia tampak begitu kesulitan untuk membawanya.

“Perlu bantuan Nyonya Lee?”

Sapaan hangat itu. Yoona tersenyum begitu mendapati siapa disana.

Donghae segera mengambil alih separo tumpukan buku ditangan Yoona. “Sepertinya lelah sekali. Bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan?” tawarnya.

“Ini kan bukan malam minggu. Besok jadwal kuliahku padat, tugas menumpuk.”

“Sekali-kali Yoong. Soal tugas kuliah, aku akan membantumu menggarapnya.”

“Yang benar?” ragu Yoona. “Dalam rangka apa pergi jalan-jalan? Apa kau sedang merayuku?”

“Tak apa kan merayu istri sendiri? Aku hanya merasa kita butuh sedikit hiburan.” Donghae tersenyum samar.

“Seperti ada niat terselubung.” canda Yoona.

“Kau ini curiga sekali. Kadang kita memang perlu bersenang-senang sejenak.”

Yoona mengangguk-angguk setuju. “Baiklah. Kalau begitu kita kemana?”

“Bagaimana kalau kita ikut Yesung hyung dan Yuri pergi berbulan madu?”

“Apa?” Yoona kontan memekik mendengar usulan Donghae itu. “Pasti Eunhyuk yang mempengaruhimu. Dia itu memang selalu berpikiran jorok.” tuduhnya sembarangan.

“Kenapa bawa-bawa Eunhyuk? Ini murni ideku Yoong.”

“Berarti otak kotor Lee Hyukjae sudah menular padamu.” cibir Yoona, ia melangkah cepat meninggalkan Donghae.

“Aish, kenapa kau selalu berpikiran buruk?” Donghae berusaha menjejeri langkah Yoona. “Maksudku kau dan aku ikut bulan madu, bukan berarti mengikuti Yesung hyung dan Yuri. Kita sendiri Yoong, berdua.” jelasnya.

Yoona tak menggubris terus mempercepat langkahnya. Dan Donghae juga tetap berusaha mengimbangi. Mereka jadi tampak sedang berkejaran di pelataran parkir kampus yang mulai sepi.

“Bagaimana Yoong, kau setuju kan? Pulau Jeju tampaknya menarik juga. Cuma tiga hari.” tawarnya.

“Tadi katanya mengajak jalan-jalan, kenapa jadi liburan?”

“Jalan-jalan dan liburan cuma beda tipis. Aku sudah punya dua tiket pesawat ke pulau Jeju untuk penerbangan esok pagi. Aku juga sudah mengemasi barang-barangmu. Masalah hotel, aku sudah memesan kamar di penginapan milik kenalanku. Tempatnya masih asri dan dekat pantai, kau pasti suka.”

“Jangan bicarakan disini Donghae oppa.” tegas Yoona.

“Artinya kau setuju?”

“Sudah kubilang jangan dibahas disini. Atau aku bisa berubah pikiran?”

Mendengar ancaman Yoona itu, Donghae segera membungkam mulutnya. Saat di mobil pun ia terus diam tak bersuara.

Dan saat hendak memasuki apartmentnya, ia menahan langkah Yoona.

“Yoong.” panggilnya. “Ada satu hal lagi yang ingin kusampaikan padamu.” ia mengambil sesuatu dari saku celananya kemudian memakaikannya pada Yoona. Sebuah kalung dengan liontin huruf D.

“Ini.” Yoona meraba kalung yang telah terpasang manis dilehernya.

“Inisial namaku.” Donghae tersenyum tipis. “Agar aku selalu dekat dengan jantung dan hatimu.”

Yoona seketika memeluk Donghae haru. “Donghae oppa, selamanya aku ingin hanya kaulah tempatku bersandar dari penat letihku. Saranghae.” bisiknya mesra.

_______end_______


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * Nixiemeilya says:

    Sepanjang apapun ceritanya…kayak cinta fitri berseason2 pun tetep menarik…

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  2. * bforyoonhae says:

    waah sangat2 romantis, ada juga kocaknya. yah pokoknya ini cerita bikin gigi kering karna cengar-cengir😀

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  3. * eun young says:

    Annyeong!! Wah , jd yg pertama comment nih??😀
    Seperti biasa aku selalu suka FF YoonHae, walaupun iri sm Yoona ,,

    Great story!! aku iri,, lg coba buat FF, tapi blm jadi😦 *curhatan nggak penting*

    Ditunggu, session selanjutnya, kalahkan cinta fitri kalo bisa😀 Great Job, Author !!!🙂

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  4. * hae90 says:

    Suka suka sukaa..
    Di tunggu ya season slanjut nyaa..🙂

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  5. * rariwu says:

    Salah satu fanfic favorit aku,,, ceritanya yang mengalir apa adanya dan konflik yang disajikan begitu terasa hingga chemistry nya bagai nyata,,# hehehe lebay.. tapi jujur saya sangat suka fanfic ini.

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  6. * yenny_yoonhaelovers says:

    suka…suka…suka…. neomu chuuuaaa pkk’n ^___^
    bkin lagi season2 berikut’n ya oenni..!! di tunggu season YOONHAE bln madu’n tuh pasti romantis!! hehee

    aq suuuuukkkaaa FF buatan oenni n riana oenni ^^ baca FF xan serasa kenyataan’n YOONHAE spt itu ><

    fighting ya oenni ^^

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  7. waaah daebak chingu🙂

    aq suka banget…di tunggu season ramadhannya ya *emngnya sinetron hehe*

    pkoknya lanjutkan smpe kisah mrka punya anak ya hehe😉

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  8. * Part Of You says:

    super nice fanfic!!!!!!! YoonHae selalu membuatku merasa gergetan!! disini khusus YoonHae yah? wah senengnya!!! oh iya, annyeong!!aku new reader, salam kenal!!

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  9. * HaenA says:

    wahh the great escape,, ehh mksudny the great FF. . .
    Kren deh,, 9 jempol bwt YoonHae,, plus authorny. . . .
    Bkin lgi squelny y. . .

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  10. * Nciz Krisna says:

    Lho, ni epep msh da kelanjutanNa to?
    Asik asik, suka bgt!
    Saya nyengir dr awal mpe akhir crita, nice story!
    Hae lucu bgt
    kyu evil bgt, kunyuk yad0ng bgt *plak!
    Pke kta seas0n brasa cinta fitri ni, hehe
    next season dtunggu,,

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  11. * littlefish says:

    cute……mau season 3 …4…5 …seterusnya dh yg penting yoonhae happy ending hahahaaaaaa

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  12. * Cicirachma says:

    Selalu aku nunggu2 bgt ff dr kamu, riana dan author nixiemeilya.. Ceritanya feelnya dapet bgt mulai dr romantisny, konfliknya, lucunya pokoknya semuanya pas dan berasa real. Ayoooo season berikutnya ditungu yaaaaaaa!!!!

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  13. * sylvia.monica22 says:

    dibik banyak2 juga gpp chingu..😀
    aku suka……

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  14. * Diiah ElF says:

    aaaaa…. neomu neomu neomu joha~yo ma fanfic ini… YOONHAE emang the best #mskipun aku cemburu –“… hufdm…. hwae oppa jeongmal saranghae…#eeh maksud.x??
    btw annyeong aku new reader disini…

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  15. * tiya says:

    keren banget….
    YoonHae….

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  16. * dindarani says:

    whaaaaaa ! sumpah enyuk yadong dasar -__-
    lanjutkaaan eonnie😀 aku rela ampe season berapapun yg penting yoonhae😀😀

    | Reply Posted 5 years, 2 months ago
  17. * Yoonhaesong says:

    Kereeenn!!
    So sweet bnget ceritanya. Ditunggu deh part selanjutnya😀

    | Reply Posted 5 years, 1 month ago
  18. * nozu says:

    akhirnya ff yoonghae yg dtunggu2 ada juga,suka bgt sma ff ini,di tunggu season berkutnya,aku g bklan bsen bcanya wlaupun brpuluh2 season,jdi g sabarr sma kelanjutan nya.oy chingu gmna klo ada pmran cewek yg ska ama donghae,jd pngen liat yoong cemburu gmna..hehe

    | Reply Posted 5 years, 1 month ago
  19. * tryamalia says:

    Yoonhae jjang!😄

    Submitted on 2011/10/15 at 5:19 pm

    Huaa this is purely sweet.. x)

    | Reply Posted 5 years, 1 month ago
  20. * leeyooneun says:

    ceritanya keren bangett :O
    so sweet :))

    | Reply Posted 5 years, 1 month ago
  21. * cicitamtam says:

    akhirnya ktmu jg web khusus yoonhae😄

    awalnya bngung sama critanya .
    tpi stelah baca , trnyta keren
    romantisnya lebi d bnyakin yaaa author😄

    | Reply Posted 5 years, 1 month ago
  22. * SONELF says:

    Oppa romantis dehh ama yoong !

    Author di sini is the best lahh !!

    Yoonhae yeongwonhi !!!!!!

    | Reply Posted 5 years ago
  23. * Mia says:

    Hwaaa ff yg ni jg seru…eumm y0onhae..y0onhae..yoonhae..skrng otak qu pnh dgn mrka..ckck

    | Reply Posted 4 years, 11 months ago
  24. * lilipopo says:

    aseeeeek~udah publissh~seperti biasa!NICE FF CHINGU XDD!!

    | Reply Posted 4 years, 10 months ago
  25. * mochichi says:

    ayo buat season2 yg banyak….
    heheehe

    | Reply Posted 4 years, 10 months ago
  26. * mimimi says:

    Ya ampun, cengar cengir aku bacanya😀

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  27. Akhirnya..akhirnya,,fiuhh >< seneeeng banget tau alasan kenapa Hyukppa dkk senekat itu haha…Daebak chingu,kereeeeen inspirasi nyambungin ceritanya *apalah aku jg ga ngerti ngomong apa huahahaha

    soooo sweeeet banget pas bagian eomma yoong eonn nyeritain gmn Haeppa meluluhkannya dan alasan ibu mertua idaman (?) kita ini sayang banget sm haeppa waaaaaaaa *mertua dan menantu yg harmonis dn kompak kekke

    chingu,,apa yah -_-a…aku padamu lah hehhe *kabuuuuuur

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  28. * diana says:

    Bagus ff-nya.. ªķΰ sampe senyum² sendiri bacanya😀

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  29. * Dalda Alda says:

    Kereeeen..😀😀
    FFnya berhasil menghipnotis aku biar senyam senyum sendiri kayak orang kesetanan #plaaak..

    FFnya Daebaakk!!! Bikin squelnya donk😀 yoonhae udah punya anak.. kan seru😀

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  30. * deerfishy4ever says:

    super duper kerennn!!!! hwaaa..eonni mkin lama mkin seruu aja ff nya…>,< lucu bget deh part bgian ini..dr awal smpai akhir gx bsa brhenti senyam senyum..hehe daebak deh pkonya!!!:D lnjut eonn!!

    | Reply Posted 4 years, 7 months ago
  31. * febrynovi says:

    Author kau memang yang terbaik huahahahaaha.
    Bahasanya keren dan pendapatku hamper sama kayak reader yang lain, author emang paling pinter bikin reader senyam senyum sendiri baca FF author😄

    | Reply Posted 4 years, 6 months ago
  32. * Deery00ng says:

    Bgus unN , ,
    Y0onhae jjang🙂
    unNIE jjang🙂

    jngan b0sen” y unN,Buat ff uri y0onhae c0uple trsayang!😉

    | Reply Posted 4 years, 4 months ago
  33. * Salsa_YH says:

    sweet beud ..

    deg degan gu’ut ^^

    *senyum2 ndiri :)) #abaikan

    | Reply Posted 4 years, 3 months ago
  34. * ChaEkha says:

    Like this…ceritanya bgus bnget…🙂

    | Reply Posted 4 years, 2 months ago
  35. * ChaEkha says:

    ternyata q dah pernah bca ya…pantes rasanya kc dejavu gitu..
    Tp wlupun bca b’ulang2 critanya ttp so sweet dah…🙂🙂

    | Reply Posted 2 years, 11 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: