YoonHae Fanfics Library



[One-shot] Caramu Melamarku

Author :  Lyka_BYVFEGS

Cast :  Lee Donghae x Im Yoona

Genre :  One-shot, Romance,

Title :  Caramu Melamarku

Notes :

Judul FF ini membuatku tertawa *author sarap padahal dirinya sendiri yang ngasih judul.

Aku bikin FF ini sebagai selingan dari sequel Because I’m a Fool. Part 3 masih dalam proses pengerjaan, baru dapat 2 halaman ms.word. Jadi silahkan ditunggu saja kelanjutannya.

 

Mianhe kalau typo, gaje dan ada beberapa bahasa yang tidak dimengerti dan amburadul (?).

Silahkan dinikmati FF gajeku yang satu ini.

 

Setelah baca jangan lupa comment. Like-nya juga boleh…:D

 

HAPPYREADING!!!

Caramu Melamarku

Ting…tong…ting…tong…

 

Bel apartementku berbunyi. Aku beranjak dari dudukku menuju pintu untuk mengetahui siapa yang datang disaat orang-orang bersiap untuk istirahat malam seperti ini. Setelah membuka pintu aku tidak mendapati siapapun di depan apartementku.

 

‘Tidak ada orang, lalu siapa tadi yang memencet bel?’ gumamku tidak jelas. ‘Jangan-jangan… apartement ini ada hantunya?’ pikiranku semakin tidak jelas saja.

 

Ku tengokkan kepalaku ke kanan dan kiri, siapa tahu ada jejak seseorang meninggalkan apartementku. Tapi nihil. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di sekitar apartementku. Segera saja ku tutup pintu, aku takut kalau-kalau benar ada hantu disini. Tapi belum sempat aku menutup pintu pandanganku tertuju pada sebuah kotak yang terletak di depan pintu. Ku pungut kotak itu karena terdapat tulisan Im Yoona di atasnya.

 

Aku  yang penasaran dengan isinya dengan segera membawa kotak itu masuk dengan tidak lupa mengunci pintu terlebih dahulu. Setelah sampai di ruang tamu aku segera membuka kotak itu. Tapi didalamnya hanya terdapat sebuah kaset CD yang bertuliskan ‘play me!’. Karena penasaran akupun segera memutarnya di ‘player’ yang terletak tidak jauh dari tempatku sekarang.

 

Setelah terputar, muncullah wajah seseorang yang sangat aku kenal. Wajah seseorang yang 5 tahun belakangan ini menjadi sahabatku. ‘Apa maksud Donghae oppa melakukan ini?’ tanyaku dalam hati. Aneh. Karena penasaran segera saja aku melanjutkan konsentrasiku untuk melihat apa yang akan dilakukannya.

 

‘Ehem…” Donghae oppa tampak gugup padahal dia belum berkata apapun. “Annyeong, Yoona-ah. Mianhe kalau aku membuatmu bingung dengan semua ini. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, tapi aku tidak bisa mengatakannya secara langsung.” Donghae oppa tampak berhenti sejenak untuk mengambil nafas.

 

“Kau ingat pertemuan kita 5 tahun yang lalu? Pertemuan pertama kita yang tidak akan pernah aku lupakan karena membuatku mengenal seseorang sepertimu. Kau yang kekeh sebagai ‘korban’ dan aku yang selalu membela diri dengan mengatakan kalau aku ini bukan ‘tersangka’.”

 

Ya, aku ingat. Saat itu aku mengira Donghae oppa mencuri dompetku didalam bus yang secara tidak sengaja kami tumpangi. Dia terus-menerus membela diri ketika aku menuduhnya. Tapi aku menuduh bukan tanpa bukti, karena hanya dia yang berada disebelahku ketika naik bus. Karena membuat keributan didalam bus, akhirnya sopir bus itu meminta kami untuk turun. Ketika kami masih asyik adu mulut, ponselku tiba-tiba berdering. Eomma.Adaapa eomma menelponku? Tumben sekali. Setelah ku terima dan kudengarkan dengan seksama apa yang eomma katakan, aku tidak berani menatap laki-laki yang saat itu masih berdiri dihadapanku. Kalian tahu kenapa? Karena ternyata dompetku tertinggal dirumah. Aku benar-benar malu saat itu.

 

“Saat itu aku ingin tertawa melihat ekspresi bersalahmu yang menurutku sangat lucu, tapi aku berpura-pura marah untuk sedikit mempermainkanmu karena kau telah menuduhku yang tidak-tidak. Sejak saat itulah kita menjadi dekat karena ternyata kau adalah hoobae-ku dikampus. Kau seorang pribadi yang sangat menyenangkan dan juga cerewet. Bersama denganmu tidak pernah membuatku merasa bosan. Kita selalu menghabiskan waktu bersama. Meskipun kita berdua sama-sama sibuk tapi kita selalu menyempatkan diri untuk menanyakan kabar masing-masing.” Donghae oppa tersenyum manis sebelum melanjutkan kalimatnya.

 

“Aku selalu ada ketika kau butuh begitu juga sebaliknya. Aku tidak pernah lelah untuk mendengar setiap keluh kesahmu entah itu tentang tugas kuliah, teman-temanmu atau tentang pekerjaanmu yang sering kita lakukan akhir-akhir ini mengingat kau yang telah lulus kuliah dan sekarang telah bekerja. Aku tidak pernah bosan untuk berada didekatmu walaupun tidak melakukan apapun. Hanya berada disampingmu saja aku sudah merasa bahagia. Aku tidak pernah keberatan untuk meminjamkan bahu dan dadaku untukmu menangis. Dan aku juga tidak pernah merasa terbebani untuk selalu memelukmu dengan kedua tanganku saat kau membutuhkan tumpuan. Kau dan aku terbiasa bersama selama 5 tahun ini. Dan itu menjadi candu untukku.”

 

Air mata telah menggenang dipelupuk mataku mendengar penuturan Donghae oppa.

 

“Im Yoona, aku membutuhkanmu. Sangat membutuhkanmu. Menginginkan kau hadir untuk menghangatkan diriku, menyelimuti seluruh tubuh ini. Pelukan darimu menghangatkan hatiku, membuatku merasa tenang dan nyaman. Aku merasa gelisah jika tidak melihat senyuman manis terindahmu. Merasa sangat cemas dan khawatir jika sehari saja tidak mendengar kabar darimu. Berlebihan? Mungkin saja. Tapi itulah yang aku rasakan. Karena sekali lagi aku katakan kau adalah candu bagiku.”

 

Ku biarkan air mata terus membasahi pipiku, tanpa berniat sedikitpun untuk menghapusnya. Donghae oppa…

 

“Kau pernah mengatakan kepadaku bahwa kau ingin ada seseorang yang melamarmu dengan cara yang romantis. Tapi aku tidak bisa melakukannya untukmu. Semua kata-kata indah yang aku rangkai selalu menguap menjadi gas yang bercampur diudara ketika berhadapan denganmu. Bibirku selalu tertutup rapat untuk mengatakan perasaanku. Aku hanya bisa mengungkapkan rasa ini melalui perhatian yang selama ini aku berikan kepadamu, tidakkah kau menyadarinya?”

 

‘Mianhe, oppa. Aku sama sekali tidak menyadarinya. Aku selalu sibuk untuk menormalkan detak jantungku yang selalu berdetak dengan cepat setiap kali didekatmu.’ gumamku dengan air mata yang tidak berhenti mengalir.

 

“Jangan menangis, Yoona-ah. Aku tahu kau menangis sekarang meskipun aku tidak melihatnya secara langsung. Kau adalah tipe gadis yang mudah tersentuh. Aku tahu itu. 5 tahun waktu yang cukup lama untuk membuatku mengenalmu luar dan dalam. Bahkan mungkin aku lebih mengenalmu dibanding diriku sendiri. Sekarang, berhentilah menangis! Aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu.”

 

Donghae oppa mengambil gitar yang sedari tadi tergeletak disampingnya. Dan dia mulai menyanyikan lagu favorit kami berdua.

 

The loneliness of nights alone

The search for strength to carry on

My every hope has seemed to die

My eyes had no more tears to cry

 

Then like the sun shining up above

You surrounded me with you endless love

Coz all the things I couldn’t see

Are now so clear to me

 

You are my everything

Nothing you love won’t bring

My life is yours alone

The only love I’ve ever known

 

Your spirit pulls me through

When nothing else will do

Everynight I pray on bended knee

That you will always be my everything

 

Now all my hopes and all my dreams

Are suddenly reality

You’re opened up my heart to feel

A kind of love that’Sica truly real

A guiding light that’ll never fade

There’s not a thing in life that I would ever trade

For the love you give it won’t let go

I hope you’ll always know

 

You’re the breath of life in me

The only one that sets me free

And you have made my soul complete

For all time (for all time)

 

(Lee Donghae – My Everything)

 

Bukannya berhenti menangis, air mataku malah semakin deras mengalir mendengarnya menyanyikan lagu itu untukku. Selesai bernyanyi Donghae oppa meletakkan gitarnya ketempat semula.

 

“Yoona-ah, aku minta maaf karena aku bergantung padamu. Aku minta maaf karena tidak bisa membiarkanmu jauh dariku. Aku minta maaf karena aku tidak bisa merelakanmu untuk dekat dengan laki-laki lain bahkan menjadi milik orang lain. Aku minta maaf karena kau adalah satu-satunya yang menempati tempat disetiap sudut hatiku. Aku benar-benar minta maaf. Yoona-ah, maukah kau menikah denganku? Aku tahu ini bukanlah cara yang romantis seperti yang kau harapkan, karena sekali lagi aku tidak bisa mengontrol perasaanku sendiri ketika berada didekatmu. Tapi apapun yang aku katakan adalah benar-benar tulus dari dalam hatiku.”

 

“Donghae oppa…” gumamku. Hanya itu yang bisa aku katakan. Aku tidak tahu harus mengatakan apa.

 

“Aku tidak akan mengatakan aku mencintaimu ataupun memintamu menjadi kekasihku karena dengan memintamu untuk menjadi istriku sudah mengisyaratkan bahwa aku sangat mencintaimu dan menginginkanmu menjadi ‘kekasihku’ selamanya. Yoona-ah, jika kau menerima lamaranku turunlah dan temui aku didepan gedung apartement. Tapi jika kau tidak menerimanya, buanglah kaset ini melalui balkon apartementmu sehingga aku bisa mengetahui apapun jawabanmu. Aku tunggu! Semoga kau tidak membuatku kecewa.” tepat setelah Donghae oppa menyelesaikan kalimatnya, tampak tulisan ‘stop’ pada layar TV menandakan bahwa isi kaset itu telah habis terputar.

 

Aku masih duduk terdiam disofa. Berusaha mencerna apa yang baru saja ku dengar. Benarkah Donghae oppa melamarku? Jadi selama ini perempuan yang selalu diceritakannya kepadaku, yang selalu dibanggakannya didepanku, dan yang dia impikan untuk menjadi istrinya adalah aku? Benarkah itu aku?

 

Beberapa menit telah berlalu, tapi aku masih tetap setia dengan keterkejutanku. Hingga tiba-tiba aku tersadar perkataan terakhir Donghae oppa. Segera saja aku berlari keluar apartment menuju lift yang akan membawaku ke lantai dasar tanpa mempedulikan ‘playerku’ yang masih menyala. Hanya satu yang aku pedulikan, yaitu Donghae oppa. Aku tidak mau dia menyangka bahwa aku menolak lamarannya. Bagaimana mungkin aku menolak lamaran dari orang yang aku cintai? Ya, aku mencintai Donghae oppa. Sangat mencintainya. Mungkin aku telah jatuh cinta kepadanya saat pandangan pertama. Sejak pertemuan ‘pencopetan’ kami 5 tahun yang lalu.

 

Ku edarkan pandanganku untuk mencari dimana Donghae oppa berada. Meskipun dengan nafas yang tersengal-sengal akibat berlari sepanjang perjalanan dari lift menuju luar gedung, aku tetap berusaha mencarinya. Hingga pandanganku terhenti kepada sesosok laki-laki yang tengah duduk dibangku di bawah sebuah pohon –di depan gedung apartement sambil memeluk kedua lengannya dengan kedua tangan. Dengan langkah pelan namun pasti, aku menghampirinya.

 

“Donghae oppa?” panggilku setelah berdiri tepat dihadapannya.

 

“Kau datang?” tanya Donghae oppa terkejut yang kemudian berdiri dari duduknya.

 

“Tentu saja. Kalau aku tidak datang, lalu siapa yang oppa lihat dihadapan oppa saat ini?” tanyaku bercanda meskipun dengan air mata yang mulai mengalir dari kedua mataku.

 

“Kau menangis? Jangan menangis. Oppa mohon, Yoona-ah” kata Donghae oppa.

 

“Memang siapa lagi yang dengan teganya membuatku menangis kalau bukan oppa?” tanyaku.

 

“Mianhe.” kata Donghae meraihku kedalam pelukannya. Tapi justru itu membuat tangisanku semakin menjadi. “Hei! Kenapa semakin kencang menangisnya? Nanti kalau ada orang yang mendengarnya dikira aku melakukan sesuatu kepadamu.” kata Donghae oppa sambil mengelus rambutku.

 

“Biarkan saja! Lagipula oppa memang sudah melakukan sesuatu padaku. Melamarku dengan cara seperti itu.” kataku melepas pelukannya.

 

“Mianhe, aku tahu aku memang bukan orang yang romantis. Aku tidak tahu bagaimana cara yang tepat untuk melamarmu, hingga muncullah ide ini dikepalaku.” kata Donghae oppa dengan nada bersalah.

 

“Tapi aku suka.” kataku cepat.

 

“Mwo?!” tanya Donghae oppa bingung.

 

“Ne, meskipun tidak romantis tapi aku menyukai cara Donghae oppa melamarku. Aku sangat suka dengan kata-kata oppa. Begitu sederhana tapi menyentuh perasaan.”

 

“Berbicara soal lamaran, apa kau menerimanya?” tanya Donghae oppa ragu. Sepertinya dia takut dengan jawaban yang akan aku berikan.

 

“Babo! Kalau aku tidak menerimanya, aku tidak mungkin berada disini sekarang, dihadapan oppa. Seseorang yang sangat aku cintai.” kataku sedikit malu.

 

“Gomawo, Yoona-ah.” kata Donghae oppa memelukku erat. “Saranghae.”

 

“Nado saranghae, oppa.” kataku mengeratkan pelukanku pada Donghae oppa.

 

Tiba-tiba Donghae oppa melepaskan pelukannya. Kedua matanya menatap dalam ke mataku, seolah mengunci pandanganku untuk tetap menatapnya. Wajahnya semakin mendekat ke wajahku. Aku tidak berusaha menjauhkan wajahku dari wajahnya, yang aku lakukan adalah memejamkan kedua mataku. Dapat kurasakan hembusan nafas hangatnya disekitar wajahku. Sedetik kemudian bibir Donghae oppa telah menempel dibibir mungilku. Melumat bibirku dengan lembut. Menyalurkan perasaan cinta yang begitu besar melalui ciumannya terhadapku. Aku pun membalas ciumannya. Memberitahukan melalui ciuman ini seberapa besar cintaku kepadanya. Kami berdua sama-sama bisa mengetahui seberapa besar cinta diantara kami melalui ciuman ini.

 

“Oppa?” panggilku setelah Donghae oppa melepaskan ciuman kami.

 

“Ne?”

 

“Apakah oppa merasa tidak ada yang kurang?” tanyaku penasaran.

 

“Mwo? Memangnya apa yang kurang? Kau ingin oppa menciummu lagi?” tanya Donghae oppa dengan wajah mesum.

 

“Aish! Bukan itu. Tapi biasanya kalau seseorang yang sedang melamar kekasihnya itu pasti membawa cincin. Tapi kenapa oppa tidak memberikanku cincin seperti orang-orang melamar pada umumnya?” kataku heran.

 

“Cincin?” tanya oppa sedikit bingung. Sedetik kemudian ekspresinya berubah menjadi seperti seseorang yang lupa membawa makanan saat pergi piknik. Jangan bilang kalau Donghae oppa….

 

“Mianhe, oppa melupakannya. Jangan marah, ya?” kata Donghae oppa dengan wajah memelas. Tuh kan benar tebakanku! Aish!!!

 

“YA! DONGHAE OPPA!!!” teriakku kesal sambil memukul lenganya secara bertubi-tubi.

 

“Mianhe, oppa mengaku salah.” tapi aku mengacuhkannya dan terus memukulinya.

 

“YA!!! IM YOONA!!! BERHENTI MEMUKUL OPPA!!! KAU INGIN MEMBUAT CALON SUAMIMU BABAK BELUR DIHARI PERNIKAHANNYA, HAH?” teriak Donghae oppa karena aku yang tak kunjung berhenti memukulnya.

 

“BIARKAN SAJA! INI SEBAGAI HUKUMAN UNTUK OPPA KARENA TIDAK MELAMARKU DENGAN CARA YANG BAIK DAN BENAR.”

 

 

END

 

**********

 

Wkwkwkwk….

FF apa ini? Kenapa ada FF segaje ini?

Sebenarnya aku ingin membuat FF yang romantis, tapi sepertinya hanya sampai disinilah tingkat keromantisanku. Banyak kata-kata romantis yang ada diotakku, tapi ketika tanganku sudah berada di atas keyboard, kata-kata itu melebur menjadi satu dengan darah yang ada diotakku. *author sarap.

 

Baiklah meskipun gaje, tetap dicomment ya? Karena comment kalian selalu aku tunggu setiap detik. Kalau suka jangan lupa di-like.

 

Gomawo semuanya…

Sampai jumpa di kesempatan selanjutnya.

Dadah…. *meluk readers satu persatu

 


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * SONELF says:

    Hahahahaha !

    Donghae gak Romantis masa gak bawa cincin !! -___-

    Yahh ,, tapii yoong mau kann😀

    | Reply Posted 4 years, 10 months ago
  2. * wulan hae wookie says:

    aish……….
    biarpun donghae oppa gak romantis tpi tetep kekeh ……..heheheheh
    YoonHae is the best.

    | Reply Posted 4 years, 10 months ago
  3. romantis tapi lucu😀
    hahahaa

    | Reply Posted 4 years, 10 months ago
  4. * DeerYoongie says:

    Whehe… lucu cara ngelamarnya Mr. Fishy😄
    Mana pake acara lupa bawa cincin lamarannya ekekek~ d=

    Woaaa.. YoonHae jjang! number 1 hehe ((: >_<

    | Reply Posted 4 years, 10 months ago
  5. * yenny_yoonhaelovers says:

    uuuhhh SO SWEET!!! menurutku itu amat sangat romantis kok!! terharu bgt klo aq jd yoona ^^
    cerita’n bagus chingu!! Keep writing yaaahhh… Aq tunggu ff YOONHAE yg lain’n ^___^

    | Reply Posted 4 years, 10 months ago
  6. * Marzha says:

    Wohhh… Amat sangat romantis menurutku.. Asekk…

    Sampai terharu ngebayangin Hwaee oppa ngelamr Yoong unnie kayak gitu.. So sweet…
    Tapi sayang, Hwaee oppa lupa ama cincinnya, ahahaa…

    Chingu bagus banget fanficnya.. Tetap semangat nulis fanfic Yoonhae lebih banyak lagi ya chingu.. Di tunggu karya selanjutnya..😀

    | Reply Posted 4 years, 10 months ago
  7. * jeanitnut says:

    Romantis banget chingu. Donghae mah udah dasarnya romantis ya, mukanya mendukung gak kayak adeknya /ditampol
    Walaupun ini cuma satu tempat aja, ceritanya ngena kok. Pertemuan YoonHae gak terlalu istimewa tapi ternyata mereka satu kampus, emang udah jodohsih.
    Itu endingnya mereka ciuman di depan apartement?unyu bgt._.
    Ditunggu ff selanjutnya chingu^^

    | Reply Posted 4 years, 10 months ago
  8. suka – suka

    | Reply Posted 4 years, 10 months ago
  9. * meti says:

    jarang jarang ada yang ngelamar gini.hehe😀
    Aku juga mau di lamar sama haeppa :*

    | Reply Posted 4 years, 10 months ago
  10. * Yoonaddict says:

    ff-nya bgs kok eonni🙂

    di tunggu ff yoonhae yg slnjtya🙂

    | Reply Posted 4 years, 10 months ago
  11. * HaeNha~Elfishy says:

    So sweet..
    Andai aq jd yoong..
    Pzt happy bgt hdup bgaikan d cerita dongeng.

    Daebak chingu..bwt sequel.a donk..

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  12. * Desi Echi says:

    ini sih romantis,, ^^ aku juga pengen dilamar kayak gitu tp jgn lupa cincinnya,, :p

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  13. * lilipopo says:

    mau deh digituin ama donghae oppa nyeheee

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  14. * Deer Yoong says:

    aku mau dongg jadi yoona nya😀 #reader gilaa
    aku tunggu ff yoonhae yg lain ya chingu🙂

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  15. * aegi says:

    annyeonghaseyo.. aku reader baru. lebih tepatnya baru kemarin aku menemukan surga ini buat para pyro.. hehe.
    manis bgt ceritanya..
    sukaa..🙂

    | Reply Posted 4 years, 6 months ago
  16. * febrynovi says:

    FF-NYA BAGUS BANGET HUAAAAA~~ MENYENTUH!! *capskeinjek
    Gaya bahasa author juga bagus kok, keren deh pokoknya (y)
    Donghaenya romantic banget huaaaa. Kata2nya nancep dihati.
    Pokoknya keren lah. Aku gatau harus ngomong apalagi.

    | Reply Posted 4 years, 6 months ago
  17. * desi handayani says:

    hahahahha lucu
    hrusnya cincin`a pke benang
    biar tmbh romantis pasti yoona suka
    daebakk FF`a

    | Reply Posted 4 years, 4 months ago
  18. * yeni astini says:

    keren, aku suka banget

    | Reply Posted 3 years, 2 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: