YoonHae Fanfics Library



[One-shot] It’s Always Been You

Author: mariagracella

Main Cast: Im YoonA, Lee Donghae

Other Cast: Super Junior Member, SNSD member, Shinee

Genre: Oneshot, Friendship, Romance

Rating : PG – 13

Title: It’s Always Been You (Oneshoot)

Note:

Annyeong! Ini FF pertama buatan saya. Inspirasi FF ini awalnya muncul dari saya yang suka bangettt sama Yoonhae. Jadilah ini FF. Hahaha. Daripada author banyak omong mending langsung baca aja ya😀 Oh iya, jangan lupa comment lhoo yaaaaa, Don’t be a silent reader! Dan semoga suka sama FF nya..

Yang mau tanyaa” bisa follow twitter author di http://twitter.com/mariagracella  , ato bisa juga liat langsung di http://adorablepink.wordpress.com. Ditunggu lhooo yaaaa😀

 

 It’s Always Been You

“Kau bahkan terlihat cantik saat sedang serius, Yoong.” Suara tersebut membuat Yoona mendongak dari PR yang sedang disalinnya dengan susah payah.

 

“Kau!? Sejak kapan kau ada di situ? Mana Yuri onnie?” seru Yoona histeris. Bagaimana tidak, sedari tadi Yuri lah yang duduk di sebelahnya, kenapa sekarang jadi dia?

 

Namja itu hanya terkekeh melihat tingkah Yoona. “Astaga, Yoong. Kau sama sekali tidak sadar kalauMinhosudah mengajak Yuri pergi sedari tadi?

 

Memang benar kau sangat lucu jika sedang serius. Bahkan mungkin kau takkan menyadari jika seandainya tadi ada badai.” Kekehnya, dan itu membuat Yoona semakin panas.

 

“Ya! Lee Donghae! Apa-apaan kau ini? Bisanya terus saja mengangguku. Sudahsanapergi dan jangan ganggu aku lagi.” Ujar Yoona kesal. Ia benar-benar kesal pada namja yang sedang duduk di sebelahnya ini. Bagaimana tidak? Donghae selalu saja mengganggu hidupnya.

 

“Bagaimana jika aku tak mau?”

 

“Kalau begitu aku yang akan pergi. Minggir.” Ujar Yoona cuek, lalu ia langsung membereskan buku-bukunya, dan mendorong Donghae supaya ia bisa lewat.

 

^^^

 

Yoona melangkahkan kakinya menuju bangku panjang di taman kampus setelah berputar-putar mencari tempat yang tepat untuk menyalin PR. “Aish. Kenapa manusia itu pakai acara tidak mau pergi segala sih.Kanjadi aku yang repot.” Gerutunya. Ia sudah berputar-putar ke sekeliling kampusnya, tapi tetap saja tak menemukan tempat yang pas untuk menyalin PR, selain perpustakaan yang tadi ia tinggalkan.

 

“Yoona onnie! Kau sedang apa?” panggil Seohyun yang kebetulan sedang berjalan melewati taman tempat Yoona duduk.

 

“Ah, untung kau datang, Seohyun. Bantu aku mencari tempat untuk menyalin PR.”

 

Seohyun menunjukkan raut wajah gelisah dan bingung. “Menyalin PR? Astaga onnie. Apa kau benar-benar sibuk sampai tidak pernah punya waktu untuk membuat PR di rumah? Memangnya apa yang kau lakukan?” katanya menasihati.

 

“Ah sudahlah. Tidak penting apa yang kulakukan, Seo. Jadi, apa kau punya ide dimana tempat yang tepat untuk menyalin PR?”

 

“Ne..ne..Tempat yang tepat tentu saja perpustakaan, Onnie. Bukankah biasanya kau menyalin PR disana? Kenapa sekarang kau tidak kesanasaja?” Seohyun mengusulkan.

 

“Ah, Ya. Tentu saja perpustakaan sangat tepat. Dan aku harusnya sudah menyelesaikan PRku disanadaritadi, jika saja ikan itu tidak datang dan menggangguku.” Desah Yoona.

 

“Maksudmu Donghae oppa, Onnie?”

 

“Tentu saja. Siapa lagi yang akan menggangguku selain dia?” seru Yoona frustasi.

 

“Astaga, onnie. Padahal menurutku kau itu sangat beruntung, tahu? Coba kau lihat betapa banyak gadis yang mengejar Donghae oppa, dan diantaranya banyak sekali gadis cantik. Namun Donghae oppa hanya melihatmu seorang, Onnie. Bukankah itu suatu yang patut dibanggakan?” Seohyun menjelaskan panjang lebar.

 

Yoona menunjukkan ekspresi apa-kau-sudah-gila-berkata-begitu pada Seohyun. “Jinjja? Itu berarti gadis-gadis itu tidak normal karena mengejar orang seperti dia.”

 

Seohyun hanya menggeleng pelan lalu menunjukkan senyum astaga-apalagi-yang-harus-kulakukan. “Bukan mereka yang tidak normal, tapi kau, Onnie.”

 

Tentu saja Yoona terkejut mendengarnya. Bagaimana mungkin Seohyun yang manis  berkata begitu padanya. “Mwo?”

 

“Mian, Onnie. Bukan maksudku mau mengejekmu atau apa. Hanya saja yeoja mana yang tidak jatuh hati pada namja seperti Donghae oppa. Tampan, baik, kaya, setia, ramah, pintar, atletis, gaul, dll. Coba kau pikirkan betapa sempurnanya dia.” ujar Seohyun histeris.

 

“Kalau begitu ambilah dia untukmu. Aku tak mau.” Yoona membalas seadanya.

 

“Astaga. Bukan itu maksudku, Onnie. Lagipula sudah ada pria yang merebut hatiku.” Aku Seohyun malu-malu.

 

“Mwo? Jinjja? Siapa dia, Seo? Aishh.. Kenapa kau tak pernah cerita padaku?” Yoona malah jadi heboh sendiri.

 

“Ah, sudahlah. Lagipula ia tak mungkin menyukaiku, Onnie. Aku pergi dulu. Annyeong. Cobalah buka hatimu.” Kata Seohyun langsung meninggalkan Yoona yang masih terbengong-bengong.

 

^^^

 

Yoona melangkahkan kakinya dengan berat menuju rumah. Jelas-jelas ia kesal hari ini. Bagaimana tidak? Gara-gara makhluk itu, Yoona jadi tidak menyelesaikan PRnya. Dan karena itu, tentu saja ia dimarahi habis-habisan oleh dosennya.

 

“Kau sudah pulang Yoong?” Tanya Eomma nya, sesampainya Yoona di rumah.

 

Yoona jelas terkejut melihat keadaan rumahnya. Semuanya berantakan. SANGAT BERANTAKAN. “Ne. Eomma apa yang terjadi? Kenapa rumah kita berantakan sekali?” ujarnya.

 

“Ah, baru saja Eomma ingin memberi tahumu. Jadi begini. Appa mu berencana untuk merenovasi rumah kita. Jadi tentu saja kita harus memindahkan semua barangnya lebih dulu.” eomma nya menjelaskan.

 

“Mwo? Kenapa mendadak begini? Lalu kita akan tinggal dimana eomma?” Yoona heboh sendiri.

 

Eomma Yoona terlihat ragu-ragu sejenak. Sekilas, Yoona bisa melihat raut bersalah di wajah eomma nya. “Umm. Untuk saat ini Eomma dan Appa akan pulang ke rumah Appa mu di Busan. Karena keadaan nenekmu juga sedang tidak baik. Jadi biar kami merawatnya.”

 

“Eomma dan Appa? Lalu bagaimana denganku?”

 

Raut bersalah benar-benar terlukis di wajah eomma Yoona kali ini. “Kebetulan sahabat Appa mu dengan senang hati menawarkan tempat tinggal untukmu. Jadi kau akan tinggal disanamulai besok malam. Dan kudengar mereka punya dua anak laki-laki.”

 

Yoona sangat berharap bahwa hari ini adalah mimpi. Bagaimana tidak? Ia dimarahi habis-habisan oleh dosennya. Dan tiba-tiba saja ia harus tinggal di rumah sahabat ayahnya yang bahkan ia tak tahu siapa. Astaga!

 

“Eomma tidak bisakah aku ikut kalian saja ke Busan? Aku rela setiap hari pulang pergi Busan-Seoul, asalkan tidak tinggal di rumah orang yang tidak kukenal.” Ujarnya memohon.

 

“Annio. Bagaimana mungkin Eomma tega melihatmu seperti itu setiap hari. Sungguh maafkan Eomma, Yoong. Ini semua keputusan Appa mu. Lagipula kau akan senang tinggal disana. Kudengar rumah mereka sangat besar dan mereka sangat ramah.”

 

“Aish. Itu semua tidak menjamin. Yasudah, aku akan membereskan barangku dulu. Kalau memang Appa yang sudah memutuskan aku tak bisa berbuat apa-apa lagi.” Ujar Yoona pasrah. Ia tahu benar kalau ayahnya sudah membuat keputusan, maka keputusan itu akan susah diganggu gugat. Terlebih ia memang tidak akan sanggup setiap hari bolak-balik Busan-Seoul.

 

“Jeongmal mianhae, Yoong ah.”

 

^^^

 

“Kau tahu, kau terlihat jelek kalau murung begitu, Yoong”

 

Suara itu lagi. Kapan ia akan berhenti mengganggu hidup Yoona. Bahkan di saat ia sedang galau seperti ini pun tetap saja ikan itu mengganggu ketenangan jiwanya.

 

“Ne, memang aku sedang murung. Jadi kalau kau tidak ingin aku bertambah murung, jangan dekati aku.”

 

“Kalau begitu, aku yang akan jadi murung, Yoong.” Ujar Donghae sedikit memonyongkan bibirnya. Membuatnya jadi seperti anak kecil minta dibelikan permen.

 

“Kau murung atau tidak murung itu bukan urusanku dan aku tak peduli.” Ujar Yoona acuh tak acuh.

 

“Omo~ Yoong. Bahkan kau tetap terlihat cantik saat sedang kesal.” Goda Donghae lagi, dan itu jelas-jelas membuat Yoona tambah kesal.

 

“Aish. Kenapa sih kau cerewet sekali? Tidak bisakah kau diam dan berhenti menggangguku?” seru Yoona frustasi. Bagaimana tidak. Di saat ia ingin sendiri, ikan ini terus saja mengganggunya.

 

“Kau jangan galak begitu dong, Yoong. Aku yakin suatu saat nanti kau pasti akan jadi milikku.” Ujar Donghae penuh ke PDan.

 

“Jangan harap aku mau. Bahkan seandainya aku diberi pilihan antara kau dan mati. Aku akan lebih memilih mati daripada bersamamu.” Yoona berkata asal, tanpa pikir panjang. Ia sudah terlalu frustasi akan kehadiran ikan menyebalkan ini.

 

Donghae hanya tersenyum simpul mendengarnya. “Kita lihat saja nanti siapa yang menang, Yoong.” Ujarnya dalam hati.

 

^^^

 

“Yoong! Benarkah kau akan pindah hari ini? Aish. Kenapa tidak cerita padaku? Kan aku bisa membantumu membereskan barang-barangmu.” Seru Yuri histeris begitu ia tahu Yoona akan pindah malam ini.

 

“Bagaimana mungkin aku cerita padamu kalau aku sendiri baru tahu kemarin.”

 

“Yah. Setidaknya kan kau bisa memberiku kabar atau apa.” Kata Yuri kecewa, sekaligus merasa bersalah.

 

“Sudahlah, Onnie. Lagipula aku tak mau mengganggu kau dan Minho kemarin. Omong-omong bagaimana kencan kalian?” Yoona berusaha mengalihkan pembicaraan. Ia jelas tak ingin Yuri jadi merasa bersalah padanya.

 

Namun Yuri tahu maksud Yoona. “Begitulah, seperti kencan pada umumnya.  Ya, Yoong, kau akan pindah kemana nanti?” ujarnya bersikeras mempertahankan topik.

 

“Entahlah. Rumah sahabat ayahku. Onnie, lalu apa Minho baik padamu kemarin? Apa saja yang kalian lakukan kemarin?” Yoona tetap keukeuh mengubah topic pembicaraan.

 

Namun Yuri bukan orang yang mudah terpengaruh. “Begitulah. Hanya jalan-jalan dan nonton. Jadi, kau akan tinggal disana sendirian? Omo. Apa kau kenal mereka? Kau bisa tinggal di rumahku kalau kau mau, Yoongie.”

 

“Jinjja gwenchana. Lalu kapan kalian akan kencan lagi? Kabari aku, ya. Dan jangan lupa ceritakan padaku apa yang terjadi.” Yoona masih bersikeras mengganti topic.

 

“Ne. Ne. Jadi jam berapa kau akan pindah? Aku ingin mengantarmu nanti. Bolehkah aku ikut mengantar?” Yuri tetap keukeuh akan topiknya.

 

“Terserah kau saja. Tapi yang jelas eomma bilang kalau mereka punya dua anak laki-laki.” Yoona akhirnya menyerah mengganti topik. Ia lalu meletakkan kepalanya di meja mencoba untuk mencari ketenangan sebelum ia bertemu dengan teman ayahnya nanti sore.

 

^^^

 

Mobil mewah itu melintasi jalanan  nan sepi namun indah. Yoona tak bisa melepaskan matanya dari jendela mobil tersebut. Bagaimana tidak? Semuanya sangatlah indah dan terlalu sedih untuk tidak dilihat. Di sepanjang jalan, taman terbentang, juga ada sungai kecil mengalir di sana. Di taman tersebut juga ada air mancur besar. Nampaknya tinggal di daerah ini sangat menyenangkan menurut Yoona.

 

Mobil pun akhirnya berhenti di sebuah bangunan besar mewah keren namun simple. Yoona sangat suka design tempat ini. Dan begitu melihatnya, Yoona langsung yakin bahwa teman ayahnya pastilah orang kaya, karena rumahnya sangat besar.

 

“Annyeong. Kau pastilah Yoona.” Sapa seorang yeoja begitu Yoona turun dari mobil. Ia pastilah istri dari teman ayah Yoona.

 

“Ne, ajhumma.” Yoona mengangguk kecil dan tersenyum malu-malu.

 

“Kau bisa panggil aku Victoria ajhumma. Sangat menyenangkan menerimamu di sini. Bagaimana perjalanannya? Apa kau menikmatinya?” tanyanya lagi dengan senyum yang sangat ramah.

 

“Sangat menyenangkan. Aku bahkan nyaris mengira ini mimpi, melihat tempat seindah ini.” Jawab Yoona tersenyum kecil, sambil mengeluarkan barang-barangnya.

 

“Ah, tinggalkan saja barangmu. Biarkan supir kami yang mengantar barangmu ke kamar nanti. Ayo sekarang ikut aku ke dalam.”

 

^^^

 

“Eomma, siapa yang datang?” ujar seorang namja tampan begitu melihat Yoona dan eommanya masuk ke dalam rumah mewah mereka. “Ahh, anak teman appa, ya?” ujarnya.

 

“Ne. Yoona, perkenalkan. Ini Siwon. Dan Siwon, ini Yoona.” Ujar Victoria mengenalkan mereka berdua.

 

Yoona mengangguk-angguk. Pasti ini salah satu dari anak Victoria Ajhumma. “Annyeonghaseyo.” Sapa Yoona malu-malu. Bagaimanapun Siwon sangat tampan.

 

“Wah, nama yang bagus. Senang mengenalmu, Yoona. Annyeong.” Balas Siwon memamerkan senyumnya dan itu membuat Yoona semakin tersipu malu.

 

“Ya sudah kalau begitu. Siwon, tolong tunjukkan dimana kamar Yoona, juga seluk beluk rumah ini. Eomma akan menyiapkan makan malam kalian dulu.” Ujar Victoria pergi meninggalkan mereka berdua.

 

“Baiklah. Ikuti aku, aku akan menunjukkan kamarmu dulu.”

 

“Ne.”

 

^^^

 

Yoona baru saja hendak turun ke bawah untuk makan malam ketika ia melihatnya. “Kau!? Kenapa kau bisa ada di sini? Apa kau bahkan masih tidak cukup mengangguku di sekolah saja?” teriaknya histeris begitu melihat sosok yang paling dibencinya sedang menuruni tangga dari lantai tiga.

 

“Astaga. Apa aku salah jika berada di rumahku sendiri?” ujarnya cuek namun ada nada gembira di dalamnya.

 

“Mwo?”  Yoona tak percaya akan apa yang didengarnya. “Jadi..ini rumahmu?”

 

“Tentu saja iya. Dan kau tinggal di rumahku, Yoong. Jadi kali ini jangan katakan kalau aku mengganggumu, karena bagaimanapun juga kau yang datang menghampiriku.” Donghae tersenyum jahil. “Dan, berhubung ini rumahku, aku berhak melakukan apapun yang kumau padamu.” Kekehnya

 

“Ya! Bagaimana bisa? Tentu saja aku tidak mau!” tolak Yoona mentah-mentah.

 

“Yasudah kalau begitu aku akan bilang pada orangtuamu kalau kau membangkang di sini.” Kali ini Donghae ber evil smirk.

 

“Aish. Apa-apaan kau ini!” Namun Yoona hanya dapat mengangguk pasrah menerima syarat tak masuk akal ini. Kebahagiaan yang semula ia dapatkan kini menguap hilang karena sesosok Lee Donghae.

 

^^^

 

Donghae berjalan memasuki ruang makan, dan dilihatnya Yoona sedang duduk di tempat ia selalu duduk biasanya. Namun, karena di situ ada Yoona, Donghae pun mengalah dan memutuskan duduk di sebelah Siwon.

 

“Yoong, tolong ambilkan sup untukku, dong.” Rengek Donghae manja begitu Victoria sudah menyajikan semua makan malamnya. Padahal jelas-jelas mangkuk sup ada di depan batang hidungnya. Yoona memutar bola matanya, lalu menatap galak Donghae.

 

“Astaga, Donghae ada apa denganmu. Kau kan bisa ambil sendiri, kenapa harus minta ke Yoona.” Victoria menasihati. Bagaimana mungkin Donghae sudah merepotkan tamu mereka di hari pertama ia tiba.

 

“Supnya kan jauh, Eomma. Susah untuk mengambilnya. Lagipula Yoongie juga tak keberatan mengambilkannya untukku. Ya kan, Yoong?” mata Donghae bersinar jahil. Ia menatap ke arah Yoona seakan penuh kemenangan.

 

Yoona benar-benar ingin menelan Donghae saking kesalnya. Namun ia hanya mengangguk dan memberikan senyum pasrah. “Ne. Tidak apa-apa ajhumma.” Lalu ia segera mengambil semangkuk sup dan disodorkannya pada Dongae dengan muka pahit, tanpa segaris senyum pun. “Ini supmu.”

 

“Gomawo, Yoongie. Dan apa bisa tolong sekalian ambilkan telurnya untukku?” pinta Donghae seperti anak kecil, namun ada nada menggoda dan jahil di dalamnya.

 

Yoona memutar bola matanya, dan memberikan tatapan lihat-nanti-akan-kutelan-kau. Tapi, tanpa bicara apa-apa ia langsung menyodorkan sepiring telur pada Donghae yang sedang tersenyum lebar penuh kemenangan.

 

“Tunggu.” Kata Victoria tiba-tiba di tengah perang dingin antara Donghae dan Yoona. “Tadi kau panggil Yoona apa? Yogi? Apa kalian sudah kenal hingga punya panggilan akrab seperti itu?” tanyanya pada Donghae.

 

“Yoongie eomma, bukan Yogi” Donghae mengoreksi. “Tentu saja kami sudah kenal. Kami bahkan satu kampus dan sudah sangat dekat.” Donghae sengaja memberi penekanan pada kata ‘sangat dekat’.

 

Begitu mendengar kata-kata  Donghae, Yoona sungguh berharap kalau ia ditelan bumi bulat-bulat saat itu juga. Bagaimana mungkin ikan bodoh itu dengan seenaknya berkata kalau mereka ‘sangat dekat’ dan memberi penekanan tak wajar pada kata tersebut. Bertemu dengannya saja Yoona sudah enggan setengah mati.

 

^^^

 

Yoona mencoba memenjamkan matanya lagi, mungkin ini sudah yang ke-25 kalinya, namun ia tetap saja tak bisa tidur. Ia tak biasa tidur di kamar sebesar ini, dan terlebih ia sangat rindu pada kedua orang tuanya. Padahal belum sampai sehari mereka berpisah, tapi Yoona sudah sangat merindukan mereka. Karena itu, ia pun keluar ke balkon kamarnya untuk mencari udara segar.

 

Saat Yoona sedang duduk merenung di balkonnya, tiba-tiba muncul kotak kecil, nampaknya seperti bekas kotak amplop. Kotak itu diturunkan dari atas dengan tali, nampaknya dari lantai tiga. Yoona menghampirinya, lalu melihat ada secarik kertas diletakkan di kotak tersebut. Yoona segera mengambil dan membacanya.

 

‘Kau belum tidur, Yoong? Sedang apa malam-malam begini?’

 

“Tulisan ini. Pasti tulisan ikan jelek itu. Taruhan, pasti ia kebanyakan nonton film sampai sok-sok romantis begini” gerutu Yoona dalam hati. Tanpa pikir panjang, Yoona pun megambil bolpoin dari dalam kamarnya, kemudian menulis balasannya pada kertas yang sama.

 

‘Itu sama sekali bukan urusanmu. Jadi urus saja urusanmu sendiri.’ Tulisnya cuek. Mengingat kejadian di ruang makan tadi, membuat Yoona ingin melemparkan batu ke lantai atas. Namun ia mengurungkan niatnya.

 

Yoona memasukkan kertas tadi ke dalam kotak, kemudian menarik talinya. Tak lama kemudian, kotak itu mulai terangkat. Donghae sudah menarik talinya dari atas. Tak sampai satu menit, kotak tersebut diturunkan kembali ke balkon tempat Yoona berada.

 

Yoona hanya menatapnya kesal. “Aish. Apa mau ikan ini sebenarnya. Apa dia tak bisa mengerti bahasa manusia.” Gerutunya dalam hati. Namun, walaupun begitu Yoona tetap mengambil kertas di dalam kotak tersebut dan membacanya.

 

‘Nah, urusanku bukan urusanmu. Tapi urusanmu tentu saja urusanku. Apa kau rindu pada orang tuamu? Ceritakan padaku, Yoong. ’

 

Yoona mengangkat alisnya begitu membaca surat tersebut. “Orang ini benar-benar. Selalu saja sukses membuatku bertambah kesal.” Ia pun segera mengambil bolpoinnya lalu menulis.

 

‘Apa-apaan sih kau ini? Memangnya kau siapa? Dan jangan sekali-kali sok tahu terhadap masalahku. Aku tak suka.’

 

Setelah memasukannya ke dalam kotak, ia langsung masuk ke dalam kamarnya lagi. Tak peduli apa balasan yang akan ia dapatkan nanti.

 

^^^

 

“APA!? KAU SERUMAH DENGAN DONG..AIISHH” teriak Yuri histeris ketika Yoona tiba-tiba menutup mulutnya dengan tangannya. Ia baru diberi tahu kalau Yoona tinggal di rumah Donghae.

 

“Onnie, kau ini apa-apaan. Bagaimana kalau orang-orang dengar dan berpikir yang macam-macam. Apa kau mau tanggung jawab?” keluh Yoona kesal dan malu. “Tahu begini aku takkan bercerita padamu. Lebih baik aku cerita pada Seohyun saja.”

 

“Mian. Aku sungguh tak sengaja. Lagipula ini sungguh ajaib. Kau begitu membencinya dan tiba-tiba saja kalian tinggal serumah. Bukankah ini pertanda?” Yuri malah heboh sendiri saking kaget dan senangnya. “Omong-omong tentang Seohyun, aku merasa ada yang aneh padanya belakangan ini. Apa kau tahu kenapa?”

Yoona hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan melempar pandangan kau-ini-bicara-apa-sungguh-tidak-masuk-akal. “Pertanda apanya?” ujarnya sengit. “Benarkah? Aku sungguh tidak sadar. Hanya saja kemarin ia memang jadi lebih agresif. Memangnya apa yang aneh menurutmu?”

 

Yuri membalasnya dengan melempar pandang kau-akan-mengerti-apa-yang-aku-katakan-nanti. “Tentu saja pertanda jodoh ! Memangnya pertanda apalagi? Dia sudah mengejarmu selama berbulan-bulan, Yoong. Dan ternyata kalian satu rumah. Apa namanya itu kalau bukan jodoh?”

 

Kemudian Yuri melanjutkan, “Molla. Aku hanya merasa sekarang ia jadi lebih pendiam dari biasanya. Dan coba kau tebak. Setiap pulang kampus ia selalu pergi ke mall dan hanya untuk main di Game Centre. Padahal aku sangat tau bagaimana Seohyun itu.”

 

“Jangan berpikir yang muluk-muluk, Onnie. Bagaimana mungkin aku berjodoh dengan orang seperti itu?” Tanya Yoona sambl cemberut. “Apa? Seohyun pergi ke Game Centre? Apa kau serius, Onnie? Apa ini berkaitan dengan namja yang dia suka, ya?”

 

“Tentu saja mungkin. Dengar, Yoong. Apa kau pikir aku tahu aku akan jatuh cinta pada berondong seperti Minho? Tidak, bahkan dulu aku hanya menganggapnya sebagai dongsaengku. Dan, itu membuktikkan kalau sangat mungkin bagimu untuk bisa jatuh cinta dengan Donghae. Lagipula apa yang salah padanya? Dia tampan, baik, kaya, dan dia suka padamu. Bukankah itu hebat?”

 

“Oh, ya. Ambil saja dia untukmu kalau begitu. Jelas-jelas dia berbeda dari Minho.” Ujar Yoona malas. “Sudahlah, Onnie. Aku malas membicarakan dia. Kita bicarakan Seohyun saja.”

 

“Baiklah, baiklah. Aku hanya ingin bilang, cobalah buka hatimu untuknya. Toh ini tidak akan seburuk yang kau pikirkan, Yoong.” Yuri menyarakan. “Oke kembali ke Seohyun. Kau bilang apa tadi? Seohyun-menyukai-namja?” Tanya Yuri terbata-bata tak percaya.

 

“Ne. Dia yang bilang padaku kemarin. Tadi kau bilang dia pergi ke Game Centre?” Yoona terdiam beberapa lama hingga kemudian ekspresi mukanya berubah jadi gelisah dan panic bukan main. “Tunggu, apa mungkin orang itu Kyuhyun?”

 

“Ya ampun, Seohyun. Aku tak menyangka ia sudah dewasa.” Yuri geleng-geleng kepala senang namun tak percaya. “Kyuhyun? Maksudmu Kyuhyun mantanmu itu?”

 

Sebenarnya, Kyuhyun dan Yoona dulu pernah berpacaran ketika SMA. Namun setelah satu tahun mereka pacaran, Kyuhyun ketahuan selingkuh dengan Sooyoung, membuat Yoona sakit hati dan akhirnya mereka putus.

 

“Siapa lagi anak kuliah yang suka main game selain namja brengsek itu? Seohyun jelas tak boleh menyukainya. ” ucap Yoona sarkastik.

 

“Ne. Ne. Tentu saja tidak boleh.” Yuri mengiyakan.

 

^^^

 

“Yoong, ayo kita pulang bareng.” Ajak Donghae sambil menyamai langkah kakinya dengan langkah kaki Yoona. Sudah sebulan mereka tinggal satu rumah, dan tak jarang juga mereka pulang bareng. Sikap Yoona pada Donghae pun sudah tak sejutek dulu lagi, walaupun menurutnya Donghae masih sama menyebalkannya.

Yoona menggelengkan kepalanya. “Kau pulang duluan saja. Ada sesuatu yang mau kulakukan hari ini. Mungkin aku akan pulang malam, tolong sampaikan pada ajhumma, ya.”

 

“Memangnya kau mau kemana, Yoong? Aku ikut.” Ujar Donghae segera, memasang wajah seperti anak kecil yang minta permen.

 

Yoona kembali menggelengkan kepalanya. “Tidak boleh! Kalau ada kau, semuanya akan berantakan, tahu? Jadi lebih baik pulang dan jangan ganggu aku.”

 

“Ah ayolah, Yoong. Aku janji akan diam dan tidak melakukan apapun. Apalagi kau bilang sampai malam. Mana bisa aku membiarkanmu berkeliaran sendirian sampai malam? ” Ucap Donghae polos, membentuk huruf V dengan tangannya.

 

“Tetap saja tidak bisa. Lagipula aku tak sendirian. Yuri onnie dan Minho bersamaku. Sudah sana pulang.” Ucap Yoona sambil mendorong Donghae keluar dari kelasnya.

 

Tapi Donghae berusaha mati-matian melawan tenaga Yoona. “Ya..ya! Tunggu. Apa kau pikir aku akan membiarkanmu jadi pihak ketiga di antara Yuri dan Minho? Tentu saja tidak. Jadi kalau kau ikut, aku harus ikut.” Ujar Donghae tak mau kalah.

 

“Astaga! Kenapa aku harus berurusan dengan orang sepertimu sih? Yasudah terserah kau saja! Aku pusiiinnggg.” Seru Yoona frustasi, sambil mengacak-acak rambutnya.

 

Senyum langsung mengembang di wajah Donghae. “ Kalau begitu, ayo pergi. Kau mau kemana?” tanyanya langsung menarik tangan Yoona.

 

^^^

 

“Ya, sebenarnya kalian mau apa sih? Kenapa memakai kacamata hitam dan kerudung-kerudug segala di dalam mall?” Tanya Donghae bingung setengah mati melihat kelakuan Yoona, Yuri, dan Minho yang seperti hendak memaling sesuatu.

 

“Bukankah tadi kau bilang kau akan diam dan tidak berkata apa-apa? Kenapa sekarang malah Tanya-tanya? Sudah tutup saja mulutmu.” Ujar Yoona acuh tak acuh. “Yang jelas, jika kau menggagalkan rencana kami, aku takkan bisa memaafkanmu.”

 

“Ne. Ne, Yoongie. Tapi setidaknya bisakah kau beritahu aku apa yang akan kalian lakukan?”

Baru saja Yoona hendak membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Donghae, namun Yuri memotongnya, “Yoong, lihat di sana! Itu mereka, kan?”

 

Spontan, Yoona, Donghae dan Minho langsung melihat ke arah yang Yuri tunjuk. Dan semuanya kaget, melihat Seohyun dan Kyuhyun sedang berjalan bergandengan tangan, sambil tertawa-tawa. Yoona belum pernah melihat Seohyun tertawa selepas ini.

 

Melihat keadaan, Donghae langsung mengerti. Ternyata mereka mau memata-matai Seohyun dan Kyuhyun. Astaga, bukankah ini sungguh kekanak-kanakan? Sekilas ia melirik ke arah Yoona, dan terkejut melihat ekspresi di wajah Yoona. Ekspresi tidak rela seakan tergambar di wajah cantiknya. Dan entah bagaimana ini membuat Donghae gundah.

 

Tentu saja ia tahu, Kyuhyun dan Yoona pernah berpacaran dulu, dan mereka putus karena Kyuhyun ketahuan selingkuh. Apakah Yoona masih menyukai Kyuhyun?

 

Tak ingin melihat Yoona seperti ini, Donghae pun angkat suara, “Yoong, sudahlah ayo kita pulang saja. Tak baik menguntit orang pacaran. Ayo.” Ujarnya langsung menarik tangan Yoona.

 

^^^

 

“Ya..!! Lepaskan ! Kau ini apa-apaan sih!” teriak Yoona meronta-ronta berusaha melepaskan dirinya dari Donghae.

 

“Ini semua demi kebaikanmu, Yoongie. Aku tak tahan melihatmu patah hati seperti itu. Jadi lebih baik kutarik saja kau ke sini.” Ceramah Donghae panjang lebar. Matanya Nampak gelisah, ia takut Yoona akan kembali membencinya karena terlalu banyak ikut campur urusan pribadinya.

 

Mata Yoona membulat. “Mwo? Patah hati? Aku?” Kemudian entah bagaimana bisa Yoona pun tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Donghae. “Yang benar saja. Untuk apa aku patah hati segala?”

Donghae jelas kebingungan. Bukankah tadi ekspresi Yoona sungguh aneh ketika melihat Kyuhyun dan Seohyun? “Tapi, tidakkah kau sakit hati melihat Kyuhyun dan Seohyun tadi?”

 

“Tentu saja tidak! Untuk apa aku sakit hati demi namja seperti Kyuhyun?  Buang-buang waktu saja.” Gerutu Yoona.

 

Donghae semakin bingung saja. “Lalu tadi? Kenapa kau memata-matai Kyuhyun?”

 

“Astaga. Apa otakmu otak ikan? Siapa bilang aku memata-matai Kyuhyun? Tentu saja yang aku mata-matai itu Seohyun. Aku tak mau dia dipermainkan oleh Kyuhyun. Mengerti?” jelas Yoona panjang lebar. “Aish, kenapa pula aku harus menjelaskannya padamu. ”

 

Harapan seakan timbul dalam hati Donghae. Yoona tidak marah padanya. Yoona mau bercerita padanya. Dan yang terpenting, Yoona tidak menyukai Kyuhyun.

 

^^^

 

“Yoong, apa kau sudah dengar kabar tentang Jessica?” kata Tiffany saat jam makan siang. Sebulan telah berlalu lagi, hubungan Yoona dan Donghae pun semakin baik.  Hampir setiap hari mereka selalu pulang bersama, dan tak jarang juga mereka saling bertukar surat melalui kotak amplop kecil saat malam hari. Selain itu, Kyuhyun dan Sehyun pun sudah resmi berpacaran, walaupun tentu saja Yoona tak menyetujuinya.

 

“Jessica siapa?” Tanya Yuri.

 

“Murid baru. Dan kau tahu siapa dia? Dia adalah mantan pacar Donghae Oppa. Bahkan kudengar, ia masih sangat tergila-gila padanya, buktinya ia sengaja memilih fakultas yang sama dengan Donghae Oppa. Coba saja kau Tanya padanya, Yoong.“ kata Tiffany si Ratu Gossip sambil menyeruput jusnya.

 

Yoona langsung tersedak mendengarnya. Membuat Tiffany dan Yuri langsung menatap ke arahnya. Dan memberinya minum.

 

“Kau kenapa, Yoong? Cemburu? Makannya cepatlah nyatakan perasaanmu pada Donghae Oppa, sebelum murid baru itu merebutnya.” goda Yuri setelah Yoona menenangkan dirinya.

 

“Untuk apa aku cemburu padanya? Buang –buang waktu saja.”elaknya, namun tanpa disadarinya ada sedikit perasaan gundah di hatinya.

 

“Lalu kenapa kau tadi sampai tersedak, Yoong?” Tiffany semakin memojokannya.

 

“Aku hanya terkejut. Tak percaya ada juga orang yang tergila-gila padanya. Harusnya ia terima saja Jessica itu. Dengan begitu hidupku tentram, kan?” jelas Yoona panjang lebar, sejelas-jelasnya.

 

Yuri dan Tiffany hanya menggeleng-geleng melihat tingkah laku sahabat mereka yang keras kepala ini.

 

^^^

 

Yoona nyaris menjatuhkan buku-buku yang sedang dibawanya ketika memasuki rumahnya, rumah Donghae lebih tepatnya. Ia terkejut melihat pemandangan di ruang tamu. Seorang gadis cantik berambut pirang sedak duduk di sana, dekat sekali dengan posisi Donghae duduk, dan terus tersenyum meandangnya, sementara Donghae terus focus pada laptop dan buku-buku di meja yang ada di hadapannya.

 

“Yoong, kau sudah pulang? Siapa yang mengantarmu? Maaf aku tadi tidak menjemput ke fakultasmu. Habis tadi Sica ingin ikut untuk mengerjakan tugas bersama.” Ujar Donghae, begitu ia menyadari Yoona sudah pulang.

 

“Sica? Ah, jadi ini yang namanya Jessica. Benar apa yang Fanny Onnie katakan. Nampaknya ia sangat tergila-gila pada Donghae. Belum lagi ia memang cantik.” Batin Yoona dalam hati.

“Yoong?”

 

Mendengar Donghae, membuat Yoona tersadar dari lamunannya. “Untuk apa kau minta maaf? Justru aku senang tidak diganggu olehmu tadi. Dengan siapa aku pulang tadi, itu jelas bukan urusanmu.” Ujarnya, dan ia langsung berjalan menaiki tangga tanpa sedikit pun melirik ke arah Jessica yang sedang menatapnya penuh Tanya.

 

“Oppa, siapa dia? Kenapa dia bisa tinggal di rumahmu? Setahuku kau tidak punya adik.” Tanya Jessica manja, setelah Yoona benar-benar menghilang dari tangga.

 

Melihat tingkah Yoona barusan, membuat mood Donghae hilang seketika. “Sica, aku lelah, ingin istirahat. Kau pulang saja, ya? Nanti sisa tugasnya biar aku saja yang mengerjakan.” Kata-kata Donghae membuat Jessica bingung. Jelas saja ia tidak mau pulang begitu saja, tujuannya datang ke sini kan agar bisa bersama dengan Donghae.

 

“Tapi, kau yang mengantarku, ya, Oppa? Hari ini aku tidak bawa mobil ke kampus, apa kau tega membiarkanku pulang jalan kaki?” Tanya manja, bergelayut pada lengan Donghae.

 

“Baiklah..Kajja.”

 

^^^

 

“Seohyun Onnie, kau dipanggil Park seongsaengnim ke ruangannya.” Krystal menghampiri Seohyun saat makan siang.

 

“Ne, baiklah. Tunggu sebentar, Krys.” Ujarnya membereskan makan siangnya, lalu ia beerkata, “Oppa, Onnie, aku pergi dulu, ya. Nanti aku kembali lagi. Kalian makan saja dulu.”

 

Kepergian Seohyun ternyata membawa kecanggungan hebat bagi orang yang semeja dengannya, Yoona dan Kyuhyun. Memang siang ini Yoona makan dengan Seohyun dan Kyuhyun karena Yuri dan Tiffany sedang pergi untuk tugas kampus mereka, jadi dengan terpaksa Yoona membiarkan dirinya semeja dengan Kyuhyun. Tak disangka malah begini jadinya.

 

“Aku sudah kenyang. Duluan, ya.” Ujar Yoona buru-buru membereskan makanannya dan berdiri. Ia jelas tak nyaman hanya makan dengan Kyuhyun saja.

 

“Maafkan aku.” ujar Kyuhyun tiba-tiba. Ia sadar Yoona merasa risih dengan dirinya. Belum lagi ia pernah menyakitinya dulu.

 

Mendengar kata-kata Kyuhyun, Yoona menghentikan aktivitasnya, dan menatap heran ke arah Kyuhyun.

 

Melihat ekspresi bingung Yoona, Kyuhyun melanjutkan, “Maafkan aku karena dulu aku pernah menyakitimu. Dulu, aku memang playboy yang sering gonta-ganti pacar. Tapi sejak aku kenal Seohyun, semuanya berubah. Aku benar-benar tulus menyayanginya. Kumohon maafkan aku, aku akan melakukan apapun untuk menebus kesalahanku padamu. Dan kumohon restuilah aku dengan Seohyun.”

 

Melihat Kyuhyun sampai berbuat begini demi meminta restunya, membuat Yoona sadar betapa Kyuhyun sangat menyayangi Seohyun. Perlahan kebenciannya pada namja ini pun mulai luntur. Yoona pun mengangguk. “Sungguh tak kusangka seorang Cho Kyuhyun sampai berbuat begini demi Seohyun. Baiklah kurestui kau. Tapi sekali kau membuat Seohyun menangis, aku takkan segan-segan untuk mendaratkan kakiku di wajahmu.” Katanya.

 

Mendengar ucapan Yoona, Kyuhyun terkekeh. “Dasar kau tetap saja tidak berubah, Yoong. Selalu saja mengancam dengan kekerasan.” Kekehnya. “Tenang saja, aku takkan membiarkannya mengeluarkan setetes air mata pun karena aku.”

 

Yoona mengangguk-angguk mendengarnya. “Baiklah, kupegang kata-katamu. Awas saja kalau kau berani melanggarnya.” Ancam Yoona.

 

“Ne..ne.. Tenang saja, aku takkan melanggarnya. Sudah sana habiskan makananmu. Aku yakin kau pasti masih lapar. Kau kan tidak pernah kenyang.”

 

Yoona baru saja akan membuka mulutnya untuk protes ketika ia melihat Donghae berjalan memasuki kantin, dengan Jessica bergelayut manja padanya, sementara mata Donghae menyusuri seisi kantin untuk mencari seseorang.

 

Entah bagaimana melihat hal ini membuat Yoona kesal. Ia langsung mengalihkan pandangannya dan menyendokkan nasi ke mulutnya banyak-banyak. Ia sudah lupa akan protes yang baru saja akan diucapkannya pada Kyuhyun.

 

Melihat tingkah Yoona, Kyuhyun mengikuti arah pandangan Yoona tadi dan mendapati Donghae sedang menatap ke arah mereka dengan terkejut dan tidak percaya. Dan seketika Kyuhyun pun paham akan apa yang terjadi.

 

^^^

 

“Kau darimana, Yoong? Kenapa baru pulang? Apa kau pergi dengan Kyuhyun?” Tanya Donghae panjang lebar ketika Yoona baru saja membuka pintu rumah Donghae. Ia langsung menutup buku yang sedang dibacanya tadi.

 

Kyuhyun? Kenapa ia tiba-tiba bawa-bawa Kyuhyun? “Bukan urusanmu.”

 

Donghae sedikit cemas mendengar jawaban Yoona. “Tentu saja itu urusanku. Aku perlu tahu apa saja yang terjadi sehubungan dengan orang-orang yang tinggal di rumahku.” Ujarnya asal.

 

“Kalau begitu kau tidak perlu repot-repot lagi mengurusku karena mulai minggu depan aku takkan tinggal di sini. Jadi urusi saja Siwon Oppa dan ayah ibumu.” Ujar Yoona tak peduli. Namun ada secercah perasaan sedih dalam hatinya.

 

Donghae terkejut setangah mati mendengarnya. “Mwo? Apa maksudmu?”

 

“Bukankah sudah jelas? Lusa  ayah dan ibuku akan kembali ke Seoul dan rumah kami yang direnovasi sudah selesai. Jadi mulai minggu depan aku tidak perlu tinggal di sini lagi.”

 

Donghae langsung menjatuhkan buku yang tadi dipegangnya. Ia sungguh terkejut. “Mwo? Kenapa aku tidak diberitahu? Kenapa aku baru diberitahu sekarang?” Tanyanya heboh tak terima.

 

“Untuk apa aku memberitahumu? Itu bukan urusanmu. Terlebih kau sedang sibuk dengan mantan pacarmu.” Setelah mengatakan hal ini, tiba-tiba Yoona jadi ingin menangis. “Aku lelah, aku mau tidur dulu.” Ujarnya menahan tangis, lalu langsung meninggalkan Donghae yang sedang terdiam frustasi di ruang tamu.

Sesampainya ia di kamar, ia langsung menangis sejadi-jadinya.

 

Sebenarnya, Yoona juga baru tahu hari ini kalau ia akan pindah minggu depan. Ibunya baru saja meneleponnya tadi, tepat sebelum ia masuk ke rumah. Hatinya masih tidak siap untuk meninggalkan rumah ini. Tapi ia tidak mungkin kan terus-menerus merepotkan orangtua Donghae? Belum lagi, sekarang Jessica sering main ke sini, dan itu  membuat Yoona jadi agak tidak nyaman tinggal di sini.

 

^^^

 

“Yoona.” Yoona mendongak dari bukunya begitu mendengar namanya dipanggil, dan terkejut setengah mati mendapati siapa yang baru saja memanggilnya.

 

“Namamu Yoona, kan?” Tanya Jessica.

 

“Ne. Ada apa mencariku?” Tanya Yoona heran sambil menutup bukunya. Matanya melihat ke sekeliling perpustakaan, ia bertanya-tanya kemana partner Jessica. Namun ia tak menemukannya.

 

“Apa kau tahu dimana Donghae Oppa? Seharian ini aku tak melihatnya di kampus. Apa ia sakit?” Jessica cemas bukan main.

 

“Mana aku tahu? Bukankah ia selalu bersamamu? Kenapa Tanya aku?”

 

“Kau kan serumah dengannya.”

 

“Sudah tidak sejak minggu lalu. Dan jika kau tidak keberatan, aku permisi dulu. Aku ada kelas.” ujar Yoona acuh tak acuh. Ia langsung bangkit berdiri dan meninggalkan Jessica di perpustakaan.

 

Sudah seminggu ini, sejak kepindahan Yoona, ia tidak bertemu dengan Donghae. Jangankan bertemu, sms saja sudah tidak pernah, lebih tepatnya Donghae tidak pernah menghubunginya lagi sejak minggu lalu. Dan ini membuat Yoona gundah. Padahal biasanya, dalam sehari Donghae bisa meneleponnya hingga sepuluh kali saat Yoona sedang tidak di rumah.

 

^^^

 

“Sudah telepon saja dia.” Ujar Yuri ketika ia mendapati Yoona terus menerus melirik ke ponselnya saat mereka berdua sedang makan siang. “Katakan kalau kau merindukannya.”

 

“Apa maksudmu, Onnie?”

 

“Sebenarnya kau menyukainya kan, Yoong? Makannya cepatlah katakan perasaanmu padanya sebelum dia direbut orang lain.” Ujar Yuri polos.

 

“Tidak. Mana mungkin aku menyukai Donghae. Justru aku senang dia tidak menganggu hidupku lagi sejak aku pindah. Aku akan berterimakasih pada Jessica nanti karena sudah membebaskan hidupku.” Elak Yoona. Namun ia sendiri ragu dengan perkataannya barusan.

 

“Aku kan tidak bilang Donghae. Kenapa kau tiba-tiba menafsirkannya? Jangan-jangan kau memang suka dia.” Ujar Yuri cuek, namun kalimat singkat Yuri barusan langsung membuat Yoona heboh sendiri.

 

“Sudahlah, Yoong. Akui saja kalau kau menyukainya. Tidak perlu gengsi dan malu. Untuk apa kau malu menyukai namja idaman seperti itu? Bukannya harusnya kau bangga?” kata Yuri lagi, semakin memojokkan Yoona. Yoona hanya terdiam mendengarnya.

 

“Kau mungkin bisa membohonginya dengan mengatakan bahwa kau membencinya. Namun kau tak bisa membohongi diriku, Yoong. Apa kau lupa kalau aku sudah mengenalmu selama delapan tahun?” Tambahnya lagi.

 

Perkataan Yuri barusan seperti skak-mat bagi Yoona. Ia tak bisa lagi mengelak bahwa ia membenci Donghae. Karena bagaimanapun, kenyataan berkata lain. Akhirnya dengan perlahan pun Yoona menganggukan kepalanya. “Kau benar Onnie. Namun sepertinya semua sudah terlambat. Dia sudah kembali dengan Jessica. Bukankah begitu?”

 

“Siapa bilang? Sampai kapan pun hatiku takkan pernah bisa beranjak darimu, Yoongie.” Sahut sebuah suara dari belakang Yoona.

 

Suara itu. Suara yang sedikit serak namun lembut. Yoona sangat mengenalnya. Walaupun sudah lama tak mendengarnya, namun Yoona tahu benar suara siapa itu.

 

“Apa kau tahu? Aku nyaris gila menunggu saat kau bisa mengatakan hal ini.” Ujarnya lagi. Suara itu kini semakin mendekat. Namun Yoona tak juga beranjak dari tempatnya. Ia masih terkejut namun kebahagiaan menyelimuti hatinya.

 

Hingga akhirnya si pemilik suara tersebut sampai di mejanya.  Senyum terus menghiasi wajah tampannya, membuatnya terlihat semakin tampan.

 

“Ehm.” Ujar Yuri memecah keheningan. “Kurasa Minho sudah menungguku.” Ia merasa bahwa tak seharusnya ia ada di situ sekarang. Tugasnya kini sudah selesai. Sekarang biarlah mereka yang menyelesaikannya sendiri.

 

“Yoong.” Panggil Donghae. Ia spontan mengambil tempat Yuri begitu ia pergi. Kini hanya tinggal mereka berdua. Empat mata. “Katakan padaku kalau ini bukan mimpi.”

 

“Dasar aneh. Tentu saja ini kenyataan. Apa aku perlu mencubitmu?” canda Yoona, kemudian ia langsung mencubit tangan Donghae. Sakit.

 

Begitu yakin kalau ini bukan mimpi, Donghae akhirnya menggangguk lalu berdeham. “Jadi, kau mau jadi pacarku sekarang, Yoongie?”

 

Senyum mengembang di bibir Yoona. Kemudian ia mengangguk.

 

Api kebahagiaan lansung membanjiri hati Donghae. Penantiannya selama ini akhirnya terbalas juga. “Saranghae, Yoong.”

 

“Nado saranghae, Oppa.”

 

END

 

Gimana gimana gimanaa? Comment yaa😀 Kalo misalnya banyak yang comment nanti author ada kemungkinan bikin sequelnya. Ayooo comment ^^


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * Lyka_BYVFEGS says:

    firstkah??? hore!!! *jingkrak2 gaje

    aish!!! yoona eonni, malu2 mau tuch…
    tp kmna tuch haeppa slma smggu, emang sngaja mancing yoona eonni kah biar blang ska gtu???

    aq tunggu sequel’y.
    keep writing!!!!

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  2. * Sisca says:

    Waah… Yoonhae couple,SARANGEeee!!!
    Yg tears, q comment disini aja yah…
    Jgn lama2 y, pnsarn bget.hehe

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  3. * Indahnyaaja says:

    Keren chingu…….
    D tnggu lnjtan.a chingu:)

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  4. * jeyma says:

    ahhh so sweet
    emg yoona eunni hny u/ haeppa😀

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  5. he bacanya ntar aja yg penting komen dulu….
    anyeong new readers.

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  6. * mochichi says:

    Wahhh,YoonHae jjang!!
    Ceritanya bagus…
    Cuma knapa Hae ngilang seminggu?
    Beneran sakitkah?
    Kok ga diceritain?
    Dibuatin sekuel donk pleaseeee….

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  7. * aiko says:

    so sweet..akhirnya yoona luluh juga

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  8. ckckckck Yoong malu” tapi mau juga sama hae ..
    buat author pokoknya harus bikinin sekuelnya , Haruuus #maksaa .. hehe

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  9. * Pyro_thyna says:

    FF’y kurang pnjang chingu, tp seru koq.. So sweet bgt, akhr’y hati yoong luluh jg sm hae oppa.. Tp knp hae oppa bisa tiba2 muncul wkt yoong unnie lg bicara sm yuri unnie? pdhl kn haeppa dah bbrpa hr ngilang. Kmn ya haeppa wktu itu? Chingu buatin sequel’y y, buat haeppa & yoong unnie nikah smpe punya anak.. Hwaiting.. Yoonhae shipper

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  10. * lili says:

    wooooh ff yoonhaee~~
    buat lg dong nyehehehe

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  11. * yenny_yoonhaelovers says:

    yeeeyy happy ending ^^
    donghae oppa emang sempurna bgt.. dlm kehidupan nyata jg dy begitu sempurna.. jd iri sama Yoong…. ><
    btw itu nasib jessica gmn tuh? Hihiee :p

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  12. * hae90 says:

    Bagus2.🙂
    Cm ending ny krg greget ni.
    T’kesan buru2.
    Tp bagus kok ff ny.
    Aq suka. 🙂

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  13. * DeerFishy says:

    Keren ….

    Keep writing, chingu !!🙂

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  14. * ginaddictyoong says:

    keren chingu
    di tunggu ff YoonHae yg lainnya . .

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  15. * Evi says:

    Keren author ! Daebak…

    Buat lage crita yoonhae ya thor..

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  16. * tiya says:

    akhirnya yoonhae bersatu…🙂

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  17. * Haenha~Elfishy says:

    Daebak..kerenz bgt
    ska bgt yoona karkter.a jutek n galak g2.

    Meski sbner.a gx pntez bgt sma muka angel.a itu.
    Sequel donk..kn blum ad scene yoonhae.a pcrn.

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  18. * mimimi says:

    Hahah entah kenapa gemes gt bacanya.(?)
    lanjutannya ditunggu loh yaa:D

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  19. * sweet_yoonhae says:

    Yayy….akhirnya bisa baca ff YoonHae lg.
    FF nya bagus thor….lanjutin ja, bwt sequelnya….!!!
    Hehehe

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  20. * jeanitnut says:

    Keren banget!
    Yoona malu-malu kucing tapi Donghae tetap setia menunggunya. Semoga mereka selalu bahagia.
    Ditunggu ff selanjutnya^^

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  21. * yo0nnie says:

    keren. . Iya hrz ad sequel.a dkit nanggung s0al.a. .

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  22. * SeoKyu4ever says:

    Yooonhae selalu so sweeeetttttt…. yoona malu2 mau ya.. hihihh… keep writing ^_^

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  23. * Adel13 says:

    Bagus banget!

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  24. * febrynovi says:

    FF-nya bikin aku gemes😄 apalagi sama Yoona yang ngelak mulu soal perasaannya ke Donghae XP.
    LANJUTKAN SEQUELNYA AUTHOR! *teriak ala SBY waktu kampanye*

    | Reply Posted 4 years, 6 months ago
  25. * shequeen says:

    대박 !!!
    hhhahaha
    heem knp ga buat skenario aja, trs dijadiin sinetron atau ftv hihihi :p
    bakatnyaa baguus bgt, bisa bikin FF kyk gini ^^

    | Reply Posted 4 years, 6 months ago
  26. * ima says:

    Bgus bngt critanya,aku suka!
    Bkin lg ff yoonhae.
    Yoonhae the best!

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  27. * desi handayani says:

    daebak daebak FF`a

    | Reply Posted 4 years, 4 months ago
  28. * princess hye in says:

    mian chingu,q cma mau ngsh kmentar,tp jgn mrah ya…
    bagian akhrny q rsa feelny sdkit krang dpt chingu and krang d prpnjang sdkit…
    hehe.
    tp bgus scra ksluruhan,q tunggu cerita yoonhae yg lain ya chingu!
    gomawo.

    | Reply Posted 4 years, 1 month ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: