YoonHae Fanfics Library



[One-shot] Autumn in Paris

Author : Jeany R.

Cast : Im Yoona, Lee Donghae

Other Cast : Cho Kyuhyun, Tiffany Hwang, Lee Hyukjae

Genre : One-shot, Family, Romance

Rating : PG-15

Title : Autumn in Paris

Note : This is the last season. Happy Reading!^^

**

Autumn in Paris

Ruangan megah itu tampak penuh dengan bermacam-macam kerangka bunga dan beberapa pita yang tergantung di atas platfon. Beberapa orang nampak sibuk dengan kesibukannya sendiri. beberapa ada yang tengah memasak di dapur dan beberapa diantaranya mengatur meja serta kursi.

Angin sejuk mengibarkan beberapa pita warna-warni. Di luar, beberapa dedaunan nampak jatuh dari pohonnya. Di samping ruangan megah itu terdapat sebuah kebun bunga matahari. Masih ada beberapa bunga yang masih mekar.

Disini, aku berdiri memandang takjub kejutan yang diberikannya untukku. Tak hentinya aku berdecak kagum saat mendapati perubahan yang terjadi dalam hidupku selama seminggu ini.

Bagaimana perasaanmu, Im Yoona?” tanya sebuah suara dari sampingku. Aku pun menoleh dan tersenyum tipis saat mendapati seorang gadis cantik tengah berdiri di sana. Rasanya sudah lama sekali aku tidak melihatnya.

Luar biasa, ini semua di luar perkiraanku, Tiff,” jawabku jujur. Tak pernah terlintas dalam benakku aku akan mendapatkan kejutan seperti ini. Kalau ada yang bertanya bagaimana perasaanku? Aku tidak bisa menjawabnya, lebih tepatnya aku tidak bisa mendeskripsikannya.

Maafkan aku, Yoongie,” ucap Tiffany. Nada suaranya menyiratkan penyesalan dan aku tidak menyukai itu. Sesungguhnya bukan dia yang bersalah, tapi akulah yang bersalah dari semua yang telah terjadi dulu.

Kau tidak bersalah, Tiff. Lupakan apa yang telah terjadi, jadikanlah sebuah pelajaran. Toh, sekarang semuanya kembali baik-baik saja, kan?” balasku menenangkan. Gadis itu pun tersenyum, tangannya terulur memelukku, aku pun balas memeluknya.

Tak berselang lama Tiffany melepaskan pelukannya. Sepertinya ada sesuatu yang ingin ditanyakannya. “Dimana Hyena?” tanyanya.

Aku pun hanya tersenyum tipis. Mataku mengarah ke satu titik dimana disana ada seorang pemuda tampan dengan seorang gadis kecil yang tengah sibuk berdebat. Entahlah apa yang mereka debatkan. Tiffany pun akhirnya sadar dan segera mengarahkan pandangannya mengikuti pandangan mataku.

Di sana Donghae dan Hyena, anak kami, sedang tertawa riang. Hyena berada dalam gendongan Donghae. gadis kecil itu, dia sangat menyukai saat dimana Donghae menggendongnya. Tak jarang jika kedekatan mereka membuatku iri. Donghae sangat menyayangi Hyena, begitu pun denganku.

*

Jalanan siang ini cukup ramai. Mengingat hari ini adalah awal musim gugur, maklum saja. Sepanjang jalan Hyena terus berceloteh tak henti. Gadis itu cerewet sekali. Aku dan Donghae hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkahnya.

Beberapa menit kemudian kami tiba di sebuah rumah yang cukup besar. Terdapat sebuah air mancur di taman rumah itu. Sedang di pekarangan di samping kanan rumah terdapat berbagai macam bunga mawar yang tertanam rapi dalam pot.

Hyena, ikut sama bunda dulu ya?” kata Donghae seraya memberikan Hyena yang berada dalam gendongannya padaku. Anak itu, dia bahkan lebih suka bersama Donghae dari pada diriku. Apa dia ingin merebut Donghae dariku? Astaga! Hilangkan pikiran itu Im Yoona.

Bunda, ayo kita masuk!” teriak Hyena seraya menyeret tanganku. Gadis kecil itu begitu ceria, senyum terus mengembang dari sudut bibirnya.

Saat ini aku dan Hyena sedang menikmati jam siang dengan menghabiskan waktu dengan menonton TV. Sedang Donghae? Entahlah, aku tidak tahu dia pergi kemana. Mungkin sedang menyiapkan suatu kejutan untukku.

Layar TV sedang menampakkan sebuah adegan dimana kedua orang anak manusia tengah mengikat janji suci di depan Tuhan. Aku tidak dapat mengingkari jika senyum terlukis dari bibirku. Lima tahun lalu, aku merasakan kebahagian itu. Aku menoleh ke samping, ternyata Hyena sedang serius menikmati apa yang ditontonnya. Terkadang aku merasa jika gadis itu bukanlah seorang gadis cilik yang tidak tahu apa-apa.

Apa dulu bunda dan ayah juga seperti itu? Ceritakan padaku!” celetuknya.

Seperti kali ini, gadis itu selalu ingin tahu. Mudah penasaran sekali. “Apa? Kau masih kecil Hyena,” jawabku sambil tersenyum.

Ayolah! Bundaa….aku mohon,” rengeknya. Demi Tuhan, kenapa gadis kecil itu harus merengek seperti ini? Kalau sudah begini mau tak mau aku pun akan luluh dengan permintaannya.

**

Musim gugur bukanlah musim yang buruk. Musim gugur adalah musim yang cukup indah. Walaupun hari-hari di musim gugur menjadi lebih pendek, tak pernah menyurutkan semangat untuk tetap berjuang. Justru, dengan semakin pendeknya hari, kita harus pandai-pandai memanfaatkan kesempatan yang ada. Begitupun yang tengah dilakukan pemuda tampan yang saat ini sedang duduk terdiam di sebuah kantor.

Silahkan masuk Tuan,” kata seorang wanita muda pada pemuda itu. Lee Donghae, pemuda itu segera bangun berdiri dari duduknya. Senyum mengembang di sudut bibirnya.

Pemuda itu berjalan menyusuri lorong kantor yang tidak terlalu besar, lebih besar kantor miliknya. Sampai akhirnya pemuda itu tiba di sebuah ruangan di pojok kanan. Ruangan sang direktur. Segera saja dia mengetuk pintu, dan beberapa detik kemudian terdengar sahutan dari dalam.

Seperti akan menghadapi sebuah sidang keputusan, begitulah yang tengah dirasakan pemuda itu. Setelah beberapa hari memikirkan dengan matang tentang keputusan yang akan diambilnya, hari ini dia pun melakukan apa yang harus dilakukannya. Dalam hati dia pun berdoa semoga semuanya baik-baik saja.

Apa kabar Tuan Im?” sapa Donghae. Pemuda itu berusaha menciptakan suasana yang tidak terlalu kaku.

Lee Donghae?” tanya pria paruh baya itu. Ekspresi terkejut jelas sekali terpancar dari wajahnya.

Kedatangan saya kemari, tentu Anda sudah tahu Tuan. Bolehkah saya mendampingi putri Anda, Tuan?” ucapnya langsung.

Im Yonghyun hanya tersenyum tipis. Tidak menyangka jika pemuda dihadapannya terus terang tanpa basa-basi seperti ini. Jujur, hal ini sedikit membuat sosok pemuda itu baik dimatanya. Dia dapat memastikan jika pemuda itu serius dan tidak main-main dengan ucapannya.

Beri aku alasan kenapa aku harus menyerahkan Yoona padamu!” tantangnya.

Donghae hanya tersenyum. Sudah menduga jika akan seperti ini. Bukan pertanyaan yang sulit, setidaknya lebih sulit menghitung soal-soal trigonometri menurutnya.

Karena aku mencintainya, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya. Itu saja dan tidak ada yang lain,”

Aku mencintainya bukan karena dia cantik atau pun cerdas, bukan karena kebaikan hatinya, sifatnya, perhatiannya atau karena dia selalu mengerti diriku. Bukan pula karena dia bisa membuatku bahagia, merasa nyaman atau karena dia selalu berada di sampingku. Itu semua bukanlah alasan kenapa aku mencintainya.”

Semua ucapan yang dilontarkan Donghae menancap tepat dihati Im Yonghyun. Sebagai seorang Ayah, dia merasa tersentuh ada seorang pemuda yang mencintai putrinya sedalam itu. Bahkan tidak pernah terbersit dalam benaknya, putrinya akan mendapatkan cinta tulus dari pemuda itu. Tatapan matanya saat mengatakannya tidak menyiratkan secuil kebohongan pun.

Pria itu sudah memikirkan apa yang telah terjadi pada putrinya di Perancis. Gadis itu tidak baik-baik saja, jauh dari kata bahagia. Memang, dia selalu tersenyum kepadanya, tapi saat dia tidak ada gadis itu akan menangis. Kondisi fisiknya pun mulai berubah, dia jauh terlihat lebih kurus.

Dia ada di Perancis, ini alamatnya,” katanya sesaat kemudian sambil menyerahkan selembar kertas pada Donghae. Pemuda itu akhirnya bisa bernafas lega, senyum merekah dari sudut bibirnya.

Terima kasih, Ayah,” ucapnya tulus sambil berdiri dari posisinya. Senyum samar terlukis dari sudut pria paruh baya itu.

Semoga kau berhasil, Nak,” gumamnya.

*

Pemuda itu nampak sibuk mondar-mandir dengan sebuah handphone dalam genggamannya. Tak henti-hentinya dia menoleh ke kanan dan ke kiri. Beberapa saat kemudia helaan nafas lega akhirnya terdengar. Pemuda itu tersenyum tipis saat melihat sesosok tubuh tinggi yang tengah berjalan ke arahnya.

Kau itu sangat merepotkan, Hae!” bentak pemuda itu sambil memberikan sebuah kotak kecil ke tangan Donghae. Sedang Lee Donghae hanya tersenyum dan menepuk pundak sahabatnya itu.

Aku sudah menjaga Tiffany untukmu, Hyuk-ah,” balasnya. Lantas, pemuda itu mulai berjalan menjauh menuju sebuah pesawat yang akan membawanya ke Perancis, Negara yang katanya memiliki tempat-tempat romantis itu. Sayang sekali pemuda itu pergi sendiri, seandainya saja gadis itu pergi bersamanya. Seandainya saja.

Semoga kau beruntung,” ucap Lee Hyukjae. Memberikan semangat pada sahabatnya itu. bagaimana pun dia ingin sahabatnya itu bahagia.

Terima kasih Hyuk atas bantuanmu selama ini,” ucapnya tulus. Pemuda itu mulai melangkah menuju pesawat yang akan membawanya pergi meraih cintanya. Membawa gadis itu kembali ke pangkuannya.

Pemuda itu menikmati setiap menit nafas yang bisa dihirupnya. Matanya menjelajah memandang ke luar melalui jendela pesawat kelas bisnis yang membawanya. Hatinya berdebar tak tentu, berharap apa yang telah diperjuangkannya tidak berbalik memusuhinya.

Setibanya di Bandar Udara Paris-Charles de Guille pemuda itu segera keluar dan memanggil taksi. Pemuda itu lantas menghubungi seseorang yang beberapa saat lalu dihubunginya.

Kyuhyun-ssi, bisakah kita bertemu di kantormu?” tanyanya langsung. Sopir itu nampak mengernyitkan dahi saat mendengar Donghae berbicara. Tidak mengerti akan pembicaraan itu tentu saja.

Taksi itu berhenti di sebuah bangunan tinggi menjulang yang terletak di tengah ibu kota Perancis. Donghae segera turun dan masuk ke dalam gedung itu. Tak sampai lima belas menit dia menunggu di ruang tunggu, keluarlah orang yang ditunggunya.

Pemuda itu bahkan belum berhenti sejenak menuju hotel yang telah dipesannya untuk sekedar meletakkan pakaian yang dibawanya. Dia tak ingin membuang-buang waktunya yang berharga itu untuk hal yang bukan prioritas utamanya.

Kedua pemuda itu berjalan beriringan menuju sebuah resto yang terletak di gedung itu. Jelas sekali jika gedung itu merupakan salah satu perusahaan ternama. Fasilitas yang terdapat di dalamnya sangat lengkap seperti perusahaan internasional lainnya.

Jadi, apa tujuanmu bertemu denganku Donghae-ssi?” tanya Kyuhyun langsung. Pemuda itu tengah disibukkan dengan kegiatan kantor akhir-akhir ini. Sebagian lagi, perhatiannya tersita untuk gadis yang dicintainya itu, Im Yoona.

Kau mencintai Yoona?” tanya Donghae balik.

Kyuhyun mengambil cangkir berisi kopi dihadapannya dan menyeduhnya. Terlihat anggukan kilat dari kepalanya.

Apa kau bahagia bisa memilikinya?” tanya Donghae lagi. Pertanyaan itu membuat Kyuhyun menolehkan kepalanya menghadap Donghae. Sesaat berhenti dari aktivitas memandang taman yang ditekuninya.

Maksudmu?” responnya.

Apa kau bahagia melihat dia seperti ini? Apa kau yakin dia bahagia?” tanya Donghae sekali lagi. Untuk ukuran Donghae yang bukan teman atau bahkan saudara Kyuhyun pertanyaan itu cukup lancang. Bagaimanapun Donghae hanyalah orang asing dan tidak berhak bertanya macam-macam padanya kan? Apalagi itu masalah pribadi.

Tetapi pertanyaan itu sama sekali tidak mengganggu atau menyinggung Kyuhyun sedikitpun. Justru pertanyaan pemuda itu menancap dalam otaknya. Memaksa otaknya berfikir keras dengan pertanyaan yang seharusnya dia sudah tahu jawabannya. Dia tidak buta. Dia bisa melihat bagaimana hidup Yoona selama ini. Apakah gadis itu bahagia bersamanya? Tidak.

Lalu, apa kau yakin Yoona akan bahagia bersamamu?” tanya Kyuhyun beberapa saat kemudian.

Tentu saja,” balas Donghae tegas, tanpa keraguan sedikitpun.

Apa jaminan kau akan membahagiakannya?” tantang Kyuhyun.

Kau boleh membunuhku jika kelak kau melihat dia menderita karenaku,” tandas Donghae tanpa ragu. Segala ucapan itu mengalir begitu saja dari mulutnya sebelum otaknya sempat memproses. Dan dia tidak menyesali ucapannya. Karena memang itulah yang ingin diutarakannya.

Senyum tipis terlukis di wajah Kyuhyun. “Yoona memang sangat mencintaimu, Donghae-ssi. Selamanya, aku tidak akan bisa mengubah perasaan itu. Jagalah dia dengan baik,” ucap Kyuhyun seraya berdiri. Sekali lagi, pemuda itu merelakan Yoona pergi. Tak apa, jika memang gadis itu bisa bahagia. Dia pun tak akan membiarkan Ayahnya atau siapapun membuat gadis itu menderita.

Terima kasih, Kyuhyun-ssi,” teriak Donghae tepat saat punggung Kyuhyun menghilang di balik pintu, kembali menuju ruangannya.

*

Perjalanan dari Korea-Perancis membuat Donghae lelah. Terlihat lingkaran hitam disekitar matanya, menandakan betapa lelahnya pemuda itu. segera dia menuju ke hotel tempatnya menginap. Pemuda itu belum memutuskan akan kembali ke Korea kapan. Yang jelas, dia tidak akan kembali ke Korea sebelum berhasil membawa Im Yoona bersamanya.

Tangannya tengah mencari-cari sesuatu yang tersembunyi dibalik saku celananya. Sebuah kertas kecil berisi huruf hangul berada dalam genggamannya. Pemuda itu mengamati kertas dalam genggamannya.

Kita akan segera bertemu, Im Yoona,” gumamnya.

Malam semakin larut. Pemuda itu pun telah terhanyut dalam mimpi indahya. Berharap esok, kebahagiaan akan datang menghampirinya.

*

Taksi itu membawa Donghae pergi ke Bibliothèque nationale de France, sebuah perpustakaan yang terletak di Montagne, Sainte-Genevieve, Paris. Perpustakaan ini adalah sebuah fasilitas riset dan studi yang terkenal di antara para mahasiswa universitas lokal.

Pemuda itu sedikit heran karena ternyata Tuan Im Yonghyun memberikannya alamat ini. Tetapi dia berpikir tidak ada salahnya kan dia mencoba? Dengan cekatan dia menaiki tangga yang akan membawanya ke sebuah ruangan yang cukup ramai. Pemuda itu berkeliling gedung yang cukup luas itu. Sampai pada akhirnya dia lelah, mengira jika dia telah di tipu. Tetapi sesaat dia melihat bayangan gadis itu, samar tapi nyata.

Gadis itu tengah berjalan ke luar. Rambut hitam lurusnya berkibar tertiup angin musin gugur pagi ini. Pemuda itu segera melangkahkan kakinya menuju gadis itu. Sepertinya Yoona memang tengah menikmati angin musim gugur, tidak terlihat tanda-tanda dia akan memanggil taksi.

Hatinya mencelos saat mendapati tubuh gadis di depannya begitu kurus. Tampak rambut-rambutnya yang telah bercabang. Tidak seperti Im Yoona yang biasanya.

Donghae terus mengikuti gadis itu dibelakangnya, tanpa berniat memanggilnya. Biarlah dia memandangi gadis yang begitu dirindukannya seperti ini. Biarlah otaknya merekam baik-baik wajah gadis itu. Melihatnya dari belakang seperti ini sudah cukup membuatnya bahagia.

Tiba-tiba saja langkah gadis itu berhenti. Dia memanggil taksi dan masuk ke dalamnya. Donghae tak ingin kehilangan jejak gadis itu. Dengan segera dia memanggil taksi dan menyusul taksi yang ditumpangi Yoona. Dengan modal bahasa Inggris yang apa adanya, dia menyuruh sopir taksi itu untuk lebih cepat.

Taksi yang ditumpangi Yoona berhenti di Place de la Concorde, tempat wisata yang merupakan alun-alun terluas di Paris. Ciri khas dari tempat ini adalah air mancur dan monumennya. Beberapa saat gadis itu mengelilingi salah satu tempat paling indah di Perancis itu.

Gadis itu membetulkan letak sweater yang dipakainya. Donghae pun yang dengan senantiasa mengawasinya mulai kedinginan. Udara panas memang telah berubah menjadi sejuk seiring bergesernya hari.

Keindahan air mancur dapat mencerahkan mata. Membuat kita seolah terbius dan sesaat lenyap dari kehidupan dunia. Ikut terhanyut dalam keindahan air mancur itu. Setelah puas berkeliling, Yoona kembali memanggil taksi. Dan dengan cekatan Donghae pun segera memanggil taksi untuk mengikuti taksi yang membawa Yoona.

Yoona keluar dari taksi dan dengan langkah riang masuk ke dalam. Gadis itu masuk ke Taman Roseraie Du Val De Marne, sebuah taman bunga yang berisi bunga Mawar yang sangat banyak. Mengingat gadis itu sangat menyukai bunga mawar, tentu tidak aneh jika dia sangat senang berada di tempat ini.

Sebenarnya waktu terbaik untuk berkunjung di taman itu adalah pada bulan Juni. Karena pada saat itulah hampir semua mawar berbunga, berbagai macam warna dan bentuk. Taman ini merupakan taman Mawar pertama di dunia.

Di taman ini kau bisa menikmati bentuk-bentuk design taman yang berbeda, ada oriental rose garden, koleksi mawar botanic, dan sebagainya. Design taman yang sangat indah dengan gradasi warna yang sesuai, semua dirancang secara teliti dan perawatan yang maksimal.

Nona, kau datang lagi?” sapa seorang wanita muda pada Yoona. Gadis itu hanya tersenyum singkat dan membungkuk. Kebiasaannya selama di Korea.

Sepertinya ini bukan kali pertama gadis itu berkunjung ke taman ini. Meskipun begitu, masih terdengar decak kagum yang terlontar dari bibirnya saat menikmati indahnya beragam mawar yang ada di sana. Taman ini hanya di buka pada bulan Juni hingga September. Maklum saja jika gadis itu akan rajin berkunjung, karena bulan depan dia tak akan bisa menikmati pemandangan yang ada dihadapannya itu.

Yoona berjalan ke arah kumpulan mawar putih yang berada agak ke dalam. Tampak beberapa orang juga sedang berdecak kagum memandangi mawar-mawar indah dihadapannya. Gadis itu mengambil handphone dalam sakunya dan memotret kumpulan mawar putih yang ada dihadapannya.

Kakak, ini mawar untukmu,” suara kecil dari sampingnya membuatnya seketika menoleh. Tampak di sana telah berdiri gadis kecil berusia sekitar enam tahun dengan seikat mawar putih dalam genggamannya.

Untukku? Terima kasih, cantik,” balasnya seraya menerima mawar itu. Gadis kecil pemberi bunga itu lantas pergi kembali menemui kedua orang tuanya.

Yoona menggenggam mawar putih dalam genggamannya dengan erat. Tak rela jika mawar itu jatuh atau bahkan dirampas orang lain. Masih berdiam diri dan memandangi mawar dalam genggamannya. Matanya menerawang jauh. Memori-memori membahagiakan tentang kebersamaannya dengan Donghae terlintas begitu saja di otaknya. Tanpa bisa dia mencegahnya.

Matanya memanas begitu saja. Sekalipun dia mencoba untuk mengenyahkan bayangan pemuda itu, semuanya sia-sia. Setiap hal apapun yang dilakukannya selalu mengingatkannya pada pemuda tampan itu. Pemuda yang juga begitu dirindukannya.

*

Donghae sedari tadi hanya berdiam diri dibalik pagar. Pemuda itu melihat Yoona diam tak bergerak ditempatnya, seketika rasa cemas merayapi hatinya. Matanya tertuju pada seikat mawar putih dalam genggaman gadis itu. Tak butuh waktu lama, dia pun paham apa penyebab linglung gadis itu.

Kau masih mengingatku, Im Yoona,” gumamnya pada diri sendiri.

Pemuda itu pun mulai melangkahkan kakinya saat melihat Yoona berjalan keluar taman itu. Mengikuti gadis itu lagi. Belum berniat untuk menemuinya, entahlah sampai kapan dia akan mengikutinya. Sampai fajar terbenamkah? Mungkin saja.

Perjalanan Yoona pun berlanjut menuju sungai Seine. Sungai Seine mebelah kota Paris menjadi dua bagian, Right Bank dan Left Bank. Sepanjang sungai ini banyak sekali pusat sejarah dan wisata yang menjadi magnet bagi seluruh turis.

Berjalan menyusuri Seine cukup menguras tenaga. Yoona segera menuju ke sebuah resto di pinggir jalan setelah beberapa jam lamanya hanya untuk berkeliling menikmati keindahan sungai Seine. Donghae pun ikut masuk ke dalam resto itu, secara diam-diam tentunya.

Pemuda itu terdiam. Matanya tak berkedip sedikitpun saat menyaksikan pemandangan beberapa meter di depannya. Tampak, Yoona tengah tertawa lebar saat seorang pelayan di resto itu –yang mungkin dia kenal- melontarkan sebuah kalimat candaan untuknya. Gadis itu tertawa lebar, tawa yang begitu dia rindukan. Tawa yang begitu dia sukai.

Donghae tersadar dari keterpanaannya. Memang benar, jika tawa seseorang bisa membuat kita ikut tertawa. Beberapa saat kemudian terdengar tawa kecil keluar dari bibir Donghae.

Setelah kurang lebih tiga puluh lima menit menghabiskan makanan, Yoona beranjak pergi dan berjalan menuju Eiffel. Kalian pasti sudah tahu kan apa itu?

Menara Eiffel merupakan sebuah bangunan menara besi yang dibangun di Champ de Mars di tepi sungai Seine di Paris. Menara Eiffel menjadi salah satu tempat paling romantis di dunia. Setiap tahun tempat ini selalu dikunjungi oleh jutaan orang dari berbagai negara di seluruh dunia.

Ini adalah kali pertama Yoona mengunjungi tempat ini. Tidak pernah terbersit dalam benaknya untuk mengunjungi tempat paling romantis itu. Dulu, mungkin dia sangat ingin berkunjung ke tempat ini. Tapi sekarang? Untuk apa dia datang jika akhirnya dia akan merasa sakit saat melihat beribu pasang kekasih dengan tangan saling bertautan berjalan sedang dirinya hanya seorang diri.

Gadis itu menghembuskan nafas sejenak dan berhenti. Meminum segelah teh hangat yang beberapa menit lalu baru saja dibelinya. Matanya menerawang memandang indahnya langit malam. Menara Eiffel memang sangat indah, benar sekali apa yang orang-orang luar sana bilang.

Donghae, pemuda itu yang sejak tadi mengikutinya tengah mengatur nafasnya. Dia tak mungkin menunggu lebih lama lagi untuk menemui gadis itu.

Im Yoona,” gumam Donghae lirih saat berjarak kurang dari dua meter dari gadis itu. Suasana malam yang cukup ramai tak membuat gadis itu tuli, dia tetap mendengar gumaman itu. Karena suara itu serasa bagai bisikan di telinganya. Seketika dia menoleh dan beberapa detik setelahnya secangkir teh dalam genggamannya jatuh tergeletak di jalan.

Lee…Dong…Hae…” ucapnya terbata-bata. Tangannya gemetar dibalik sweater yang dipakainya. Wajahnya memucat seketika.

Donghae yang sadar dengan keterkejutan Yoona segera menuntunnya duduk dibangku pinggir jalan. Untuk sesaat hanya ada kebisuan diantara keduanya. Yoona dengan berbagai pikiran berkecamuk tentang kehadiran Donghae yang begitu tiba-tiba. Donghae dengan segala kebingungan untuk menjelaskan maksud dan tujuannya menemui gadis itu.

Kenapa kau bisa kemari?” tanya Yoona memecah keheningan.

Donghae sibuk berfikir jawaban apa yang tepat dilontarkannya. Pemuda itu sudah sangat bahagia bisa melihat gadis itu. Hatinya sakit saat mendapati wajah pucat dan tubuh gadis itu menjadi lebih kurus. Apa dia tidak makan? Kenapa dia menjadi lebih kurus? Hatinya sibuk bertanya-tanya.

Karena Im Yoona,” balasnya.

Dahi Yoona mengernyit, tidak puas dengan jawaban yang diberikan Donghae. “Maksudmu? Hubungan kita sudah berakhir, Oppa,” ucapnya lirih. Nafasnya tercekat saat mengucapkan kalimat yang mengerikan itu.

Maafkan aku Yoong, karena aku tidak bisa memenuhi permintaanmu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu,” ucap Donghae. Matanya menerawang jauh.

Lalu kau pikir dengan sekarang kau berada di sini semuanya akan kembali seperti dulu? Aku…Kyuhyun…” ucap Yoona terbata-bata. Belum sempat gadis itu menyelesaikan perkataannya, Donghae lebih dulu memotongnya.

Kau dan Kyuhyun? Kau tidak mencintainya Im Yoona. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Ayahmu…dia ingin kau bahagia. Cho Kyuhyun, dia pun ingin kau bahagia. Percayalah padaku Yoong, seperti dulu,” ucap Donghae tulus. Tangannya hendak memegang pundak gadis itu, tapi niat itu diurungkannya.

Desahan nafas nampak terdengar dari bibir gadis itu. Yoona sudah sangat lelah dengan segalanya. Dengan kepura-puraan yang amat menyiksanya. Ingin sekali gadis itu menangis meraung-raung saat rasa itu kembali hadir. Saat dia teringat wajah kecewa Ayahnya.

Ayahku, aku tidak ingin membuatnya kecewa,” ucapnya lirih. Matanya berkaca-kaca, saat satu tetes itu muncul dari sudut matanya segera dia menghapusnya.

Ayahmu yang memberitahu keberadaanmu Im Yoona. Apa kau puas sekarang?” ucap Donghae tegas. Pemuda itu sudah tidak tahan lagi dengan kondisi ini. Ingin sekali dia merengkuh gadis disampingnya itu dalam pelukannya.

Yoona kembali menghembuskan nafas. Kepalanya berdenyut-denyut dengan tiba-tiba. Tak sepenuhnya mengerti takdir apa yang menimpanya pagi ini. “Beri aku alasan kenapa aku harus kembali padamu Lee Donghae!” tanyanya menantang.

Donghae hanya tersenyum. “Karena aku ingin kau bahagia. Dan aku tahu pasti, kau bahagia saat kau bersamaku. Apakah aku benar Nona Im?” jawab Donghae tegas, masih sambil tersenyum.

Kau benar sekali Tuan muda Lee,” balas Yoona sambil tersenyum manis. Setelahnya, keduanya tengah larut dalam kerinduan masing-masing. Yoona sudah berada dalam dekapan Donghae. Indahnya Eiffel yang menjulang menjadi saksi kembalinya rajutan kisah mereka.

Yoona tidak ingin memikirkan apapun saat ini. Saat pemuda itu kembali merengkuhnya, apakah dia berniat untuk bertindak bodoh dengan melepaskannya? Tidak akan. Dia percaya pada pemuda itu. Semuanya akan baik-baik saja. Semuanya belum terlambat.

*

Suasana musim gugur yang mulai berubah dingin seperti musim dingin tak menyurutkan niat para wisatawan untuk mengunjungi Eiffel. Masih banyak orang berkeliaran di sekitar menara yang menjulang tinggi itu. Tak terkecuali Donghae dan Yoona.

Keduanya tengah menghabiskan malam bersama menikmati keindahan menara Eiffel dengan tangan saling bertautan. Pancaran kebahagiaan begitu terlihat di mata keduanya. Setelah apa yang mereka lewati beberapa bulan ini, akhirnya keduanya bisa bernafas lega.

Donghae memasukkan tangannya ke dalam saku mantelnya, memastikan sesuatu yang dibawanya tak tertinggal. Pemuda itu menolehkan kepala ke samping, memandangi wajah gadis yang tengah terkagum menikmati indahnya sungai Seine saat malam hari.

Yoona bukan hanya sekedar kekasih untuknya, dia adalah alasannya untuk tetap hidup di dunia ini. Belum pernah dia merasa takut dan menjadi sangat lemah hanya karena kehilangan seseorang. Kira-kira begitulah pengaruh seorang Im Yoona dalam hidupnya.

Keduanya berjalan menuju ke lantai tertinggi di puncak menara. Di puncak menara yang tingginya sekitar 325 meter ini kita bisa melihat view kota Paris yang luar biasa indah. Di sekitar menara Eiffel juga terdapat lapangan rumput yang sangat luas yang bisa dijadikan tempat bersantai.

Keduanya tengah terlarut menikmati indahnya malam. Saat ini menara Eiffel sudah dilengkapi dengan ribuan lampu pada badan menara dan juga lampu mercusuar pada puncak menara. Pada malam hari lampu-lampu tersebut dinyalakan di waktu-waktu tertentu, dan beruntungnya malam ini lampu-lampu tersebut menyala.

Kenapa hanya kita berdua yang ada di sini?” tanya Yoona setelah sadar. Memang benar, hanya ada mereka berdua yang berdiri di atas puncak menara. Apa tiba-tiba para wisatawan itu jatuh miskin? Ah tentu saja tidak. Donghae hanya tersenyum dan memandang wajah gadis itu.

Oppa, kenapa kau memandangiku seperti itu?” tanyanya lagi. Donghae masih tetap tersenyum dan diam di posisinya. Membuat Yoona kesal sendiri.

Sesaat kemudian Donghae memegang bahu gadis itu, membuat gadis itu kembali menghadapnya. Pemuda itu menghembuskan nafas sejenak. “Im Yoona, maukah kau menjadi istriku?” tanyanya.

Mata indah gadis itu melotot begitu saja. Kaget tentu saja mendengar pertanyaan yang dilontarkan kekasihnya. Baru tadi siang mereka berbaikan, dan sekarang Donghae melamarnya. Ya Tuhan! “Kenapa tiba-tiba sekali, Oppa?” tanyanya polos.

Donghae hanya tersenyum tipis, mengusap rambut gadis itu pelan. “Karena aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Tidak sedikitpun. Karena sekali aku menyia-nyiakan kesempatan itu, aku bisa saja akan kehilangan segalanya Im Yoona. Dan aku tidak ingin hal itu terulang untuk kedua kalinya,” papar Donghae.

Yoona sibuk mencerna segala perkataan Donghae. Dia tahu bagaimana perasaan pemuda itu. Saat dimana kita sudah ada di titik penyesalan, kita memang harus membuktikan kalau kita benar-benar mau memperbaikinya. Tidak hanya berbicara saja. Segala sesuatu memang tidak bisa kembali seluruhnya seperti dulu. Dia pun tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat bertemu Ayahnya nanti.

Jadi, bagaimana jawabanmu?” tanya Donghae gusar. Sedari tadi pemuda itu terus berdoa semoga gadis itu tidak menolak lamarannya.

Tentu saja aku bersedia, Oppa,” jawab Yoona sambil tersenyum manis. Donghae pun ikut tersenyum. Tangan pemuda itu meraih kepala gadis itu dan mengecup puncak kepalanya singkat. Setelahnya, keduanya saling terhanyut dalam pelukan hangat di musim gugur di atas menara Eiffel. Lampu mercusuar yang menyala terang seakan ikut merayakan kebahagiaan keduanya.

Kenapa hanya kita berdua yang berada di sini?” tanya Yoona lagi, masih berada dalam pelukan Donghae. Pertanyaan itulah yang ingin ditanyakannya sedari tadi. Ganjil rasanya menara yang biasanya ramai itu saat ini menjadi sepi dan hanya mereka berdua yang berada di sana.

Hanya satu jam saja,” jawab Donghae. Dering telepon memecah keheningan malam itu. Dering telepon dari saku mantel Donghae. Pemuda itu hanya mendengus kesal, tanpa berniat menyentuh handphonenya sedikit pun.

Kenapa tidak kau angkat?” tanya Yoona sambil berusaha melepaskan pelukan Donghae. Tapi nyatanya tidak bisa, karena kedua tangan Donghae begitu kuat.

Biarkan kita nikmati satu jam ini berdua Yoong. Kau mengerti kan?” bisik Donghae ditelinga Yoona. Membuat gadis itu tersenyum tipis seraya menganggukkan kepalanya.

Waktu terasa lebih cepat saat kau berada bersama dengan orang yang kau sayangi. Tak terasa malam semakin larut dan beberapa menit lagi Donghae dan Yoona harus meninggalkan menara Eiffel kalau mereka tidak mau berdesakkan bersama pengunjung lain.

Tangan Donghae mencari tangan Yoona yang tersembunyi di balik mantel coklat yang dipakainya. Secara tak terlihat pemuda itu memasangkan sebuah cincin permata indah di jari manis gadis itu.

Apa yang kau lakukan Oppa?” tanya Yoona. Donghae pun segera melepaskan pelukannya.

Kita menikah besok Yoong,” ucapnya tegas. Untuk kedua kalinya pemuda itu membuat mata Yoona melotot malam ini. Lidahnya terasa kelu, dia tidak tahu reaksi apa yang harus ditunjukkannya kali ini.

Aku tidak ingin membuang-buang waktu Yoong. Semuanya sudah kuurus, kau tinggal datang saja besok. Mengerti?” ujarnya menjelaskan. Yoona tak mampu bereaksi apa-apa. Perasaannya terlalu campur aduk, dia sendiri bingung apa yang harus dilakukannya.

Terima kasih, Oppa,” katanya tulus. Hanya ucapan terima kasihlah yang dapat diucapkan gadis itu. Terima kasih karena pemuda itu telah mencintainya, telah menjadikannya seorang putri.

*

Pernikahan itu bukanlah pernikahan yang meriah. Hanya pernikahan kecil di salah satu katedral di Paris yang dihadiri oleh keluarga serta beberapa sahabat. Gaun yang dipakai Yoona pun bukan gaun panjang nan mewah, hanya sebuah gaun dengan sedikit renda dan nampak elegan.

Kedua orang tua Donghae turut hadir, Ibunya tersenyum cerah melihat putranya bahagia. Ayah Yoona pun tak dapat menyembunyikan raut senang di wajahnya. Beribu doa dia ucapkan semoga pernikahan Yoona dan Donghae bahagia.

Kalian tidak ingin merayakan pernikahan kalian?” tanya Ayah Donghae saat mereka tengah kembali ke hotel. Lusa, mereka semua pun akan kembali ke Korea.

Tidak, kami bisa merayakannya setiap saat Appa,” jawab Donghae.

Keduanya memang tidak berniat membuang-buang uang hanya untuk berfoya-foya. Akan jauh lebih baik jika mereka menyimpannya untuk masa depan anak-anak mereka bukan?

Hari berlalu dengan cepat, Donghae dan Yoona pun telah kembali ke Korea. Pernikahan keduanya masih adem ayem, hanya terjadi beberapa masalah kecil dan mereka bisa mengatasinya. Setelah banyak cobaan yang mereka lewati, keduanya saling belajar satu sama lain. Mereka percaya satu sama lain, saling terbuka dan jujur.

Satu tahun kemudian Yoona telah melahirkan seorang gadis mungil yang diberi nama Lee Hyena. Sebuah nama yang cantik. Gadis kecil itu memiliki mata teduh seperti Ayahnya, dan dahi indah seperti Ibunya.

Kehadiran Hyena tentu saja membuat pernikahan keduanya semakin bahagia. Yoona menjadi gadis yang paling beruntung di dunia ini. Donghae pun begitu.

**

Itulah cerita Ayah dan Bunda dulu,” gumamku mengakhiri cerita. Mengingat masa-masa dimana Donghae melamarku membuatku tersenyum-senyum sendiri. Selamanya, aku tak mungkin melupakan waktu itu. Hari paling membahagiakan dalam hidupku.

Beberapa saat tak ada reaksi apapun. Aku pun menolehkan kepalaku menatap tubuh kurus disampingku. Hyena tengah tertidur dengan tangan masih memeluk lenganku. Aku pun tersenyum seraya mengusap rambutnya. Gadis kecil itu adalah malaikat dalam hidupku. Kehadirannya menyempurnakan hidupku.

Kau sudah bersiap-siap?” tanya Donghae tiba-tiba. Entah kapan dia datang, aku pun tak tahu. Takut membangunkan Hyena, aku pun hanya menggeleng.

Hyena sedang tidur, diamlah Oppa,” kataku pelan. Aku mulai memindahkan tangan Hyena dan berusaha untuk berdiri. Walaupun kami sudah menikah, aku tetap memanggil Donghae dengan sebutan Oppa.

Aku akan menjaganya. Kau bersiap-siap saja,” kata Donghae. Aku pun hanya mengangguk dan berjalan menaiki tangga untuk mencapai kamarku. Segera saja aku bersiap-siap untuk acara malam ini.

Beberapa menit kemudian aku sudah selesai mandi. Aku berjalan menuruni tangga, berniat untuk membangunkan Hyena. Aku berhenti di tengah undakan tangga saat melihat pemandangan di hadapanku. Gelak tawa terdengar mengisi seluruh ruang tamu. Tampak Donghae dan Hyena saling pukul-memukul satu sama lain. Tawa lebar terlihat dari wajah Donghae. Membuatku ikut tersenyum melihatnya.

Bunda sudah selesai?” tanya Hyena saat melihatku. Aku pun berjalan menuruni tangga, melangkah menuju kedua orang itu.

Ayo mandi dulu sayang,” ajakku pada Hyena. Gadis itu bukanlah gadis nakal sebenarnya, hanya mungkin terlalu manja, apalagi jika bersama Donghae. Aku pun menuntun Hyena menuju ke kamar mandi. Sedang Donghae tengah menuju kamar.

Setelah memandikan Hyena dan mengganti bajunya aku pun segera menuju ke kamar untuk berganti pakaian. Donghaelah yang menemani Hyena. Setelah memutuskan memakai sebuah gaun pemberian Donghae, aku pun segera keluar kamar.

Bunda cantik sekali,” teriak Hyena. Aku hanya tersenyum menanggapi perkataan gadis itu. mataku beralih ke arah Donghae. Ekspresinya lucu sekali. Mulutnya menganga, sedang matanya tak berkedip menatapku. Ditatapnya seperti itu tentu membuatku kelimpungan sendiri. Walau sudah lima tahun kami menikah, tapi semua tidak benar-benar berubah.

Ayah, ayo kita berangkat!” ucap Hyena menyadarkan Donghae. Dia pun tersadar dan tersenyum ke arahku. Kami pun mulai berjalan menuju mobil Donghae. Aku hampir saja lupa, malam ini…Donghae tampan sekali.

*

Gedung mewah itu sudah cukup ramai saat kami tiba. Rata-rata yang hadir memang orang-orang yang aku kenal. Donghae berjalan menuntunku, tangannya menggenggam tanganku erat.

Mala mini, aku akan menajadi babysitter Hyena. Kalian tenang saja,” ucap Tiffany. Dibelakangnya, aku bisa melihat Hyukjae tengah tersenyum tipis.

Tentu saja harus,” canda Donghae. Aku tersenyum tulus ke arah Tiffany, bermaksud mengucapkan terima kasih.

Aku bisa melihat saat Tiffany dan Hyukjae berlalu, Kyuhyun berjalan menuju ke arah kami. Ah, bagaimana kabar pemuda itu? Apa dia sudah menikah?

Yoona, apa kabar?” tanyanya sambil tersenyum. “Selamat malam Donghae-ya,” sapanya pada Donghae. Donghae hanya tersenyum dan berlalu pergi, memberiku kesempatan berbicara berdua dengan Kyuhyun.

Bagaimana kabarmu Oppa?”

Aku baik-baik saja. Dan aku bahagia,”

Aku tersenyum tipis menanggapi jawabannya. Cho Kyuhyun, salah satu pemuda terbaik yang pernah aku temui.

Kau…sudah menikah?”

Sudah,”

Aku cukup tercengang mendapati jawaban darinya. Sedari tadi aku hanya melihatnya sendirian, lalu dimana istrinya?

Siapa istrimu? Kau tidak mengajaknya?

Namanya Seo Joohyun, kau pasti mengenalnya.”

Seo Joohyun, gadis itu adalah gadis yang menolongku sewaktu aku berada di Paris. Waktu itu aku benar-benar tidak tahu apa-apa tentang kota itu. Dan gadis itu dengan senang hati memberikan sebuah peta dan kamus bahasa Perancisnya untukku. Pertemuanku dengannya hanya sebatas itu, tapi tentu saja aku tidak pernah melupakannya. Dan aku pernah menceritakannya pada Kyuhyun.

Benarkah? Dia wanita yang baik Oppa,” jawabku sambil tersenyum simpul. Bahagia sekali rasanya ternyata Kyuhyun mendapat pendamping yang baik untuknya.

*

Segala sesuatunya berjalan sesuai takdir, mengalir begitu saja seperti air yang mengalir mengikuti arus. Di dalam kehidupan ini tentu saja akan membuat kita merasakan berbagai macam perasaan yang membuat emosi kita berganti-ganti. Dibalik suka ada duka, dibalik sedih ada senang.

Aku tercengang saat tiba-tiba Donghae naik ke atas panggung. Ngomong-ngomong, kalian sudah tahu belum apa sebenarnya acara hari ini? Hmm…hari ini adalah ulang tahun pernikahanku dengan Donghae yang ke-5.

Terima kasih aku ucapkan kepada kalian semua yang telah hadir malam ini. Selamat menikmati hidangan dan hiburan yang kami sediakan,”

Selamat ulang tahun pernikahan yang ke-5 untuk istriku tersayang. Tetaplah berada di sisiku. Tetaplah duduk manis di kursi menungguku pulang setiap malam. Tetaplah berada di dapur setiap pagi. Tetaplah berada di sampingku saat aku terbangun di pagi hari. Aku mencintaimu,”

Semua pasang mata tertuju ke arahku. Sialnya, wajahku memerah seketika dan itu semua karena suamiku yang tampan itu. Aku bisa melihat Donghae tengah tersenyum lebar ke arahku. Dari arah samping pun aku melihat Hyena tengah berlari-lari kecil menuju ke arahku.

So sweet sekali,” celoteh gadis itu. Ya Tuhan darimana gadis kecil itu mendapatkan kosakata seperti itu? Aku segera merengkuhnya di depanku. Tanganku melingkar manis di lehernya.

Hari ini, aku akan mempersembahkan sebuah lagu untuk kedua orang yang berdiri dibelakang sana, Lee Yoona dan Lee Hyena. Mereka adalah harta paling berharga yang pernah aku miliki. Semoga kalian menyukainya,” sambung Donghae.

Tak berapa lama terdengar alunan music dan Donghae pun mulai bernyanyi. Semua mata kini tertuju pada Donghae, begitupun denganku. Astaga kenapa aku tidak menyadari jika suamiku memiliki suara seindah itu?

Bunda, Ayah penyanyi ya?” tanya Hyena polos. Aku pun tetawa kecil menanggapi ucapannya.

Bukan sayang, tapi suaranya bagus kan?” tanyaku.

Bagus sekali,” jawabnya sambil mengacungkan kedua jempolnya.

Setelahnya, kami semua pun kembali terhanyut dalam lantunan lagu Donghae. Aku sangat mensyukuri apa yang telah aku dapat hari ini. Apa yang sudah menjadi milikku, aku akan menjaganya dan tidak akan pernah menyia-nyiakannya. Terima kasih Tuhan atas semua anugerah yang telah kau beri.

**

Kemarin ada yang minta adegan Hyukfany, kalau kalian mau baca kunjungi blog aku aja ya http://jeanitnut.wordpress.com /sekalianpromosi-_-v. Tapi aku juga belum tahu kapan bakal ngepost ceritanya. Terima kasih bagi kalian yang selama ini sudah menyempatkan membaca, maaf kalau endingnya datar-datar saja hehe^^


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * Narsha says:

    aku yg pertama kali lagi comment? *celingak-celinguk –____–”
    wahh eonni suka update nya mlm” tapi mumpung lgi besok libur jadi g masalah dan bisa tidur larut akakak.. #eh mian jadi cerita😛
    ceritanya keren feelnya jga dapet.. aku sampe terharu deh eonni!!!
    ayo eonni terus bikin FF yoonhae yahh!!
    FIGHTING!!!

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  2. * felicia says:

    Daebak deh fanficnya!! ^^ bikin lagi yaa.. fighting!!~^^

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  3. * Evi says:

    Daebak ceritanya !
    Semua couple happy ending.

    Buat FF yoonhae terus ya..

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  4. * tata says:

    So sweet sekaliiiii…!!#ngikut gaya Haena

    makasih unnie udah buat FF yoonhae…

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  5. * Yoondeer says:

    wah….yoonhae so sweet bgt chingu…
    aq tnggu krya2mu yg lain chingu…🙂

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  6. * mochichi says:

    wooo
    daebak!!!
    aku ngikutin dr chapter winter
    suka bgt ama ceritanya
    keep writing chingu ^^

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  7. * rere says:

    bagus ceritanya, kalo segampang itu donghae yakinin kyuhyun sama bapaknya yoona kenapa mereka harus pisah dulu hehehe

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  8. * lina says:

    waw,so sweet..
    Buat ff yoonhae lge ya thor
    fighting

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  9. * Indahnyaaja says:

    Akhr.a kluar jga,,,,,,,,,keren chingu,,,feel.a dpet bgt,,,,,,,
    akhr.a yoonhae mnkah n hdp bhgia,,,,,
    smoga d khdpan nyata jga…:)
    ayoo bkin FF yoonhae lgi:)

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  10. * Lyka_BYVFEGS says:

    tinggalin jejak dulu…
    commentnya menyusul ya chingu…
    mianhe, msih sibuk jadi belum sempat baca

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  11. * ijhul says:

    akhirnya,,,,,,keluar juga yg aq tunggu”,,,,,ceritanya daebak,,,!!!!semuanya happy ending *_*

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  12. * Lyka_BYVFEGS says:

    ahhhh!!!
    akhirnya ada waktu untuk comment….

    hwaaaa!!!!!!!!!!!!
    so sweet chingu…
    kekekeke….

    ah! hae oppa, buatkan hyena adik ya? ntar aku usul namanya dech.
    kalau bisa sich namja aja. kalau udah jadi hubungi aku. aku akan memberitahukan nama yang udah aku pikirkan untuk anak kalian nanti.
    kalau cewek sich mau aku kasih nama HaeNa, tapi kalau cowok masih rahasia. nunggu hae oppa bikin dulu dengan yoong eonni.
    hahahahaha….
    aku benar-benar sudah gila sepertinya…

    chingu, jangan ketawa ya kalau baca commentku. maklum aku nya lagi stress nich gara-gara yoong eonni maupun hae oppa dipairingin ma beberapa artis lainnya.

    aku tunggu ff chingu lainnya lho…
    keep writing,!!!!!!!
    aku bantu dengan do’a….

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
    • * jeanitnut says:

      maaf ya aku gak bisa nahan buat ketawa hehe
      thanks buat commentnya:-)

      kalo ada waktu nanti insyaAllah aku bikinin adek buat hyena, soalnya donghae sama yoona lagi sibuk akhir-akhir ini /plak

      | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  13. * ginaddictyoong says:

    ya ampun aku bca nya ampe merinding
    kata”a semua dalem
    keren buat author nya
    kasih deh 4 jempol
    T.O.P
    serasa membca kisah nyata YoonHae is real
    bikin terus fanfic yg pairing.a YoonHae ya .

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  14. * aiko says:

    akhirnya happy ending..love yoonhae so much..

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  15. akhirnya perjuangan cinta yoonhae setelah jatuh bangun jungkir balik brakhir bahagia ^__^

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  16. * mimimi says:

    Ah aku baru nyadar yang bikin ff ini jeanitnut eonni *plak
    kalau gak salah eon juga icl ya? *sotoy *salahorang

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  17. * Haenha~Elfishy says:

    Daebak…
    Is amazing ff yoonHae,
    like a real..
    So romantic,so sweet..
    Sequel donk,hehe..❤ yoonHae is real

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  18. * fira says:

    woww romantis banget author ff nya
    bkin iri…..
    d tunggu next ffnya
    gomawo
    fighting!!!

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  19. * rani says:

    Bagus bnget cerita@…
    N so sweet kta hyena…
    N romantis..
    Di tunggu ff baru@..
    Terimakasih…

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  20. * lili says:

    yeyeyeyeey udaaah keluar~~

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  21. * devy says:

    bgz, daebak. . N’ so sweet bgd. .
    Keep writing. .

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  22. * rianhae says:

    soooooo sweeetttt.. suka banget.. ditunggu ff selanjutnya.. wau!!! gomawo..

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  23. Wua keren xD udah punya anak ternyata, haha kirain baru mau nikah ternyata udah punya anak juga xD
    keep writing author ^^

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  24. Aku suka banget ending nya kayak gini ..
    Selamat atas ulang tahun pernikahannya ..

    YoonHae Daebak !!
    \(‘o’)/

    Aku jadi pengen lihat anak YoonHae kayak gimana .. Pasti cantik+cakep kayak appa n eomma nya ..
    Hihihi ..

    Eonni ,, ayo donx buat ff YoonHae lagi .. Aku suka karya2 mu ..

    Keep writing yagh ..
    Kamu salah satu author favorit ku ..🙂

    | Reply Posted 4 years, 9 months ago
  25. * diana says:

    Kyaaa!! So sweet..
    Daebak ffnya..😀

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  26. * i am elf says:

    wah keren ffnya chingu,, so sweet bgt hub yoonhae,, ditunggu ff slanjutnya

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  27. * deerfishy4ever says:

    ff nya kerennnnn d^^b …
    kerasa bget feel ny…
    eonn aku tnggu ff yoonhae lainnya..!^^

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  28. * iqda says:

    ditunggu ff yoonhae lainnya,,,,^^

    | Reply Posted 4 years, 7 months ago
  29. * febrynovi says:

    Pas baca FF ini selain bikin aku senyum2 sendiri + menambah pengetahuan tentang Paris ya hehehe~ *digetok author* aku ga kebayang kalo YoonHae nanti punya anak abis itu diceritain ke anaknya pas mereka nikah dulu gimana *o* NICE FF! 

    | Reply Posted 4 years, 6 months ago
  30. * nurhafizah says:

    so sweet…><
    keren!! daebak deh buat author😄

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  31. So sweet…!!!
    Akhirnya happy ending,,keren thor,ditunggu ff YH yang lainnya…^^

    | Reply Posted 3 years, 8 months ago
  32. * Nathasya says:

    keren, so sweet🙂

    | Reply Posted 3 years, 8 months ago
  33. * vini says:

    Mudah-mudahan jadi keyataan..Amin…Yoonhae Daebak !!!

    | Reply Posted 3 years, 4 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: