YoonHae Fanfics Library



[One-shot] Saranghaeyo lovely

Author : Elfishysparkyu

Cast : Im Yoona x Lee Donghae x Jessica Jung

Genre : oneshoot, romance

Rating : PG 13

Title : Saranghaeyo lovely

Note : Baru kali ini bikin yoonhaesica. Benernya gak tega jadiin Sica orang ketiga yoonhae. Jessica biasku di SNSD setelah Yoona, jadi berharap gak ada yg ngebash dia ^^ Hae punya Yoong, Sica punya Taec ^^ YoonSic jelas sahabatan jadi mustahil mereka rebutan Donghae seperti yang dikatakan orang-orang yang tidak bertanggungjawab(?)
Oh iya, ff ini terinspirasi dari lagu CN blue, love light. Kan ada itu lyriknya “saranghaeyo lovely” suara Yonghwa langsung nusuk ke hati #abaikan.
Happy reading ^^

Saranghaeyo lovely

Dia tercipta begitu indah.

Kuat dalam wujud cantiknya.

Terlihat anggun meski dibawah mega mendung yang menggantung.

Berdiri kokoh walau terus berselimut dingin.

Terhujam derasnya air hujan dalam kelamnya malam.

Bahkan badai sekalipun tak mampu meluluhlantakkan pesonanya.

Dia. . .

Gadis itu, Im Yoona.

Mahakarya Tuhan yang sempurna.

* * * * *

“Donghae oppa.”

Terhenyak Yoona dari tidurnya. Peluh membasahi seluruh tubuhnya diiringi nafas yang terus memburu. Sekilas ia melirik jam weker di meja sisi ranjangnya. Pukul dua pagi dan ia terpaksa bangun karena mimpi aneh yang baru saja menyergapnya.

Sedikit tertegun, Yoona terus mematung. Masih menata helaan nafasnya ia mengingat-ingat kejadian apa yang ia alami dalam mimpinya tadi.

Donghae? Kenapa bisa namja itu yang muncul dalam mimpinya. Oh iya, ia baru sadar tadi ia meneriakkan nama Donghae saat terbangun tiba-tiba.
Yoona terus terdiam bingung. Ini dirasanya tidak masuk akal. Kenapa bisa muncul nama Donghae padahal ia tidak sedang memikirkannya sama sekali.

Lekas Yoona menggeleng, mimpi hanya bunga tidur. Aish, tapi tetap saja ini aneh. Segera ia bangun lagi saat baru saja kembali berbaring. Ia lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.

Butuh beberapa kali ia mengulang panggilannya baru teleponnya tersambung. Tentu saja, ini adalah jam tidur. Mana ada orang menelepon di jam seperti ini.

“Yoboseyo.” suara diseberang tampak malas-malasan. Meski tidak melihat, Yoona yakin orang yang berbicara dengannya ini masih memejamkan matanya.

“Sica onnie, selamat pagi.”

“Jessica masih tidur dan ini belum pagi.”

“Hahaha.” tak elak Yoona tertawa. Jessica sedang ngelantur rupanya. “Bangunlah onnie, ada hal penting yang harus kutanyakan.”

“Hal penting apa?” masih jelas terdengar Jessica menguap beberapa kali.

“Apa Donghae oppa baik-baik saja?” tanya Yoona hati-hati. Ia menggigit bibir bawahnya ragu, pantaskah ia menanyakan hal ini?

“Mwo? Apa maksudnya Donghae oppa baik-baik saja?” baru sekarang nada bicara Jessica terdengar jelas. Mungkin pertanyaan tiba-tiba Yoona tadi membuatnya tersadar sempurna.

“Anio, maksudku bagaimana kabarnya Donghae oppa?”

“Yoona-ah, ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba menanyakan kabar Donghae oppa padaku? Mana aku tahu? Kenapa tidak meneleponnya langsung saja?”

Yoona semakin mengernyit bingung. Alasan apalagi yang harus ia kemukakan pada Jessica?

“Hubunganku dengannya kan kurang baik onnie. Sudahlah, lupakan yang kukatakan tadi. Sepertinya aku sedang bermimpi dan belum tersadar penuh dari mimpiku itu. Mungkin aku harus tidur lagi. Selamat malam Sica onnie.”

Klik, Yoona matikan sambungan teleponnya begitu saja. Tak peduli di seberang sana Jessica terus berkoar-koar geram dengan beribu pertanyaan memenuhi benaknya.

Saat ini ia tengah kalut dengan dirinya sendiri. Ada apa dengan Donghae? Kenapa ia terus memikirkannya?
Yoona menggeleng kuat-kuat. Mana boleh ia memikirkan namja yang jelas-jelas sedang mendekati sahabatnya sendiri. Sekarang, di kampus sedang berhembus kencang rumor kedekatan Donghae dan Jessica. Entah siapa yang menyebar gosip itu. Yoona rasa memang benar kalau Donghae menyukai Jessica ataupun sebaliknya. Kalau begitu lalu apa arti dari mimpinya tadi?

* * * * *

Yoona menyeruput orange jus yang tadi ia pesan hingga habis tak bersisa. Seoul di musim panas kadang membuatnya sangat kegerahan. Apalagi sejak pagi ia terus berkutat dengan urusan kuliahnya yang melelahkan.

Sekarang, ia baru bisa bernafas lega. Ia bisa bersantai sejenak di cafetaria kampus yang mulai lengang. Menikmati angin yang berhembus sepoi dari pohon-pohon tinggi yang tertanam di kampusnya.

“Kau sendirian Yoongie?”

“Heh?” tertegun Yoona karena ia sedikit melamun. Sejak kapan dia disini? “Ne.” angguknya kaku.

“Boleh aku duduk?” bahkan tanpa menunggu jawaban Yoona, Donghae sudah duduk disana. Satu meja dengan gadis itu. Tampak ia membawa nampan makan siangnya lalu mulai melahapnya tanpa sadar Yoona terus menatapnya aneh.

Semalam ia memimpikan namja ini. Itu yang terus bergelayut di benak Yoona.

“Donghae oppa, kau menyukai Sica onnie kan?” tanyanya hati-hati. Entah kenapa tiba-tiba ia ingin menanyakannya.

“Mwo?” justru reaksi Donghae yang dirasanya berlebihan. “Heechul hyung yang menyukai Jessica. Dan juga Taecyeon, namja itu juga mengejar-ngejar Sica.” jelasnya.

Tapi Yoona tak percaya begitu saja. Ia terus memandang Donghae sangsi.

“Tapi gosipnya kau juga menyukai Sica onnie.”

“Aku mau makan Yoong, jangan mengajakku bergosip.”

Yoona mendengus. Kenapa Donghae tetap saja mengelak?

“Donghae oppa, kalau kau mau aku bisa membantumu mendapatkan Sica onnie.”

“Yah, Im Yoona. Kau membuat selera makanku hilang.”

“Mwo? Kenapa marah?” Yoona menggerutu sendiri. Ia terus melirik namja di depannya itu.

Dan benar saja, Donghae memang tidak melanjutkan makan siangnya. Ia meneguk air mineral yang tadi dibawanya lalu kembali berucap pelan.

“Kau itu tidak tahu apa-apa Yoongie.”

“Apa yang tidak aku tahu? Aku tahu kalau kau menyukai Sica onnie.”

“Diamlah.” perintah Donghae asal. Ia lalu meninggalkan Yoona yang tampak kesal sendiri.

Sementara Yoona terus memandang punggung Donghae yang kian menjauh.

“Menyebalkan.” desisnya.

* * * * *

“Saranghaeyo Yoongie.”

Sayup-sayup Yoona membuka matanya. Setelah tadi malam tidur terlalu larut, pagi ini ia merasa badannya sakit semua. Ah iya, ini sudah siang. Matahari sudah tinggi, mana pantas disebut pagi. Sejak awal ia sudah berencana bangun siang karena ini hari minggu.

Berkali-kali ia meregangkan ototnya yang terasa kaku. Sedikit malas ia buka tirai jendela kamarnya. Membiarkan sinar matahari menyeruak masuk ruangan bercat biru laut itu.

Dengan tampang kusut, ia bertopang dagu memandang jalan depan rumahnya yang terlihat jelas dari kamarnya di lantai dua ini.

Tunggu, Yoona tertegun saat ingat sesuatu. Yang semalam itu apa?

“Saranghaeyo Yoongie.”

Kata itu terpatri kuat dalam ingatan Yoona. Dalam mimpi ada seseorang yang mengatakan itu padanya meski tidak jelas siapa.

“Anio.” Yoona memekik sendiri. Menyadari hanya ada satu orang yang memanggilnya Yoongie.

Yoong adalah nama kecilnya. Tapi Yoongie, hanya Donghae yang memanggilnya seperti itu. Namja itu pernah bilang Yoongie adalah nama anjingnya saat di Mokpo. Alasan yang menyebalkan memang.

Kenapa Donghae lagi? Yoona menggeleng frustasi. Lima hari lalu ia baru memimpikan namja itu. Dan sekarang meski tidak jelas tapi mimpinya merujuk pada namja itu lagi.

Baru ia akan kembali menenggelamkan dirinya dalam ranjang kalau saja tidak ada panggilan dari ibunya. Ada Donghae dan Jessica diluar katanya. Hah, mereka datang disaat yang tidak tepat.

“Ada apa kalian datang sepagi ini?” ucap Yoona malas. Keputusan menemui Donghae dan Jessica di teras rumah masih dengan berbalut piyama hanya akan dilakukan seorang Im Yoona. Gadis itu benar-benar tidak mementingkan penampilan.

“Astaga Yoongie, apa kau tidak malu pada matahari?” Donghae mengekeh pelan.

Yoona hanya tersenyum kecut. “Berhenti memanggilku seperti itu.” ucapnya ketus.

“Sudahlah, sekarang cepatlah mandi lalu ikut dengan kami.” perintah Jessica menengahi.

“Kemana?”

“Ikut saja.” lekas Jessica mendorong pelan Yoona masuk rumahnya.

Meski bingung Yoona menurut. Lagipula tidak butuh waktu lama baginya untuk mandi dan berdandan sekedarnya.

Celana jeans, t-shirt, sepatu kets, rambut kuncir kuda, tampil kasual memang khas seorang Yoona. Berbanding terbalik dengan Jessica yang tampil anggun dengan rok dan sepatu hak tingginya.

Lekas Yoona masuk ke jok belakang mobil Donghae. Ia sedikit tertegun saat Jessica ikut masuk dan duduk di sampingnya. Ia pikir Jessica akan duduk di depan di samping Donghae, ternyata salah.

“Aku jadi terlihat seperti sopir kalian.” gurau Donghae, ia mulai mengemudikan mobilnya pelan.

Jessica dan Yoona hanya saling tertawa menanggapinya.

* * * * *

“Donghae oppa, kenapa kita tinggalkan Sica onnie bersama Taecyeon disana? Kita pergi bersama, harusnya pulang juga bersama kan?”

Yoona terus saja merajuk heran. Saat Donghae menariknya tergesa menuju mobil. Sementara Jessica justru tertinggal di cafe bersama Taecyeon. Ia sungguh tak paham apa yang sebenarnya terjadi.

“Kau pikir aku sopirmu, duduk depan.” perintah Donghae saat Yoona baru akan membuka pintu belakang. Ia segera menarik gadis itu lalu memaksanya duduk di depan karena Yoona tak kunjung beranjak dari tempatnya.

“Kita mau kemana?” heran Yoona. Donghae terus saja membelah jalanan Seoul yang ramai tanpa ia tahu tujuannya.

“Apartmentku.”

“Mwo? Apartmentmu? Untuk apa?”

“Nanti kau juga tahu.” Donghae hanya menyunggingkan senyum misteriusnya.

“Donghae oppa, aku masih bingung. Kenapa kau meninggalkan Sica onnie di cafe? Dan kenapa ada Taecyeon?”

“Memang sudah seharusnya.”

“Maksudmu? Aku sungguh tidak mengerti, tolong jelaskan padaku Donghae oppa? Bukankah Taecyeon adalah rivalmu? Kenapa kau biarkan dia bersama Sica onnie?”

“Kalau tidak mengerti diam saja Yoongie. Aku paling tidak suka orang cerewet sepertimu.”

“Huh. Sekarang aku tahu, kau hanya bersikap baik padaku saat ada Sica onnie. Saat dia tidak ada, kau berubah menjadi orang yang sangat menyebalkan.” Yoona memekik geram. Memang itulah yang ia rasa. Donghae selalu bersikap manis pada Jessica. Tapi padanya, namja itu selalu saja mencari gara-gara untuk memancing kemarahannya.

“Bukan begitu Yoongie.” Donghae tergagap menjelaskannya. Kenapa gadis itu bisa salah sangka?

Percuma, menjelaskan pun tak ada gunanya. Salah bicara sedikit pasti akan memperuncing masalah.

Sudahlah, akhirnya saling diam adalah pilihan yang terbaik. Meski rasa canggung terus beradu seiring mobil yang terus melaju.

* * * * *

Yoona terus melangkah mengikuti Donghae memasuki apartmentnya. Entah kenapa juga ia menuruti kemauan namja itu. Mengajaknya ke apartment dengan alasan yang tidak jelas.

“Jessica pernah bilang ada satu kelebihanmu yang tidak dia miliki. Kau pintar memasak.”

“Sica onnie bilang begitu? Aku hanya bisa sedikit.” ucap Yoona merendah. Meski begitu raut wajahnya menampakkan kalau ia sedang tersipu.

“Kalau begitu memasaklah untukku.”

“Heh?” Yoona terperanjat tak percaya. Jadi Donghae mengajaknya ke apartment untuk menyuruhnya memasak? Yang benar saja.

Tidak butuh waktu lama, di atas meja makan sudah tersaji beberapa hidangan hasil kreasi seorang Im Yoona.

Dan ia bisa sedikit bangga saat Donghae terlihat begitu takjub menatap masakannya. Itulah kelebihan Yoona. Dibalik sikap tomboynya ia sangat pintar memasak. Banyak yang tidak menyangka memang.

“Donghae oppa, kau kan sudah memakan masakanku. Sebagai gantinya jelaskan kenapa kita tinggalkan Sica onnie disana?”

“Perhitungan sekali.” gumam Donghae. Ia memilih membawa piring-piring kotor ke dapur. Kentara sekali kalau ia sengaja menghindar.

“Jelaskan Donghae oppa.” desak Yoona. Ia masih duduk di ruang makan. Jemarinya terus mengetuk-ngetuk meja karena penasaran.

“Taecyeon menyukai Jessica, bukankah kau juga tahu?” jawab Donghae santai, ia kembali duduk di tempatnya tadi. Tepat di depan Yoona.

“Tentu saja aku tahu. Sica onnie sangat cantik makanya banyak yang suka padanya. Taecyeon, Heechul oppa, kau, dan mungkin masih banyak lagi.”

“Yoongie pabo, apa kau tidak sadar kalau kau lebih cantik?”

“Mwo?” Yoona memekik tak percaya. Tadi Donghae bilang apa? Apa ada yang salah dengan pendengarannya?

“Siapa yang bilang aku menyukai Jessica? Apa aku pernah bilang aku menyukainya? Kalau mendengar rumor atau gosip jangan ditelan mentah-mentah Yoongie. Aish, kau ini.”

Yoona semakin mengerjap bingung. Kenapa Donghae selalu saja bertindak semena-semena padanya? Selalu saja membentak-bentak orang sesuka hatinya.

“Aku juga tidak tahu siapa yang menggosipkanmu. Yang jelas tidak ada asap kalau tidak ada api. Mungkin karena kedekatanmu dengan Sica onnie membuat orang beranggapan lain.”

“Yang jelas aku hanya menganggap Sica adik, tidak lebih. Karena aku menyukai gadis lain.”

Tiba-tiba pikiran Yoona melayang-layang entah kemana. Ia teringat mimpinya. Bagaimana kalau gadis yang disukai Donghae itu. .

“Saranghaeyo Yoongie.” agak ragu tapi akhirnya Donghae mengatakannya.

Deg. .

Tidak mungkin. Bagaimana bisa kejadiannya sama persis seperti yang dialaminya dalam mimpi. Apa mungkin ini mimpi? Jelas-jelas Donghae ada dihadapannya saat ini.

“Aku tidak suka kalau kau terus menganggapku menyukai Jessica. Yang kusukai itu kau bukan dia. Sejak lama, sejak pertama aku melihatmu di kampus. Jauh sebelum aku mengenal Jessica. Aku harap kau mengerti.”

“Hahaha.” Yoona terbahak sendiri. “Aku tahu kau mengerjaiku Donghae oppa.” katanya. Ia berusaha bersikap sewajar mungkin meski dalam hatinya terus berdesir aneh.

“Apa aku terlihat sedang bercanda?”

Tidak, kali ini Donghae serius sekali. Yoona bahkan tidak pernah melihat raut Donghae seserius ini.

“Kau bilang aku tidak pernah bersikap baik padamu kan? Ne, aku memang selalu mencari masalah denganmu. Selalu mengajakmu bertengkar. Sering membentakmu tanpa alasan. Itu kulakukan karena aku bingung harus bersikap bagaimana di depanmu.”

Yoona terus termangu mendengar setiap kata yang dituturkan Donghae padanya. Berbagai pertanyaan masih menari-nari dalam benaknya. Lee Donghae menyukai Im Yoona? Apa ini nyata?

“Lalu Sica onnie?” gumamnya pelan.

“Kenapa lagi dengan Jessica? Bukankah ada Taecyeon? Aku yang mengatur pertemuan mereka karena aku tahu Taecyeon benar-benar tulus menyukai Jessica.”

“Tapi sepertinya Sica onnie menyukaimu Donghae oppa.”

“Jessica bilang begitu?”

“Anio. Tapi dari rautnya yang merona saat bersamamu aku tahu kalau dia punya perasaan lebih padamu.”

“Berhentilah jadi orang yang sok tahu Yoongie.” lama-lama Donghae jengkel sendiri. “Ayo kuantar pulang. Aku bosan kalau kau terus membahas orang lain.” ia tarik begitu saja Yoona keluar apartmentnya.

Yoona terus terbengong heran. Baru tadi namja itu menyatakan cinta padanya dan sekarang ia sudah berani memegang tangannya. Yoona tersenyum sendiri, kenapa ia jadi begitu tertarik pada genggaman tangan Donghae padanya. Aneh, ada apa dengannya?

* * * * *

“Aku tidak mengerti maksud Donghae oppa. Apa dia berniat menjodohkanku dengan Taecyeon? Kuakui, Taecyeon namja yang menarik. Tapi aku belum bisa tertarik padanya.”

Jessica terus saja meluapkan kegundahannya.

“Yoong, aku merasa Donghae oppa sangat tidak peka.” lanjutnya.

Tapi yang diajak bicara justru tengah tenggelam dalam dunianya sendiri. Yoona terus melamun entah melamunkan apa.

“Im Yoona.” sentak Jessica, sadar kalau sahabatnya itu sejak tadi tidak menghiraukan ucapannya.

“Ne?” tanya Yoona malas. Sebenarnya pikirannya tengah bertaut ke tempat lain. Pikirannya terus saja dipenuhi Lee Donghae. Aish, namja itu memang kurang kerjaan. Menganggu kinerja otak dan hatinya saja.

“Donghae oppa sangat tidak peka. Dia tidak sadar kalau selama ini aku menyukainya.”

“Apa onnie? Jadi selama ini kau. . ”

Jessica mengangguk yakin. “Ne, aku menyukai Donghae oppa.”

Dan entah kenapa tiba-tiba Yoona merasa kakinya lemas. Ia serasa melayang dari tempatnya berpijak. Ternyata tak semua dugaannya salah. Ternyata benar Jessica menyukai Donghae. Lalu bagaimana? Kenapa semua jadi rumit seperti ini?

“Selama ini Donghae oppa tidak pernah terlihat dekat dengan wanita. Aku juga tidak tahu kriteria gadis yang dia sukai seperti apa. Aku jadi tidak percaya diri.”

Yoona tersenyum samar. “Kau kan cantik onnie.” gumamnya.

“Aku rasa modal cantik saja tidak cukup.”

“Benar juga.”

“Yoona-ah, apa menurutmu Donghae oppa menyukaiku?”

Rasanya susah sekali Yoona untuk menjawab. Lidahnya terlalu kelu. “Entahlah onnie, aku tidak tahu.”

“Semoga saja Donghae oppa juga merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan.” ucap Jessica penuh harap.

“Ne, onnie.”

Lagi-lagi Yoona hanya mampu tersenyum getir. Ya Tuhan, ini sungguh membingungkan.

* * * * *

“Hei, Yoongie pabo.”

“Apa yang kau lakukan disini?” pekik Yoona heboh. Kenapa Lee Donghae bisa ada dirumahnya sepagi ini?

“Menjemputmu.” jawab Donghae santai.

“Tidak, tidak, ini tidak benar. Kau tidak boleh menjemputku.”

“Waeyo? Aku berhak melakukan pendekatan apapun pada gadis yang kusuka.”

“Tapi aku tidak mau. Aku bisa pergi ke kampus sendiri. Kau tidak usah repot-repot menjemputku.”

“Kau itu sangat keras kepala. Setidaknya hargai aku yang jauh-jauh menjemputmu. Apa kau tidak tahu? Jarak rumahku ke rumahmu lalu ke kampus itu tidak dekat Yoongie.”

Yoona berdecak kecil. Lihat, Lee Donghae sudah keluar sifat aslinya. Sebenarnya bisa saja ia menerima ajakan Donghae, tapi bayangan Jessica terus saja menggelayutinya. Huft, kini ia benar-benar dilema.

“Baiklah tapi jemput Sica onnie.” tawar Yoona.

Terlihat Donghae berfikir sejenak sampai kemudian ia mengangguk. Toh rumah Jessica searah dengan jalan ke kampus.

“Kita terlambat.” seru Donghae. Jessica baru saja dijemput seseorang. Mobilnya melaju tepat di depan mobil Donghae. Dan ia tahu itu siapa, Taecyeon.

“Kenapa Sica onnie mau dijemput olehnya?” justru Yoona yang mendesah kecewa.

“Kenapa jadi kau yang susah? Bagus kan? Berarti hubungan mereka ada kemajuan.”

“Anio, tidak seperti itu.”

“Sudahlah Yoongie, berhentilah mengurusi urusan orang.”

“Tapi ini ada hubungannya dengan kita.” lekas Yoona meremas tangannya sendiri gemas. Kita? Omongan macam apa yang baru ia ucapkan tadi.

“Kita?” Donghae tersenyum sendiri. “Hubungan kita maksudmu? Ada apa dengan hubungan kita?”

“Sudahlah Donghae oppa, aku tidak mau membahas ini.”

“Kalau begitu berarti kau setuju.” Donghae terus mengulum senyumnya.

“Setuju apa?” bingung Yoona.

“Jadi pacarku.”

“Mwo? Kapan aku bilang setuju? Lagipula kapan kau memintaku jadi pacarmu? Jangan bertindak sesuka hatimu Donghae oppa.” Yoona terus memekik ricuh. Lama-lama Donghae keterlaluan. Tapi kenapa jauh dalam lubuk hatinya ia justru merasa senang.

“Dalam hati aku memintamu jadi pacarku. Dan kau juga menjawabnya lewat hati. Kau bilang iya. Kalau tidak percaya tanya saja pada hatimu.”

Yoona terdiam. Penjelasan Donghae itu sanggup membuatnya tak berkutik. Namja itu benar-benar sukses menjungkirbalikkan hatinya.

* * * * *

“Lepaskan Donghae oppa.”

“Kenapa? Orang yang berpacaran itu wajar jika bergandengan tangan.” Donghae meraih kembali tangan Yoona yang baru terlepas tadi.

Tapi buru-buru Yoona menariknya lagi. “Aku bukan pacarmu.”

“Mulai sekarang kau pacarku.”

“Aku tidak mau.”

Untuk kesekian kalinya, Yoona menarik tangannya dari genggaman Donghae. Ia mulai mempercepat langkahnya.

“Tunggu Yoongie.” tapi Donghae masih bertahan mengejarnya.

Sejak dari tempat parkir, melewati pelataran kampus, hingga menuju cafetaria, mereka terus saja ricuh berdua.

Tanpa sadar sepasang mata terus memandang mereka dengan tatapan yang sulit diartikan. Jessica terus mematung mengawasi mereka dari dalam cafetaria.

Dan Yoona adalah orang pertama yang menyadari keberadaan Jessica. Lekas ia hampiri sahabatnya itu. Begitupun Donghae yang terus menguntit di belakangnya.

“Sica onnie.” sapa Yoona riang. Ia lalu duduk tepat didepan gadis itu.

Tapi begitu tahu Donghae justru duduk disampingnya, ia segera berdiri lagi.

“Ah, aku lupa kalau aku harus masuk kelas. Aku duluan Sica onnie. Biar Donghae oppa yang menemanimu disini.” masih dengan tertawa riang ia berlari kecil melesat pergi.

“Gadis itu.” desis Donghae pelan. Ia tersenyum sendiri menatap kepergian Yoona.

Dan Jessica mulai menangkap ada makna lain dari senyuman Donghae itu. Entah apa ia pun tak tahu. Hanya saja ada kekhawatiran yang tiba-tiba menyergapnya.

“Kau tadi bersama Yoona, Donghae oppa?”

“Ne, aku menjemputnya.”

Menjemputnya? Bukankah kampus dan rumah Yoona berlawanan arah dari rumahnya? Jessica semakin gusar sendiri. Kini kepalanya dipenuhi oleh berbagai prasangka.

“Oh iya, sepertinya hubunganmu dan Taecyeon banyak kemajuan? Tadi aku melihat dia menjemputmu di rumah.”

“Kau ke rumahku?”

“Ne, Yoona memaksa menjemputmu tapi kami keduluan Taecyeon.”

“Taec oppa sangat baik tapi hubungan kami masih teman. Karena aku mencintai namja lain.”

“Sayang sekali.”

Senyum yang tadi sempat terukir di bibir Jessica langsung sirna. Donghae semakin membuatnya kehilangan harapan.

“Tapi aku akan tetap mendukung apapun pilihanmu.” lanjut Donghae.

“Apa aku harus mengejarnya?” tanya Jessica penuh harap.

“Ne, kau harus mengejarnya.”

Dan kalimat terakhir Donghae itu bisa membuat Jessica sedikit tenang. Seulas senyum mulai tampak di wajah cantiknya.

* * * * *

“Donghae oppa bilang begitu?” tanya Yoona sangsi. Ia yang selalu menjadi tempat berkeluh kesah Jessica kali ini sedikit tidak ikhlas mendengar cerita sahabatnya itu.

“Ne, Donghae oppa menyuruhku mengejarnya.”

“Tapi Donghae oppa tidak tahu kan kalau namja yang kau maksud itu dia?”

Jessica mengangguk lemas. “Sayangnya begitu.”

Dan tanpa sadar Yoona mulai tersenyum tipis. Buru-buru ia menarik senyumnya. Ia terus merutuki dirinya sendiri. Bagaimana mungkin ia merasa senang saat Jessica kecewa. Apa itu yang disebut sahabat? Pergolakan batinnya kali ini terasa sangat menyiksa. Ia bingung bagaimana harus menentukan sikap. Terjebak dalam sebuah cinta segitiga. Ia pikir kisah seperti itu hanya ada dalam drama yang sering ditonton ibunya. Tunggu, cinta segitiga? Apa ini artinya ia mengakui kalau ia juga mencintai Donghae?

“Yoona-ah, kenapa kemarin Donghae oppa bisa menjemputmu?”

Pertanyaan Jessica kontan membuat Yoona tersadar dari lamunannya.

“Aku juga tidak tahu onnie. Tiba-tiba saja Donghae oppa ada di depan rumahku. Mungkin dia dari tempat lain lalu tak sengaja mampir menjemputku.” apa alasan ini masuk akal? Yoona sendiri bingung harus menjawab apa.

“Ya mungkin begitu.” untunglah Jessica percaya. “Apa kau bisa membantuku mendapatkan Donghae oppa?”

“Aku? Apa yang bisa kulakukan onnie? Kau kan lebih dekat dengannya.”

“Tidak, kami hanya terlihat dekat luarnya saja. Sebenarnya aku sama sekali tidak tahu tentang Donghae oppa. Begitupun sebaliknya, Donghae oppa tidak mengenalku sepenuhnya. Kadang aku malah iri denganmu. Padamu, Donghae oppa bisa bersikap kekanakan, bertindak sesuka hatinya. Aku merasa memang itulah Donghae oppa yang sesungguhnya.”

Yoona hanya mampu tersenyum getir. Biasanya ia begitu antusias saat Jessica bercerita tentang apapun. Tapi kali ini terasa berbeda. Ia sedikit tidak rela saat berkali-kali Jessica menyebut nama Donghae. Apa ini berarti cinta itu juga ada padanya?

* * * * *

“Kenapa kau pergi lebih dulu? Bukankah sudah kubilang kalau aku akan menjemputmu setiap pagi?”

Yoona hanya melirik sekilas. Terus mencoba bersikap acuh pada Donghae yang berkoar-koar marah mendatanginya.

“Yah, Yoongie. Kenapa jalan pikiranmu sangat sulit ditebak?”

Yoona masih saja membisu.

“Baiklah.” Donghae mencoba untuk mengalah. “Untukmu.” diserahkannya setangkai mawar kuning.

Dan tanpa sadar Yoona mengambilnya. Hatinya pun bisa luluh hanya dengan sebuah mawar kuning. Tapi tetap ia tak mau bicara.

Donghae juga memilih diam lalu duduk disamping gadis itu. Duduk di kursi taman fakultas psikologi, tempat dimana Yoona mengenyam pendidikannya.

“Kau juga ada disini Donghae oppa?” tanya Jessica dengan raut bingung. Entah sejak kapan ia datang. Yang jelas ia tersenyum manis sambil membawa anjing kecil jenis cihuahua.

“Onnie, anjing siapa yang kau bawa? Lucu sekali.” Yoona langsung tertarik, ia begitu antusias pada anjing yang dibawa Jessica.

“Anjing sepupuku. Dia pindah ke luar negeri lalu menitipkannya padaku. Tapi kau kan tahu aku tidak mungkin bisa merawatnya. Jadi akan kuserahkan pada siapapun yang mau menjaganya.”

“Sebenarnya aku mau saja merawatnya onnie. Tapi eomma takut anjing. Donghae oppa, kau saja yang merawatnya.”

“Mwo?” Donghae langsung terdiam kaku. Sekalinya Yoona mau berbicara padanya tapi malah menyuruh merawat anjing. Yang benar saja.

“Ne, Donghae oppa. Bisakah kau merawatnya?” pinta Jessica.

Donghae jadi semakin gusar. “Mianhae Sica, tapi aku tidak bisa. Aku alergi anjing.”

“Bohong.” sangkal Yoona. “Bilang saja kau tidak mau merawatnya.”

“Sejak kecil aku memang alergi anjing, Yoongie. Bulu anjing akan membuatku terus bersin-bersin.”

“Lalu anjingmu saat di Mokpo?”

“Aku tidak pernah punya anjing.”

“Mwo? Lalu Yoongie? Kenapa dulu kau bilang Yoongie nama anjingmu lalu memanggilku seperti itu? Ternyata kau bohong.” cecar Yoona kesal. Ternyata selama ini Donghae membohonginya.

“Jadi kau lebih senang disamakan dengan nama anjing?” Donghae mengekeh pelan. “Yoona, Yoong, itu sudah biasa. Aku hanya ingin memanggilmu berbeda dari yang lain. Yoongie, bukankah itu sangat manis?”

“Tapi kenapa harus bohong kalau itu nama anjingmu?”

“Aku tidak punya alasan lain.”

Jessica yang terus melihat pertengkaran dua orang itu hanya mampu tersenyum miris. Kenapa ia jadi seperti orang asing diantara mereka.

Ia berdehem sejenak. “Ehm, tidak apa-apa. Aku akan minta orang lain untuk merawatnya.”

Masih dengan membawa anjingnya ia mulai melangkah pergi.

“Bungamu cantik Yoona-ah.” itu kalimat terakhir yang ia ucapkan.

Yoona segera tersadar. Mawar kuning pemberian Donghae tadi terus saja ia genggam. Bagaimana ini? Apa tanggapan Jessica nanti? Pasti Jessica akan berprasangka lain padanya.

* * * * *

“Onnie, sebenarnya bunga ini titipan Donghae oppa untukmu. Tapi tadi aku lupa menyerahkannya.”

Yoona sengaja mencegat Jessica di depan fakultasnya. Ia berniat menyerahkan mawar kuning dari Donghae tadi. Entah apa alasannya ia harus berbohong seperti ini.

Jessica hanya tersenyum tipis. Terus memandang mawar di tangan Yoona dengan tatapan dingin.

“Aku tidak suka mawar kuning.”

Yoona tertawa canggung. “Mungkin Donghae oppa tidak tahu bunga kesukaanmu.” ucapnya.

Tangannya masih terangkat hendak menyerahkan mawar pada Jessica. Tapi Jessica tak kunjung meraihnya.

Gadis itu justru terus memandang nanar antara bunga mawar dan Yoona.

“Untukmu saja.” tuturnya pelan. Ia kemudian memilih melangkahkan kakinya gontai.
Meninggalkan Yoona yang masih mematung bingung. Ada apa dengan Jessica?

“Sica onnie, terimalah bunga ini.” kejarnya.

Tapi Jessica hanya menggeleng tanpa menoleh sedikitpun.

“Ambilah onnie.” Yoona terus memaksa Jessica untuk mengambil alih bunga ditangannya. Kali ini ia raih lengan Jessica agar langkah gadis itu terhenti.

Benar, akhirnya Jessica menghentikan langkahnya. Tapi ia terus memandang Yoona dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Aku bukan orang bodoh Yoona-ah. Aku tahu mawar itu bukan untukku tapi untukmu.”

“Sica onnie, kau ini bicara apa?” Yoona mengekeh pelan, tapi ada perasaan hampa yang tiba-tiba menyeruak dari hatinya.

“Bukankah mawar kuning bunga kesukaanmu? Saat kebanyakan gadis menyukai mawar merah atau mawar putih, kau justru menyukai mawar kuning. Dan Donghae oppa tahu betul itu.”

“Onnie, Donghae oppa. . .”

“Donghae oppa menyukaimu bukan aku.”

“Anio.”

“Kenapa kau terus mengelak Im Yoona?” sentak Jessica. “Kenapa kau bersikap seolah tidak terjadi apa-apa? Apa sebenarnya yang kau inginkan? Kau ingin aku tampak bodoh di depan Donghae oppa? Begitu?” ia terus saja meluapkan gemuruh dadanya.

Sedikit tertegun, Yoona hanya sanggup mematung.

“Kau tahu jelas kalau aku menyukai Donghae oppa. Kenapa kau melakukan semua ini padaku?” pekik Jessica pilu.

“Sica onnie.”

“Donghae oppa menyukaimu. Dan mungkin kau juga merasakan hal yang sama. Kenapa tidak kau pikirkan saja kebahagiaan kalian? Kenapa terus peduli padaku? Itu membuatku merasa sangat menyedihkan.”

“Mianhae.” bisik Yoona getir.

Satu bulir bening mengalir pelan dari pelupuk mata Jessica. Tapi buru-buru ia menghapusnya. Segera ia memutuskan melangkah pergi sebelum Yoona menyadari kalau ia tengah menangis.

* * * * *

Yoona terus melamun seorang diri. Ini hari kedua ia tidak bicara dengan Jessica. Saat ia berniat menyapa, Jessica terus bersikap acuh. Sepertinya gadis itu memang sengaja menghindar.

“Yoongie.”

Panggilan Donghae itu pun masih tak membuatnya bersemangat. Ia tak peduli karena namja itulah awal dari semua masalah yang menimpanya.

“Aku mencarimu ternyata kau disini.”

Donghae ikut duduk disamping Yoona. Bersandar pada pohon besar di lingkungan kampusnya hanya beralas rumput. Saat musim panas tempat ini memang menjadi tempat favorit para mahasiswa disini.

“Donghae oppa, kita harus akhiri semua ini.” Yoona akhirnya buka suara. “Bisakah kita berteman seperti dulu? Aku tidak sanggup kehilangan Sica onnie.”

“Dan aku tidak sanggup kehilanganmu.”

“Tidak, sejak awal ini tidak benar. Harusnya yang kau cintai itu Sica onnie bukan aku. Aku mohon cintailah Jessica onnie.”

“Kau tidak berhak mengatur siapa orang yang aku cintai, Yoongie.” Donghae terus meremas daun kering ditangannya hingga hancur. Ia berusaha menahan amarahnya karena sikap Yoona. “Sekarang katakan, apa kau mencintaiku?” tantangnya.

Yoona terdiam, lekas ia alihkan pandangannya dari Donghae. Kenapa ia begitu susah untuk menjawab.

“Katakan kau mencintaiku Yoong?” ulang Donghae lagi.

Sejenak Yoona menghela nafasnya berat. “Aku tidak mencintaimu Donghae oppa.” teriaknya lantang.

“Yoongie pabo, teruslah membohongi dirimu sendiri.”

“Aku tidak bohong.”

“Benarkah?” ragu Donghae, itu terus menatap tajam Yoona menyudutkan gadis itu.

Membuat Yoona terdiam tak berkutik. Ia bahkan tak berani menatap mata Donghae meski namja itu terus memaksanya.

“Lihat aku Yoongie.” kini Donghae mulai mencengkeram kedua bahu Yoona.

Tapi Yoona justru semakin menunduk dalam. Saat Donghae semakin merapatkan tubuhnya, ia pun masih membisu. Kini ia benar-benar terhimpit antara pohon dan tubuh Donghae.

“Saranghaeyo.” bisik Donghae lirih. Sebelum akhirnya ia mencium bibir Yoona pelan.

Dan seperti terhipnotis, Yoona hanya bisa pasrah atas perlakuan Donghae padanya.

Baru saat Donghae melepas ciumannya, Yoona menangis tersedu lalu ambruk di pelukan namja itu. Seorang Im Yoona yang biasanya teguh pun adakalanya merapuh.

“Aku mencintaimu Donghae oppa.” bisiknya nyaris tak terdengar.

Donghae hanya mengangguk sambil mengeratkan pelukannya.

Untunglah kampus mulai sepi jadi tak ada yang melihat mereka. Hanya ada beberapa orang yang lalu lalang tak peduli.

Hanya saja ada satu orang yang terus bersembunyi di balik pohon. Ia terus menangis tersedu tak kalah pilu dari Yoona. Jessica, gadis itu terus terisak lirih sambil membekap mulutnya agar tak ada yang menyadari keberadaannya.

* * * * *

“Sica onnie, kau tidak boleh pergi.”

Terengah-engah Yoona berlari menyusuri incheon airport. Jessica akan pergi ke Amerika. Dan ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

Ia terus mengedarkan pandangannya. Tadi ia memutuskan berpencar dengan Donghae untuk mencari Jessica. Tapi ia tak kunjung menemukannya.

“Sica onnie.” desisnya getir. Incheon begitu ramai, terlalu sulit untuk menemukan satu orang.

“Yoona-ah.”

Yoona lekas menoleh. Matanya langsung berbinar saat mendapati sosok Jessica tengah tersenyum ke arahnya.

“Sica onnie, jangan pergi.” hanya itu yang ingin Yoona katakan. Ia terus menatap Jessica penuh harap.

Jessica tersenyum tipis sambil menggeleng lemah. “Anio, aku harus pergi.”

“Apa karena aku? Mianhae onnie, aku janji akan menyerahkan Donghae oppa padamu. Aku mohon jangan pergi.”

“Ini bukan salahmu. Lagipula Donghae oppa bukan barang yang bisa kau serahkan sesuka hatimu. Aku yang salah, sepertinya sikapku keterlaluan.”

“Anio onnie, aku yang salah. Aku memang pantas untuk kau benci.”

“Aku tidak pernah membencimu. Kau tetap sahabat terbaikku, dongsaeng kesayanganku.
Aku pergi karena aku merindukan keluargaku di Amerika. Korea adalah tanah kelahiranku, suatu saat aku pasti akan kembali. Aku hanya butuh waktu Yoona-ah. Raihlah kebahagiaanmu bersama Donghae oppa karena kalian saling mencintai. Dan Donghae oppa pasti akan menjagamu. Iya kan Donghae oppa?”

Jessica melirik pada Donghae yang baru datang dari arah belakang Yoona.

“Tentu, aku akan menjaganya.” yakin Donghae, ia segera merangkul bahu Yoona. Menegaskan pada Jessica kalau gadis ini akan baik-baik saja bersamanya.

“Jaga diri kalian, aku pergi.” segera Jessica berbalik lalu melangkah tertatih menyeret kopernya.

Tak lupa ia memakai kacamata hitamnya untuk menutupi matanya yang mulai berkaca-kaca. Sebuah lengkungan manis juga ia torehkan di bibirnya. Ia yakin semua akan baik-baik saja. Ia butuh waktu, karena hanya waktu yang mampu menyembuhkan luka.

* * * * *

“Suatu kehormatan bisa satu pesawat dengan Jessica Jung.”

Jessica lekas menoleh pada penumpang yang duduk di sebelahnya.

“Taec oppa?” pekiknya heboh.

Taecyeon hanya tersenyum. “Ne, apa ini sebuah kebetulan?”

“Aku rasa tidak, kau pasti mengikutiku.” tuduh Jessica.

“Bukankah aku pernah bilang aku akan mengejarmu kemanapun bahkan sampai Amerika sekalipun.”

“Kalau begitu jangan mengejarku lagi. Aku sudah tidak akan kemana-mana. Ikat aku saja kalau perlu.”

“Mwo?” Taecyeon mengernyit bingung pada pernyataan Jessica itu. “Apa artinya kau menerimaku?”

Jessica mengangguk. “Dengan satu syarat.”

“Apa?”

“Buat aku jatuh cinta padamu.”

* * * * *

“Donghae oppa, kenapa harus aku yang kau cintai? Kenapa bukan orang lain?”

Donghae tertawa kecil menanggapi pertanyaan Yoona itu.

“Kalau bukan aku lalu siapa yang akan mencintaimu? Kau itu cerewet, sok tahu, suka bergosip, suka mengurusi urusan orang, selalu bertingkah seperti laki-laki. Aish, Yoongie mana ada yang mau dengan gadis seperti itu?”

Yoona seketika cemberut mendengar penuturan Donghae barusan. Ia melirik namja itu tajam.

“Nyatanya kau memaksaku jadi pacarmu.” cibirnya.

“Aku tidak pernah memaksamu, kau yang mau sendiri Yoongie.”

“Anio, kau yang memaksaku.” ngotot Yoona.

“Tapi kau juga mencintaiku.” Donghae tetap tidak mau kalah.

“Itu juga salahmu Donghae oppa. Kenapa kau selalu hadir dalam mimpiku seperti orang kurang kerjaan saja.”

“Benarkah? Hahaha.” Donghae tertawa puas lalu menarik Yoona dalam pelukannya. “Mulai sekarang bukan hanya dalam mimpi, aku akan selalu hadir dalam kehidupan nyatamu Yoongie.”

Tak lama Yoona segera melepas pelukan Donghae padanya.

“Tapi mulai sekarang kau tidak boleh semena-sena padaku, tidak boleh bertindak sesuka hatimu Donghae oppa.”

“Tapi kalau seperti ini boleh kan?” Donghae mulai mengecup kening Yoona lalu kembali menenggelamkan gadis itu dalam pelukannya. Mendekapnya erat dan hangat.

~ END ~


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * sapphireblue1315 says:

    Wah, yoonhaesica😮
    Jadi ceritanya triangle love gitu yaa.. haha
    Daebak ^_^
    Bikin lagi ya thor..😀

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  2. * DeerFishy says:

    Huwaaaa … (T.T)
    Co cweett … (y)

    Good Job🙂

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  3. * shuci says:

    Annyeong aq reader bru, aq jg s’orang pyros#gx dha y nny’y
    so sweet bngt. . .bkin squelnya dong chingu. . .

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  4. * Indahnyaaja says:

    Daebak chingu,,,,,,,,,
    so sweet,,,,,,,,
    bkin lgi FF yoonhae chingu:)

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  5. * nella yoonhaePyros says:

    Daebak!! Di tnggu Ff YoonHae Lainnya,,, tetap semangat chingu !!

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  6. * Narsha says:

    Daebak onnie!!
    FIGHTING yahh bikin FF yoonhae yg banyak..
    bikin seq onnie yah..yah..yah *kasih puppy eyes buat onnie.
    ^.^

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  7. * Shefirstia.SoneDai5yELFPyros says:

    Wah,Daebak ^_^
    Fighting..!!

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  8. * mary elfishy says:

    So sweet chingu ^^
    Lanjutin bikin FF trus ya😀

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  9. * rere says:

    Bagus ceritanya hehehe
    Samaaa aku jugaaa suka banget sama yoonsic🙂 hehe suka gak tega juga kadang baca cerita yg jessicanya jadi org ketiga dan jahat😦 .

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  10. * rindafishy says:

    so sweet banget endingnyaa … keren keren ..

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  11. * ncha says:

    waa so sweet😀
    author daebak😀

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  12. * tatayoonghae says:

    bagus unnie…
    walaupun dikit yoonhae momentnya.tapi ngena ceritanya.
    baru kali ini aku gak sebel lihat sica diantara Yoonhae.
    aku suka semua FF yoonhae buatanmu.

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  13. * Evi says:

    Apresiasi bget untk author yg buat FF YOONHAE.

    Tapi sbg phyro , benci bget ada jessica yg selalu dikait kaitkan ama donghae.

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  14. * jeanitnut says:

    Taecsica cukup jadi pusat perhatian, mereka juga cocok. Semoga yoonhae berkurang pengganggunya. Keren dan romantis banget ffnya. Ditunggu ff selanjutnya^^

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  15. * mochichi says:

    wahhhhh…..so sweet >.<
    suka endingnya😀

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  16. * tiya says:

    suka….suka…
    keren banget ff nya

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  17. * Haenha~Elfishy says:

    Love & friendship memang slalu ad slh satu yg trsakiti tapi qt hruz bza mrelakn shbt qt bhagya meski skit.
    Salut sm jesica.

    Awl.a gmez bgt sm yoona yg seakn mnglh,untg.a k.kuatn cinta bz mnytukn yoonHae.
    Daebak..i like this ff.❤ yoonHae is real

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  18. * sylvia.monica22 says:

    wahhhh..
    So sweetttttt authorr..
    Aku suka ff YH bgni.😀
    YH

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  19. * Nasha says:

    Q suka semua ff yang author buat….
    Jgn pernah berhenti buat ff ya….apalagi ff tentang yoonhae dan seokyu….i love this couple

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  20. * mimimi says:

    Sweet:’)
    sering2 ngepost ff di sini ya onnie😀

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  21. * rani says:

    Wah..
    Cerita@ bgus..
    Ku ska dengan yoonhaesica…
    Di tunggu ff selanjut@ ya author…
    Terimakasih

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  22. * ginaddictyoong says:

    omo
    so sweet
    romantis endingnya
    tpi pas part tengahnya nyesek ketika ada cinta segitiga
    thor trus bikin pairing YoonHae
    hwaiting
    aku tunggu fanfic YoonHae yg lainnya

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  23. * diana says:

    Kyaaa!! Daebak!!
    Ffnya serruuu..
    Author author author, ditunggu karyamu yg selanjutnya..🙂

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  24. * Lyka_BYVFEGS says:

    ah! aku frustasi chingu….
    comment 3x nggak ada satupun yang msuk. smpai akhirnya aku lupa harus comment apa..
    aduh!!!!

    mianhe chingu, yang penting aku sudah menampakkan diriku,
    kekekeke…

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  25. * vina says:

    Ahh,so sweet liat YoonHae >.<

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  26. * yenny_yoonhaelovers says:

    YoonHae……
    1 kata buat couple ini “INDAH” ^^

    mrk b2 terlalu indah untuk kita para pyro!

    chingu~aaa aq selalu suka FF buatanmu. Simple tp ngena bgt.. Pesan yg d sampaikan juga dpt ^^

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  27. * aniya1004 says:

    Awwh.. Yoonhae.nya kuraaaangg.. :DD

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  28. * Yoongie says:

    Keren thor…
    Suka alurny. Lanjut yah…

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  29. * febrynovi says:

    FF-nya mantap!! Keren triangle love-nya hihihi
    GOOD JOB AUTHOR 

    | Reply Posted 4 years, 6 months ago
  30. * MaeRi says:

    Huuuuuaaaaah!!!!! Saranghaeyo, YoonHae-ah! Saranghaeyo, author ;-* Good story.

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  31. * Deery00ng says:

    Bgus unN , ,
    CINTA SEGITIGA🙂
    unN,Buat squel.x y syang lau gk da lnjutan.x , ,

    @salam pyr0

    | Reply Posted 4 years, 4 months ago
  32. * Rizkiani19 says:

    Daebak!!!

    | Reply Posted 4 years, 4 months ago
  33. * djvan says:

    Bagusss.. Kyaaa (>̯͡.̮<̯͡")

    | Reply Posted 4 years, 3 months ago
  34. * ChaEkha says:

    Waaahhh…ceritanya menarik…🙂

    | Reply Posted 4 years, 2 months ago
  35. * Visual Dream says:

    Bagussss

    | Reply Posted 3 years, 9 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: