YoonHae Fanfics Library



[Chapter] I Just Wanna Say ‘I Love You’ (Part 2)

Author : Lyka_BYVFEGS

Main Cast : Lee Donghae x Im Yoona, Oh Sehun – EXO-K, Im Yoonji – OC

Genre : Chapter, Romance, comedy

Title : I Just Wanna Say ‘I Love You’

Notes :

Haloha!!!!

Aku kembali membawa part 2…

Disini sudah aku banyakin YH momentnya. Jadi masihkah kalian akan protes? Hehehe…

 

Oh iya, disini jangan bingung dengan POV nya ya? Karena aku tidak hanya memakai Yoonji POV tapi semua cast yeoja + author tentunya. Jadi disini nanti akan ada 4 POV berbeda. Dan untuk part 1 kemarin kenapa justru Sehun dan Yoonji yang banyak muncul, itu karena memang seperti itulah ceritanya *author semrawut (?). Aku memang sengaja membuat kemunculan mereka berdua di awal. Karena di FF ku ini nanti peran mereka sangat penting dalam hubungan YoonHae. Tapi untuk part selanjutnya tetap banyak YH moment’y.. tenang saja pyros semuanya….

 

Kalau ada yang mau ngasih saran, aku persilahkan. Entah itu untuk jalan cerita atau pun yang lainnya.

 

Trus untuk couple tambahan, kenapa aku pakai TaeTeuk? Karena ku rasa Taeyeon eonni cocok dengan karakter yang aku inginkan. Sebenarnya sich lebih cocok Jessica eonni, tapi kayaknya terlalu sering dech YoonHaeSica. Jadi mau buat lain aja.

 

Sepertinya aku terlalu banyak bicara.

Ya sudah, selamat menikmati part ini.

 

HAPPY READING!!!

 I Just Wanna Say ‘I Love You’

Part 2

“Kenapa kau memejamkan matamu? Apa kau berpikir aku akan menciummu?” bisik Sehun di dekat telingaku. Dapat ku rasakan hembusan nafasnya menerpa leherku. Membuatku merasakan sensasi yang aneh.

 

“MWO?!” seruku membuka mata.

 

“Tidak perlu memejamkan mata seperti itu karena aku tidak akan menciummu. Belum saatnya.” jawab Sehun tanpa merubah posisinya. Hanya saja sekarang wajah kami benar-benar berhadapan.

 

“Aku juga tidak berharap kau menciumku.” kataku dingin memalingkan wajah. Berusaha untuk tidak menatap matanya. Dapat ku lihat dari sudut mataku Sehun yang tengah tersenyum. Manis. Aigo! Apa yang baru saja aku pikirkan? Kau gila, Im Yoonji!

 

“Yoonji-ah?” panggil Sehun lembut.

 

“…” aku tidak menjawab.

 

“Apakah aku pernah mengatakan ini sebelumnya?”

 

“Mwo?” tanyaku memberanikan diri menatap wajahnya.

 

“Kau cantik.” jawabnya singkat yang berhasil membuat wajahku bersemu merah. “…tapi lebih cantik Yoona noona.” lanjutnya enteng sambil menjauhkan tubuhnya dariku.

 

“YA! OH SEHUN! KAU CARI MATI, HUH?” teriakku garang. Aku benar-benar kesal dengannya. Bisa-bisanya dia menjatuhkanku seperti itu setelah memujiku. Ah! Aku membencimu, Oh Sehun.

 

“Buatkan aku sarapan, aku belum sempat makan tadi di rumah.” perintahnya sambil berjalan menuju dapur.

 

“Tidak mau.” jawabku tapi mengikuti langkah kakinya.

 

“Ayolah! Kalau kau tidak mau aku akan mengadukanmu pada Yoona noona.” ancamnya.

 

“Dasar! Seperti anak kecil saja, suka mengadu sana-sini.” umpatku. “Duduklah! Aku akan membuatkannya untukmu. Tapi jangan pernah menggangguku selagi aku memasak.” putusku akhirnya.

 

Aku sibuk memilih beberapa bahan dari kulkas, aku bingung harus memasak apa. Akhirnya aku putuskan untuk membuat nasi goreng saja. Meskipun Sehun tidak menggangguku tapi dia membuyarkan konsentrasiku. Bagaimana tidak? Dia duduk dihadapanku. Melihatku yang sedang memasak sambil senyum-senyum sendiri. Benar-benar orang gila. Tapi senyumnya itulah yang membuatku tidak konsentrasi memasak. Karena kalian pasti tahu kalau senyumnya itu sangat manis. Baiklah untuk sekali ini saja biarkan aku memujinya, karena sungguh dia sangat manis jika tersenyum seperti itu. Hah! Im Yoonji! Ingat ini adalah pertama dan terakhir kalinya kau memuji bocah sialan itu.

 

“Yoonji-ah?” panggil Sehun.

 

“Hmm?”

 

“Meskipun kau tidak secantik Yoona noona tapi aku lebih memilih melihatmu setiap hari daripada melihat Yoona noona.” kata Sehun, masih setia memandangiku yang tengah memasak.

 

“Tentu saja. Jika kau lebih memilih melihat Yoona eonni, aku yakin kau akan dibunuh oleh Donghae oppa saat itu juga.” kataku berusaha menyembunyikan wajahku yang telah bersemu merah karena perkataannya barusan. Sedangkan Sehun yang mendengar ucapanku hanya terkekeh geli.

 

* * *

 

“Oppa, apakah tidak apa-apa meninggalkan mereka berdua?” tanyaku kepada Donghae oppa. Saat ini kami tengah berjalan sambil bergandengan tangan di jalanan kota Seoul, berbaur dengan pejalan kaki yang lain.

 

“Tidak apa-apa. Lagipula Sehun tidak akan berbuat yang macam-macam kepada Yoonji. Aku tahu betul sifat anak itu.” kata Donghae oppa menenangkan.

 

“Lalu apakah benar oppa akan menikahkan mereka?” tanyaku penasaran. Jujur saja, aku sangat terkejut tadi mendengar pernyataan Donghae oppa bahwa dia akan menikahkan Sehun dengan Yoonji.

 

“Tentu saja. Apa kau pikir oppa sedang bercanda? Oppa sangat serius. Apa kau tahu Sehun sangat menyukai Yoonji, meskipun dia tidak pernah mengatakannya secara langsung tapi aku tahu sekali dari sikapnya dan caranya memandang Yoonji.” jawab Donghae oppa.

 

“Tapi usia mereka…”

 

“Tidak perlu memikirkan usia, jika berjodoh perbedaan usia tidak akan ada artinya.” kata Donghae oppa memotong ucapanku.

 

“Benar juga. Oppa, ayo kita duduk disana!” ajakku menunjuk sebuah taman kecil yang terletak sekitar 3 meter di depan kami. Taman ini cukup sepi, hanya beberapa orang saja yang tampak tengah duduk di bangku yang ada. Mungkin karena ini masih pagi dan juga hari ini bukanlah hari libur. Berbicara tentang hari libur, aku masih belum tahu kenapa Donghae oppa tidak berangkat kerja dan malah datang ke rumahku pagi buta.

 

“Oppa?” panggilku pada Donghae oppa setelah kami terdiam cukup lama. Duduk di bangku di bawah pohon yang rindang.

 

“Ne?”

 

“Oppa tidak berangkat ke kantor hari ini?” tanyaku.

 

“Tidak. Oppa sedang tidak ingin berkutat dengan dokumen-dokumen yang menguras otak dan tenaga itu. Lebih baik oppa menghabiskan waktu bersama dengan tunangan oppa yang paling cantik ini.” jawab Donghae oppa sambil merangkulkan sebelah lengannya ke leherku.

 

“Oppa!” seruku malu.

 

“Kenapa? Apa oppa tidak boleh memelukmu?” tanya Donghae oppa menggoda.

 

“Bukan begitu. Hanya saja ini tempat umum. Oppa tidak malu jika ada yang melihat?” kataku sambil melihat sekeliling. Dan benar saja ada 2 pasang mata yang melihat kami, mengingat taman ini sepi. Tapi tetap saja ada yang melihatnya. Dan itu membuatku malu.

 

“Biarkan saja mereka melihatnya. Biarkan mereka semua tahu bahwa gadis cantik yang saat ini duduk disamping oppa sudah ada yang memiliki.” kata Donghae oppa mengeratkan rangkulannya.

 

“Aigo! Oppa! Lepaskan tanganmu!” perintahku sambil melepaskan tangan Donghae oppa dari leherku.

 

“Baiklah.” kata Donghae oppa melepaskan rangkulannya.

 

“Oppa?”

 

“Hmm?”

 

“Bolehkah aku bekerja?” tanyaku meminta persetujuannya. Yah, mungkin ini terlihat berlebihan. Tapi sebagai tunanganku, aku harus meminta ijin kepada Donghae oppa. Bukankah sebentar lagi kami juga akan menikah? Dan tidak mungkin aku hanya bekerja sebentar karena Donghae oppa melarangku bekerja setelah menikah nanti. Lebih baik aku tanyakan saja sekarang.

 

“Bekerja?” tanya Donghae oppa mengerutkan keningnya.

 

“Ne.” jawabku singkat.

 

“Dimana?” tanya Donghae oppa penasaran

 

“Entahlah.” jawabku. Karena aku sendiri memang belum tahu akan bekerja dimana

 

“Tidak boleh.” kata Donghae oppa cepat.

 

“Kenapa? Meskipun itu di perusahaan oppa sendiri?”

 

“Dan membiarkanmu menjadi anak buah Leeteuk hyung? Tidak akan ku biarkan.” larang Donghae oppa.

 

“Memangnya ada apa dengan Leeteuk oppa? Bukankah dia sangat baik?”

 

“Iya, dia memang sangat baik. Tapi untuk urusan pekerjaan dia sangat keras. Aku tidak mau kau tertekan di bawah kepemimpinannya.” jawab Donghae oppa.

 

“Aigo! Bagaimana oppa bisa berfikiran seperti itu? Apa oppa lupa kalau aku ini sudah dianggap seperti adik sendiri oleh Leeteuk oppa? Jadi tidak mungkin Leeteuk oppa semena-mena terhadapku. Apalagi aku adalah tunangan dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja.” belaku.

 

“Pokoknya tidak boleh.” kata Donghae oppa merajuk. Aish! Kenapa justru Donghae oppa yang marah? Aigo! Kalau sudah seperti ini Donghae oppa tidak ada bedanya dengan Yoonji. Kekanak-kanakan.

 

“Oppa marah?” tanyaku bergelayut manja di lengannya.

 

“Tidak.” jawab Donghae oppa cuek.

 

“Benarkah? Lalu kenapa oppa dingin kepadaku?”

 

“Itu….” perkataan Donghae oppa terputus oleh deringan ponsel miliknya.

 

“Aish! Siapa yang berani mengganggu kencanku?” gerutu Donghae oppa merogoh saku jasnya. Aku hanya tersenyum kecil sambil melepaskan tanganku yang mengapit lengannya.

 

“Yoboseyo?”

 

“…”

 

“Ada apa Park ahjussi?”

 

“…”

 

“Benarkah? Baiklah. Besok saja akan ku temui dia.”

 

“…”

 

“Ne.” kata Donghae oppa mengakhiri sambungan telepon.

 

“Ada apa oppa?” tanyaku penasaran.

 

“Tidak ada apa-apa.”

 

“Oppa masih marah?” tanyaku setengah menggoda.

 

“Tidak. Oppa tidak marah.” jawab Donghae oppa tetap cuek.

 

“Benarkah?” tanyaku yang tidak percaya. Tapi Donghae oppa tidak merespon sama sekali. “Baiklah, kalau begitu.” kataku. Perlahan ku dekatkan wajahku ke wajah Donghae oppa. Ku kecup pipi Donghae oppa lembut. Apa kalian bertanya bagaimana reaksi Donghae oppa? Tentu saja dia terkejut. Donghae oppa memandangku dengan mata terbelalak, dan mulut menganga. Aigo! Dia begitu menggemaskan. Aku jadi tertawa melihat ekspresinya seperti itu. Tapi sebisa mungkin ku tahan tawaku, aku tidak ingin Donghae oppa bertambah marah jika aku menertawakannya.

 

“Masih marah?” tanyaku. Tidak lupa memberikan senyum terbaikku. Sepertinya pertanyaanku barusan menyadarkan Donghae oppa dari keterkejutannya. Buktinya sekarang secara perlahan segaris senyum terlukis di wajahnya.

 

“Sejak kapan kau jadi nakal seperti ini?” tanya Donghae oppa sambil mencubit pipiku.

 

“Sejak aku mengenal Donghae oppa.” jawabku sambil mengelus pipiku yang sedikit sakit akibat cubitannya.

 

“Aigo! Ternyata oppa menularkan virus yang tidak baik untukmu. Tapi tidak apa-apa, justru oppa sangat senang. Mulai sekarang oppa akan sering ngambek dan marah, supaya kau mau mencium oppa. Meskipun hanya ciuman di pipi bukan dibibir tidak masalah. Kapan lagi kau mau mencium oppa. Hal itu sangat langka.” kata Donghae oppa panjang lebar yang sukses membuatku mendaratkan sebuah pukulan ke lengan Donghae oppa.

 

“Ya! Dasar mesum!” omelku.

 

“Aigo! Jangan cemberut. Jika kau cemberut seperti itu membuat oppa ingin menciummu.” kata Donghae oppa menggoda.

 

“OPPA!” teriakku kesal. Aigo! Ku rasa Donghae oppa tertular penyakit tidak warasnya Yoonji. Mereka benar-benar calon kakak dan adik ipar yang sangat kompak.

 

“Hahahaha…maaf.” kata Donghae oppa memeluk pinggangku dengan sebelah tangannya. Aku terdiam. Menikmati kehangatan yang ku peroleh dari pelukan Donghae oppa, meskipun dia tidak memelukku dengan erat, tapi aku sangat menyukai ketika tubuh kami bersentuhan. Menimbulkan sensasi aneh yang membuatku ketagihan.

 

“Oppa?” panggilku memecah keheningan.

 

“Hmm?”

 

“Oppa belum menjawab pertanyaanku.” kataku menyandarkan kepalaku di dada Donghae oppa. Sekarang kedua tangan Donghae oppa mengunci erat tubuhku.

 

“Pertanyaan yang mana?” tanya Donghae oppa bingung.

 

“Ada apa Park ahjussi menelepon oppa? Apakah ada sesuatu yang penting di kantor?” tanyaku.

 

“Tidak ada. Park ahjussi hanya memberitahu kalau sekretaris baru oppa mulai besok sudah bisa masuk kerja.” jawab Donghae oppa setelah itu mengecup puncak kepalaku.

 

“Mwo? Sekretaris baru? Lalu bagaimana dengan Tiffany eonni?” tanyaku heran. Bukankah selama ini yang menjadi sekretaris Donghae oppa adalah Tiffany eonni?

 

“Tiffany mengundurkan diri. Siwon melarangnya untuk bekerja setelah mereka menikah satu bulan yang lalu.” jawab Donghae oppa.

 

“Oh! Lalu siapa sekretaris oppa yang sekarang?” tanyaku penasaran.

 

“Oppa tidak tahu. Park ahjussi tidak menyebutkan namanya. Kenapa? Tumben sekali kau menanyakan siapa sekretaris oppa?” tanya Donghae oppa.

 

“Tidak.” jawabku singkat sambil melepaskan diri dari pelukan Donghae oppa.

 

“Benarkah? Apa jangan-jangan kau cemburu?” tanya Donghae oppa menggoda sambil mencolek daguku.

 

“Aish! Oppa! Aku tidak cemburu. Hanya saja aku berdoa semoga sekretaris oppa tidak lebih cantik dariku.” kataku penuh percaya diri.

 

“Aigo! Kau benar-benar cemburu?”

 

“Tidak.” jawabku terus mengelak.

 

“Kalau bukan cemburu lalu apa namanya? Kau takut kan jika sekretaris oppa ternyata lebih cantik sehingga oppa akan berpaling darimu.” tebak Donghae oppa yang harus ku akui sangat tepat sasaran.

 

“Bukan seperti itu. Hanya saja aku benar-benar takut jika suatu saat nanti oppa mencintai gadis lain.” jawabku sambil menundukkan kepala. Dapat ku lihat dari sudut mataku kalau Donghae oppa sedang tersenyum. Aish! Kenapa Donghae oppa justru tersenyum seperti itu?

 

“Im Yoona…”kata Donghae oppa meraih kedua tanganku dan menggenggamnya erat. “…seseorang yang oppa cintai sejak 7 tahun yang lalu, sekarang dan untuk selamanya. Tidak peduli secantik apapun sekretaris oppa nantinya atau wanita-wanita di luar sana yang mengejar oppa, tetap percayalah pada oppa. Percayalah bahwa kau adalah satu-satunya yang oppa cintai. Kau mengerti?”

 

“Ne.” jawabku singkat tanpa berani menatap mata Donghae oppa. Bagaimana aku berani melakukannya setelah aku meragukan cinta Donghae oppa selama ini. Hubungan yang sudah kami jalani selama 5 tahun ini, kenapa masih membuatku merasakan seperti itu? Tapi jujur saja, akhir-akhir ini aku seringkali bermimpi buruk tentang Donghae oppa. Aku takut. Sangat takut. Aku tidak ingin sesuatu terjadi dengan Donghae oppa ataupun dengan hubungan kami.

 

“Tatap mata oppa, Yoona-ah.” kata Donghae oppa lembut. Tapi aku hanya menggelengkan kepalaku sebagai jawabannya.

 

“Lihat, oppa.” kata Donghae oppa yang sekarang menarik daguku sehingga mata kami bertemu. Dapat ku lihat cinta yang besar di kedua mata indah Donghae oppa. “Lihat mata oppa! Dan katakan apakah selama ini perasaan oppa terhadapmu hanya main-main?”

 

“Tidak.” jawabku singkat sambil menggelengkan kepala.

 

“Lalu kenapa kau masih meragukan oppa dan takut oppa akan berpaling darimu?” tanya Donghae oppa mengintimdasi.

 

“Itu…” aku tidak sanggup meneruskan perkataanku. Aku merasakan mataku memanas, sebentar lagi pasti air mataku akan jatuh.

 

“Kau kenapa, Yoona-ah? Apakah oppa menyakitimu?” tanya Donghae oppa begitu menyadari perubahan ekspresi wajahku.

 

“Tidak.”

 

“Lalu kenapa kau menangis? Apa ada masalah? Ceritakan pada oppa!” kata Donghae oppa sambil menarikku ke dalam pelukannya. Membuat air mataku mengalir begitu saja.

 

“Aku takut.” kataku terisak dalam pelukan Donghae oppa. Tapi Donghae oppa hanya diam. Sepertinya dia menungguku melanjutkan ucapanku.

 

“Aku sangat takut jika Donghae oppa meninggalkanku. Aku tidak ingin kehilangan Donghae oppa. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku jika tanpa Donghae oppa. Sejujurnya yang aku takutkan bukan Donghae oppa yang tidak mencintaiku lagi tapi yang paling aku takutkan adalah ada seseorang yang akan merebut Donghae oppa dariku.” kata di sela-sela isak tangisku.

 

“Beberapa hari terakhir ini aku sering bermimpi. Dalam mimpi itu ada seseorang yang berusaha memisahkan aku dengan oppa. Kita berdua bergandengan tangan tapi dengan mudahnya orang itu melepas gandengan tangan kita dan membawa lari oppa menjauh dariku. Semula aku pikir itu hanya mimpi biasa. Tapi setelah mimpi itu ku alami selama beberapa hari, aku jadi berpikir bahwa mimpi itu merupakan suatu pertanda. Pertanda bahwa hubungan kita tidak akan berjalan lancar. Aku takut, Donghae oppa. Sangat takut.” kataku sambil mengeratkan pelukanku dan semakin menenggelamkan kepalaku ke dada bidang Donghae oppa.

 

“Sudahlah, jangan menangis. Percayalah pada oppa, semuanya akan baik-baik saja. Sebesar apapun cobaan yang menimpa kita, kita harus bisa melewatinya bersama-sama. Oppa yakin kita bisa melakukannya. Dan jika kita berhasil melaluinya, kebahagiaan akan selalu menyertai kita.” kata Donghae oppa mengelus rambutku lembut.

 

“Aku sangat mencintaimu, Donghae oppa.” kataku masih dalam pelukan Donghae oppa.

 

“Oppa juga sangat mencintaimu. Melebihi rasa cintamu pada oppa.”

 

* * *

 

“Donghae-ah? Donghae-ah! Ya! Lee Donghae!” teriakan Leeteuk menggema di ruangan yang besar dan mewah itu.

 

“Aish! Tidak bisakah kau diam, hyung? Banyak sekali yang harus aku kerjakan. Pekerjaanku yang kemarin juga belum terselesaikan.” gerutu Donghae masih memfokuskan diri memeriksa beberapa dokumen dihadapannya.

 

“Siapa suruh kau berkencan seharian dengan Yoona? Sudah tahu Park ahjussi sudah tua dan tidak akan mungkin sanggup menghandle semuanya, tapi kau justru menyuruhnya menggantikanmu. Sementara kau enak-enakan bermesraan dengan tunanganmu itu.”

 

“Aish! Aku kan sangat merindukannya, hyung. Jadi tidak ada obat lain lagi selain pergi menemuinya.” jawab Donghae cuek.

 

“Kau ini! Baru tidak bertemu selama beberapa hari saja sudah seperti itu, bagaimana jika nanti kau ada pekerjaan di luar negeri?” ledek Leeteuk.

 

“Aku akan mengajaknya.” jawab Donghae enteng.

 

“Ya! Lee donghae! Aku berbicara serius denganmu, kenapa kau santai sekali menjawabnya?” teriak Leeteuk frustasi.

 

“Aigo! Diamlah, hyung! Kau mengganggu konsentrasiku.” kata Donghae cuek.

 

“Aish! Aku kesini untuk membicarakan rencana kerjasama dengan YH group. Bisakah kau tinggalkan dulu pekerjaanmu itu sejenak?” tanya Leeteuk berusaha melunak. Mencoba memahami sahabat sekaligus atasannya itu yang terkadang bersikap semuanya sendiri. Leeteuk heran bagaimana perusahaan sebesar ini bisa berkembang pesat di bawah kepemimpinannya. CEO nya saja sangatlah kekanak-kanakan. Itulah yang ada dibenak Leeteuk.

 

“Kenapa jadi hyung yang harus membicarakannya? Kenapa tidak Park ahjussi saja?” tanya Donghae bingung. Karena sepengetahuannya Park ahjussi lah yang ditugaskan olehnya untuk menghandle kerjasama dengan YH group.

 

“Park ahjussi sedang cuti, tadi pagi dia meminta ijin. Istrinya sakit keras. Apa beliau tidak memberitahumu?”

 

“Aku lupa.” jawab Donghae singkat sambil nyengir.

 

“Ah! Aku benar-benar bisa gila jika terus-terusan berhadapan denganmu.” kata Leeteuk frustasi.

 

“Jangan berlebihan, hyung! Untuk urusan kerjasama itu kita bicarakan lain kali saja. Aku benar-benar tidak ada waktu untuk membicarakannya. Oh iya, bagaimana dengan sekretaris baruku?” tanya Donghae penasaran. Bukankah seharusnya sekretaris barunya itu sudah datang? Lalu kenapa sampai sekarang masih belum sampai di hadapannya?

 

“Aku tidak tahu. Hanya Park ahjussi yang tahu masalah itu.” jawab Leeteuk sambil mengedikkan bahunya.

 

Tok..tok…tok….

 

“Masuk!” sahut Donghae dari dalam.

 

Perlahan pintu ruangan itu terbuka, muncullah seorang gadis cantik bertubuh mungil. Leeteuk yang melihat gadis itu terpesona dengan kecantikannya. Dia memandang gadis itu tanpa berkedip sekalipun. Seakan gadis itu adalah gadis tercantik yang pernah ditemuinya.

 

“Annyeonghaseyo. Jeosonghamnida, saya terlambat. Saya baru sampai di Seoul beberapa hari yang lalu dan masih belum terlalu hafal jalanan.” kata gadis itu sambil membungkukkan badannya.

 

“Tidak apa-apa. Apakah kau sekretaris yang baru itu?” tanya Donghae.

 

“Ne, Kim Taeyeon imnida. Mohon bantuannya.” kata gadis itu ramah.

 

“Lee Donghae imnida.”

 

“Park Jungso imnida. Tapi kau bisa memanggilku Leeteuk.”

 

“Ne.”

 

“Taeyeon-ssi, ruanganmu terletak tepat di ruangan ini. Kau bisa mulai bekerja sekarang. Dan kau bisa mempelajari beberapa berkas yang saya letakkan di meja kerjamu. Jika ada yang ingin ditanyakan, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya kepada saya.” kata Donghae memberi instruksi.

 

“Ne, tuan Lee.”

 

“Panggil saja aku Donghae.”

 

“Ne, Donghae-ssi.”

 

“Baiklah, kau boleh keluar sekarang.”

 

“Hyung? Leeteuk hyung! YA! PARK JUNG SO!” teriak Donghae begitu Taeyeon telah keluar dari ruangannya.

 

“Mwo? Ya! Lee Donghae! Panggil aku hyung, kau ini tidak sopan sekali.”

 

“Aku sudah memanggil hyung sedari tadi. Tapi hyung tidak merespon sama sekali. Apa yang hyung lihat?” gerutu Donghae kesal.

 

“Tidak ada.” jawab Leeteuk singkat.

 

“Benarkah? Jangan-jangan hyung melihat Taeyeon-ssi ya? Sedari tadi aku perhatikan sepertinya hyung hanya diam terpaku sejak Taeyeon-ssi masuk, sampai-sampai hyung yang biasanya cerewet menjadi pendiam seperti tadi.” ledek Donghae.

 

“Aish! Aku tidak melihatnya.” jawab Leeteuk salah tingkah.

 

“Ah! Aku tahu. Hyung pasti jatuh cinta kan dengan Taeyeon-ssi. Cinta pada pandangan pertama. Dari mata turun ke hati.” kata Donghae semakin menggoda leeteuk.

 

“Ya! Lee Donghae! Tutup mulutmu!” teriak Leeteuk geram. Sedangkan Donghae justru tertawa terbahak-bahak karena sudah berhasil menggoda Leeteuk.

 

* * *

 

“Sepertinya aku benar-benar akan betah bekerja disini. Akhirnya penantianku selama bertahun-tahun tidak sia-sia. Dan juga usahaku untuk membujuk appa dan eomma membuahkan hasil.” gumamku.

 

Saat ini aku telah sampai di ruangan kerjaku. Ku lihat sekeliling ruangan tempatku bekerja. Cukup nyaman. Ku tengokkan kepala ke samping. Dapat ku lihat Donghae oppa sedang berbicara dengan Leeteuk-ssi. Senyum pun tersungging di wajahku begitu melihat wajah tampannya. Tidak berubah. Bahkan  sekarang dia jauh lebih tampan.

 

“Akhirnya aku menemukanmu, Donghae oppa.”

 

 

To be continue….

 

* * *

 

Bagimana? Masihkah kalian penasaran dengan FF ini? Ini baru awalnya saja. Masalah belum terlihat. Kalau banyak yang suka + comment akan aku lanjut tapi kalau tidak ya seperti kataku dulu, akan aku buang cerita ini dari otakku.

 

Jika ada yang mengganjal boleh ditanyakan, atau mau ada yang protes karena YH momentnya kurang, juga aku persilahkan. Aku ini sedang baik hati, jadi aku akan terima apapun isi comment kalian.

 

Ya sudah, aku rasa segitu aja cuap-cuap dariku.

Sampai jumpa di part 3 atau mungkin FFku yang lain…

 

Dadah…*meluk readers satu persatu


Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * trya001 says:

    wah , makin seru .
    next part’y d tunggu secepat’y🙂

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  2. * YHF YoonHaeForever says:

    Thor.. Daebakk!
    Lanjutin ya..!
    Tae Eonnie kok manggil Hae Oppa dgn sebutan oppa? apa mereka udah pernah bertemu sbelumnya?
    Thor! Jgn buat YoonHae terpisah ya.. Jgn buat Tae Eonnie merebut Hae Oppa.. Haeppa hanya untuk Yoona Eonnie (Yoona Eonnie hanya untuk Haeppa).. Tae Eonnie hanya untuk Teuk Oppa..

    Maaf klau banyak omong.. Mianhae ya thor..🙂

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  3. * mimipyros says:

    Oh, taeng pengganggu hubungan yoonhae ya?._.

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  4. * Narsha_vanya says:

    Taeyon eonni nya suka ma haeppa yahh?
    ahh, EONIII!!! #teriakpaketoa hehe😛
    jgn suruh taeyon eonni ganggu haeppa ma yoona yahh eonni…
    pokoknya YoonHae harus berlajut dan happy end haha #reader ngarep.
    next pat ditunggu jgan lama yahh eonni, terus lebih panjangin yahh FFnya #mian maksa + bawel kekeke😀
    yg pasti FF eonni jeongmal daebak..
    bingung mau coment apalagi ya udh *bow

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  5. * nana says:

    bagus^^
    tapi taeng eonni jangan jahat dong kasiaaan😦
    hmm buat next part postnya lebih cepet yah thor^^

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  6. * ddyllah_YH says:

    aaa… bagussssss (y)
    dilanjutin next partnya ya thor.. jebaall
    ok, fighting!!!!!

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  7. * aiko says:

    apa hub tae sm hae?penasaran..

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  8. * mochichi says:

    Ada apa dgn Taeyeon n Hae?
    Hae jgn tinggalin Yoona donk!
    Plisssss…..

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  9. * Lyka_BYVFEGS says:

    ah! aku galau nggak bisa lihat haeppa scara langsung, apalagi ada bonus exo…
    hiks…hiks…hiks… *nangis dpjokin dtemenin member shinee

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  10. * mary elfishy says:

    Keren eonnie ^^
    Taeyeon eonnie jgn ganggu yoonhae please

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  11. aku tunggu part 3 nya😀

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  12. * Lyka_BYVFEGS says:

    terimakasih untuk comment kalian semuanya….
    love you all….

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  13. * jeanitnut says:

    Yeay! Pengganggu YH taeng, seru banget.
    Ceritanya seru dan bikin penasaran. Lanjut~

    | Reply Posted 4 years, 8 months ago
  14. * iqda says:

    ditunggu kelanjutannnya thor,,,,,,,^^

    | Reply Posted 4 years, 7 months ago
  15. * apriany says:

    aih baru nih yang ganggu hubungan yoonhae taeng eonni wkwk ada leeteuk lagi yang juga liat😄
    semoga taeng gak berubah jahat ya.. ganggu dikit gapapa wkwk

    | Reply Posted 4 years, 7 months ago
  16. * myyh says:

    yah, ada orang jahat, tapi kenapa yang jahat nya taeyeon.haha taeyeon ngga punya muka jahat wkwk, wong dia istri nya angel teuki, mana mungkin punya muka jahat ? *apadeh*
    Taeyeon ada niat jahat apa sih ?kenapa emang ‘dia nyari donghae ?mau apa ?
    Lanjut lanjut, tapi YoonHae nya jangan di apa apain ya😉

    | Reply Posted 4 years, 7 months ago
  17. * tya nengsih says:

    laaaaannjut…….

    | Reply Posted 4 years, 4 months ago
  18. YAA! AUTHOR!
    Yg terakhir itu POV nya siapa? Taeng? Apa siapa? Bingung sama POV nya ._.v
    POKOKNYA HARUS LANJUT,KALO GALANJUT .. END. #LagiPuasaJugaLu

    | Reply Posted 4 years, 4 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: