YoonHae Fanfics Library



[One-shot] It’s Hard To Say Goodbye

Author : SungYoonie19
Genre :  Romance, Sad, Oneshoot
Cast : Im Yoona x Lee Donghae
Rating : PG 15
Title : It’s Hard To Say Goodbye (Oneshoot)
Note : Annyeong Pyros~^^ kali ini aku bawa fanfic YH, dan pertama kalinya aku ngepost disini hoho~ I hope you like it^^, Typo bertebaran dimana-mana kkkk~ Don’t like? Don’t Read! Don’t Bashing~! Ini shipper-Ku… itu shipper-Mu, shipper kita berbeda-beda😄 Yoona milik Donghae, Donghae milik Yoona, YoonHae milik Pyros, aku milik Kyuhyun oppa *plak whehe >.< kunjungi juga blogku : http://hansungyoon.wordpress.com
***O***
 
It’s Hard To Say Goodbye
“Maukah kau dengarkan lantunan ‘Selamat tinggal’ ku?”
“It’s hard to say goodbye…”
                                                                                                                              ^^^  
“Pagi, Donghae Oppa…” sapa Yoona pada seseorang yang sedang berdiri menatap keluar jendela, Lee Donghae.
“Pagi, Yoong.” Jawab Donghae singkat dengan senyum menawan yang menghiasi wajah tampannya.
Hening dan menenangkan. Walau saat ini masih pagi, di rumah dengan nuansa minimalis ini sudah terdengar lantunan merdu dari piano putih yang berada di pojok ruangan rumah itu. Ya, piano putih yang selalu mengisi hari Im Yoona, gadis cantik dengan mata dan kening indahnya itu.
‘It’s hard to say goodbye – Michael Ortega’
Donghae menutup kedua matanya sejenak, mendengar lantunan tuts demi tuts yang Yoona mainkan. Jemarinya yang lentik itu bergerak dengan lincah namun lembut, menekan setiap tuts-tuts piano. Lagu ini tidak pernah lepas dari pendengarannya setiap hari, dan Donghae harap tidak akan pernah…
=O=
 
“Yoong~, apa kau sebegitunya menyukai lagu itu?” Tanya Donghae yang berjalan mengikuti setiap langkah kaki gadis itu.
Disinilah mereka, di padang bunga matahari di belakang rumah Yoona. Dan tempat ini merupakan tempat favorite Yoona ketika senja hari tiba atau matahari tepat ada di atas. Jari-jari lentiknya menelusuri setiap tangkai bunga matahari itu. Sesekali angin memainkan rambut panjangnya dengan hangat. Kemudian ia menoleh dan menatap Donghae sebentar.
“Oppa, kau tahu…” seulas senyum tipis terlukis di wajah cantik Yoona.
“Aku penasaran. Aku hanya ingin Oppa mendengarkan lagu itu baik-baik, ne? Jika nanti Oppa tahu jawabannya, beritahu aku.” Yoona mengecup singkat bibir Donghae dan kembali menelusuri padang bunga matahari itu. Meninggalkan Donghae yang bergumam pelan dibelakangnya.
“Aku hanya takut untuk tahu, Yoong.”
=O=
 
“Hae Oppa, tidak apa jika begini?” Yoona berhenti menekan tuts-tuts yang berwarna hitam dan putih itu. Menatap Donghae yang berjalan mendekatinya dan memeluknya dari belakang. Back hug, kesukaan bagi keduanya.
“Hmm? Begini bagaimana Yoong?” Donghae menyembunyikan wajahnya di antara rambut panjang Yoona. Wangi lavender yang selalu ia rindukan.
“Appa dan eomma menyuruhmu tinggal di sini bersamaku? Ehm.. maksudku, bukankah setiap orang menginginkan kehidupan yang bebas? Seharusnya Oppa bosan dengan aku dan kehi––“ Yoona tersentak begitu ucapannya terpotong saat bibir lembut Donghae menyentuh bibirnya. Begitu ringan. Ciuman yang dapat menyalurkan perasaan tulus Donghae ke lubuk hatinya.
“Aku tidak keberatan. Selama itu denganmu, rasanya itu melebihi cukup.” Kata Donghae dengan sorot mata teduhnya, tenang dan meyakinkan. Begitu yang Yoona lihat.
“Saranghae, Donghae Oppa…” gumam Yoona memeluk Donghae, seolah tidak ingin melepaskan namja dipelukannya ini.
“Nado saranghae, Yoong~” balas Donghae memeluk erat Yoona balik. Kilatan bening tergambar di sudut kedua matanya.
=O=
 
“Uhuk~! Uhuk~!” suara batukan itu membangunkan Donghae. Ia segera merengkuh tubuh Yoona yang terguncang karena batuk ke dalam pelukkannya. Perlahan ia mengusap punggung kekasihnya itu dengan ketenangan pada Yoona.
“S-sesak Oppa… rasanya sangat tidak enak…” isak Yoona yang tidak tahan dengan batuk dan keadaan tubuhnya yang terasa sangat lemah.
“Ah, gwaenchana chagi~, aku ada di sini.. aku selalu ada di sini.” Donghae menautkan jemari mereka erat, berusaha menguatkan Yoona. Namja itu ingin Yoona melawan penyakit yang akan merenggut umur panjangnya.
=O=
 
“A-apa eomma bilang? Yoona…?” Donghae menatap tidak percaya  pada Nyonya dan Tuan Im. Darahnya seakan membeku seketika. Hatinya seakan tertusuk berpuluh-puluh pisau, kini takdir seakan sedang meyayatkan hatinya dengan tajam.
Nyonya Im membungkuk kepada Donghae, air matanya menetesi lantai.
“Eomma mohon Donghae-ah, walau hanya sebentar, bahagiakan Yoona di akhir hidupnya. Tetaplah disisinya.”
Donghae mengangkat bahu Nyonya Im, memintanya untuk tidak membungkuk lagi. Ya, saat ini kenyataannya bahwa kekasihnya, Yoona mengidap penyakit leukemia stadium akhir membuatnya kehilangan kata-kata.
Inikah akhir dari segalanya, Tuhan?
Meskipun begitu, Donghae ingin memberikan kehidupan yang indah untuk Yoona. Donghae memutuskan untuk tinggal bersama dengan Yoona di rumah bergaya minimalis di haparan padang bunga matahari. Impian Yoona sejak kecil. Ia hanya ingin melihat senyuman cantik Yoona sampai akhir hidupnya. Ia telah berjanji pada dirinya sendiri, akan selalu melindungi Yoona selamanya.
Pagi berikutnya Donghae tidak menemukan Yoona duduk di depan piano putih itu. Matanya mencari sosok Yoona, rasa gelisah mulai menguasai dirinya. Kamar mandi, ruang tengah, ruang tamu, halaman belakang tidak ada Yoona di sana.
“Yoona? Yoong~~”
“Hae Oppa? Oppa sedang apa?” Tanya Yoona yang menyembulkan kepalanya dari pintu dapur, ketika melihat Donghae sedang seperti mencari sesuatu. Donghae menghela napasnya lega dan segera menghampiri Yoona.
“Aku tidak mendengarmu bermain piano pagi ini, Chagi?”
Yoona tersenyum kecil, “Rasanya aku ingin cepat-cepat membuatkan Oppa sarapan.” Kemudian ia menuntun Donghae menuju ruang makan.
Donghae sedikit mengerjapkan matanya. Onion soup, pancake saus mangga, vanilla cake dan dissert lain sudah tersedia di sana.
“Apa kau bangun pagi sekali, Yoong?”
Yoona terkekeh. Sepertinya Donghae tampak terkejut, lalu Yoona memberikan hot vanilla coffee pada Donghae, yang merupakan menu sarapan favorite kekasihnya.
“Tidak begitu pagi, aku hanya sedang bersemangat pagi ini^^” kata Yoona dengan senyum manisnya. “Oppa santai saja, minum hot vanilla coffee-mu.” Yoona kembali menuntun tubuh Donghae agar duduk. Ia menuju wastafel di dekat meja makan. Melepas celemek dan membasuh tangannya.
Donghae memperhatikan punggung Yoona yang terdiam agak lama di depan watafel.
“Yoong?”
“Oppa–– rasanya sesak.” Kata Yoona dengan terengah, seperti menahan sakit.
Belum sempat Donghae bertanya, tubuh Yoona limbung dan jatuh pingsan. Membuat Donghae berlari menghampirinya dengan panik.
“Yoona!”
Darah segar mengalir dari hidung dan mulut Yoona. Badannya terasa dingin. Sudut mata Donghae mulai memanas. Segera ia mengambil mantel dan menggendong tubuh Yoona ke dalam mobilnya. Dengan segera Donghae menghubungi orang tua Yoona dengan kalut.
“Yeoboseyo? Yeoboseyo? Appa! Y-Yoona!”
=O=
 
Suara alat pendeteksi detak jantung menggema diruangan serba putih itu.
Hening. Nyonya dan Tuan Im maupun Donghae, semuanya terhenyak dalam perasaan duka mendalam. Perasaan cemas tiada henti menerpa mereka. Menunggu, ya hanya bisa menunggu takdir Tuhan yang akan datang selanjutnya.
Warna senja sudah mendominasi warna di langit kota Seoul, menandakan bahwa senja telah datang. Sampai saat ini Yoona tak kunjung membuka matanya.
“Yoong~, Yoona…” Donghae tidak berhenti memanggilnya, ia masih menggenggam tangan Yoona dengan erat, memberinya kekuatan. Ia belum siap untuk melepaskan orang yang dicintainya ini, sungguh!
Dokter Kim hanya menghela nafas panjang melihat keadaan Yoona sekarang, kemudian menepuk bahu tuan Im. Tangis nyonya Im seakan tidak akan berhenti.
Donghae tersentak, saat merasakan jari-jari Yoona bergerak pelan digenggamannya. Perlahan kedua mata Yoona terbuka.
“Yoona?”
Semua sontak melihat kearah Yoona, ia hanya menatap langit-langit sebentar membiasakan keadaan sekitar, lalu menoleh ke samping, menatap Donghae yang tengah tersenyum senang.
“Mianhae… padahal aku sudah memasak untukmu Oppa.” Ucap Yoona dengan suara yang parau. Senyum cantiknya tampak di wajah pucatnya itu.
Donghae hanya bisa menggelengkan kepalanya, rasanya jika dia bicara mungkin air matanya akan jatuh.
“Eomma, appa…” Yoona menoleh kearah Nyonya dan Tuan Im
“Aku mohon, jangan menangis. Rasanya aku selalu membuat kalian sedih dan menangis… maafkan aku. Aku selalu mencintai kalian.”
“Eomma, appa… jagalah diri kalian baik-baik. Appa, kau jangan terlalu lelah ne? aku tidak mau melihat appa kelelahan.” Yoona menutup matanya dan mencoba bernafas. Terlihat kesakitan. “Aku menyayangi kalian.”’
Sakit, hati Donghae bagaikan terkoyak. Kata-kata itu, tatapan itu, seakan-akan Yoona tahu kalau ini adalah terakhir baginya.
Yoona menggenggam tangan Donghae lembut, kali ini Donghae merasa Yoona lah yang sedang memberinya kekuatan.
“Oppa, aku ingin ke padang bunga matahari itu… bolehkah?” Tanya Yoona dengan senyum lemah.
Donghae menatap ke orang tua Yoona. Tuan dan Nyonya Im kemudian mengangguk. Dokter segera melepas semua alat medis yang menempel pada tubuh Yoona. Seolah melepas belenggu yang selama ini mengikat Yoona dengan kuat.
Senyuman tulus Yoona yang mereka lihat sebelum mobil Donghae membawanya pergi , tidak akan pernah mereka lupakan.
=O=
 
Donghae menggendong Yoona, kakinya menapaki ladang bunga matahari itu, gradasi warna jingga menyatu dengan angin senja yang hangat, rasanya ia ingin waktu berhenti dan akan selamanya seperti ini.
Mereka duduk di dekat pohon maple favorite Yoona. Yoona menyandarkan kepalnya di bahu Donghae. Senyuman cantik selalu menghiasi bibir pucatnya. Dekapan tangan besar Donghae selalu membuatnya merasa hangat, aroma tubuh Donghae dapat membuat hatinya yang bergetar menjadi tenang.
“Oppa…” panggil Yoona lemah.
“Hnn?” sahut Donghae, terlihat seperti menahan sesuatu yang mendesak untuk keluar dari sudut kedua matanya.
“Kehidupan tidak akan berhenti…” Yoona tersenyum miris, “Aku ingin oppa menyimpan hal itu… dan hiduplah dengan bebas. Janji dan rasa tanggung jawabmu sudah terjawab… aku hidup bahagia, aku benar-benar sangat bahagia.”
Donghae mengendus, matanya kian memanas. Ia mengeratkan dekapannya pada Yoona, kemudian mengangguk. “Untukmu, Yoong.. akan kulakukan.”
Yoona tersenyum, menghilangkan jarak di antara mereka. Ia mencium Donghae dengan lembut, Donghae dapat merasakannya. Perasaan takut, perasaan tidak ingin ditinggal, dan cinta Yoona yang meluap untuk dirinya. Namun Yoona meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja di saat yang bersamaan.
Seperti inikah rasanya ciuman perpisahan?
Donghae membuka matanya, menatap Yoona yang kembali bersandar padanya, mata indah itu kini kian sayu.
“Rasanya lelah, Oppa…”
“Oppa, bolehkah aku memelukmu?” Tanya Yoona pelan menatap wajah Donghae. Donghae menatap manik indah milik Yoona. Kedua tangan Donghae terbuka merentang dan mengangguk. Yoona segera memeluk tubuh Donghae, ia meletakkan kepalanya di dada bidang kekasihnya itu.
“Hae Oppa, aku lelah… boleh aku tidur sebentar dipelukkanmu?” Tanya Yoona dengan suara nyaris tak terdengar.
Donghae semakin mengeratkan pelukkannya, “Ne, tidurlah… tapi jangan terlalu lama Yoong..”
“Hanya 5 menit, Oppa..” mata Yoona sudah terpenjam sepenuhnya.
“Yoong~?” tidak ada jawaban dari Yoona, “Yoong~ ini sudah 5 menit malah lewat.” Tetap, tak ada jawaban, Donghae meyadari bahwa ada yang aneh dengan detakan jantung Yoona.
Setetes air mata tanpa diperintah jatuh membasahi rambut hitam Yoona. Donghae tahu, Yoona kini sudah tertidur abadi dengan senyuman cantiknya. Donghae membenamkan kepalanya di antara rambut Yoona. Wangi lavender, wangi yang akan selalu ia rindukan.
Langit senja menjadi saksi di mana janji Donghae sudah tersampaikan, semuanya sudah terjawab dan berakhir. Ia merengkuh tubuh Yoona dengan erat. Mencoba melepas tangisnya yang dari tadi ia tahan, mencoba melepaskan Yoona kepada Tuhan.
=O=
 
Donghae menatap ke arah langit, senja pertama yang ia lewatkan tanpa Yoona.
Donghae melangkahkan kakinya menuju gereja, kini gereja itu tampak sudah sepi dari tangisan duka. Ia menuntun dirinya menuju piano putih yang berada di sana, membukanya dan menatap lurus ke arah kursi panjang dihadapannya saat ini.
“Jeongmal saranghae, Im Yoona…”
Donghae tersenyum pada Yoona yang terduduk di kursi panjang itu, seulas senyum yang Yoona berikan padanya. Ia memulai memainkan latunan melodi indah milik Yoona.
“It’s hard to say goodbye – Michael Ortega”
“Im Yoona…”
-The End-

Trackbacks & Pingbacks

Comments

  1. * devy says:

    sedih banget ceritanya..
    ff ni sukses bwat aku nangis..
    ..ditunggu ff yoonhae yg lain..
    .

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  2. * PyroforYH says:

    Satu hari ini aq benar” bnyk baca FF YH yg sad buat orng menitihkan air mata😥

    untk author keren… ..
    Terus bikin FF YH ya ??

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  3. * Tika Elfishy says:

    Haduh… Jdi Sedih,, Ceritanya Menyentuh Banget..
    Di Tunggu FF YH Yg Lain Nya Ya Thor,, Tp Yg Happy Ending…

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  4. * tata says:

    yah….mereka harus bepisah.
    sedih….

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  5. * Itha says:

    Daebak
    Bknnya ff in sdh perna d Post tapi castnya Kyuhyun YoonA

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  6. * tiya says:

    sedih banget ff nya….
    akhir” ini kok banyak ff YoonHae yg sedih ya..😦
    ditunggu ff YoonHae lainnya..🙂

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  7. * yoonhae35 says:

    Sedih bacanya😥
    Tapi , FFnya daebak !
    Buat FF YoonHae yg banyak yah, thor ^_^

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  8. * none says:

    aduh thor..menyedihkan..buat ff yg happy end z,heheh,,,btw kereen thor

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  9. * Sylvia Monica says:

    author harus tanggung jawab T.T
    aku nangis #plak,,lebay
    menyentuh banget author ceritanya, mana waktu aku hidupin musik eh keputer lagu sedih.. Jadi banjir airmata u.u
    terus berkarya ya author🙂

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  10. * inasaragi says:

    kenapa sad end? T_T
    Tp daebak author (y)

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  11. * nana_yh says:

    Sedih banget:'(

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  12. * selenamel says:

    sediiihhh sekaliii huaaaaa knpaa sakitt siihh ??

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  13. this is really….sad.
    Huaaa kenapa bs banget bikin keluar airmata di malem-malem gini;__;
    Daebak author!

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  14. * ginaddictyoong says:

    Uuhh
    Ceritanya sedih banget
    tapi keren kata”nya romantis
    Di tunggu terus ff yoonhae nya ya thor

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  15. * yoonhae lover says:

    good story..i like it..^_^

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  16. huuuee ::_________:: sedih banget… oppaaa T^T

    | Reply Posted 4 years, 5 months ago
  17. * Just YoonHae says:

    sedih ceritanya.. _-_ Hwaaaa….

    | Reply Posted 4 years, 4 months ago
  18. * vhaa9sone says:

    bagus tp syang sad ending… T.T
    pengen yg happy..

    | Reply Posted 4 years, 4 months ago
  19. * Anonym says:

    pendek tapi nendang bangeeeet~~

    | Reply Posted 4 years, 3 months ago
  20. * Dela Amalia says:

    air mata mngalir deras di mta ku tak bsa ku than T^T
    #plakk..lebay abiz..:)
    tapi bgus bgt ff nya ^_^

    | Reply Posted 4 years, 3 months ago
  21. * Vinasoneelf says:

    Sad end ya thor…
    Ceritanya sedih ;( bgt…

    | Reply Posted 4 years, 3 months ago
  22. * hauraddict says:

    Keren…. Sedih ceritanya😥

    | Reply Posted 4 years, 2 months ago
  23. * -Pyrotechnics_YoonHae-Forever says:

    sediihhhh bgt cerita nya thor😥

    | Reply Posted 4 years ago
  24. * Visual Dream says:

    Sedih bgnt

    | Reply Posted 3 years, 9 months ago
  25. * haena says:

    Huh! Seru banget!!!! Aku sampe nangis!!!!!!

    Ff nya seru banget walau endingnya sad tapi ini bener bener okeee!!!!!!

    Hwaiting author!!!!!!!!!

    | Reply Posted 3 years, 5 months ago
  26. * anjalita says:

    Sedih banget😥 suka deh

    | Reply Posted 3 years, 4 months ago
  27. * nami yuri says:

    Menyentuh

    | Reply Posted 3 years, 3 months ago


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: